Arsip untuk Juli 15th, 2009

Inilah Lagu “D’Masiv” Terbaru Yang diciptakan hanya dalam waktu 3 Menit !

Jakarta – Grup band d’Masiv bangun dari cemoohan cap plagiat. Kini mereka merilis 2 single baru. Rian sang vokalis pun hanya perlu waktu 3 menit saja untuk menciptakan lagu tersebut.

Rian mengaku telah mendapatkan inspirasi ketika menggarap lagu barunya ‘Jangan Menyerah’. Lagu tersebut berkisah tentang perjuangan seseorang untuk mendapatkan yang terbaik. Sayang, walau lagu tersebut cocok dengan tema Ramadan, d’Masiv tak mau menyebutnya sebagai lagu religi.

“‘Jangan Menyerah’ itu aku buat hanya 3 menit. Ini terinspirasi waktu kita lagi menghibur anak-anak penderita kanker,” ujar Rian ditemui di FX, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2009).

Dua lagu dalam album yang diberi tajuk ‘d’Masiv Special Edition’ tersebut kini jadi hits di radio-radio. Band jebolan ajang Wanted 2007 itu bersyukur lagu barunya mudah diterima. Bagaimana kalau ada band yang mencoba menggarap musik seperti d’Masiv?

“Kita bikin nada-nada bagus nggak gampang. Kalau ada yang mirip-miripin mungkin kerjaan orang itu memang mirip-miripin aja,” tutur Rian.  (yla/yla)DETIKHOT

DOENLOAD JANGAN MENYERAH – D’MASIV

(Video Aftermath ) Pesawat Jatuh di Iran 168 Orang Tewas !

Teheran – Pesawat milik Caspian Airlines jatuh di bagian barat daya Iran. Diperkirakan 168 orang tewas dalam tragedi itu.

“153 Penumpang bersama 15 krunya ada di dalam pesawat tersebut,” rilis kantor berita Iran, IRNA, seperti dilansir Reuters, Rabu (15/7/2009).

Pesawat yang belum diketahui jenisnya itu rencananya hendak menuju Yerevan, Armenia, dari Teheran. Belum ada keterangan resmi tentang penyebab pesawat yang jatuh di  dekat kota Qazvin itu.

Petugas pemadam kebakaran sudah mengkonfirmasikan ke IRNA tidak ada seorang pun yang pesawat dalam kecelakaan tersebut. Jubir otorita penerbangan Iran mengatakan pesawat jatuh 16 menit setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini. (gah/gah)



Foto Mitha “The Virgin” Saat Masih Feminim

Inilah Foto-foto Mitha ” The Virgin” Saat Masih Feminin….

Mitha waktu sekolah


Mitha saat feminim



Duo The Virgin Band dibentuk dan dimanajemeni oleh Republik Cinta Manajemen. Personelnya terdiri dari dua cewek yang berbeda penampilan. Mereka adalah Cameria Happy Pramita ( Mitha ) dan Dara Rizki Ruhiana ( Dara ). Mitha dilahirkan di Jakarta pada tanggal 2 Januari 1986 berpenampilan tomboy dengan model rambut pendek semi emogirl tehnik messy dicat cokelat. Ia juga tercatat anggota band The Rock Indonesia sebagai gitaris. Partnernya bernama Dara yang pernah tampil di acara Mamamia Indosiar. Cewek berpenampilan imut feminim dengan rambut panjang ini lahir di Tasikmalaya 9 Agustus 1991. The Virgin saat ini ( 2009 ) beken dengan hits berjudul Lagu Cinta Terlarang.

Mengaku Zina dengan Bella Saphira, Ferry Irawan Terancam Dibui

Ferry Irawan

Ferry Irawan

JAKARTA – Kasus perceraian Ferry Irawan-Noviyana Sintawati menjadi melebar. Novi akan mempidanakan Ferry karena pernah mengaku berzina dengan artis Bella Saphira.

“Ferry telepon waktu Novi di Medan. Ferry bilang, Novi tidak usah pulang ke Jakarta. Surat cerai nanti dikirimkan. Ferry mengaku sudah berzina dengan Bella Saphira. Novi pingsan lah mendengarnya,” jelas kuasa hukum Novi, Zul Hendri Hasan, di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2009).

Bukan hanya menyeret Bella Saphira, menurut ibunda Novi, Bangso Siregar, Ferry pernah menelepon dirinya dan mengaku berzina dengan perempuan lain. Perzinahan terjadi kala Novi tengah berada di Medan selama dua minggu untuk menjeguk anaknya yang sakit.

“Dalam azas Islam, di kita kan monogami. Kalau poligami harus ada izin bella_saphiradari istri dan pengadilan. Kalau tidak, berarti bigami (menikah tanpa izin istri dan pengadilan). Itu sebuah tidak pidana,” beber Zul.

Soal pengakuan Ferry kepada Novi telah berzina dengan Bella, kata Zul, merupakan bentuk kekerasan psikis. Apalagi saat mendengar itu, Novi kaget hingga pingsan.

“Ini berarti Ferry telah melakukan kekerasan secara psikis dan melanggar pasal 279 KUHP, yakni pernikahan yang menghalangi pernikahan sah sebelumnya,” tegas Zul.

Atas dasar itulah Novi berniat melaporkan Ferry ke Polda Metro Jaya.OKEZONE.COM

Kuburan Anggi Wangi, Warga Lihat ‘Penampakan’

Anggi Meyriski korban pembunuhan sadis Ari Petak (16/6).
Anggi Meyriski korban pembunuhan sadis Ari Petak (16/6).

Di bawah batang kakao, areal pemakaman Masjid Raya Gantiang, agak ke kiri dari pintu masuk, sebuah kuburan tampak terawat. Gundukan tanahnya masih tinggi. Di kayu nisan tertulis nama Angraini Maireski Binti Zaldinar, wafat 16 Juni 2009. Ya, di situlah, jasad Anggi, Siswa SMP Negeri 1 Padang yang tewas dibunuh dan diperkosa Ari Petak (32) “berdiam” hampir satu bulan.

Pada malam-malam tertentu, kuburan Anggi menebarkan bau wangi, persis bunga melati. Bahkan, warga sekitar kuburan sering melihat penampakan sesosok tubuh terselubung kain putih berdiri di bawah pohon kakao sambil menangis. Sosok itu merintih, mengiba hingga membuat warga sekitar terjaga. Ada apa sebenarnya?

“Alah tu, ndak talok lai, ampun. Lapehan awak” perkataan itulah yang selalu keluar dari sesosok tubuh berambut panjang dan berkain putih yang sering terlihat di bawah pohon kakao. Perkataan itu diselingi rintihan yang memilukan. Warga sekitar bergidik, tapi bagi mereka, hal mistik semacam itu sudah biasa.

Salah satu warga yang melihat persis penampakan adalah garin atua penjaga Masjid Raya Gantiang bernama Azan. Waktu itu, sekitar Pukul 03.00 WIB dini hari Azan terbangun dari tidurnya. Dia mendengar tangisan pilu. Perlahan pemuda tersebut keluar, memastikan apa yang sedang terjadi. Waktu itu, persis malam ke empat Anggi dikubur. Suasana senyap, rintihan pilu semakin nyaring terdengar. Azan bergidik, bulu tengkuknya berdiri.

“Saya kira pemuda daerah ini sedang bedagang dan membawa wanita. Lalu saya keluar untuk menasehatinya. Tapi rupanya di luar sunyi. Suara itu tetap terdengar dan berasal dari makam. Tubuh merinding. Saya kuat-kuatkan hati untuk melirik ke arah pandam pekuburan. Ternyata benar, di bawah batang Kakao atau tepatnya dekat kuburan Anggi berdiri sesosok tubuh berkain putih. Dialah yang menangis. Saya lari karena takut. Anehnya, ada bau wangi,” terang Azan sebagaimana dilontarkan penjaga makam bernama Madi (40).

Tak hanya Azan yang melihat penampakan dekat kuburan Anggi. Madi, sang juru kunci makam mungkin adalah orang yang paling sering melihat penampakan. Bahkan, Madi lah yang pertama sekali mencium bau wangi dari kuburan Anggi. “Baunya wangi sekali, seperti bau bunga melati. Saya saja terlena karena baunya. Gejala ini terjadi sejak Anggi dikuburkan di sini. Tapi, tak jarang juga ada penampakan dekat kuburan anak SMP itu,” beber Madi yang berkulit hitam dan agak ceking.

Tanpa berniat merekayasa dan sesuai dengan pengalaman yang dia punya sejak jadi juru makan pada 2002 yang lalu, Madi mengatakan kalau nyawa Anggi belum akan tenang selama kasusnya masih mengambang. Madi mengungkapkan, seharusnya keluarga si mayat datang kembali untuk tahlilan di kuburannya. Jangan hanya sekali lalu dan tak pernah datang lagi. Bau wangi yang menyebar dia pastikan berasal dari kuburan Anggi.

“Dia sering menangis pilu dan berteriak. Penglihatan mata bathin saya mengatakan kalau ada yang tak beres dengan kuburan di bawah batang Kakao itu. Lalu saya cari tahu, ternyata arwahnya tak tenang. Dia butuh ditahlilkan. Keluarganya hanya datang sekali dan tak pernah kembali lagi. Kasihan, nampaknya dia tak tenang. Aku sering melihat penampakan itu, dia selalu menangis dan tak berani memandang pada saya,” beber pria yang pernah terjerumus ke lembah hitam waktu masih bujangan itu.

Ayah Anggi yang ditemui media ini pada Senin lalu juga tak menampik kalau kuburan anaknya mengeluarkan aroma wangi. “Memang, kata warga di sana, kuburan Anggi mengeluarkan bau wangi. Selain itu, tanah kuburannya tetap tinggi. Padahal saya cemas kalau kuburan anak saya akan rusak karena hujan beberapa hari yang lalu. Rupanya tidak, kuburannya utuh,” kata Zaldinar. (*)

Sepenggal Kisah Pemandi Jenazah

Bagi kebanyakan orang, pekerjaan memandikan jenazah adalah pekerjaan yang mengerikan. Namun bagi Sumaryadi (39) dan Nurhayati (34), pekerjaan tersebut merupakan tanggung jawab dan tugas mulia sesama manusia. Malahan Sumaryadi, ikut terlibat memandikan “S”, seorang bocah baru saja meninggal akibat flu babi.

Sumaryadi dan Nurhayati, keduanya merupakan petugas yang bekerja di RSUP Dr M Djamil sebagai pemandi mayat atau jenazah. Sumardi bertugas untuk memandikan jenazah pria dan Nurhayati memandikan jenazah wanita.

Ketika Sulthani, korban yang meninggal akibat flu babi dimandikan, Yadi pun ikut memandikan dibantu oleh kakek Sulthani, serta Berlian, satpam di instalansi kamar jenazah yang bertugas untuk mengangkat Sulthani.

Yadi mengutarakan, sebenarnya ada rasa takut dalam dirinya akan terkena virus flu babi saat memandikan Sulthani. Namun rasa takut itu hilang ketika mengingat pekerjaan ini merupakan bentuk tanggung jawab serta kewajiban sesama manusia.

“Kita telah memakai masker serta pakaian standar dalam pencegahan penularan penyakit yaitu scord namanya. karena sudah memenuhi standar, saya tidak perlu kuatir lagi. Mayatpun sudah dikasih cairan klorin, untuk membunuh kuman-kuman yang ada pada tubuh jenazah,” jelasnya yang diamini oleh Berlian.

Yadi memandikan jenazah ada atas permintaan keluarga jenazah serta jenazah yang terlantar yang tidak ada kelurganya. Jenazah yang pernah dimandikan di antara kasus kecelakaan, rabies, HIV, flu burung, dan yang terbaru adalah flu babi. Kalau dihitung sudah tidak terhitung lagi berapa jumlah jenazah yang dimandikannya.

Dari pekerjaannya sekarang, Yadi yang tinggal di kampung Nias ini bisa menghidupi istri serta ketiga anaknya.

Yadi sendiri sudah bertugas di Rumah Sakit tersebut sejak 10 tahun yang lalu, dan baru benar-benar terlibat untuk memandikan sejak tiga tahun yang lalu tepatnya tahun 2006. Awalnya dia seorang cleaning service di rumah sakit tersebut. Tugasnya membersihkan sesudut ruangan yang ada disana termasuk ruangan kamar mayat.

Dari sanalah awal dia diajak untuk ikut bantu-bantu memandikan dan akhirnya menjadi petugas utama untuk memandikan jenazah semenjak tahun 2006.

Yadi mengaku tidak ada rasa rasa takut yang dirasakannya ketika memandikan jenazah, walaupun kondisi jenazah tidak dalam keadaan baik sekalipun. Sejak kecil Yadi mengaku sering keluyuran malam hingga Pukul 03.00 malam.

“Dulu waktu kecil saya berencana mau nonton layar tancap, biar cepat sampainya, akhirnya saya berinisiatif memotong jalan. Tiba-tiba saya tersandung, ternyata itu kuburan, saya cuma bisa mengumpat saja,” ungkapnya.

Yadi sendiri berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Mulai hijrah ke Kota Padang tahun 1993 dan awalnya bekerja sebagai kuli serta pembantu juru masak di Hotel Bumi Minang.

Ketika ada lowongan dari RSUP M Djamil, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Dia diterima sebagai cleaning service di rumah sakit terbesar di Sumbar tersebut, sehingga akhirnya dia bertugas memandikan jenazah.

Sementara itu Nurhayati, petugas yang memandikan jenazah wanita, dan baru dua bulan bertugas. Sebelumnya yang bertugas memandikan adalah Amak Meti, mengingat kondisi yang tua, akhirnya Nur menggantikan Mak Meti.

Selama dua bulan tersebut, berbeda dengan Yadi, Nur cuma baru memandikan empat jenazah wanita. Salah satunya, memandikan Anggi, Siswa SMP 1 Padang yang baru-baru ini menjadi berita heboh di Kota Padang.

“Ketika saya memandikan Anggi, ada rasa iba dalam diri saya melihat kondisinya,” katanya. Nur menggakui sangat menikmati pekerjaan yang digelutinya sekarang ini. (*)PADANG-TODAY.COM

Usai Diperkosa, Siswi SMPN 1 Dibunuh

Petugas keamanan memperlihatkan jasad Anggi kepada anggota keluarga di kamar jenazah RSUP dr M Djamil, Selasa (16/6).

Petugas keamanan memperlihatkan jasad Anggi kepada anggota keluarga di kamar jenazah RSUP dr M Djamil, Selasa (16/6).

Padang, Padek–Pembunuhan sadis yang disertai pemerkosaan terjadi di Kota Padang. Siswi kelas 2 SMPN 1 Padang, Anggraini Mayreski, 13, menjadi korban perbuatan bejat itu. Jasadnya ditemukan dalam karung plastik dengan kondisi luka di sekujur tubuh. Penemuan jasad gadis belia itu sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (16/6), di Korong Kabun Pasa Usang, Sungaibuluah, Kecamatan Batanganai, Padangpariaman.  Waktu pertama ditemukan, warga kesulitan mengenali identitas korban yang saat itu tanpa busana.

Identitas Anggi diketahui setelah warga menemukan seragam sekolah korban di dalam karung plastik itu.  Dari informasi yang dihimpun Padang Ekspres di tempat kejadian perkara (TKP), penemuan jasad Anggi bermula ketika Ida, 40, warga Kabun Pasa Usang melihat dua pria bersepeda motor Yamaha RX King tanpa nomor polisi membuang karung plastik berisi sesuatu—yang terakhir diketahui berisi jasad Anggraini.

Kedua pria bersepeda motor itu datang dari arah Kota Padang. Setelah membuang karung plastik, si pengendara motor itu langsung kembali ke arah Kota Padang. Ida curiga, dan memberitahukan pada warga lainnya. Tak berapa lama, polisi dari Polsek Batanganai pun tiba dilokasi. Disaksikan warga, polisi membuka isi karung plastik tersebut. Alangkah terkejutnya warga ternyata isi karung itu mayad seorang gadis belia.

Di beberapa bagian tubuh dan kepala, penuh luka-luka memar. Dari hidung, tampak keluar darah. Jasad korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Pasar Usang. Di sini jasad korban sempat divisum. Setelah itu, korban dibawa ke RSUP Dr M Djamil Padang untuk menjalani visum lebih lanjut. Dari hasil visum diketahui bahwa korban diperkosa sebelum dibunuh.

Kesaksian Pelaku Pembunuh

Pembunuh Anggi

Pembunuh Anggi

post metro Padang-Tersangka pelaku pemerkosaan dan pembunuhan sadis terhadap Anggraini Mayreski, Siswi SMP Negeri 1 Padang, mengaku habis menonton VCD Porno hingga berhasrat memperkosa korban.

Tersangka berinisial “HB” (32 th) mengatakan tidak memiliki niat untuk menghabis nyawa korban. Dia mengaku hanya berniat untuk memperkosa korban. Sebab, saat membonceng korban, tiba-tiba nafsu sahwatnya memuncak. Namun, karena korban menolak ajakan tersangka, maka ia nekat membunuh.

Berikut pengakuan tersangka kepada wartawan POSMETRO (Grup Padang Today) di ruang Reskrim Polres Padangpariaman, Rabu (17/6).

Pada pagi Selasa (16/6) lalu sekitar pukul 07.00 WIB Kata tersangka, dirinya ditelpon orang tua korban Roslaini untuk datang ke rumahnya. Dalam pembicaraan lewat telpon itu, Roslaini meminta tersangka untuk mengantarkan anaknya ke sekolahnya bersama sepeda motor ojeknya, karena telah biasa.

Tanpa membuang waktu, tersangka dari rumahnya langsung menuju rumah korban di Jati Parak Salai. Di rumah Roslaini, sang korban telah siap dengan seragam sekolahnya untuk berangkat ke SMP Negeri 1 Padang untuk mengikuti ujian naik tingkat. Akan tetapi, menjelang sampai di SMP 1 Padang, tersangka berhenti di rumahnya yang kebetulan bertetangga dengan rumah korban di Jati Parak Salai, dengan dalih ada suatu keperluan.

Sesampai di rumah, tersangka langsung masuk ke dalam rumahnya. Sementara itu korban menunggu dekat sepeda motor tersangka yang parkir di halaman rumahnya. Tidak lama kemudian tersangka memanggil korban untuk masuk ke dalam rumahnya. Entah karena tidak berprasangka buruk, Anggraini Mayreski langsung masuk ke dalam rumah tersangka. Saat itu, korban hanya masuk sampai ke pintu ruang tamu.

Tapi, jelas tersangka yang saat duduk dibangku sekolah STM memilih keahliannya pada bidang mesin las itu, korban diminta untuk terus masuk sampai ke ruang dapur dekat WC dan sumur rumahnya. Akhirnya, korban menuruti permintaan tersangka, meski korban sempat bertanya pada tersangka. Tapi, baru saja korban sampai di ruang dapur dekat pintu WC, tersangka langsung mengajak korban untuk berhubungan suami istri.

Seketika korban langsung menolak ajakan gila tersebut, karena korban mau sekolah dan ikut ujian naik kelas. Melihat situasi demikian tersangka langsung menutup mulut korban dengan tangan dan memukul kepalanya. Akibatnya, korban jatuh pinsan dan sadarkan diri. Tanpa membuang waktu tersangka mengontong korban ke dalam kamarnya. Dalam kamarnya tersangka melakukan perbuatan terkutuknya pada korban.

Sebelumnya, papar tersangka sambil menyantap lontongnya, tersangka mengambil gunting untuk memotong rok, BH, baju seragam serta celana dalam korban. Kemudian dalam kondisi pinsan tersangka mengaku langsung setubuhi korban. Setelah selesai ronde pertama hingga sampai puncaknya, tersangka langsung memasuki ronde ke dua. Setelah itu rasa cemas dirinya semakin tinggi, karena korban tidak bergerak lagi.

Makanya, tersangka berniat dan nekat membuang korban jauh-jauh. Atas dasar itu tersangka memasuki korban dalam posisi tanpa busana ke dalam karung plastik pupuk warna putih. Kemudian tersangka memasuki baju seragam korban yang telah terpotong-potong ke dalam karung plastik. Selanjutnya, tersangka membawa sendirian dengan sepeda motor ojeknya ke luar Kota Padang, tepatnya di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP).

Tempat penemuan mayat korban dalam karung oleh masyarakat di Korong Kabun Pasar Usang Kanagarian Sungai Buluah Kecamatan Batang Anai, tepatnya di samping SPBU Palapa. Sebelumnya, aku tersangka, setelah ia membuang karung tersebut, ia teringat akan baju seragam sekolah korban yang memiliki indentitas. Tapi, aku tersangka, karena telah terlanjur tersangka membiarkan saja. Dari sanalah terbongkat kedoknya.

Namun tersangka yang mengaku baru dua tahun ini menjadi tukang ojek, saat melakukan tindakan pemerkosaan dan pembunuhan tidak ada rasa hiba dan kasiahan, meski antara dirinya telah saling kenal dengan korban. Tapi, karena akunya, dirinya telah kemasukan setan, ditambah lagi ia hanya sendirian tinggal di rumahnya. Sementara itu, kedua orang tuanya tinggal di Sungai Puar Kabupaten Agam.

“Saya sangat menyesal sekali atas tindakan membunuh dan memperkosa korban. Namun, bagaimana lagi, saya telah terlanjur berbuat nekat pada korban. Apalagi saya telah berusia 32 tahun belum juga berkeluarga hingga kini. Tapi, niat saya pertama hanya untuk menyetubuhi korban, namun korban menolak. Akibatnya, saya kalap dan berbuat nekat membunuh korban,” akunya.

Kapolres Padangpariaman melalui Kaur Reskrim IPDA Anton Rompas kepada POSMETRO (Grup Padang today) menyatakan, yang mengungkap kasus adalah Polres Padangpariaman. Karena saat kita mengetahui korban adalah siswi SMP Negeri 1 Padang. Makanya, saat itu petugas datang ke sekolahnya.

Namun, saat itu tersangka telah ada di sekolah, karena ditelpon ibu korban.Dari sanalah kita melakukan pengembangan. Akibatnya, “HB” ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan siswi SMP Negeri 1 Padang sebagai tersangka tunggal. Sebab, tersangka mengaku membawa mayat korban dibungkus karung plastik pupuk hanya sendirian tanpa dibantu orang lain. Kemudian petugas menemukan HP dalam kamar rumah dan nomor HP korban di dompet tersangka.

Makanya, tersangka kita tetapkan sebagai tersnagka tunggal. Untuk sementara tersangka dijerat dengan pasal berlapis, mulai dari 338, 340, 353, 351, 285 yunto 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun kemungkinan tersangka diproses lebih jauh di Poltabes Padang, karena saksi dan TKP pembunuhan juga di wilayah hukum Poltabes Padang,” tandas Kaur Reskrim Anton Rompas. (*)

Ilmu Mistik Membuat Uli Licin bak Belut

LOLOSNYA Julianto alias Uli dari sergapan polisi, semakin menunjukkan kebenaran soal ilmu yang dimiliki gembong rampok ini. Selain dikenal licin, ilmu yang dia punya juga kebal tembakan.

Buktinya, lolosnya Julianto (foto), bukan kali ini saja. Dalam berbagai penggerebekan yang dilakukan polisi, dia selalu mulus untuk lolos. Begitu juga anti tembak, buktinya dalam aksi kejar-kejaran di Perbaungan, Sergai, Julianto terlihat sehat.

“Padahal yang kami baca di berita koran, Julianto kan kena tembak waktu berpapasan dengan Brigadir Barita Simanjuntak. Kabarnya santer di sini, hampir semua warga tahu. Jadi mungkin aja dia itu memang punya ilmu,” ujar warga Kelurahan Citaman Jernih pada POSMETRO MEDAN.

Itu juga yang disyaki membuat Julianto dan rekan-rekan rampoknya, nekad beraksi meski di siang hari, seperti perampokan di Bank Mandiri Syailendra dan Bank Mestika Cabang Labuhan Deli, perampokan toke lembu di Lau Dendang, toke getah di Tanjung Mulia dan SPBU Tandem, juga sejumlah perampokan di Jambi dan provinsi lainnya.

Tak hanya warga biasa, sejumlah polisi juga mengakui kelihaiannya. Seperti pernah disebutkan seorang perwira menengah di Poldasu, jika hanya dengan peluru biasa, Julianto tak akan mempan dikalahkan.

Masih kata perwira ini, saat berpapasan dengan Brigadir Barita Simanjuntak di kawasan Pangkalan Brandan, Julianto sudah kena tembak. Namun saat bawahannya hendak memeriksa kondisi, Julianto bergerak berkelebat dan menembak balik Brigadir Barita Simanjuntak hingga tewas akibat keningnya ditembus peluru hingga tengkorak belakangnya.

Sekedar mengingat, Julianto sebelumnya sudah sempat meringkuk di sel Poltabes MS. Namun beberapa bulan ditahan, dia berhasil kabur dengan membobol atap Rumah Tahanan Polisi (RTP) Mapoltabes Medan, pada Senin (20/4) malam.

Julianto kabur bermodal sehelai gergaji besi yang digunakan memotong jerjak atap RTP. Hujan deras yang mengguyur Kota Medan malam itu, membuat aksi Julianto mulus. Akibatnya, sejumlah polisi yang bertugas kala itu diberi sanksi karena dianggap lalai.

Berkali-kali Kabur dari Tahanan

Aksi kabur dari tahanan, bukan kali pertama dilakoni Julianto. Selain dari RTP Poltabes MS, dia juga dikhabarkan lolos dari salah satu Lembaga Pemasyarakatan di Jambi, selanjutnya dari LP di Lubukpakam Deliserdang dan Rutan Tanjung Gusta Medan.(tim)POSMETRO-MEDAN.COM

Foto dan Video Cara Pembuatan Condom

Inilah cara bikin KOndoM……., yang ternyata ukurannya pake standar orang arab 🙂