Arsip untuk Juli 21st, 2009

Demi Cinta, Sumanto Kanibal Makan Sayur

Sumanto

Sumanto

CINTA, sesuatu yang ada tapi tak berwujud, benar-benar mampu mengubah hati sebebal Sumanto. Lama tak terdengar kabarnya, dia yang dikenal sebagai kanibal, kini kembali muncul. Bukan sepotong daging yang ia cari, melainkan sepotong cinta disertai janji tak akan lagi menjadi kanibal. Ia akan makan sayur demi cinta.

“Saya suka daging, semua jenis daging selama itu matang. Tapi saya sudah tidak makan daging manusia lagi,” ujarnya dari sebuah pondok rehabilitasi Islam di daerah Jawa Tengah, Senin, 20 Juli.
Setelah menghabiskan bertahun-tahun di penjara dalam kesendiriannya, ia kini mencari cinta.

“Apa artinya cinta. Bagaimana saya bisa menggambarkannya jika tak pernah mengalami dan merasakan cinta?” katanya. Sumanto mengatakan hari-hari kanibalnya kini telah usai dan sayur bayam adalah satu-satunya yang ada dalam menunya. Namun, semua itu susah payah ia lakukan untuk mendapatkan kembali kepercayaan penduduk desa.

“Saya sedih, orang banyak membicarakan hal yang buruk tentang saya. Saya akan terus berusaha agar mereka membuka hati dan menerima saya lagi,” lanjut Sumanto. Sayangnya, perjuangan arjuna mencari cinta ala-Sumanto itu akan sulit sebab penduduk desa masih trauma dengannya.

“Sumanto Si pemakan mayat itu pria temperamental yang suka mencuri nasi dan ayam kami,” kata seorang perempuan yang salah satu tetangga Sumanto. Ia mengatakan, tak akan pernah melupakan saat melihat Sumanto memakan semangkuk daging manusia berwarna kuning keputihan dengan kecap.

“Bakal kacau jika dia (Sumanto) kembali. Saya tak mau terbunuh dan dijadikan santap malam oleh Sumanto,” katanya. Sementara Si mantan kanibal yang mengaku sangat menyukai daging, rela memakan sayur-mayur yang dikatakannya sehat demi menemukan cinta itu. (jpnn)

(foto) Misteri Penemuan Keris Raksasa di Sungai Kapuas, Kalimantan Tengah

Klik untuk memperbesar

Keris Raksasa, Klik untuk memperbesar

KUALA KAPUAS – Dua orang penyelam tradisional temukan keris dan kacip raksasa sepanjang 1,5 meter disungai Kapuas, tepatnya di bawah jembatan Pulau Telo, Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas……

Warga Kelurahan Murung Keramat, pada Kamis (9/7) lalu, digegerkan dengan penemuan keris dan kacip atau pisau pembelah buah pinang raksasa oleh dua orang penyelam tradisional yakni Wawan (21) dan Yanto (28) warga RT 2 Kelurahan Murung Keramat, sekitar pukul 15.00 wib.

Penemuan itu pun berawal, ketika keduanya sekitar pukul 10.00 wib berangkat melakukan rutinitas sebagai penyelam di sungai Kapuas untuk mencari benda-benda di dasar sungai seperti kayu, besi, dan barang lainnya yang memiliki nilai jual.

Dengan menggunakan perahu kelotok, Wawan dan Yanto mendatangi lokasi penyelaman, dengan menggunakan peralatan penyelaman, seperti kompresor. Ketika itu, Wawan bertugas selaku penyelaman, sedangkan Yanto menjaga perahu dengan mengontrol kompresor sebagai alat bantu pernapasan.

Setelah beberapa jam menyelam, sekitar pukul 15.00 wib, Wawan muncul diatas permukaan sungai dengan membawa sebatang besi yang berbentuk senjata keris. Wawan mengaku terkejut ketika mengetahui benda yang didapatnya itu adalah benda yang berupa senjata keris yang mempunyai tujuh kelokan dengan ukuran yang sangat besar.

“Saya terkejut ketika benda yang saya dapatkan setelah diangkat ternyata sebuah keris yang ukurannnya besar sekali. Seumur hidup baru kali ini saja yang melihat keris seukuran raksasa,” ujar Wawan ditemui wartawan dikedimannya, Minggu (19/7).

Setelah mendapatkan benda tersebut, mereka berdua tidak langsung pulang, namun mencoba kembali menyelam dengan rasa penasaran bahwa masih terdapat benda lainnya. Dan ternyata benar, Wawan menemukan kembali sebatang besi yang berbentuk kacip atau alat untuk membelah buah pinang, yang juga berukuran raksasa, tak jauh dari lokasi ditemukannya keris.

Penemuannya itu pun kemudian dibawanya pulang kerumah, warga pun lalu berbondong-bondong menyaksikan dari dekat hasil temuan Wawan dan Yanto tersebut. kesempatan itupun tak disia-siakan oleh Wawan dengan membuka kotak amal dirumahnya.

Sementara itu, besi yang berbentuk keris itu memiliki ukiran-ukiran unik di pangkalnya, namun gagang keris tersebut tidak ada. Demikian juga dengan kacip, bagian ujungnya berbentuk menyerupai burung tingang ciri khas Dayak Kalteng.
Menurut wawan, terdapat beberapa kejanggalan ketika para pengunjung ada yang berani menyentuh keris tersebut, tangan mereka seperti kaku ketika menyentuh besi-besi yang diperkirakan telah berumur 300 tahun lamanya. Karena itu, Wawan pun belum berminat untuk menjual keris dan kacip raksasa hasil temuannya itu.

“Yang ingin membeli sih banyak, cuma saya tak berniat menjualnya dulu, karena saya belum mendapatkan petunjuk, baik dari mimpi maupun bisikan gaib,” katanya. (cbn/Kzone)

sumber : http://kapuascbn981.blogspot.com/2009/07/penyelam-temukan-keris-dan-kacip.html

Bisa Jadi, Berkaitan dengan Sejarah Kerajaan Bataguh

81343largeSebilah keris raksasa ditemukan di Sungai Kapuas, tepatnya di wilayah Kelurahan Pulau Telo, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis, 16 Juli lalu. Kalangan tokoh adat dan ahli sejarah pun membahas penemuan yang tergolong langka tersebut.

Kesimpulan sementara, senjata tradisional khas Indonesia itu berkaitan dengan Kerajaan Bataguh yang diyakini pernah berdiri di Kapuas. ”Saat itu, Kerajaan Bataguh dipimpin Nyai Undang,” ungkap Manli, salah seorang tokoh adat Dayak.

Bentuknya memang bukan senjata khas warga Dayak, Kalimantan Tengah. Diperkirakan, senjata tersebut ikut tenggelam bersama kapal yang bisa jadi menyerang Kerajaan Bataguh. Peperangan itu diperkirakan terjadi sekitar 1400 Masehi. ”Kerajaan Bataguh mempunyai luasan yang besar di Kapuas, dan Pulau Telo adalah salah satunya,” ujar Manli.

Dia menjelaskan, sebelumnya juga pernah ditemukan meriam di Sungai Kapuas dan tidak jauh dari Pulau Telo. Tepatnya di Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat. Temuan tersebut memperkuat analisis sejarah tentang adanya peperangan Kerajaan Bataguh dengan orang asing.

Di ujung keris raksasa yang ditemukan itu terdapat tujuh lubang. Konon, lubang tersebut menunjukkan bahwa keris itu sudah memakan nyawa orang. ”Seperti halnya senjata khas Dayak mandau, apabila terdapat lubang di ujungnya, itu menandakan bahwa senjata tersebut pernah menghilangkan nyawa seseorang,” ujarnya.

Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Kapuas Anggie Ruhan menyatakan hal yang sama. Dia juga menduga adanya kaitan antara keris tersebut dan Kerajaan Bataguh. Kedua benda itu diperkirakan berumur 300 tahun lebih.

Dikatakan, penemu benda itu disebut ”ketuahan” (keberuntungan) dalam bahasa Dayak karena tidak semua orang bisa mendapatkan. ”Benda tersebut mempunyai daya magis. Penemu merupakan orang terpilih,” katanya.

Berkaitan dengan beberapa temuan bersejarah itu, dia menyarankan pembangunan museum di sekitar Kapuas. Dengan begitu, benda-benda bersejarah yang ditemukan bisa tersimpan dengan aman. ”Beberapa kali usul pembangunan museum telah diajukan, namun hingga kini tak kunjung realisasi,” ungkapnya.

Menurut dia, museum berfungsi sebagai pusat dokumentasi dan penelitian ilmiah. Juga dapat menjadi pusat perkenalan kebudayaan antardaerah dan antarbangsa serta sebagai media pembinaan pendidikan kesenian dan llmu pengetahuan.

Keris raksasa itu ditemukan penyelam tradisional, Wawan, 21, dan temannya, Yanto, 28, di Sungai Kapuas, Kelurahan Pulau Telo, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas. Keris sepanjang 1,3 meter tersebut berada di bawah jembatan Pulau Telo.

Sejauh ini, kata Wawan, belum ada yang menawar keris itu. Dia pun berlum berniat menjual. ”Banyak warga yang berdatangan untuk melihat-lihat saja,” ujar Wawan saat dihubungi Kapos melalui telepon. (ria/jpnn/ruk)JAWA POS

Membongkar Riwayat Bomber JW Marriott

Nur Hasdi yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri mega kuningan (REPRO/MUKHTAR LUTFI/RADAR SEMARANG)
Nur Hasdi yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri mega kuningan (REPRO/MUKHTAR LUTFI/RADAR SEMARANG)

JAKARTA-Nur Sahid alias Nur Hasbi alias Nur Hasdi (foto), warga Temanggung yang diyakini sebagai seorang bomber Kuningan II, minim diketahui polisi. Namanya sendiri baru muncul saat polisi menggerebek sebuah rumah di Wonosobo dan menembak Abdul Hadi dan Jabir, dua tangan kanan Noordin Mohd Top pada 2006 lalu.

Saat itu, kendati terlibat, namun peran Sahid dalam jaringan masih berada di level dasar. “Saya memang sempat mendengar namanya. Tapi belum pernah tahu aksi-aksinya. Tidak pernah terlihat di Afghanistan, tidak diketahui di Kamp Hudaibiyah, Filipina. Saya juga ragu apakah Sahid juga terlibat di Poso maupun Ambon,” ucap seorang anggota JI senior yang tak mau disebut namanya.

Hanya, sumber tersebut mengaku tak berani memastikan apakah bukan Nur Sahid sebagai pelaku bom bunuh diri. “Karena, saya dengar dia (Sahid-red) sudah terlibat di dalam kelompok Noordin sejak 2006,” urainya. Bisa jadi, setelah Abdul Hadi dan Jabir (dua orang tangan kanan Noordin-red) tertembak mati, maka peran Nur Sahid dalam kelompok ini menjadi penting.

Hal ini diperkuat oleh sebuah sumber di kepolisian. “Arahnya memang seperti itu. Dari data-data yang kami kumpulkan, Nur Sahid ini pernah mendapat didikan langsung dari Noordin Mohd Top,” katanya.

Sumber tersebut menuturkan bahwa dalam JI, segala sesuatunya bisa cepat berubah. Salah satunya adalah Abu Dujana. Sebelum ditangkap polisi dan kemudian dibuktikan keterlibatannya dalam beberapa serangan bom, sumber tersebut mengaku tak bisa mempercayainya. “Orangnya halus, dan bukan kelompoknya Ali Ghufron,” tambahnya. Tapi, ternyata Abu Dujana kemudian malah terlibat.

Kendati sudah mengarah ke pecahan kelompok Jemaah Islamiyah dan sudah mendapatkan profilnya, namun hingga kemarin polisi belum berani tepat memastikan dari kelompok mana dan siapa-siapa yang menjadi jaringan di belakangnya.

Hingga kemarin, telunjuk polisi memang masih kuat mengarah ke orang-orang Kompak (komite penanggulangan krisis). Sebagian dari orang-orang kelompok ini sudah ditangkap polisi di Plumpang, Palembang, dan Cilacap. Berdasar rangkaian bom yang ditangkap, serta analisa mengenai kemampuan dan olah TKP, arahnya ke kelompok ini.

Kelompok ini beranggotakan banyak “lulusan” Ambon dan Poso. Hanya, memang sejak awal kelompok ini sudah mendapat back up dari sejumlah pentolan Jamaah Islamiyah (JI). Kelompok ini berdiri pada 2000. Pendiriannya dibidani oleh Ali Imron, tersangka kasus terorisme yang ditangkap usai Bom Bali I pada 2002 lalu.

Bersama Aris Munandar, juga tersangka kasus terorisme yang telah ditangkap, Ali Imron kemudian menghimpun dana umat muslim untuk penanganan krisis di Poso dan Ambon. Alih-alih menggunakannya untuk membeli sembako, dana yang ada kemudian digunakan untuk membeli peluru, bahan peledak, dan sejumlah peralatan militer lainnya.

Yang menjadi instruktur orang-orang Kompak adalah orang-orang JI. Untuk ini, seorang perwira yang terlibat dalam Satgas Bom menyebut bahwa ini tak lain ya JI itu sendiri. “Apapun namanya. Entah itu Kompak, entah itu Samala, entah itu Simili, tapi tetap saja ilmu dan doktrinnya diperoleh dari orang-orang JI,” ucap sumber tersebut.

Untuk itu, sumber tersebut mengatakan pihaknya tidak terlalu memusingkan nama. “Karena dalam konteks sekarang, kelompok yang mampu dan mempunyai motivasi peledakan bom ya kelompok pecahan JI itu,” tandasnya. Kalau kemudian membina kelompok baru atau orang baru, sumber tersebut mengatakan sumbernya dari JI. “Hanya kita petakan, kelompok-kelompok mana yang aktif saat ini,” tambahnya.

Selain itu, sumber tersebut juga mulai menyebut nama Dulmatin. “Ada indikasi Dulmatin kembali masuk ke Indonesia,” tuturnya. Dia kemudian menjelaskan bahwa sempat ada kabar yang menyebutkan Dulmatin telah tewas di Moro, Filipina, dalam sebuah serangan tentara Filipina. Namun, hingga kini belum ada yang bisa memastikan kebenarannya.

Dulmatin sendiri adalah seorang anggota senior Jamaah Islamiyyah yang dikenal kemampuannya dalam meracik bom. Dia disebut-sebut bisa mengubah gula menjadi sebuah bahan peledak dengan campuran kimia tertentu. “Artinya, Kompak tidak akan mampu berbuat banyak bila tanpa ada sokongan Noordin atau Dulmatin,” kata seorang anggota senior JI kepada Jawa Pos (grup POSMETRO MEDAN).

Inisial N Belum Diungkap Polisi

Setelah inisial N diungkap Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri 17 Juli 2009 lalu, hingga saat ini polisi belum mau membuka nama lengkap pelaku bom di JW Marriott. Polisi juga menegaskan bahwa foto potongan kepala yang diduga pelaku bom yang beredar luas bukan dari Polri.

“Polri tidak akan memyampaikan apa pun sebelum sumbernya jelas. Foto yang beredar bukan dari kepolisian. Kami hanya mempublikasikan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan. Kami mengimbau agar semua pihak bersabar,” kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak dalam jumpa pers di Jakarta Media Center, Gedung Bellagio, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2009).

Sulistyo mengklarifikasi Polri belum pernah mengatakan bahwa N sebagai pelaku peledakan bom. “Dengan beredarnya inisial N dan sudah ditayangkan media berdasarkan sumber, Polri belum mengatakan bahwa N adalah pelakunya. Penyelidikan Polri mengacu pada transparansi hukum dan akuntabilitas. Kami masih melaksanakan investigasi, kami belum mendapatkan informasi yang dinamis. Informasi seperti itu justru kami tampung,” jelas dia.

Saat ditanya apakah penghuni kamar 1808 Hotel JW Marriott sudah bisa dipastikan sebagai pelaku, Sulistyo juga menjawab sangat datar. “Mengenai penghuni kamar masih terus dikembangkan. Pelakunya bisa saja lebih dari dua orang. karena pelaku kan macam-macam. Ada eksekutor, ada pengawas,” kata dia.

Setelah pemberitaan inisial N yang sudah beredar di masyarakat, muncul bahwa pelaku bom adalah Nur Sahid alias Nur Said alias Nuri Hasdi alias Nur Hasbi alias Nurdin Aziz. Nur Sahid sendiri sudah tidak pulang ke rumahnya sejak empat tahun lalu. Namun, keluarga membantah bahwa Nur Sahid adalah teroris.

Indikasi bahwa pelaku bom ada Nur Sahid semakin menguat setelah kedua orangtuanya dijemput polisi pagi tadi. Kabarnya, kedua orangtua Nur Sahid dijemput polisi untuk menjalani tes DNA. (jpnn/dc)POSMETRO-MEDAN.COM

Nur Hasdi Pernah Ngajar Pesantren di Majalengka

MAJALENGKA – Nur Hasbi alias Nur Hasdi alias Nur Sahid yang disebut-sebut sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot Jakarta, diduga pernah bermukim di Kabupaten Majalengka. Lelaki kelahiran Dusun/Desa Katekan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung itu pernah tujuh tahun tinggal di Kota Angin, yaitu sejak 1999 hingga 2006.

Sepanjang kurun waktu tersebut Nur Hasbi banyak beraktivitas di sejumlah pondok pesantren di Majalengka. Pesantren yang pernah menjadi tempatnya mengajar adalah sebuah pesantren di Kecamatan Maja dan Kecamatan Majalengka.

Dede Mulyana, warga Desa Cicurug Kecamatan Majalengka, mengatakan, foto Nur Hasbi alias Nur Sahid yang beredar di media massa itu mirip dengan Ustad Nur Sahid yang pernah tinggal di rumah orang tuanya, Jalan Satari Majalengka. “Bila dilihat memang ada kemiripan antara foto yang dimuat media massa dengan Sahid yang dulu tinggal di rumah orang tua kami di Jalan Satari,” kata dia, Senin (20/7).

Menurut Dede, selama berada di Kabupaten Majalengka, Nur Sahid yang dikenalnya pernah aktif menjadi pengajar di beberapa pesantren. “Meski pernah tinggal satu rumah, kami tidak pernah tahu apalagi yang menjadi aktivitasnya di luar,” tuturnya.

Selama tinggal di rumah orang tuanya di Jalan Satari, Nur Sahid sering pulang malam dan terkadang tidak pulang. Bahkan ketika akan meninggalkan rumah juga tidak permisi dan meninggalkan sejumlah buku-buku tentang jihad dan sejenisnya. “Buku-bukunya banyak yang tidak dibawa, salah satunya buku ini,” kata Dede sambil menunjukkan buku yang tertera tandatangan Nur Sahid.

Meski wajah yang ditampilkan media massa mirip Ustad Sahid yang dikenalnya, Dede berharap, itu bukan pria yang pernah tinggal di rumah orang tuanya.

Sementara itu, Ustad Nuruddin, salah satu pengasuh pontren yang diduga tempat Nur Sahid mengajar, mengaku tidak mengetahui nama Nur Hasbi atau Nur Sahid. Terlebih bila mengajar pada periode 2002-2006. “Kami kurang tahu tentang nama Nur Sahid, namun tidak menutup kemungkinan nama itu ada pada generasi pengajar sebelumnya,” kata dia.

Sayangnya, pimpinan pondok pesantren tersebut, tidak ada di tempat ketika hendak dikonfirmasi.

TAK PERNAH BERI TAHU ALAMAT

Sementara itu, Nur Hasdi dikenal sebagai sosok yang ramah. Dia menikah pada 2000 dan mempunyai dua anak.
Pada 2001, Hasdi memboyong istri dan anaknya ke Semarang. Namun, dia tidak pernah memberitahukan alamat tempat tinggalnya kepada keluarga. Itulah yang terkesan misterius.

Fakta-fakta tersebut diungkap Ny Siti Lestari. Ibu mertua Nur Hasdi itu kemarin (20/7) bertutur tentang menantunya tersebut ketika didatangi Radar Solo (Grup Radar Tasikmalaya) di rumahnya, Desa Ngalas Kecamatan Klaten Selatan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Perempuan 50 tahun itu adalah ibu kandung Dwi Prastiwi (32). Dwi adalah istri Nur Hasdi. “Ayo, silakan masuk,” kata Siti dengan ramah di depan rumahnya yang sederhana. Wajahnya terkesan murung.
“Saya kepikiran berita yang menyebutkan Nur Sahid itu pelaku pengeboman. Saya tidak percaya itu,” katanya. Di keluarga Siti, Nur Hasdi dipanggil dengan sebutan Nur Sahid.

Siti lantas bercerita tentang menantunya itu. Di mata dia, sosok Nur Sahid lemah lembut, tidak pernah berkata kasar kepada siapa pun, termasuk kepada istrinya.

Nur Sahid, kata Siti, menikahi Dwi pada 2000. “Setelah menikah, dia (Nur Sahid) tinggal bersama kami, kira-kira setengah tahun,” ceritanya. Selama itu, tidak pernah ada gelagat yang menunjukkan bahwa Nur Sahid adalah anggota organisasi massa tertentu. “Sore dia sudah pulang dari kerja. Setelah itu ke masjid sampai Isya,” tambahnya.

Pada 2001, Nur memboyong istrinya ke Semarang. Mengapa pindah ke Semarang?  Siti mengatakan, sampai sekarang dirinya tidak pernah tahu alasan pasti menantunya itu mengajak Dwi pindah ke Semarang. Siti juga menyatakan tidak pernah diberi tahu alamat tempat tinggal Nur di Semarang. “Kami berkomunikasinya dengan telepon,” lanjutnya, yang dibenarkan sang suami, Prasojo (57).

Setiap kali menelepon, Siti mengatakan hanya berkomunikasi dengan Dwi, putrinya.  Melalui hubungan telepon itulah, diketahui bahwa Nur dan Dwi dikaruniai dua anak.

Soal dugaan keterlibatan menantunya dengan kelompok teroris, Siti juga tidak percaya. Apalagi dia sudah menyaksikan tayangan hasil rekaman CCTV di Hotel JW Marriott yang menggambarkan sosok pria bertopi pembawa koper dan ransel yang dicurigai sebagai pengebom bernama Nur Hasdi alias Nur Sahid alias Nur Hasbi. “Melihat cara jalannya, pria itu bukan mantu saya. Saya hafal betul bagaimana dia berjalan,” tuturnya. Siti sesekali mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.

Hal yang sama disampaikan Gesang Bhekti Prayoga, adik kandung Dwi yang juga adik ipar Nur Sahid. Dia mengatakan tidak  percaya bahwa kakak iparnya adalah pelaku bom bunuh diri di Marriott. Dia justru meminta polisi segera mengusut tuntas jati diri pengebom tersebut.
“Kalau ingin kepastian, tunggu saja dulu tes DNA keluarga kakak ipar saya. Jangan lantas membuat opini di media bahwa seolah-olah pelakunya Nur Sahid,” ujarnya.

Petugas dari Laboratorium Forensik Mabes Polri memang sedang berupaya untuk mencari kejelasan identitas pengebom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Salah satu caranya adalah melakukan tes DNA terhadap potongan tubuh yang diduga sebagai pengebom, untuk selanjutnya dicocokkan dengan DNA milik keluarga Nur Hasdi. Tujuannya mengungkap apakah potongan kepala yang diduga sebagai pengebom itu benar-benar kepala Nur Hasdi.

Menurut Kepala Desa Ngalas Tri Setyo Nugroho, secara administrasi keluarga Nur Sahid memang masih terdaftar sebagai warga Desa Ngalas. Salah satu buktinya adalah kartu keluarga (KK) dengan nama Nur Sahid Abdurrahman belum dicabut.  KK itu dibuat sebelum dia menjabat.

“Saya baru dua tahun terpilih. Jadi, belum pernah bertemu dengan Pak Nur Sahid. Tapi,  nama keluarga tersebut masih tercatat sebagai warga di sini,” ujarnya. (oh/jpnn/kum)RADAR TASIKMALAYA

Sarung Tangan Jacko Dihargai 825 Juta Rupiah

Saat ini, para penggemar Michael Jackson di seluruh dunia mulai memburu barang-barang yang pernah dipakai  sang super star itu saat masih hidup. Salah satu yang juga digemari adalah  sarung tangan berwana putih lengkap dengan kilauan kristal Austria-nya.

Sarung tangan tersebut sempat jadi  ikon  sang King of Pop saat menjalani Victory Tour pada 1984 silam.

Anda tahu berapa sarung tangan tersebut dihargai? Ya, sebuah angka yang sangat fantastik. Harganya 50 ribu pound sekitar Rp 825 juta. Dan itu, harga saat Jacko masih hidup. Setelah ia wafat sudah pasti harganya bakal naik lagi.

Karena sudah jadi ikon Jacko maka sarung tangan tersebut sangat terkenal. Sedikit informasi tentang sarung tangan mahal tersebut. Ia  50 lampu mini dengan barterai berkekuatan 9 volt. Selain lampu, sarung tangan itu juga bertahtakan kristal Austria.

Sarung tangan itu, dipesan Jacko dua sekaligus kepada  Ted Shell sekitar tahun 1984 silam, sebelum menggelar tur di sejumlah negara di dunia.

Bila Anda mengaku penggemar berat Michael Jackson, rasanya perlu mencatat informasi berikut ini. Kabarnya, sarung tangan itu akan dilelang pada bulan Oktober tahun ini di rumah lelang Profiles in History di Calabasas, dekat Los Angeles.

Yang menarik,  Presiden rumah lelang, Profiles in History, Joe Maddalena, yakin sarung tangan itu bisa terjual melebihi angka enam dijit.

“Michael Jackson adalah Raja Pop Dunia. Sarung tangan ini, yang digunakan di puncak kariernya. Sarung tangan itu bagian penting memorabilia seorang Micahel Jackson,” ujar Joe Maddalena. (krosceknews/pit)RILEKS.COM

10 Jarinya Habis Dimakan, Kini Bahunya juga Digerogoti

Ningsih

Ningsih

Gadis Asal Situbondo Hobi Makan Dagingnya SendiriPredikat manusia kanibal tak hanya dimiliki Sumanto. Di Jawa Timur lebih hebat lagi, lantaran yang menjadi manusia kanibal masih berusia 19 tahun, yakni Ningsih, yang tinggal di Dusun Gumuk, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Situbondo. Sejak balita dia sudah hobi makan dagingnya sendiri. Bagaimana bisa?

Irwan Yulianto, SITUBONDO

Ningsing tinggal di rumah yang begitu sederhana. Tragis memang, ketika berkunjung ke rumah yang hanya ada tempat tidur dan tempat pakaian tersebut. Ruangan yang dihuni hanya berukuran sekitar 4 X 4 meter itu. Tidak ada alat hiburan semacam televisi maupun alat elektronik lainnya. Lebih-lebih, di kamar terbuat dari gedeg yang telah bertahun-tahun dihuni oleh Ningsih. Hanya terdapat sebuah tempat duduk dari bambu, yang sehari-hari digunakan untuk tidur.

Nining panggilan akrab gadis ini, selain memang memiliki gangguan jiwa, dia juga hobi memakan dagingnya sendiri, sejak dirinya baru berusia 8 tahun. Bahkan, sampai saat ini, sepuluh jarinya telah habis dimakan.

Kebiasaan tersebut sebenarnya sudah tidak lagi dilakukan, setelah keluarga membungkus tebal-tebal kedua tangannya. Namun sepekan ini, kebiasaan tersebut kambuh lagi. Bukan hanya tangan yang dimakan, Ningsih sudah mulai mengerogoti daging yang melekat di kedua bahunya.

Nining tinggal di rumah itu bersama ayahnya Munasip (40), dan Bunira (60) sang nenek yang setiap hari setia merawatnya. Sedangkan Ernanik, ibu kandungnya, sudah sejak lima tahun silam, merantau ke negeri jiran, Malaysia, sebagai tenaga kerja.

Disambut haru oleh Bunira, sedangkan Munasip ayahnya sedang bekerja sebagai penjual keminyan keliling, dan belum datang. “Saya kasihan, kadang kalau saya marahi untuk tidak makan dagingnya sendiri, dia justru tertawa, itu yang membuat hati saya semakin teriris-iris rasanya,” tutur Bunira dengan mata berkaca-kaca, kemarin.

Anehnya, menurut Bunira, Ningsih tidak pernah merasakan sakit saat menggrogoti dagingnya sendiri. Beberapa upaya medis sudah dilakukan, bahkan sempat dirawat di rumah sakit. Namun hasilnya tetap saja nihil alias tak sembuh-sembuh. “Justru kalau dibawa ke rumah sakit, dia malah sering melakukan kebiasaanya,” timpal Bunira lagi.

Ironisnya, keluarga ini mengaku sudah tidak mampu lagi membawa Ningsih untuk berobat, dan terpaksa membiarkannya, keluarga hanya dengan sangat terpaksa hanya menjaga gadis manis itu, agar tidak memakan dagingnya lagi.

Bunira juga mengaku, kalau keluarga itu juga pernah mendapatkan bantuan pengobatan dari Pemerintah setempat sebesar Rp 3,6 juta. “Saya sebenarnya mengharap, untuk mendapatkan bantuan setiap bulan, karena kami sudah tidak kuat lagi membiayai hidup Nining, tapi seandnya tidak dapat bantuan, kami akan terus berusaha agar Nining bisa sembuh,’ tutur Bunira lagi.

Sementara hasil kiriman uang dari ibunda Ningsih juga habis digunakan untuk kepentingan adik Ningsih yang bersekolah. “Kalau adiknya normal-normal saja, gadis yang sepentaran dengan dia sudah ada yang berkeluarga. Mungkin ini cobaan,” tutur Ahmadi, tetangga Ningsih.

Ahmadi juga menuturkan, kalau selama ini, keberadaan Nining yang doyan dengan daging manusia itu, tidak pernah mengganggu orang lain. Bahkan, katika diajak berkomunikasi, dengan tutur bahasa yang terbata-bata, Ningsih berusaha menjawabnya.Surabayapagi.com

Penemuan Tsuchinoko – ular legendaris Jepang

Pada 6 Juni 2001, di sebuah kota resort bagi para peski yang bernama Mikata, Jepang ditemukan seekor reptil yang tidak biasa, yaitu reptil yang dianggap sebagai hewan mistik “Tsuchinoko”, seekor makhluk berbentuk ular legendaris yang pertama kali disinggung pada abad ke-8.

Makhluk itu pertama kali disinggung dalam “Kojiki”, sebuah teks kuno abad ke-8 yang merupakan sebuah manuskrip bahasa Jepang tertua di dunia. Walaupun banyak penampakan makhluk ini yang dilaporkan selama periode perang, namun laporan ini ditanggapi dengan skeptis mengingat tidak ada satupun makhluk yang pernah tertangkap untuk dipelajari.

tsuchinoko_1

Namun semuanya berubah, menurut pejabat pemerintah lokal bernama Toshikazu Miyawaki, makhluk yang berhasil ditangkap oleh penduduk Jepang beberapa waktu yang lalu adalah benar makhluk legendaris tersebut. “Kami memutuskan untuk membiarkan hewan ini beradaptasi dengan lingkungan barunya.” Katanya. Pemerintah lokal telah membangun sebuah kandang untuk hewan tersebut.

Menurut laporan-laporan sebelumnya, Tsuchinoko adalah seekor reptil yang memiliki panjang antara 30cm – 80cm dengan kepala yang lebih besar dan taring yang beracun. Hal yang membedakannya dengan ular lain adalah ia mengeluarkan suara mencicit seperti tikus. “Menimbang ciri-ciri tersebut, kami dapat memastikan bahwa hewan itu adalah benar Tsuchinoko,” Kata Miyawaki. “ketika dibawa ke balai kota, tubuhnya benar-benar tebal dan pendek. Beberapa orang juga mendengar ia mencicit.

Kota kecil Mikata sendiri sering menggunakan laporan penampakan hewan ini sebagai bahan penarik perhatian bagi para turis. Dan pada tahun 1989, walikota Tsujio Yoshida bahkan mengumumkan sayembara dengan hadiah tanah seluas 330 m2 bagi siapa saja yang bisa menangkap Tsuchinoko.

Miyawaki mengatakan bahwa hewan yang tertangkap itu memiliki panjang sekitar 70 cm ketika ditangkap pada 6 Juni 2001, sekarang telah bertumbuh hingga 1 meter. Setelah lebih dari seminggu dipamerkan ke publik di dalam aquarium plastik, reptil itu kelihatan lelah. Setelah kondisinya stabil pemerintah kota baru akan memikirkan cara meneliti hewan itu. Mungkin dengan mengambil sampel DNA dari tubuhnya.

Jadi, butuh waktu bagi orang yang menangkapnya untuk menerima hadiah tanah yang dijanjikan. “Bahkan jika ternyata hewan itu bukan Tsuchinoko, tetap saja hewan seperti itu belum pernah ditemukan sebelumnya di dunia. Saya berharap spesiesnya akan diakui oleh masyarakat dunia.” Kata Miyawaki.

sumber : http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/07/penemuan-tsuchinoko-ular-legendaris.html

Resep Rahasia KFC Terbongkar!

130922INILAH.COM, New York – Siapa tak kenal ayam goreng Kentucky Fried Chicken (KFC)? Rahasia lezatnya tersimpan di 11 bumbu racikan rahasia milik Kolonel Sanders. Sayangnya bukan rahasia lagi, sebab seorang warga AS berhasil memecahkan kombinasi itu.

Pria itu bernama Ron Douglas dan ia bukan seorang koki profesional. Ia terobsesi membongakar 11 bumbu dan rempah rahasia KFC yang diciptakan Kolonel Harland David Sanders pada 1935 itu dan bahkan merelakan pekerjaannya sebagai Manajer Keungan di JPMorgan di Wall Street pada 2007. Akhirnya, perjuangan tahunan itu membuahkan hasil.

“Akhirnya saya menemukan kombinasi yang identik dengan racikan KFC alias Kolonel Sanders,” ujar Ron girang, seperti dikutip news.com, Selasa (21/7). Dan kini, ia telah menerbitkan sebuah buku khusus yang membongkar rahasia terdalam franchise asal AS tersebut.

Eksperimen Ron tak mudah, dengan ratusan bumbu serta rempah yang dikenal dunia, ia harus menjajal jutaan kombinasi untuk mendepatkan rasa yang tepat. Pada suatu masa, Ron merasa sangat putus asa dengan isi Original Recipe KFC itu dan berusaha menyogok salah satu kokinya.

“Tapi ia tak mau mengatakannya kepada saya,” lanjut Ron. Namun saat melakukannya, ia mengetahui ada banyak orang di internet yang mencoba melakukan hal sama dengannya. Sejak itulah ia membuka sebuah situs khusus yang berdedikasi untuk membongkar rahasia KFC, serta mundur dari jabatannya di Wall Street.

Komunitas itu hanya mengandalkan beberapa penggemar makanan dan pengkritik rasa. Ron mempekerjakan berbeapa koki untuk bereksperimen dengan bumbu-bumbu tersebut. Buku yang ia terbitkan, America’s Most Wanted Recipes, yang memuat resep rahasia KFC pun menjadi bestseller di AS. [vin]