Arsip untuk Juni 16th, 2009

(Video) Kejuaran Dunia Bertahan Dalam Sauna bersuhu tinggi

Waduh aya-aya wae….

Selamat datang di kejuaran Dunia Sauna yang diselenggarakan di Rusia,  Agustus 2008. Setiap Peserta Di tes dahulu tekanan darahnya sebelum mengikuti kejuaran ini, 70 Pria dan 11 Perempuan di Penjuru Eropa Barat mengikuti kejuaran ini, Siapa yang bertahan paling lama ialah pemenangnya.

Suhu temperatur dimulai dari angka 110 derajat Celcius, air kemudian dituangkan diatas batu bara setiap 30 detik, mengacu pada peraturan, setiap peserta harus diam dalam posisi duduk tegak  dan tidak diperbolehkan berbicara, pemenangnya adalah orang terakhir yang berjalan keluar dari sauna ( tuh. . pada mateng begitu . . ).

Yang paling sulit dalam perlombaan ini menurut salah satu peserta  adalah telinga mu  rasanya  terbakar dan sama sekali tidak terlindungi, ini jauh lebih mudah bagi orang dengan rambut gondrong satu hal lagi yang paling sulit adalah pernafasan, anda akan kesulitan dalam mengatur pernafasan.

Yang menjuarai kelompok pria  jatuh kepada  Vladimir ladyzhinski asal Novosibirsk, akan tetapi juara keseluruhan jatuh pada seorang perempuan Lyudmila Yazykina dengan catatan waktu 11 Menit 48 Detik bertahan dalam sauna, rupanya ia dapat menahan keringat agar tidak mudah keluar dari tubuhnya.

Misteri 13 Tengkorak Kristal

Ada sebuah legenda asli amerika yang menyebutkan adanya 13 tengkorak manusia yang terbuat dari kristal yang dapat berbicara dan bernyanyi. Menurut legenda tersebut, tengkorak kristal tersebut mengandung jawaban atas sejumlah misteri dunia dan kehidupan. Legenda itu juga mengatakan bahwa suatu hari nanti, ketika umat manusia mengalami krisis besar, maka 13 tengkorak tersebut akan ditemukan kembali dan dikumpulkan untuk sekali lagi memberikan pengetahuan dan informasi vital kepada umat manusia.

kristal Anna Mitchell Hedges

kristal Anna Mitchell Hedges

Ketika pertama kali mendengar legenda diatas, kita membayangkan sebuah film, Indiana Jones, The kingdom of the crystal skull. Namun hanya sedikit yang mengetahui bahwa film tersebut dibuat berdasarkan legenda nyata. Nyata karena sesungguhnya di Amerika tengah telah ditemukan tengkorak manusia yang terbuat dari kristal.

Tengkorak kristal pertama kali ditemukan di reruntuhan kota Maya dan terkubur jauh didalam hutan lebat. Pada tahun 1924, penjelajah Inggris, Frederick Mitchell-Hedges dan rekan-rekannya sedang berpetualang, berusaha untuk menemukan sisa-sisa kota legenda Atlantis di Belize, Amerika tengah. Suatu hari, ketika mereka sedang berjalan melintasi hutan lebat, mereka menemukan sebuah gundukan bebatuan yang tertutup rumput lebat dan semak-semak. Selebihnya adalah sejarah. Kelompok itu menemukan kota Lubaantun yang telah lama hilang, yang dalam bahasa Maya berarti kota batu yang berjatuhan.

British Skull

British Skull

Sepanjang penggalian di situs tersebut, anak angkat Mitchell-Hedges yang bernama Anna mengatakan bahwa ia telah menemukan sebuah tengkorak yang terbuat dari kristal terkubur dibawah altar di salah satu reruntuhan kuil yang berbentuk piramida. Diceritakan, ketika tengkorak tersebut ditemukan, para pekerja bangsa Maya segera dipenuhi dengan lompatan sukacita. Mereka segera menaruh tengkorak tersebut diatas altar, melakukan upacara dan menari mengelilinginya. Sepertinya, sebuah kekuatan kuno dan gaib telah kembali kedalam kehidupan orang-orang tersebut. Tengkorak tersebut sepenuhnya terbuat dari kristal transparan. Ukurannya persis seperti ukuran tengkorak manusia dan sangat akurat secara anatomi yang ditunjukkan dengan tulang rahang yang terpisah.

Anna Mitchell Hedges yang menemukan tengkorak tersebut meninggal pada tahun 2007 pada usia 100 tahun. Ia telah menyimpan tengkorak tersebut seumur hidupnya. Anna percaya bahwa tengkorak tersebut telah memberikan kepadanya kekuatan dan kesehatan hingga ia berumur 100 tahun. Beberapa orang yang pernah menghabiskan waktu bersama tengkorak itu juga mengaku mengalami beberapa pengalaman aneh, seperti terdengarnya suara lembut, seperti sebuah senandung keluar dari tengkorak tersebut. Dan terkadang mereka bisa melihat kilasan-kilasan gambar masa lalu dan masa depan tercermin dari tengkorak tersebut.

Paris Skull

Paris Skull

Yang mengejutkan, Tengkorak kristal Anna Mitchell Hedges, bukanlah satu-satunya tengkorak kristal yang ditemukan. Sejak penemuan itu, beberapa tengkorak yang lain telah ditemukan – seperti yang diramalkan oleh legenda kuno. Saat ini paling tidak ada enam tengkorak lain yang disimpan di museum-museum ternama dunia.

Semua tengkorak tersebut sampai sekarang masih belum diketahui asal-usulnya. Kebanyakan pemiliknya percaya bahwa tengkorak tersebut berasal dari Amerika tengah, apakah itu dari bangsa Maya, Aztec atau bahkan suku dari masa sebelum bangsa Maya yaitu suku Atlantis yang misterius.

Perspektif Ilmiah

Dr Jane Walsh adalah seorang spesialis MesoAmerican yang terkemuka di dunia yang bekerja untuk Smithsonian Institute. Dan saat ini, ia adalah pemilik dari salah satu tengkorak kristal. Dr Walsh seperti sebagian besar arkeolog yang lain percaya bahwa tengkorak kristal tersebut adalah sebuah tipuan yang cerdas, dan bukan peninggalan bangsa kuno. Ia berteori bahwa tengkorak tersebut kemungkinan dibuat pada abad ke-19 untuk memuaskan permintaan akan barang antik kuno. Namun Dr Walsh sendiri tidak memiliki bukti untuk mendukung teorinya.

Amethyst Skull

Amethyst Skull

Dr Walsh berusaha mengadakan penelitian lebih lanjut terhadap tengkorak tersebut untuk mengetahui asal-usulnya. Salah satu kendala yang dihadapinya adalah kristal tidak memiliki karbon, karena itu mustahil melacak usia tengkorak tersebut dengan metode karbon. Salah satu cara yang tersisa adalah melihat dengan teliti permukaan kristal dan berusaha untuk menemukan jejak peralatan yang digunakan untuk membuat kristal tersebut. Apabila ditemukan jejak peralatan tangan, maka kemungkinan tengkorak tersebut memang berasal dari peradaban kuno. Dan apabila ditemukan jejak peralatan mekanik, maka kemungkinan usia tengkorak tersebut lebih modern, yang berarti bisa berasal dari zaman Columbus hingga abad ke-20.

Sebelumnya, pada tahun 1970-an Anna Mitchell Hedges juga menyerahkan tengkorak tersebut kepada tim dari Hewlett Packard untuk diteliti. Hewlett Packard sebagai ahli dalam bidang komputer dan peralatan elektronik tentu juga ahli dalam bidang kristal.

Apa yang ditemukan oleh tim dari Hewlett Packard sangat mengejutkan. Mereka menemukan bahwa bahan dasar kristal tengkorak tersebut adalah sama seperti yang digunakan di industri elektronik saat ini, bahan tersebut bernama piezo electric silicon dioxide, yang banyak dipakai karena kemampuannya menyimpan data. Mikroprosesor modern dibuat dari bahan ini.

Dengan menggunakan metode polarisasi cahaya, satu lagi penemuan yang mengejutkan terungkap. Tempurung atas kepala tersebut ternyata pernah menempel pada struktur bebatuan kristal yang keras. Mereka sungguh terkejut dengan penemuan ini. Karena bahan dasar tengkorak ini adalah batu terkeras nomor dua di dunia setelah permata. Belum ada peralatan yang mampu untuk memecah kristal tersebut. Apabila mesin mekanik yang dipaksa digunakan untuk memahat tengkorak itu, maka kristal tersebut pasti akan hancur menjadi pecahan-pecahan kecil. Akhirnya tim Hewlett Packard menyimpulkan bahwa tengkorak tersebut dibuat menggunakan tangan.

Namun kesimpulan ini membawa kepada kesimpulan lain yang lebih mengejutkan. Menurut perhitungan para ilmuwan, apabila tengkorak itu dibuat dengan tangan, maka dibutuhkan waktu selama ratusan tahun untuk menyelesaikan satu tengkorak mengingat struktur kristal yang luar biasa keras. Hewlett Packard memperkirakan waktu yang dibutuhkan adalah 300 tahun. Para ilmuwan kemudian menaruh tengkorak tersebut dibawah mikroskop, berusaha untuk mencari tahu alat yang digunakan untuk membuatnya. Dan mereka tidak dapat menemukan satupun jejak peralatan baik kuno maupun modern. Mengenai ini, seorang ilmuwan berkomentar “Tengkorak ini harusnya tidak pernah ada”.

Penelitian ilmiah tidak berhenti disitu. Pada tahun 1996, British Museum bekerja sama dengan Dr Walsh dan Smithsonian meneliti semua tengkorak kristal yang ada dengan membawanya ke British Museum Research Laboratory. Enam tengkorak mulai diperiksa pada bulan April 1996, dan untuk alasan yang tidak diketahui, British Museum tidak pernah mau mempublikasikan hasilnya.

Perspektif suku asli

Bagi ilmuwan, tengkorak tersebut mungkin adalah sebuah misteri yang belum terpecahkan. Namun bagi suku-suku asli di Amerika, tengkorak itu bukanlah misteri. Dari hasil wawancara dengan para tua-tua suku asli di Amerika, terungkap sebuah kebijaksanaan kuno. Menurut mereka, Tengkorak tersebut tidak akan dapat dimengerti dengan menempatkannya dibawah mikroskop. Tengkorak tersebut dimaksudkan untuk membawa tantangan fundamental kepada pikiran kita yang rasional dan cara kita memandang dunia ini.

Bagi para shaman atau dukun dari suku-suku di Amerika tengah, tengkorak tersebut adalah sebuah medium atau pintu kepada dimensi roh yang lain. Banyak dari antara mereka berkata bahwa tengkorak tersebut membuka pintu kepada dunia paralel yang ada, dimensi lain dari dunia ini. Mereka juga percaya bahwa roh manusia dapat berjalan dan masuk ke dunia itu lewat tengkorak kristal. Selain itu, tengkorak tersebut juga dapat digunakan untuk menuntun kita kepada level yang lebih tinggi dari kesadaran kita, sesuatu yang sudah lama kita lupakan.

Seorang sesepuh bangsa Maya bernama Hunbatz Men pernah berkata bahwa tengkorak kristal pernah digunakan di upacara keagamaan di seluruh dunia. Ia percaya bahwa ada tengkorak kristal di situs-situs keagamaan di seluruh dunia, termasuk Stonehenge di Inggris. Menurut Hunbatz Men, sudah saatnya ke-13 tengkorak bersatu kembali untuk menyelamatkan umat manusia.

jadi intinya menurut mitos ke 13 kristal ini dapat menyelamatkan dunia suatu saat…

sumber : http://zka96.wordpress.com/2009/06/11/mitos-mitos-di-dunia/

Misteri Hilangnya Mahasiswa STIK di Sungai Alas, Sungai Alas Penuh Misteri, Jasad Korban Ditawan Jin

Yusrizal (29) warga Desa Blower, seorang mahasiswa STIK Banda Aceh, Minggu (14/6) ditemukan tewas di sungai Alas di Desa Pedesi, Kecamatan Bambel, Agara. Korban merupakan mahasiswa yang melakukan riset orang utan di Ketambe Agara.SERAMBI/ASNAWI

Yusrizal (29) warga Desa Blower, seorang mahasiswa STIK Banda Aceh, Minggu (14/6) ditemukan tewas di sungai Alas di Desa Pedesi, Kecamatan Bambel, Agara. Korban merupakan mahasiswa yang melakukan riset orang utan di Ketambe Agara.SERAMBI/ASNAWI

Setahun Sekali Minta Tumbal

Kutacane – Misteri gaib menyelimuti kawasan Sei Alas. Menurut paranormal, penunggu sungai berarus deras ini meminta nyawa manusia sebagai tumbal, setahun sekali. Termasuk empat mahasiswa yang jadi korbannya kemarin.

Tim Pencari yang terdiri dari Divisi SAR Aceh Tenggara, Pos SAR Kutacane dari Basarnas, Tagana Depsos serta Team EKI warga Ketambe terpaksa meminta pendapat dan petunjuk kepada para normal.

Salah seorang para normal di Desa Mentedak yang tak mau namanya ditulis menyebutkan, tim pencari tidak usah menyisir sepanjang Sungai Alas. Cukuplah memusatkan konsentrasi antara Desa Mendabe, Kecamatan Babussalam hingga Desa Laing Pangi, Kecamatan Lawe Alas.

Menurut paranormal tersebut, korban tersangkut di sekitar daerah itu, sehingga masih sulit ditemukan. Pasalnya jasad sang mahasiswa berada di bawah arus air, yang saat ini sedang keruh akibat hujan turun beberapa hari terakhir.

Sedangkan salah seorang paranormal lain yang ditemui Metro Aceh tak jauh dari lokasi kejadian mengatakan, belum ditemukannya jenazah Adi Syahputra (23) lantaran tubuh mahasiswa Asyafiah, Jakarta tersebut sedang ditawan jin penunggu Sungai Alas. “Tubuhnya lagi ditawan, mungkin sebentar lagi akan ditemui,” ujarnya paranormal yang juga menolak namanya disebutkan.

Sementara pada sisi lain, sejumlah warga ditemui Metro Aceh mengatakan, bahwa Sungai Alas setiap tahun memakan korban. Baik itu penduduk setempat maupun pendatang, yang jelas setiap tahun ada korban yang dinyatakan meninggal karena hanyut.

Menurut catatan Divisi SAR Aceh Tenggara, korban terus berjatuhan di Sungai Alas, meskipun tidak dapat ditentukan bulannya kapan. ,Namun yang pasti setiap tahun ada jatuh korban dan ini tergantung situasi alam, jelas Ir Juanda Sodo selaku Ketua Divisi Rescue SAR Aceh Tenggara.

Kalau alam lagi tidak bersahabat, bukan satu dua orang yang jadi korban, bahkan terkadang lebih dari tiga orang dalam setahun. Tidak tertentu orang mana serta pekerjannya apa.

“Orang yang sedang memancing juga ada tewas karena hanyut. Tapi kita tidak bisa berasumsi apakah sungai alas setiap tahun meminta tumbal atau memang ada penunggunya, kata Juanda mengakhiri. (amn)Rakyataceh.com

Mahasiswa STIK Tewas di Sungai

KUTACANE – Yusrizal (29), warga Sukaramai (Blower) Banda Aceh yang merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Banda Aceh, ditemukan tewas setelah diseret arus Sungai Alas di Desa Pedesi, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara (Agara), Minggu (14/6) pagi. Korban bersama tiga temannya sesama mahasiswa datang ke Ketambe, Agara, sejak Mei lalu untuk riset orangutan.

Saat ditemukan pagi kemarin, kulit kepala korban sobek sangat lebar, wajah kanan lembam, pergelangan tangan luka-luka, dan kedua tempurung lulutnya lecet. Sedangkan, seorang korban lainnya, Adi Saputra, asal Meulaboh, yang merupakan mahasiswa Universitas Nasional (Unas) Jakarta belum ditemukan di lokasinya tenggelam hingga kemarin sore.

Yang berhasil selamat dari musibah itu adalah Reinir, warga Banda Aceh yang juga mahasiswa STIK dan Fahrulrahman, mahasiswa Unas Jakarta, warga Desa Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Diperoleh informasi bahwa keempat mahasiswa itu melakukan riset di Ketambe. Saat menyeberang, perahu yang mereka tumpangi karam. Lalu, Yusrizal dan Adi Saputra terseret arus Sungai Alas. Hanya Reinir dan Fahrulrahman yang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi sungai.

Pada Minggu (14/6) pagi, seorang pencari ikan di Sungai Alas Desa Pedesi menemukan sesosok mayat dalam kondisi telentang. Belakangan mayat itu diidentifikasi sebagai mayat Yusrizal. Pantauan Serambi, suasana di lokasi penemuan mayat yang semula sepi, sontak berubah menjadi ramai. Tempat itu berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman warga. Masyarakat dari berbagai penjuru di kawasan itu pun berdatangan menyaksikan mayat yang terdampar di tepi Sungai Alas. Mereka ingin memastikan apakah mayat tersebut merupakan pihak keluarga mereka atau bukan.

Tak lama kemudian, polisi memastikan bahwa mayat itu adalah Yusrizal, mahasiswa asal Banda Aceh. Warga setempat pun mulai tenang. Polisi kemudian membawa mayat korban pakai tandu, selanjutnya diangkut naik mobil ambulans Polres Agara. Mayat tersebut dibawa ke RSU Sahuddin Kutacane untuk divisum. Ciri-ciri mayat tersebut postur tubuhnya kurus, tinggi, kulit putih, mengenakan baju lengan panjang hitam campur kuning dengan tulisan di bagian depan Italy Lotto dan bercelana pendek warna coklat. Di leher kanan korban terdapat tahi lalat.

Beli rokok
Reinir, mahasiswa yang selamat dari musibah itu, kepada Serambi mengaku pada saat kejadian mereka sedang menyeberang sungai pada hari Sabtu (13/6) sekitar pukul 08.30 WIB menggunakan perahu menuju Desa Ketambe. Tujuannya untuk membeli rokok dan perlengkapan lainnya.

Usai membeli kebutuhan itu, sekitar pukul 21.30 WIB mereka berempat kembali ke lokasi riset. Tiba-tiba saat menyeberang sungai, perahu yang mereka naiki terbalik akibat terputus talinya. Saat itu dua rekannya, Yusrizal dan Adi Saputra, langsung terseret arus. Sedangkan, Reiner bersama Fahrulrahman cepat-cepat melepaskan pegangan dari perahu dan langsung menepi ke pinggir sungai.

Menurut Reiner, sejak pertengahan Mei 2009 mereka melakukan riset orangutan di Ketambe. Saat ditanya, mengapa nekat pergi menyeberang sungai tanpa pemandu (joki), dia menjawab bahwa mereka sudah meminta izin pada pimpinan riset. Reiner sendiri mengaku tahu bahwa arus Sungai Alas yang bermuara ke Aceh Singkil itu, sangat deras. “Tapi ya sudah musibah, mau bilang apa,” ujarnya pasrah.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Drs Arsyad KH melalui Kapolsek Bambel, Ipda Ichsan, mengatakan belum bisa memastikan apakah korban tewas akibat terbawa arus Sungai Alas atau sebab lain. Menurutnya, polisi masih menyelidiki penyebab tewasnya mahasiswa yang sedang riset itu sambil menunggu hasil visum dari RSU Sahuddin Kutacane. Selain itu, pencarian terhadap satu mahasiswa lagi yang, menurut teman-temannya, tenggelam, masih terus diintensifkan hingga kemarin siang. (as)SERAMBINEWS.COM

15 Pengikut “Agama Allah” Bertobat

SULI BARAT — Sebanyak 15 orang pengikut aliran kepercayaan yang disebut agama Allah, 15 Juni menyatakan diri bertobat dan kembali memeluk agama Islam. Pemuka aliran itu merupakan perwakilan 40 kepala keluarga yang bermukim di Desa Padada, Kecamatan Suli Barat, Belopa.

Mereka mengucapkan sumpah dan mengatakan, tidak akan kembali ke aliran itu. Pemberian tobat itu dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Luwu, Samad Sanusi disaksikan Bupati Luwu Andi Mudzakkar dan unsur muspida lainnya. Mereka ditobatkan di Kantor Camat Suli Barat.

Aliran ini dianggap menyimpang oleh MUI Luwu. Pasalnya, aliran yang telah ada di Tana Luwu sejak dua tahun lalu ini dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Salah satunya, pengikut agama Allah ini, tidak wajib untuk sembahyang dan baca Alqur’an.

Pemimpin Agama Allah, Muh Nasir atau Daeng Ambo mengaku mendapatkan perintah untuk menjadi seorang nabi melalui mimpinya. Sayangnya, kepada wartawan, Daeng Ambo enggan menjelaskan seperti apa mimpinya. Begitupun ritual keagamaannya.

“Sudahlah, saya kan sudah tobat, kalau mau melihat ritual kami, silakan ke kampung saja,” kata Nasir.
Bupati Luwu Andi Mudzakkar mengatakan dengan tobatnya pemuka aliran tersebut, berarti aliran itu dianggap tidak ada lagi di Luwu. Seluruh kegiatan aliran itu juga dihentikan. Oleh karena itu, jika masih ada kegiatan dari aliran itu, maka pemerintah setempat tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas.

“Kalau masih ada kegiatan aliran yang kami dapati, kita akan tindaki. Itu sudah masuk ke dalam pelanggaran KUHP tentang Penistaan Agama,” tegas Mudzakkar.

Agama Bahai

Sementara itu, tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem), Departeman Agama dan MUI Palopo juga menggelar pertemuan dengan pimpinan Majelis Nasional Agama Bahai, Susiana. Dalam pertemuan itu, dibahas tentang keberadaan agama Bahai di Palopo. Pertemuan itu dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Palopo.

Hasil pertemuan itu adalah aliran Bahai tidak bisa membuktikan kalau ajaran mereka adalah agama dan tidak diakui di Indonesia. Namun, karena aliran ini berada di hampir seluruh Indonesia, Tim Pakem melalui Depag Palopo akan bersurat ke Menag.

Ketua MUI Palopo, Syarifuddin Daud mengatakan, MUI dan Pakem Palopo dalam waktu dekat ini akan menyurat ke tim Pakem Provinsi. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kalau aliran Bahai adalah agama sesat.

Sambil menunggu keputusan itu, MUI juga melarang pengikut Bahai untuk menjalankan aktivitas agama. Termasuk menyiarkan aliran itu, dan segala hal yang dianggap dapat menyinggung agama lainnya.
“Kalau keputusannya sudah ada, pemerintah harus cepat mengambil tindakan hukum. Saya kira pemerintah lebih tahu jenis tindakannya,” Syarifuddin kemarin.(eka)Fajar.co.id

Otak Serangan 9/11 Mengaku Mengarang Cerita karena Disiksa

 Khalid Shaikh Mohammed

Khalid Shaikh Mohammed

LOS ANGELES, TRIBUN — Khalid Shaikh Mohammed, sosok yang disebut-sebut sebagai otak serangan 11 September (9/11), mengaku mengarang cerita selama pemeriksaan oleh anggota CIA.

tu dilakukan karena ia disiksa. Demikian menurut sejumlah dokumen yang dilansir Los Angeles Times, Senin (15/6).

Fakta baru ini diperkirakan semakin memicu perdebatan tentang model interogasi salah yang dipraktikkan pemerintahan George W Bush untuk mengorek informasi dari tersangka teroris.

Pengakuan Khalid itu disampaikan setelah dirinya dipindahkan ke Tahanan Guantanamo pada 2006. Sebelumnya, ia ditahan di penjara rahasia CIA setelah ditangkap pada 2003. “Saya mengarang cerita,” kata Khalid yang digambarkan berbicara dalam bahasa Inggris patah-patah ketika ditanya soal keberadaan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden.

“Di mana dia? Saya tidak tahu. Kemudian dia menyiksaku. Kemudian saya mengatakan, ‘Ya, dia di wilayah ini… ‘,” kata Khalid.

Seorang pengacara dari Persatuan Kebebasan Sipil Amerika yang memperoleh dokumen itu mengatakan, pernyataan Khalid tersebut menunjukkan metode interogasi CIA tidak efektif. “Ini menggarisbawahi pernyataan tidak dipercaya yang diperoleh dengan penyiksaan,” kata Jameel Jaffer, Direktur ACLU’s National Security Project.(*)

Asyik Ngerumpi, 2 Perempuan Disambar Petir

Pontianak (BCZ) Maut bisa datang kapan saja. Jumlia, warga Sekonder C Rasau Jaya, Pontianak tewas tersambar petir saat ngobrol dengan tetangganya, Sura di bawah pohon jambu di belakang rumahnya.

Selain membuat perempuan berusia 50 tahun tersebut tewas, petir itu membuat Sura, yang lima tahun lebih muda, mengalami luka bakar.

Kejadiannya berawal ketika Jumlia buang hajat di WC belakang rumahnya. Usai itu, dia bertemu dengan Sura dan terlibat obrolan yang asyik.

”Sekitar 15 menit setelah keduanya ngobrol, muncul petir yang menyambar pohon jambu itu,” papar Punggawa, anak Sura.

Sambaran petir ternyata tidak hanya mengenai pohon tadi namun juga kedua perempuan tersebut. Saat Punggawa datang, dia hanya melihat ibu dan tetanggnya itu tergeletak dengan tubuh gosong.

Ketika diperiksa, Jumlia sudah tewas sementara Sura pingsan dengan tangan dan rambut terbakar. Saat itu juga, Sura dilarikan ke RSUD Soedarso Pontianak. (rad/jpnn/ruk)

Ramal Nasib ala Batu Angkek-angkek

batu angkekHajat atau keinginan seseorang di masa yang akan datang ternyata dapat dilihat. Dapat atau tidaknya keinginan seseorang tersebut bisa dilihat dengan cara mengangkat sebuah batu. Terkabul atau tidaknya keinginan seseorang tersebut dapat dibuktikan dengan bisa atau tidaknya batu tersebut diangkat.

Adalah sebuah batu yang biasa disebut dengan batu angkek- angkek. Konon batu tersebut ternyata dipercaya sebagai alat pembuktian dari hajat atau keinginan seseorang. Batu Angkek-angkek ini terdapat di Nagari Tanjung, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar.

“Jika batu tersebut dapat terangakat oleh seseorang yang mempunyai keinginan, maka besar kemungkinan apa yang menjadi keinginannya dapat terwujud, sementara bila tidak terangkat, maka keinginan seseorang tersebut akan sulit terwujud,” demikian kata Adi, pewaris generasi keempat belas Batu Angkek-angkek kepada Padang TV (grup Padang Today) beberapa waktu lalu.

Ditambahkannya, ada beberapa tata tertib untuk mengangkat batu tersebut, pertama sekali adalah, ketika memasuki area kain putih, kita diharuskan untuk membaca salam didalam hati. Setelah duduk bersimpuh didepan batu lalu kita diharuskan untuk membaca Bismillah dan Salawat Nabi tiga kali.

Kemudian pasang niat sambil berdoa mengenai hajat kita kepada Allah SWT. Setelah itu batu boleh kita angkat. Sesudahnya, masukan persyaratan kita ke dalam kelambu, dan kemudian kita boleh meningggalkan area putih sambil membaca salam dalam hati.

Menurut pewaris batu ini, sudah banyak orang yang membuktikan kemampuan ghaib batu ini, itu tidak tergantung kepada agama seseorang karena para turispun sudah banyak yang membuktikannya.

“Kalau anda tidak percaya silahkan buktikan sendiri,” pungkas Adi.PADANG-TODAY.COM