Posts Tagged ‘ teknologi ’

VIDEO: Pengolahan Tinja Jadi Daging

Berikut ini cara ilmuwan Jepang mengolah kotoran menjadi daging sintetis.
[Image: 113930_daging-sintetis-yang-dibuat-dari-...00_225.jpg]
Daging sintetis yang dibuat dari kotoran manusia. (foxnews.com)

VIVAnews – Mitsuyuki Ikeda, ilmuwan asal Okayama Laboratory, melakukan penelitian terhadap kotoran manusia yang banyak mengendap di saluran bawah tanah di Tokyo, Jepang. Ternyata, lumpur kotoran itu mengandung 63 persen protein, 25 persen karbohidrat, 3 persen vitamin yang larut dalam lemak, serta 9 persen mineral.
Baca lebih lanjut

Pasukan Robot Siap Kuak Dunia ‘Alien’

Jakarta – Keberadaan alien dan kehidupan di luar angkasa masih menjadi misteri yang menarik untuk diselidiki. Sejumlah peneliti kini tengah mengembangkan pasukan robot untuk menguak misteri luar angkasa.

Adalah para peneliti di California Institute of Technology (Caltech) yang mengembangkan pasukan robot tersebut. Ketua penelitian, Wolfgang Fink, menuturkan bahwa mereka tengah mengembangkan software yang memungkinkan pasukan robot penjelajah luar angkasa itu beraksi, baik secara mandiri maupun dalam satu tim.

Aplikasi ini akan memungkinkan robot untuk berpikir, mengidentifikasi permasalahan, mempertimbangkan risiko, menentukan area yang akan dieksplorasi dan target penting yang akan dituju.

Robot-robot berwujud balon udara dan satelit akan terbang dan memberikan komando pada pasukan robot lainnya yang di daratan.

“Sistem ini akan mengubah cara mengeksplorasi planet,” tandas Fink, seperti dikutip detikINET dari Discovermagazine, Kamis (29/10/2009). ( faw / eno )

 

Ingin Tinggi Semampai, Kaki Pun Dipatahkan

3694908399-russian-clinic-tallerLiputan6.com, Kurgan: Tidak ada kata sakit untuk mendapat predikat cantik. Setidaknya pepatah itulah yang banyak dipegang kaum Hawa. Bahkan, operasi payudara atau operasi plastik di bagian wajah juga bukan cerita baru untuk mempercantik diri. Umumnya perempuan rela menjalani berbagai macam operasi agar penampilannya semakin cantik, seperti operasi bedah kaki yang tergolong ekstrem.

Hal itulah yang baru-baru ini dilakukan Tanya, seorang perempuan asal Siberia. Tinggi badannya dianggap menjadi masalah bagi kecantikannya. Karena itu, ia pun rela menjalankan pembedahan di sebuah rumah sakit di Kurgan, Siberia, untuk menambah panjang kakinya sebesar 10 sentimeter.

Rumah sakit itu memang memberikan pelayanan khusus untuk memanjangkan kaki atau menambah tinggi badan. Caranya diawali dengan mematahkan tulang kaki sang pasien. Setelah itu, kedua tulang itu disambung dengan alat semacam pen dengan menyisakan jarak di antara kedua tulang.

Menurut Tanya, teknik operasi itu membuatnya sakit. Namun, seiring pertumbuhan kedua tulang yang akan menyatu seperti semula, rasa nyeri itu pun hilang. Bahkan, Tanya kini bisa tersenyum bahagia karena perlahan-lahan tingginya akan bertambah. Tulang yang telah dipatahkan itu setidaknya akan memanjang sekitar satu milimeter per hari.

Untuk memperjuangkan penambahan tinggi badan ini, Tanya harus merogoh kocek hingga US$ 260 ribu atau sekitar Rp 2,6 miliar. Bahkan, Tanya pun menjadi kecanduan untuk terus menambah tinggi badannya.

Teknik pembedahan seperti yang diterima oleh Tanya ini sebenarnya telah lama dilakukan para ahli bedah untuk menyembuhkan pasien dengan kelainan bentuk tulang. Pembedahan ini bisa memicu komplikasi, seperti infeksi tulang, cedera syaraf, penyumbatan darah, dan pertumbuhan tulang yang tidak wajar.

Karena itu, seorang ahli bedah dari London, Inggris, John Holling Dale, ragu jika operasi ini dilakukan dengan alasan kecantikan. Ia mengkhawatirkan keselamatan pasien yang menjalani pembedahan seperti itu.(UPI/LUC)

Pakai Penerjemah Text to Speech, Bisa Chatting Meski Beda Bahasa

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan sistem penerjemah langsung berbasis jaringan internet ke dalam sembilan bahasa. Masing-masing penerjemahan dua arah dari Bahasa Indonesia ke bahasa Jepang, China, India, Korea, Thailand, Vietnam, Melayu, dan Inggris.

“Jaringan penerjemah ini dikembangkan untuk memudahkan komunikasi antarbangsa,” kata Kepala Balai Ipteknet BPPT Dr Hammam Riza di Jakarta, Rabu (29/7). Alat itu kemudian diperagakan oleh Hammam untuk chatting secara online dengan tiga temannya di Jepang (Nakamura), China (Meng), dan India (Arora) yang melakukannya dengan bahasa masing-masing.

Percakapan di antara mereka di layar terlihat seperti halnya chatting dengan instant messenger. Pada layar komputer tertulis huruf masing-masing bahasa peserta percakapan tersebut. Lalu, dari pengeras suara komputer keluar suara yang menerjemahkan kalimat bahasa asing yang dikirimkan lawan bicara yang berada di negara lain itu.

Menurut Hammam, jika sudah stabil sistem ini bisa dikomersialkan dan diinstal di laptop, PDA, atau smartphone yang memang telah dilengkapi dengan speaker dan mikrofon. Ia mengatakan, data bahasa Indonesia yang dikumpulkan untuk menciptakan sistem itu mencapai 20.000 kalimat, dengan sekitar 3.000-an kata kamus (leksikan), khususnya di bidang turisme.

Ada tiga teknologi yang digunakan dalam penerjemahan itu, yakni, pengenal suara (ASR), mesin penerjemah (MT), dan pensintesa suara (SS) serta perangkat interkoneksi berupa Speech Translation Markup Language (STML) web server.

Jaringan itu disusun oleh konsorsium Asian Speech Translation Advanced Research Consortium (A-STAR). Dalam konsorsium itu, Indonesia diwakili BPPT, Jepang (NICT/ATR), Korea (ETRI), Thailand (NECTEC), China (NLPR-CASIA), India (CDAC), Vietnam (IOIT) dan Singapura (I2R).

Ke-8 lembaga itu bekerja sama menggabungkan korpus bahasanya masing-masing, menciptakan sistem pengenalan suara, mesin penerjemah, pesintesa suara, membangun modul web service penerjemah bahasa dan menciptakan standard dan format data dan menghubungkannya melalui jaringan internet.

Sementara itu, Koordinator Pusat Sumberdaya Open Source BPPT Oskar Riandi mengatakan, pihaknya juga sudah membuat prototipe mesin perisalah yang mampu membuat bahasa lisan menjadi bahasa tulisan. “Sistem ini bisa menggantikan peran notulensi, mengubah pembicaraan menjadi suatu teks tertulis,” katanya sambil menambahkan bahwa mesin sejenis ini sudah ada di Jepang, tapi yang dimiliki BPPT merupakan yang pertama di Indonesia.

Lelucon Google Jadi Kenyataan

mediumApril Mop lalu Google jadi lelucon karena disebut memasang iklan di bulan. Namun lelucon itu jadi kenyataan, karena Google Earth dapat membawa Anda ke bulan.

Bertepatan dengan 40 tahun manusia mencapai bulan, Google merilis Google Earth Moon. Software pemetaan itu menyediakan gambar-gambar permukaan bulan bahkan bekas telapak manusia yang melakukan eksplorasi di sana.

Perangkat lunak ini memungkinkan melihat topografi bulan lebih dekat setara dengan Google Street View. Selain itu juga dapat melihat galeri Apollo, ruang misi dan mendapat informasi robot angkasa yang mengunjungi bulan.

Untuk melihat foto, bisa diakses dari toolbar Bulan di Google Earth. Pengunjung dapat melakukan zoom untuk mendapatkan gambar secara lebih mendetil permukaan bulan.

Panel sebelah kiri menyediakan informasi tentang permukaan bulan, termasuk sejarah astronot NASA dalam pelatihan dan misi kontrol. Google Earth Moon bisa diakses di http://earth.google.com/moon/.%5Bito%5DINILAH.COM

Hadapi Lawan, Yahoo Ganti Wajah Besar-besaran

CALIFORNIA (SuaraMedia News) – Tiga tahun telah berlalu sejak terakhir kali Yahoo berubah penampilan. Demi meningkatkan persaingan dengan situs-situs pencari lain seperti Bing dan Google, Yahoo melakukan perubahan besar tahun ini.

Perubahan tersebut sudah dimulai di AS sejak 21 Juli lalu. Namun, pengguna di Indonesia pun saat ini sudah bisa mencicipinya dengan pilihan bisa kembali ke tampilan lama.

Jika dilihat sekilas, penampilan halaman muka Yahoo memang tak terlalu kentara perubahannya. Peletakan menu juga tidak jauh berbeda dengan Yahoo versi sebelumnya dengan menu berita di tengah dan menu lain di sekelilingnya.

Namun, dari segi penampilan ada beberapa hal yang diubah. Logo Yahoo yang tadinya berwarna merah cerah sekarang tampil dengan warna ungu yang sudah dijadikan tema sejumlah layanannya seperti di aplikasi mobile.

Menu yang tampil saat ini juga lebih sedikit. Selain news, menu yang ditampilkan yakni popular search yang berisi 10 kata kunci pencarian paling populer, Yahoo Travel, My Favorit, dan layanan-layanan untuk berbisnis dengan Yahoo di bagian bawah.

Personal

Perubahan paling besar adalah pada panel memanjang di bagian paling kiri. Jika sebelumnya berisi semua layanan yang dimiliki Yahoo dipajang statis, sekarang menjadi dinamis dan bisa dikustomisasi. Pengguna boleh memilih menu apa saja yang akan ditampilkan di My Favorite itu.

Bahkan tak hanya layanan Yahoo yang bisa tampil melainkan website apapun. Tinggal pilih add, isi alamat web yang akan dijadikan menu dan nama yang akan muncul lalu done. Otomatis akan muncul menu baru dengan nama yang kita inginkan.

Tak hanya layanan Yahoo yang dapat ditampilkan di menu tersebut melainkan web apapun, Facebook, Twitter, Friendster, termasuk Kompas.com. Saat Kompas.com mencoba memasukkan alamat http://www.kompas.com dan nama Kompas.com, tak hanya muncul menu dengan nama Kompas.com namun juga logo huruf K berwarna kuning.

Dari bar My Favorites ini, pengunjung dapat mengakses situs-situs lain yang disukai tanpa harus membuka window atau tab baru. Cukup mengarahkan kursor ke salah satu icon web yang terpampang dan update di web yang diinginkan akan langsung terpampang. Bar My Favourites ini juga memungkinkan pengguna Yahoo untuk menghubungkan account di situs pertemanan misalkan Facebook dengan Yahoo sehingga apa yang tampil di Facebook juga akan muncul di tampilan Yahoo anda.

Fitur baru kedua terdapat pada Search Toolbar. Selama ini Search Toolbar hanyalah kolom di mana anda menulis hal yang ingin dicari, tetapi sekarang Yahoo tampil beda. Yahoo menambahkan Assist Mode di search toolbar untuk memunculkan situs-situs yang mereka sarankan. Fitur ini hampir mirip dengan fitur jumlah view di Google tetapi bedanya assist mode bisa dimatikan.

Sejauh Kompas.com mencoba, tidak ada halangan berarti ketika kedua fitur tersebut digunakan. Bar My Favourites dengan cepat bisa langsung menghubungkan dengan web yang diinginkan dan menunjukkan update. Fitur Assist di Search Toolbar belum terlalu membantu, tetapi sejauh ini tidak menggangu penggunaan karena bisa dimatikan.

Secara garis besar, tidak ada begitu banyak perubahan pada Yahoo terbaru. Penampilan tidak berubah banyak, tetapi fitur baru membuat halaman Yahoo semakin personal.(kmp) www.suaramedia.com

Toilet Stasiun Antariksa Macet, Astronot Terpaksa Antre

This image provided by NASA shows the underside of the crew cabin near the nose cap of the Space Shuttle Endeavour taken by an Expedition 20 crewmember during a survey of the approaching vehicle prior to docking with the International Space Station Friday July 17, 2009. Endeavour crew performed a back-flip for the rendezvous pitch maneuver. Mission Control said Saturday Endeavour looks to be in fine shape for re-entry at the end of the month. Areas where the heat tiles were dinged during Wednesday's launch can be seen in this image. (AP Photo/NASA) (Huffingtonpost.com)

This image provided by NASA shows the underside of the crew cabin near the nose cap of the Space Shuttle Endeavour taken by an Expedition 20 crewmember during a survey of the approaching vehicle prior to docking with the International Space Station Friday July 17, 2009. Endeavour crew performed a back-flip for the rendezvous pitch maneuver. Mission Control said Saturday Endeavour looks to be in fine shape for re-entry at the end of the month. Areas where the heat tiles were dinged during Wednesday's launch can be seen in this image. (AP Photo/NASA) (Huffingtonpost.com)

FLORIDA, KOMPAS.com – Para astronot yang menghuni Stasiun Antariksa Internasional, kini harus menghadapi antrian panjang untuk ke kamar mandi, karena toilet utamanya macet. Atrian ke kamar kecil dan kamar mandi terjadi, terutama pada saat jam istirahat.

Macetnya toilet utama itu, karena saat ini Stasiun Antariksa Internasional dihuni 13 astronot, rekor tertinggi jumlah penghuni di dalam stasiun antariksa tersebut. Di stasiun antariksa, para astronot itu, sejak Minggu (19/7) tengah memasang pallet peralatan dengan sepasang lengan robot.

Akibat macetnya toilet utama, astronot berebutan untuk menggunakan toilet cadangan di bagian Rusia di stasiun antariksa itu dan di pesawat ulang-alik Endeavour, yang datang berkunjung.

“Pasang tanda tak bisa dipakai di WHC (kompartemen kesehatan dan buangan),” kata Pemantau Misi Hal Getselman, dilakukan setelah upaya tanpa hasil untuk melakukan perbaikan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Inggris, Reuters.

Kamar kecil tersebut, yang dihubungkan dengan sistem daur ulang air limbah di stasiun itu, telah menjadi kamar mandi utama semua awak. NASA membatasi penggunaan toilet pesawat ulang-alik karena itu dapat menimbun air limbah di dalam pesawat, seperti yang terjadi selama penerbangan.

Sampah air limbah dapat mencemarkan peron yang baru dipasang di stasiun tersebut bagi percobaan ilmiah. Instalasi mirip serambi tersebut dipasang di luar laboratorium Jepang, Kibo, di stasiun itu selama astronot melakukan jalan di udara Sabtu.

Peron tersebut akan digunakan untuk melakukan percobaan yang perlu dipajan ke lingkungan antariksa terbuka. “Untuk saat ini, jika semua (anggota awak pesawat ulang-alik) menggunakan toilet pesawat, itu akan menjadi masalah,” kata Direktur Penerbangan Brian Smith.

Jika toilet tersebut tak dapat diperbaiki dalam waktu enam hari, itu dapat menjadi masalah yang lebih serius, tambah Smith. “Kami belum tahu besarnya masalah,” katanya.