Posts Tagged ‘ CALEG ’

Ketika Caleg Harus Memilih, Pilih Cerai atau Maju jadi Anggota Legislatif ?

PASANGAN Dina Rahman (27) dan Nurani Fuzianti (28) bukannya menikmati kemenangan setelah hasil perolehan suara menunjukkan keduanya berhasil meraih tiket untuk duduk di DPRD Kabupaten Sumedang.

Pasangan suami-istri yang telah dikarunia satu anak berusia empat tahun ini ibarat harus makan buah simalakama. Ternyata Partai Demokrat, partai tempat Nuraini mencalonkan diri, memiliki aturan yang tak membolehkan pasangan suami-istri berbeda partai menjadi anggota dewan.

Tentu ini pilihan sulit buat mereka karena, jika keduanya keukeuh meneruskan keinginan menjadi anggota DPRD, pasangan suami-istri ini harus bercerai. Sebaliknya, jika memilih melanggengkan bahtera rumah tangga, satu di antara mereka harus mundur dari anggota legislatif.

Dina menjadi caleg terpilih dari PAN untuk daerah pemilihan Sumedang 1,
Cimanggung-Jatinangor. Adapun istrinya, Nurani, yang juga anggota DPRD, terpilih lagi di daerah pemilihan Sumedang 6.

“Saya dan istri saya gembira bisa menjadi anggota DPRD Sumedang lagi. Saya sebelumnya juga anggota DPRD, tapi di-reccal partai dan sekarang bisa membuktikan kembali dapat kursi,” kata Dina, Kamis (23/4).

Namun, terang dia, masalah yang dihadapi saat ini amat pelik berkaitan dengan bahtera rumah tangganya. “Ada aturan di partai istri saya, Demokrat tidak membolehkan suami-istri menjadi caleg dan anggota DPRD dari partai yang berbeda,” kata anak pengusaha beras di Cimanggung ini.

Maka ada dua pilihan yang sangat berat, kalau tetap mempertahankan rumah tangga maka istrinya itu harus mundur dari caleg terpilih. Dina sendiri berjodoh dengan Nurani ketika sama-sama menjadi anggota DPRD.

Kalau pun ingin tetap menjadi caleg terpilih dan dilantik sebagai anggota DPRD, kata Dina, maka rumah tangga yang terbangun sejak lima tahun harus berantakan. “Pilihannya harus cerai kalau tetap ingin berpolitik,” kata Dina.

Dina sendiri mengaku akan terus maju. Menurutnya, menjadi caleg terpilih itu bukan pekerjaan mudah.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Otong Dartum menyebutkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat mengeluarkan aturan tentang suami-istri yang berbeda partai dan menjadi anggota DPRD.

“Ada surat keputusan dari DPP Demokrat yang dikeluarkan tahun 2007. Ada larangan kalau pasangan suami-istri berbeda partai menjadi caleg dan juga anggota DPRD,” kata Otong, kemarin.

Ia mengaku, Nurani yang juga sekretaris Fraksi Demokrat sudah memegang dan membaca surat keputusan itu. “Aturan itu turun ketika mereka telah menikah pada 2005 dan keputusan itu dibuat tahun 2007,” kata Otong.

Dalam aturan itu disebutkan kalau ada suami istri yang menjadi caleg dan anggota DPRD berbeda maka ada dua pilihan. “Kalau tetap mempertahankan rumah tangga maka harus mundur atau di-reccal,” kata Otong.

Ia mengatakan, Nurani meminta waktu satu bulan untuk menentukan keputusan. “Saat ini DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Demokrat belum mengambil keputusan,” kata Otong.(tribun jabar/deddi rustandi)

Caleg PKB Tewas Tergantung

Sri Hayati (23), seorang calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut 8 untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Banjar I (Kec. Banjar dan Purwaharja), ditemukan tewas tergantung di sebuah saung di kawasan persawahan Dusun Cikadu, Desa Bangunjaya, Kec. Langkaplancar, Kab. Ciamis, Selasa (14/4) pagi.

Belum diketahui pasti apa penyebab tewasnya wanita yang tengah hamil 4 bulan tersebut. Di beberapa bagian tubuh korban ditemukan sejumlah luka-luka yang mencurigakan. Di antaranya luka di kaki dan luka lecet di sekitar paha korban.

Dugaan lainnya, korban mengalami depresi akibat permasalahan, hidup termasuk kekalahannya dalam pemilu legislatif 9 April lalu. Kejadian itu sontak membuat heboh warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Heri (30), salah seorang saksi yang menemukan korban mengatakan, sekitar pukul 07.00 WIB dia baru saja pulang nyadap kelapa. “Nah saat sampai di saung, saya kaget melihat seorang wanita dalam keadaan tergantung,” katanya.

Selanjutnya, dia melaporkan temuannya kepada warga dan ke mapolsek. Tak lama kemudian polisi pun datang untuk mengevakuasi jenazah korban. Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Langkaplancar untuk pemeriksaan awal. Namun karena pihak keluarga menghendaki autopsi, akhirnya korban dibawa ke RSUD Banjar.

“Keluarga mencurigai kematiannya, sebab di beberapa tubuh korban terdapat beberapa luka yang mencurigakan, yakni ada luka di kaki dan luka lecet di paha,” ujar Arifin (43), salah seorang kerabat korban.

Untuk sementara ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. Kendati di jasad korban ada tanda-tanda bunuh diri, namun petugas medis juga mendapati luka-luka yang mencurigakan.

Hingga kemarin sore, tim medis yang dipimpin dr. Parjaman Tojo, masih melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Sementara itu, polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi dan keluarga korban.

Anggota KPU Banjar, H. Iskandar Effendi mengatakan, almarhumah yang menempati nomor urut 8 di Dapil I memperoleh 8 suara. Namun dia menolak bila Sri bunuh diri karena imbas pemilu legislatif. “Menyusul adanya kabar, Sri meninggal dunia dengan bunuh diri, itu kecil kemungkinan imbas pileg,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Tanfiz DPC PKB Kota Banjar, Zenal Mutaqien mengungkapkan, almarhumah merupakan seorang caleg PKB sebagai pelengkap untuk memenuhi kuota perempuan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Kendati demikian, kami merasa prihatin dan ikut belasungkawa atas meninggalnya seorang caleg terbaik asal PKB. Untuk sementara ini, almarhumah belum masuk dalam struktur organisasi di PKB. Dia berstatus sebagai simpatisan yang mencalonkan diri jadi caleg,” katanya.

Bertingkah laku aneh

Sementara itu, berbagai keterangan menyebutkan, almarhumah masih menimba ilmu di sebuah perguruan tinggi di Ciamis dan tercatat sebagai mahasiswi semester II. Sekitar 4 bulan lalu, wanita berkulit putih itu menikah dengan Mastur Maulana (24), warga Langkaplancar. Mastur juga merupakan mahasiswa dan menimba ilmu di tempat yang sama dengan istrinya.

Beberapa hari sebelum kejadian, Sabtu (11/4), Sri pamitan kepada keluarganya, untuk pergi ke rumah mertuanya di Desa Bojongkondang, Kec. Langkaplancar, Kab. Ciamis. Tanpa curiga pihak keluarganya pun mengizinkannya.

Setibanya di rumah mertuanya, tingkah laku almarhumah kelihatan sedikit aneh. Meski demikian, mereka tidak menaruh curiga. “Perbedaan tingkah laku istri saya mulai terlihat pascapemilu. Rasa heran saya bertambah ketika dia pada hari Minggu kemarin, meminta maaf sambil mengatakan dia banyak dosa. Saya heran, tapi hal itu tidak saya bahas lebih lanjut,” ujar Mastur kepada wartawan.

Pada Minggu (12/4) malam, Sri kabur dari rumah mertuanya. Sedangkan Mastur baru mengetahui pagi harinya, saat dia terbangun dari tidur. “Ketika itu saya lagi tidur. Saat bangun pagi harinya, saya baru menyadari kalau korban sudah tidak ada di rumah. Pada saat itu saya tidak berpikiran macam-macam dan menyangka dia ada keperluan sehingga pergi pada dini hari,” ujarnya.

Mastur pun sempat mencari, namun tidak ketemu. “Barulah saya mengetahui kalau istri saya sudah meninggal, setelah diberitahu kepolisian,” ujarnya.

Kapolres Ciamis, AKBP Drs. Wibowo didampingi Kasat Reskrim, AKP Agus Gustiaman, S.H. dan Kapolsek Langkaplancar, AKP Sukardi membenarkan kejadian itu. “TKP ditemukannya korban sekitar 5 km dari rumah mertuanya dan kita masih melakukan penyidikan atas kejadian itu,” ujarnya.

Tim sukses meninggal

Di Bandung, seorang tim sukses salah satu caleg dari Partai Golkar, Daris Kurniawan (42), meninggal dunia di halaman Kantor Kec. Regol, Jln. Dengki Kel. Ciseureuh, Kec. Regol, Kota Bandung, sekitar pukul 17.00 WIB. Kematian korban diduga karena kelelahan, setelah aparat Polresta Bandung Tengah dan Polsekta Regol melakukan identifikasi dan tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Namun untuk memastikan penyebab kematiannya, polisi membawa jasad korban ke Rumah Sakit (RS) Sartika Asih untuk divisum.

Menurut Adim Dimyati selaku Ketua PPK Regol kepada wartawan, dia mengetahui kejadian itu setelah ada seorang warga memberitahu kepada seluruh orang yang berada di dalam kantor kecamatan saat melakukan rekapitulasi. “Saat itu kami sedang melakukan penghitungan. Sebelum ditemukan meninggal, almarhum sempat berada di dalam. Tapi sekitar pukul 17.00 WIB dia keluar dan kami tahu almarhum meninggal setelah warga melaporkan ada orang yang tergeletak di tempat parkir,” katanya.

Saksi dari Partai Golkar, Chaidir Karyana menuturkan, almarhum selalu mendampinginya sejak hari pembukaan kotak suara. “Setiap penghitungan suara selalu dengan saya. Kalau saya dari Golkarnya. Sedangkan almarhum adalah anggota tim sukses dari caleg Edwin Sanjaya dengan Daerah Pilihan 6, yaitu Kec. Regol, Rancasari, Gedebage, dan Buahbatu,” ucapnya.

Evi Suherlan (36), adik kandung almarhum yang datang ke lokasi kejadian, kontan tidak kuasa menahan tangis. Namun kerabat almarhum yang berada di lokasi, berusaha menenangkan Evi.

Menurut Evi, kakaknya selama ini terlihat sehat dan tidak pernah mengeluh sakit. “Memang hampir setiap hari, sejak pencontrengan, dia pergi pagi pulang tengah malam,” katanya.

Kapolresta Bandung Tengah, AKBP I Wayan Supartha Yadnya yang berada di lokasi kejadian mengatakan, penyebab meninggalnya Daris diduga karena kelelahan.KLIK-GALAMEDIA.COM

Jelang pemilu, Sejumlah Caleg datangi tempat keramat

Berbagai upaya dilakukan sejumlah calon legislatif di Ngawi, Jawa Timur, dalam merebut kursi Dewan. Di antaranya mendatangi tempat yang dianggap keramat, seperti Alas Ketonggo atau Srigati di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Ngawi. Di tempat ini, sejumlah caleg melakukan ritual mandi di Sungai Tempuk.

Meski airnya keruh, mereka tetap mandi sebelum melanjutkan meditasi ke sebuah punden. Adapun tujuan mereka hanya minta agar sukses dalam mengikuti pemilu 9 April mendatang.

Sejumlah caleg dari parpol lain juga banyak yang datang ke Alas Ketonggo. Biasanya mereka datang secara sembunyi-sembunyi. Kebanyakan mereka datang dengan tujuan agar keinginannya menjadi anggota legislatif tercapai.LIPUTAN6

Sakit Jiwa Hantui Caleg Gagal

INILAH.COM, Jakarta – Rupanya musim pemilu kali ini tidak hanya pengusaha konveksi atau kelompok pengerah massa saja yang kebanjiran order. Pengelola Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di sejumlah tempat juga kini menyiapkan diri untuk kebanjiran pasien. Pasien diperkirakan akan berasal dari kalangan politisi yang gagal merengkuh impian menjadi anggota dewan.

Miris memang. Tapi, boleh jadi itu bisa menjadi fenomena yang mewabah usai pesta demokrasi digelar. Sebab, untuk menjadi caleg, para politisi itu menghabiskan uang yang tidak terbilang sedikit. Hampir semua caleg, pastinya sudah menghabiskan dana jutaan rupiah.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Abdul Hadi Faishal mengungkapkan potensi sakit jiwa koleganya sesama politisi cukup besar. Terlebih, bila caleg tersebut merupakan pemain baru di pentas politik. “Di sini peranan partai politik yang seharusnya melakukan kaderisasi yang matang,” ujar Hadi.

Seharusnya, pola kaderisasi di parpol tidak berlangsung instan, setahun-dua tahun. Lamanya waktu menempa ‘ilmu politik’ itu penting untuk mengasah kemampuan berpolitik. Terlebih saat ini, sistem yang digunakan tidak lagi nomor urut melainkan perolehan suara terbanyak.

“Apalagi sekarang ini caleg yang meraih suara terbanyak berhak terpilih menjadi anggota legislatif, baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Sedangkan jika tidak terpilih, kemungkinan mengalami stres terutama caleg yang kurang matang kesiapan mentalnya,” prediksi Hadi.

Dirinya menduga dengan banyaknya caleg dan sulitnya cara memilih maka dikhawatirkan angka suara tidak sah akan membengkak. Alhasil banyak pula caleg tidak meraih suara sebanyak yang diinginkan. Padahal, di satu sisi, para caleg terus berlomba-lomba mengampanyekan diri sendiri.

Merebaknya dugaan fenomena ini membuat Menteri Agama Maftuh Basyuni gelisah. Mantan Dubes Arab Saudi ini berharap para caleg yang kini bertarung siap menerima realita politik. Intinya, caleg yang kalah harus senang melihat pesaing politiknya menang.

“Caleg tentu menginginkan menang, tidak ingin kalah sehingga akan terjadi gesekan-gesekan. Untuk itu saya ingatkan kepada caleg harus siap kalah dan menang, ” pinta Maftuh.

Dalam pandangannya, ukuran keberhasilan pemilu adalah adanya peserta yang siap kalah dan menang. Hal ini penting agar tercipta pesta demokrasi yang aman damai serta melahirkan pemimpin yang amanah. “Pemilu nanti ukurannya adalah siap kalah dan menang, dalam artian caleg yang kalah harus senang melihat saudaranya yang menang. Itu baru menyontoh apa yang telah dilakukan oleh para sahabat Rasullah Muhammad SAW, ” bebernya.

Ia menambahkan adanya persaingan dalam pemilu adalah hal wajar. Namun bukan berarti lantas timbul permusuhan antara yang menang dan yang kalah hanya karena merasa tidak senang. “Akui kekalahan dan dukung mereka yang menang karena ukuran sukses pemilu bukan saja berhasil memenangkan pertarungan politik tetapi sejauh mana pesertanya mampu menciptakan pemilu yang elegan,” tandasnya.

Hasil survei kesehatan mental rumah tangga (SKMRT) pada 1995 menunjukkan gejala gangguan kesehatan jiwa pada penduduk rumah tangga dewasa di Indonesia, yakni 185 kasus per seribu penduduk. Selain itu, gangguan mental emosional pada usia 15 tahun ke atas mencapai 140 kasus per seribu penduduk. Sementara pada rentang usia 5-14 tahun mencapai 104 kasus per seribu penduduk.

Psikolog Tika Bisono menjelaskan kesehatan jiwa seseorang sangat menyangkut pada masalah well-being atau intensitas seseorang sebagai manusia. Sehat jiwa mencakup perilaku, pikiran, perasaan sehat, dan bahagia serta mampu menghadapi tantangan hidup. Artinya, orang yang sehat jiwa akan dapat mempercayai orang lain dan senang menjadi bagian dari suatu kelompok.

Taraf gangguan jiwa pun beragam. Mulai dari yang sangat ringan, tidak memerlukan perawatan khusus seperti kecemasan dan depresi. Kemudian bertahap ke tingkat ketagihan Napza, alkhol dan rokok, dan kepikunan pada orangtua. Tahap paling berat adalah skizofrenia dimana penderita tak mampu lagi membedakan antara kenyataan dengan khayalannya sendiri.

Dan bukan tidak mungkin, menurut staf pengajar Fakultas Kedokteran UI Ari Fahrial Syam, para caleg yang gagal terpilih itu akan menderita gangguan fisik. Sebab, keseimbangan saraf otonom, sistem hormon, organ dan pertahanan tubuh terganggu. “Stres merupakan faktor utama terjadinya gangguan jiwa yang berdampak pada gangguan fisik atau psikosomatik,” kata Ari.

Fenomena ini tentu tidak bisa disepelekan. Apabila kondisi ini benar terjadi maka yang paling pertama yang disalahkan adalah parpol. Karena, ini adalah kegagalan parpol dalam menciptakan kader yang tidak hanya siap menang tetapi juga matang secara politik yang tentu saja dapat menerima kekalahan.

Sudah sepatutnya, para penggiat parpol mewaspadai masalah ini. Karena bisa-bisa, bukan satu dua saja caleg yang masuk perawatan, tetapi puluhan bahkan ratusan caleg gagal. Mumpung belum terjadi, selayaknya para pengurus parpol bergegas mengantisipasi.[L4]

Psikolog: Para Caleg Harus Perbanyak Ibadah

Psikolog: Para Caleg Harus Perbanyak Ibadah
FLICKR.COM

MEDAN — Para calon legislatif (caleg) yang akan bertarung dalam pemilu 2009 diminta untuk memperbanyak ibadah dan tidak terlalu bernafsu untuk duduk di kursi dewan.

“Ini tentunya demi menghindarkan dari rasa stres dan rasa kecewa yang terlalu mendalam jika nantinya tidak menang dalam pemilu 9 April 2009 nanti. Semakin tinggi tingkat religius seseorang, maka rasa berserah dirinya akan semakin besar,” kata psikolog Universitas Medan Area (UMA), Irna Minauli, di Medan Selasa.

Ia mengatakan, setiap orang yang mencalonkan diri sebagai caleg biasanya sudah memiliki impian-impian dan harapan apa yang akan dilakukan jika terpilih nantinya.

Untuk mewujudkan impiannya itu bahkan mereka tidak segan-segan untuk mengeluarkan dana yang cukup besar dan tidak heran setiap menjelang pemilu akan banyak bermunculan caleg-caleg yang tiba-tiba menjadi sangat dermawan.

“Ini lah nantinya yang menjadi persoalan, ketika mereka gagal mencapai harapan dan impiannya itu. Mereka akan frustasi dan bila tidak ditangani dengan secepatnya maka akan menyebabkan stres. Intinya jika tidak ingin menderita stres perbanyaklah ibadah, banyak-banyak mendekatkan diri kepada Tuhan,”katanya.

Sementara Psikolog Universitas Sumatera Utara (USU), Raras Sutatminingsih, mengatakan, jika seseorang tidak bisa menerima kekalahan dan tidak siap menerima konsekuensi dari kekalahan itu, maka kemungkinan besar dapat menganggu kejiwaannya.

Apabila kenyataan kekalahan itu tidak bisa disikapi dengan baik, maka kemungkinan besar berakibat pada depresi berkepanjangan yang pada akhirnya menjadi bagian dari hidupnya.

“Sikapi kekalahan itu dengan lumrah dan realistis saja, jika ini sudah diterapkan maka tidak akan berakibat pada gangguan kejiwaan,”katanya.

Pada bagian lain ia mengatakan, cara lain yang dapat dilakukan agar nantinya tidak mengalami gangguan kejiwaan adalah tanamkan didalam hati sikap siap kalah dan siap menang.

“Jika sikap ini jauh-jauh hari sudah tertanam didalam hati, maka mereka akan siap nantinya jika tidak terpilih sebagai anggota dewan,”katanya.REPUBLIKA

PARADE BALIGHO CALEG PALING ANEH

Photo di ambil dari berbagai sumber …..

1. Lupakan “PAPANYA CYNTHIA LAMUSU”


2. Pak ..Memangnya dulu makan pake’ kaki ya? Trus yang kidal gimana dong . ?

3. Nah yang ini nulis” LEGISLATIF” dan “KARENA” aja salah. Gimana dong.
Dengan menatap foto saya, saya jadi keinget belum rapiin kumis. How about that, sir? Lagian mukanya putih banget! Pasti pake Tje Fuk… atau bedak Kelly

4. Nah ini, udah almarhum masih aja ditaro di spanduk. Terus mukanya diputihin pula lagi jadi mirip hantu jepang yang mukanya rata. Lokasinya bikin serem, ada batang pohon pisang segala. Mau bikin film baru yang judulnya HANTU CALEG? Call Raam Punjabi, QUICK!


5. Yang ini nyatut foto Obama. Gak malu ya… disama-samain lagi. Terus namanya GATOT ADI WIBOWO tapi panggilannya BAMBANG???? Wah bener-bener mendekati ya.
Kita lihat evolusinya : GATOT!!! TOT!! TOTB!!! OTB!!! OTB!!! OTBA!!! OBA!!!! OBAM!!! OBAMA!!! BAM!!! BAM!!! BAMBANG!!! BAMBANG!!! see? mendekati kan?

6. Nah yang ini gak mau kalah sama Gatot alias Bambang alias Obama’s long lost brother. Dia nyatut foto Beckham. Lebih besar fotonya si Beckham pula dari fotonya. Gak pede ya mas? Dituntut ntar lho mas…

7. Ini lagi. Belum apa-apa udah bawa-bawa GOLOK?? Wahahahaahha ..KACAAAAAU! !!!!


8. Wahahahahahahahahaa ….. NIH…. CALEG NARSIS


9. Papanya Nia Ramadhani, awas ditabrak kereta pak
Kind of like it,……. but then I don’t.

10. Ada sebuah Cerita …..

Pada suatu hari
Tukang spanduk : Pak… foto pendamping bapak apa nih untuk dicetak di spanduk?
Caleg : Saya mau sesuatu yang gagah! garang! Biar saya terkesan buas dan tidak main-main!!
Tukang spanduk : Oooh… foto bapak dan foto calon presiden aja ya pak. Kan garang tuh?
Caleg : Jangaaaan… bosen.
Tukang spanduk : Atau pendampingnya foto tokoh masyarakat lain pak?
Caleg : Duh… udah biasa ah.
Tukang spanduk : sama artis?
Caleg : nggak mau ah…

*besoknya*

Tukang spanduk : Pak…spanduknya udah jadi tuh pak!

Caleg : Mana?


11. Jangan salah.. yang disebelah kiri dan kanan itu bukan foto ayah dan ibu saya. Tapi foto saya juga. Yang satu pake kopiah…yang satu pake jilbab. OKE KAAAAN?????

12. CALEG : Saya paling suka lagu-lagu thrash metal seperti Napalm Death, Black Sabbath, Danzig, Prong. Bisa dibuat karakter saya seperti mereka?

Percetakan : Bisa pak!

13. Tampaknya ada rebut-rebutan Beckham nih antara mas Yudha dan mas yang mirip Nintendo Wii character dari partai Golkar ini.

14. Ada Berita …..

Bocah Sembilan Tahun Ciptakan Aplikasi iPhone
FRIDAY, 06 FEBRUARY 2009

Ketika kebanyakan anak sebayanya masih menggambari kertas dengan krayon, bocah berusia sembilan tahun bernama Lim Ding Wen dari Singapura, “menggambar” di kanvas yang sangat berbeda, yaitu iPhone miliknya.

Lim yang menguasai enam bahasa pemograman, mulai menggunakan komputer di usia 2 tahun. Sejak usia itu dia telah menyelesaikan 20 proyek pemrograman komputer.

bla bla bla bla….jenius. …..programmer termuda….boooorii iiiinggggg. ……

Di Indonesia ? ada doooong!

Perkenalkan : CALEG/HAJI/SARJANA EKONOMI TERMUDA DI INDONESIA!!! !!!


BEAT THAT, LIM DING…whatever your name is …..

15. Yang ini… anak jualan bapaknya … ?

16. BREAKING NEWS!!!!! AHMAD DHANI JADI CALEG!!!!!!
MANA NIH INFOTAINMENT KOK GAK NGELIPUT???

Oooh well… selamat menyambut pesta demokrasi you guys…
Akhir kata, saya hanya ingin mengucapkan

SALAM METAAAAAAAAAAAAAAL! !!!!!!!!! !!

SUMBER : http://newsflashkendari.blogspot.com/2009/02/parade-baliho-caleg-aneh.html