Goreng Tempe Pakai Oli! Sekeluarga Tumbang Saat Buka Puasa


TASIKMALAYA – Akibat menggoreng tempe dengan menggunakan oli, sekeluarga warga Kampung Gunungpereng, Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami keracunan saat buka puasa, Rabu (17/8/2011) petang. Hingga Kamis (18/8/2011) enam korban masih dirawat di RSU Tasikmalaya.

Korban keracunan tempe yang digoreng dengan minyak oli itu adalah suami istri Ade (65) dan Mimih (55), serta tiga anak mereka Meti (35), Rostini (23) serta Nadya (16). Seorang anak balita anak Rostini yang bernama Nadya, juga ikut keracunan. Seluruh korban berhasil diselamatkan karena malam itu juga dilarikan ke RSU Tasikmalaya.

“Saat pertama kali makan, rasanya enak seperti biasa. Tapi kemudian kami merasa mual dan akhirnya muntah-muntah,” kata Rostini saat ditemui di ruang transit UGD RSU Tasikmalaya, Kamis (18/8/2011).

Rostini bersama anggota keluarga lain termasuk Nadya, kondisinya sudah mulai membaik. Sementara Ade masih menjalani perawatan intensif karena diduga terlalu banyak makan tempe.

Rostini mengatakan sebelum berbuka puasa ia ditugasi ibunya untuk memasak. Termasuk menggoreng tempe yang sudah disediakan di dapur. Dia kemudian menuang cairan dari botol yang berisi oli ke dalam wajan. Menurut Rostini, dia mengira cairan dalam botol itu adalah minyak goreng.

“Saya sempat keheranan tidak biasa minyak goreng berbusa. Tapi karena tidak menimbulkan bau yang aneh, saya tidak mempedulikannya hingga tempe matang semuanya,” ujar Rostini. Saat memasuki azan Magrib, kata Rostini, seisi rumah berbuka dan menikmati hidangan yang telah tersedia. Tak ketinggalan si kecil Nadya iktu menikmati tempe.

Namun sekitar satu jam selesai makan, mereka merasakan mual dan pusing-pusing. Tak lama mereka muntah-muntah. Sejumlah tetangga yang mengetahui peristiwa itu segera memberikan pertolongan. Mereka juga menemukan botol minyak goreng yang ternyata berisi oli. Setelah mendapat keterangan dari Rostini, warga memastikan keluarga tersebut keracunan oli.

“Belakangan diketahui oli tersebut milik famili saya. Ia mengaku teledor memasukkan oli ke dalam botol minyak goreng,” kata Rostini.

Dr Asep Rudi yang menangani para pasien keracunan itu mengatakan bahan bakar maupun pelumas sifatnya memang racun. “Mereka masih menjalani perawatan dan terus meminum obat-obatan anti racun sebagai upaya penyembuhan,” ujar Asep.

Mereka yang Keracunan
-Ade (65)
-Mimih (55)
-Meti (35)
-Rostini (23)
-Nadya (16)
-Nadya (2)

@tribunnews.com

  1. hahaha.. Bodoh..bodoh… Yg naro tu oli otknya di mana ya, emang botol oli nya gk ada apa smpe naro ke botol minyak goreng..

  2. Ya namanya musibah,siapa yg tau

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: