Balada Raja Copet yang Takut Istri Ketimbang Polisi


JAKARTA – Roan (29) ,mungkin masuk dalam kategori pria yang takut pada istri. Bagaimana tidak, pekerjaan berisiko tinggi sebagai pencopet bukanlah hal yang menyeramkan ketimbang harus berhadapan dengan istrinya. Raja copet takut istri ini sepertinya lebih berani menghadapi amarah massa dan sergapan polisi saat dirinya tertangkap basah mencopet di Bus Mayasari Bhakti jurusan Grogol-Kampung Melayu.Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Setija Junianta, mengatakan Roan ditangkap polisi saat mengambil dompet milik seorang wanita yang isinya hanya uang recehan sebesar Rp 21 ribu saat bus Mayasari Bhakti melintas di Jalan S Parman Jakarta Barat. Roan yang pada kedua bahu tangannya dipenuhi tato bergambar bunga beraksi sendirian ketika bus mulai melaju dari kawasan Grogol arah Slipi. Saat itu tiba-tiba seorang wanita bernama Wulan Febriani (20) langsung berteriak saat mengetahui dompetnya dicopet seorang penumpang lelaki yang langsung turun dari bus.

Akibat teriakan Wulan tersebut, sejumlah warga ikut mengejar. Roan sebenarnya tidak begitu panik sebelum akhirnya dikejar anggota Buser Polsek Tanjung Duren Jakarta Barat. Belakangan, tersangka yang panik akhirnya terjatuh saat dikejar anggota Buser dengan memakai sepeda motor.

“Saat dibuka, dompet yang dicopet berisi uang senilai Rp 21 ribu. Tersangka selanjutnya langsung kita amankan terlebih dahulu ke Polsek Tanjung Duren,” ujar Setija, Rabu (10/8/2011).

Roan sendiri sempat mendapat hadiah bogem mentah dari warga yang emosi sebelum diangkut ke mobil polisi. Namun dari pengakuannya, menurutnya hal tersebut sudah biasa karena ia merupakan residivis yang sudah sering keluar masuk bui. Roan sendiri selama dua tahun sudah malang melintang di bidang kriminal. Tercatat, Roan pernah mendekam dua kali di Rutan Salemba.

“Sudah nggak kehitung berapa kali nyopet,” ujar Roan.

Menariknya, dari pengakuan Roan, apa yang dialaminya saat ini tak lebih menakutkan dibandingkan dengan istrinya. Ia tidak mau istrinya yang tinggal di Bogor mengetahui bila dirinya bekerja sebagai tukang copet di Jakarta.

“Saya ngakunya kerja sebagai pedagang sayur di Pasar Cengkareng. Kalau dia tahu saya jadi copet, pasti dia minta cerai,” cerita Roan.

Roan yang kini ditahan di Polsek Tanjung Duren menambahkan, ia selalu beralasan kepada istrinya sedang pulang ke rumah orang tuanya di Bengkulu bila tertangkap polisi karena mencopet.@tribunnews.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: