Ini Surat Putri Nurdin Halid ke Rakyat Indonesia


Gencarnya tuntutan mundur kepada Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid membuat sejumlah pihak bereaksi membela, tak terkecuali putri satu-satunya dari Nurdin Halid, Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari.

Kritik pedas nan tajam cenderung berbau makian kepada sang Ayah terkait posisinya di PSSI sepertinya membuat Nurhilda gemas. Ia pun membuat ‘pledoi’ dalam kacamatanya sebagai anak.

Ini Surat Putri Nurdin Halid ke Rakyat Indonesia

TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Putri Nurdin Halid yakni Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari menikah dengan Andi Setyo Gadhysta Asapa, putra dari politisi Partai Gerindra Rudiyanto Asapa di Hotel Clarion, Makassar, Senin (22/11/2010) malam.

Dalam rubrikasi sepakbola Kompasiana, ia yang menyebut dirinya Nurhilda putri dari Nurdin Halid menulis jika sang Ayah sesuai namanya adalah cahaya agama yang kekal. Seperti apa pembelaan sang anak atas kecaman beruntun seantero Indonesia yang ditujukan buat sang ayah? Berikut surat terbuka Nurhilda seperti dikutip dari Kompasiana.

Salam damai rakyat Indonesia,

Perkenalkan saya Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari, putri Bapak Nurdin Halid yang belakangan ini sedang diributkan oleh orang-orang. Saya satu-satunya putri dari enam bersaudara anak pasangan Nurdin Halid dan Andi Nurbani. Dari susunan keluarga ini saja saya sudah bisa melihat bahwa ayah saya orang hebat. Gen laki-laki sangat kuat. Kentara sekali gen orang Bugis dengan karakter lelaki yang kuat. Ya, ayah yang dilahirkan di Watampone pada 17 November 1958 memang dari keluarga Bugis.

Saya sengaja menulis surat ini lantaran ayah terus menerus dihujat. Masyarakat tampaknya termakan berita-berita di televisi maupun surat kabar. Sebenarnya, kalau mau fakta yang sesungguhnya, ada baiknya melihat tayangan tvOne dan ANTV, atau baca vivanews.com. Ketiga media ini menyuguhkan berita-berita independen tanpa prasangka. Sementara media lain lebih berat untuk menjatuhkan ayah saya. Menurut saya ini bukan lantaran ketiga media itu milik keluarga Aburizal Bakrie, senior ayah saya di Golkar, tetapi media itu ditangani orang-orang profesional macam Karni Ilyas, maupun Uni Lubis.

Sesungguhnya, tak benar jika ayah serakah kekuasaan. Ayah saya sekadar bumper dari orang-orang lain. Kisruh calon ketua PSSI bukan lantaran ulah ayah saya, tetapi kerja tim verifikasi. Lalu, kenapa ayah saya yang dihujat? Ini kolektif PSSI bukan Nurdin Halid!

Buat apa ayah saya cari kekuasaan di PSSI? Toh sebagai pengusaha, ayah saya sudah kaya. Saya bangga punya ayah Nurdin Halid. Ia bertanggungjawab kepada keluarga. Ada hal berkesan darinya saat saya nikah tahun lalu. Ayah sungguh-sungguh memperhatikan kepentinganku. Aku bisa pesta di hotel mewah di Makassar, Hotel Clarion. Di ballroom pula! Pesta berlangsung meriah dengan balutan “kemegahan”. Ayah orang hebat, terbukti 8.000 orang undangan hadir di pesta pernikahanku.

Kata omku, Kadir Halid, khusus pesta pernikahan di Makassar menelan biaya Rp 1,5 miliar-Rp 1,8 miliar. Total biaya tiga acara, Jakarta, Makassar, dan Sinjai konon menghabiskan Rp 5 miliar. Untuk menghibur tetamu, keluarga juga menghadirkan artis ternama Tanah Air, duet Anang dan Syahrini. Mereka yang hadir di antara tamu very important (VIP) di antaranya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo beserta istri Ayunsri Harahap yang memboyong belasan kepala dinas dan kepala biro di lingkup pemerintah provinsi (pemprov). Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh beserta istri, mantan Gubernur Sulsel Amin Syam beserta istri, serta mayoritas bupati di daerah ini juga hadir. Mereka di antaranya Bupati Soppeng Andi Soetomo, Bupati Takalar Ibrahim Rewa, Bupati Jeneponto Andi Radjamilo, Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, Bupati Maros Hatta Rahman, Bupati Lutim Hatta Marakarma, pimpinan dan anggota DPRD, serta politisi di Sulawesi ini.

Jadi, kalau ayah saya sebagai koruptor, jelas tak ada yang mau hadir dalam pesta perkawinanku. Mana ada lelaki yang mau sama putri seorang koruptor. Malah aku bisa dipersunting keluarga biru, Andi Seto Gadhysta Asapa, putra seorang politisi terkenal Rudiyanto Asapa. Coba, seorang politisi tentu enggan berbesanan dengan koruptor.

Mertuaku tahu, Nurdin Halid bukanlah koruptor. Ketika ayah menjadi direktur Inkud, ia rela ditahan karena memuluskan impor minyak goreng. Padahal ayah membantu para pejabat agar memperoleh bagian dari impor itu. Ayah rela pasang badan di bui demi pertemanan dengan yang lain. Begitupun saat dituduh korupsi cengkeh, ayah saya hanya menjalani jual-beli!. Lalu ada lagi ribut-ribut ayah saya korupsi di PSSI, walah musykil itu. Tak ada uang dari Persisam. Tak ada uang terkait cek perjalanan Miranda Gultom. Ayah saya orang bersih, tetapi iklhlas untuk jadi bumper teman-temannya.

Ayah saya bertanggung-jawab dengan nama Nurdin Halid yang berarti “cahaya agama yang kekal”. Setiap jengkap langkah ayah senantiasa berpayung agama. Maka, ayah pun mementingkan naik haji. Ayah ingin berjalan di jalur Tuhan, bukan syetan yang punya nafsu serakah. Rasanya, rakyat Indonesia keliru menilai ayah saya. Justru saya yang tahu persis, ayah saya orang bersih yang hebat. Sebab, kalau ayah buruk hati pasti ditinggalkan teman-temannya. Sampai sekarang, termasuk di PSSI, orang masih setia kepada ayah. Lihat Om Nugraha Besus. Lihat Om Nirwan Bakrie. Mereka loyal terhadap ayah, karena Nurdin Halid memang cahaya agama.

Mudah-mudahan surat terbuka saya ini menjadi pencerah bagi saudara-saudaraku yang terperangkap gelap. Ayah saya datang membawa cahaya buat saudara-saudara rakyat Indonesia. Terimakasih.

Saya yang membanggakan ayah,
Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari

  1. Andi Nurhilda, anda boleh bangga dgn ayahmu, cuma kamu sombong banget, buat apa pamer kekayaan dgn cerita kemewahan. Utk mendpt simpati dr khalayak, sebaiknya rendah diri sehingga pembaca ikut prihatin. Kamu sombong dgn kekayaan orang tuamu, borjuiz.

    • neneng
    • Februari 25th, 2011

    gak ayah gak anak sama aja…pesta besar2 bangga, bukannya malu….udah di tuduh korupsi, masih ngadain pesta besar2an pula..lebih baik uangnya untuk orang2 miskin saja daripada untuk pesta…

    • riri
    • Februari 25th, 2011

    mbaandi nurhilda, sebagai seorang anak. lebih baik anda tanya bapak anda “apa benar dia haus kekuasaan, ada rencana korupsi??. dari situ anda akan beroleh jawaban apakah anda anak kandung, apakah benar ayah anda “cahaya agama yang kekal” atau cahaya yg mencabut uang rakyat, klo tidak kejar kekuasaan kenapa masih mencalonkan diri padahal banyak yg menolak dia, kenapa anda hitung2 an materi asal anda tau itu uang rakyat. klo ayah anda berbohong berarti banyak kemugkinan anda anak ayah anda di gawang yg lain (maaf hanya kemungkinan, karena ortu yg baik akan jujur pada anaknya)??. saya ingin sekali diterapkan hukuman tembak mati bagi koruptor dan semua keluarganya (tolong dipertimbangkan sistem hukuman ini sangat efisien, karena kita semua ingin Indonesia maju, bukan tempat sarang koruptor berkalung agama) tq

    • gosh
    • Februari 25th, 2011

    Gaji bapak mu berapa sampai bisa bayarin nikah 5 M?
    uang darimana sebanyak itu??
    hanya koruptor yg bisa sekaya itu..
    belum kekayaan yang tidak terlihat..p

    • sroto
    • Februari 25th, 2011

    Anda yakin ayah anda bersih??..yakin ga prnah makan uang korupsi sesenpun??hehe
    klo satu dua org benci ama kita mungkin mereka sentimen,tp klo seluruh penjuru negeri benci pada kita,kira2 mana yg harus introspeksi diri ya,??seluruh yg benci ato satu org yg di benci ya??
    ga ada darah biru neng,jgn sombong!!semua manusia sama!!
    Anak ama bapak sama aja kelakuan nya nehh

  2. Kok kesannya pamer harta yo . .

  3. Kelakuan maling ya kayak keluarga nurdin halid ini..ajak dong kita2 yg miskin ini klo maling,biar kt jg jadi kaya ntar biar waktu nikahin anak bisa 5 M jg biayanya

    • Xlywon
    • Maret 4th, 2011

    A.N.D.A.I

  4. sakno..

    • testing
    • Agustus 2nd, 2011

    beuh ni nenek2 sombong amat, orang kalo masih eek keluar tai gk usah sombong, tapi kalo dah bisa eek keluar emas baru silahkan sombong… sekali penjahat mah tetep aja penjahat, mana ada maling ngaku maling sebelom di gebuginnnn

  5. satu kata… Asuuuuuu

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: