Menjelang Mutasi Pejabat, Santet Masuk Balaikota Medan


Berebut jabatan, dukun bertindak ? Entahlah. Tapi, jeruk purut, bunga rampai dan telur ayam kampung yang diserakkan di sejumlah tempat di Balaikota Medan menjelang mutasi besar-besaran, sungguh aneh dan menggelikan. “Hari gini…, masih percaya dukun?,” ujar salah seorang PNS yang dijumpai Berita di Kantor Walikota Medan,  Rabu (02/02).

Maklum, penemuan jeruk purut, bunga rampai dan telur ayam yang konon syarat perdukunan ini, dikaitkan sejumlah orang dengan rencana mutasi yang akan dilakukan Pemko Medan dalam waktu dekat.

Persoalan klenik ini awalnya memang dihubungkan sejumlah kalangan kepada rencana mutasi pejabat, namun ada juga yang mengkhawatirkan ini merupakan cara orang yang kehilangan pegangan untuk menyantet seseorang. “Gawat ini, kalau santet sudah mengarah ke Balaikota Medan,” ujar salah seorang PNS.

Namun, dia mengaku sama sekali tidak tahu apakah ini memang upaya untuk menyantet seseorang atau tidak. Sama tidak tahunya siapa yang mau disantet. “Ah, ini hanya ulah orang iseng saja. Yang mau cari sensasi,” ujar PNS lainnya mengenai penemuan jeruk purut, bunga rampai dan telur ayam kampung tersebut.

Tapi yang jelas, sejumlah Pegawai Negeri Sipil di Pemko Medan heboh, kemarin, menyusul ditemukannya jeruk purut, bunga rampai dan tiga butir telur ayam [yang satu di antaranya sudah pecah] di depan gerbang utama Kantor Walikota Medan.

Bahkan, penemuan jeruk purut, bunga rampai dan telur ayam di depan gerbang utama Balaikota bukan yang pertama. Beberapa hari lalu juga ditemukan benda-benda serupa di pintu gerbang bagian barat Balaikota.

Ada yang menyebut, praktik perdukunan ini tak mustahil dilakukan untuk mempertahankan jabatan atau untuk mendapatkan jabatan yang ‘basah’.  Apalagi, dikabarkan, pejabat impor akan meramaikan persaingan menjadi pejabat  strategis  di Pemko Medan. Wallahu a’lam.

“Bahkan, pada saat pelantikan Sekda Medan, ada tiga butir telur ayam kampung ditemukan di  bawah papan bunga dekat gerbang utama. Kita tidak tahu, apakah memang ada pihak tertentu yang mencoba menggagalkan pelantikan Sekda secara mistis atau hanya sekadar perbuatan orang iseng,” ujar sumber.

Sedangkan informasi diperoleh dari sumber lainnya di Balaikota, pelantikan pejabat eselon II, III, camat dan lurah, dilaksanakan Jumat (04/02). Sejumlah pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan mendadak dipanggil Walikota dua hari lalu. Mereka yang dipanggil ini umumnya yang selama ini mendapat sorotan tajam menyangkut kinerja.

Namun, sejumlah kalangan tidak habis pikir, kenapa rencana mutasi pejabat terkesan terus molor.  Kondisi ini tentu saja tidak mustahil meresahkan sejumlah pejabat. “Kita tidak tahu, apakah ini memang disengaja untuk kepentingan tertentu,” ujar sumber.

Pantauan di Balaikota, kemarin, hanya segelintir pejabat yang ngantor. Namun, menurut sumber,  berbeda jika Walikota turun ke lapangan. Pejabat malah ramai-ramai menampakkan diri.

Namun, Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM menjelaskan, mutasi pejabat di jajaran Pemko Medan dilakukan semata-mata untuk penyegaran dan  peningkatan kinerja untuk mewujudkan Medan kota metropolitan. (irh)BERITASORE.COM

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: