Karona Manusia Buaya Manduamas Tapanuli


Bapak mertua saya, kakeknya si Karona ini dulu berubah menjadi buaya. Waktu saya mengandung Karona itu saya bermimpi didatangi oleh kakek Karona dalam wujud buaya,

Karona Bru Tinambunan (9) bocah perempuan penduduk Desa Binjohara, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, dijuluki manusia bersisik.

Kabar yang pernah menggegerkan warga beberapa tahun lalu itu ternyata memang ada. Hal itu setelah Serambi berusaha melacak keberadaan sang bocah ke desa yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari Kabupaten Aceh Singkil.

Karona Bru Tinambunan (9) memperlihatkan bagian leher dan telapak kakinya yang bersisik serta cakar pada jari tangan dan kaki.

Karona Bru Tinambunan (9) memperlihatkan bagian leher dan telapak kakinya yang bersisik serta cakar pada jari tangan dan kaki.

Siapapun yang bertandang untuk mengorek informasi, kelurga bocah ini menjelaskan dengan baik tanpa menutup-nutupi. Karona adalah anak keempat pasangan Usaha Tinambunan (47) dan Resda Bru Marbun (39).

Lebih jauh dikatakan, ketika sedang kambuh, sisik-sisik bermunculan pada kulit, Karona. Jika sudah seperti itu, Karona langsung kepanasan dan lari ke kolam untuk mendinginkan tubuhnya. Kolam khusus berukuran 2 X 2 meter pun dibuatkan sebagai tempat berenang Karona saat kepanasan.

Sampai sekarang, Karona tidak mau tidur diatas tikar karena alasan panas. Karona, kata Resda, selalu tidur pada lantai semen dan tidak berbaju. Sementara kolam pemandiannya yang dibangun di samping rumah kini sudah tidak dipakai karena Karona meminta agar dibangun kolam baru yang berbentuk seperti sampan.

Selain sejumlah sisik di kaki dan leher, kuku Karona juga masih tampak panjang mirip cakar. Sisik tersebut sering muncul namun lepas alias timbul tenggelam. (*)

Selama 13 Bulan Karona dalam Kandungan Ibunya

Karona saat ditemui Serambi, Grup tribunnews, sisik pada tubuhnya sedang berkurang, tinggal pada bagian telapak kaki dan lehernya.

Konon, menurut informasi dari warga, kakek Karona dulu berubah menjadi buaya dan cerita ini dibenarkan oleh Resda, ibu kandung Karona.

“Bapak mertua saya, kakeknya si Karona ini dulu berubah menjadi buaya. Waktu saya mengandung Karona itu saya bermimpi didatangi oleh kakek Karona dalam wujud buaya,” kata Resda mengawali ceritanya kepada wartawan.

Resda mengaku sempat beberapa kali bermimpi bertemu dengan sang mertua. Keganjilan lainnya, Resda mengaku mengandung Karona hingga 13 bulan, padahal semua anaknya lahir dalam usia sembilan bulan di kandungan.

Resda mengakui, di kulit Karona sering muncul sisik mirip buaya termasuk kukunya yang kini panjang seperti cakar buaya. Anehnya lagi, kuku Karona hanya bisa dipotong oleh Karona itupun dengan cara menggigit, sebab pernah dipotong dengan pisau tiba-tiba berdarah.

Sedangkan sisik pada tubuh murid kelas III Sekolah Dasar (SD) ini dikatakan muncul apabila sedang “kedatangan” sang kakek alias kesurupan. (*)

Bayi Karona Merayap seperti Buaya

Dibalik perkembangan Karona Bru Tinambunan (9) bocah perempuan penduduk Desa Binjohara, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah yang dijuluki manusia bersisik ini, banyak keanehan.

Selain 13 bulan dalam kandungan perut ibunya, saat lahir, kondisi Karona merayap seperti buaya. Keanehan terus terlihat seiring perkembangan fisik sang anak. Selain kerap mengeluarkan sisik dan kuku mirip cakar buaya, sewaktu usia balita, Karona paling doyan makan ikan air tawar, daging ular dan ulat daun. Karona dikabarkan tahu saja jika ada warga yang sedang memotong ular.

“Malah kadang mentah-mentah dimakan, gak bisa dilarang, asal ada warga yang memotong ular dia sudah tahu dan langsung meminta bagian,” terang Resda.

Kebiasaan Karona memakan daging ular maupun ulat daun mulai hilang setelah kedua orang tuanya berusaha untuk menakut-nakuti. Selain itu, saat sisik-sisik bermunculan, bobot tubuh Karona menurut ibunya bertambah berat dari biasanya. Untuk memastikan Serambi mencoba meraba sisik pada tubuh Karona yang benar-benar keras dan mirip sisik buaya.

Kondisi Karona yang di luar kebiasaan itu membuat kedua orangtuanya gelisah. Sehingga suatu hari salah seorang kerabatnya kemasukan. Dalam kondisi kesurupan tersebut, seolah-olah yang datang adalah roh kakek Karona dan berpesan agar cucunya jangan diperlakukan kasar.

Jika Karona sering mendapat perlakukan kasar, maka akan dibawa ke sungai. Selain itu, keluarga Karona juga diminta agar menggelar kenduri.

“Jadi setelah kejadian itu, famili kami langsung memestakannya dan sejak itu kondisi Karona mulai berkurang,” tutur ibu delapan anak itu.

Di sisi lain, sejumlah warga mempercayai Karona memiliki kelebihan sehingga banyak yang datang meminta sesuatu kepada sang bocah itu. Ada-ada saja. Semoga kehadiran bocah bersisik itu tidak membuat masyarakat muslim menjadi musyrik, tapi menjadikannya sebagai bahan untuk taqarrub kepada Allah SWT.(khalidin)tribunnews

  1. jaman skrng msh aj ad hal yg aneh

    • Rofiah
    • November 5th, 2010

    eeemmhhh…

    masyaallah….

    • mamo cemani gombong
    • November 5th, 2010

    waaaah untungya dia perempuan……kalo laki2 aku mau minta TANGKUR BUAYA nya utk obat……….

  2. Pasabar ma ito, ujian doi nadilea ni debata,

    • murlianasimanullang
    • Desember 28th, 2011

    ini adalah salah satu pertanda bahwa memang Tuhan Yesus itu ada marilah kita mendekatkan diri kepada NYA

  3. masya allah…..
    muda2han aja ini tidak mmbuat masyarakat muslim manduamas musyrik…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: