Gila! Istri Dibunuh, Ditiduri, Lalu Digantung


Perbuatan sadis menggegerkan Dusun Dusun Ketangi, Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kedir. Eko Santoso (27) tega membunuh istrinya sendiri, Rahayu Tri Wahyuni (23). Sehabis dibunuh, Eko meniduri dan menggantung istrinya tersebut.

Eko diringkus tim Buru Sergap (Buser) Polres Kediri satu jam setelah berpura-pura menurunkan jenazah istrinya dari tiang gantungan.

Polisi tengah memeriksa pelaku secara intensif. Sementara jenazah korban kini berada di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan visum.

Berdasarkan informasi yang didapat, Eko terlibat cekcok, Selasa (21/9) sekitar pukul 20.00-24.00 WIB. Persoalan rumah tangga itu dilatar belakangi rasa cemburu korban karena menuding pelaku berselingkuh.

“Setelah cekcok mulut panjang itu, Eko keluar rumah. Ia duduk di teras. Kemudian memanggil istrinya. Saat istrinya menghampiri, pelaku langsung mengikat leher istrinya dengan selendang dari belakang, hingga lemas,” terang Kasubbag Humas Polres Kediri Iptu Mansur, Rabu (22/9)

Melihat istrinya tidak berdaya, pelaku melucuti seluruh pakaian. Kemudian, pelaku meniduri istrinya dalam keadaan tanpa busana.

Setelah puas, kemudian pelaku menggantung tubuh istrinya di kamar. “Eko menaikkan tubuh istrinya diketinggian lebih tiga meter dengan tangga. Kemudian mengikat lehernya dengan tali gendong yang disambung dengan selendang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB,” urai Mansur

Selanjutnya, sekitar pukul 05.00 WIB, Eko ke rumah kedua orang tuanya, Sumaji dan Mujiati yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Dengan tergopoh-gopoh mengaku syok melihat istrinya sudah dalam keadaan bergelantungan.

“Saya baru selesai salat. Mendengar kabar itu langsung melompat, dan mendatangi rumahnya. Saya mengajak Dipa (3), anaknya, dan suami saya membantu Eko menurunkan istrinya,” aku Mujiati.

Tetangga sekitar berdatangan ke lokasi. Sementara polisi yang mendapatkan laporan yang mendatangi rumah Eko. Polisi memasang garis polisi di sekitar rumah korban dan melakukan identifikasi.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara, polisi menuai kejanggalan. Diantaranya, Eko sebagai saksi mata justru mendatangi rumah orang tuanya untuk meminta pertolongan, ketinggian gantungan juga mustahil dijangkau.

“Ini bukan kematian akibat gantung diri. Sebab, kakinya tidak membiru. Ini jelas meninggal terlebih dahulu. Selain itu, ada bekas luka cekikan di leher,” ungkap Sam, salah seorang petugas medis RSUD Pelem, Pare, Kabupaten Kediri.

Berawal dari kecurigaan itu, polisi langsung membekuk Eko. Polisi memeriksa pelaku secara intensif. Akhirnya, pelaku mengakui segala perbuatannya. (inilah/jhon)

  1. Wong gendheng, isterinya sendiri diperlakukan tdk manusiawi, gmn dgn orang lain. Astagfirullahaladzim

      • tatang suryana
      • September 25th, 2010

      manusi iblis,,,,,keturunan setan

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: