Ini Dia Menusia Tertua di Tuban


Nenek berusia lebih dari 165 tahun ditemukan petugas sensus penduduk saat melakukan pendataan di Dusun Guyangan, Desa Tanggulangin, Kecamatan Montong, Tuban.

Nenek yang umurnya membuat banyak orang menggelengkan kepala itu bernama Dasiyem. Saat didata oleh tim sensus penduduk Kabupaten Tuban, ia diyakini sebagai warga tertua di Kota Tuak.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Senin (25/5/2010) menyebutkan, jika wanita dengan usia diperkirakan 1,5 abad itu saat didata tidak ada sama sekali yang menyebutkan kapan tanggal dan tahun kelahiran Dasiyem.

Hanya cerita darinya dan dari pihak keluarga yang dijadikan dasar pencatatan petugas sensus penduduk saat melakukan pendataan di Dusun Guyangan. Salah seorang petugas pencatat sensus penduduk, Suhartanto mengatakan, jika warga paling tua adalah Dasiyem. Dia diperkirakan sudah berusia lebih dari 165 tahun. “Kami memperkirakannya seperti itu. Dari hasil keterangan sejumlah keluarga, maupun cerita yang bersangkutan,” katanya.

Saat petugas mendatangi Desa Tanggulangin, di rumah sederhana tempat tinggal Dasiyem petugas mencatat kalau ia tinggal bersama keluarganya yang lain. Semisal Rasmidi (35) dan Kuntini (26) yang tak lain adalah anak buyutnya. Dan Kuntini sendiri saat ini sudah memiliki 2 orang anak hasil perkawinanya dengan Rasmidi.

Dari pernikahanya dengan Samidi, wanita 1,5 abad yang pendengaranya mulai berkurang tersebut memiliki 6 orang anak. “Namun, hanya dua yang masih hidup dan namanya diingat olehnya,” tambahnya.

Yakni Ruminah (85) dan Dami (80), ia adalah dua dari enam anaknya. Dari anaknya itu, Dasiyem memiliki dua orang cucu, enam orang buyut serta tujuh orang canggah. “Kebanyakan yang seusia dengan saya sudah meninggal. Tinggal saya saja yang masih hidup. Bahkan anak dan cucu saya saja sudah banyak yang meninggal,” terangnya dengan suara terbata-bata dan pelan.

Dari sekilas, kondisi Dasiyem tampak sehat layaknya wanita tua berusia 60 tahun-an. Bahkan, beberapa keluarga mengaku bahwa selama berpuluh-puluh tahun tinggal bersama, penyakit paling parah yang diderita Dasiyem hanya capek dan pegel linu saja. “Anehnya, ketika tanggal muda wajahnya nampak sumringah seperti orang yang masih muda,” jelas salah seorang cucunya.

Dan saat tanggal tua, iapun terlihat kusut serta setiap hari mengeluh pengal-pegal. “Yang jelas, prediksi kami juga seperti itu. Ia sudah berumur sekitar 165 tahun dan itu bisa ditanyakan oleh orang-orang tua disini,” tambah Kuntini, disela-sela mendampingi nenek buyutnya.beritajatim.com

Iklan
    • Daniel
    • Mei 26th, 2010

    naah?
    klw ank ny 85 thun… gag mgkin dy 160 tahunan kn…?
    brti dia nglahirin ank ny wktu umur 50 thun ke ats??
    radaa gag mgkin…
    plg kuat jg 120 atw 130 t..
    tapi aq ttep saludd sma nenek nee…

      • riz
      • Juli 14th, 2010

      ihh…bener tau, sbb yg ank nya usia 85 thn itu anak yag ke 5….emang gak nyampe sich 160 thn paling 140-an…sbb dia barengan gw dulu, waktu suka ngambil singkong he.he

    • Danik
    • Mei 26th, 2010

    Subhanalloh….laporkan ke rekor muri or rekor dunia aja!

    • Fuadi
    • Mei 26th, 2010

    Tolong d Cek lagi, kalo anaknya umur 85 th, brarti selisihnya dg mbah Dasiyem yaitu 80 th. Kan g logis masak orang yg brusia 80 th bs melahirkan.

      • ayoenk
      • Juli 12th, 2010

      ea tugh…!

  1. wah…..nenek ajaib tenan….

  2. Tua sekali, ya

  3. paten …. masih banyak yang begitu ya …….! laporin ke muri atau lembaga yang lain…..?

    • Gargantua12
    • Juni 27th, 2010

    Waduh…… hebat amad tuh. makan jamu apa ya mbah ?

    • onk
    • Juli 3rd, 2010

    sering2 di doa’in ya, biar tambah panjang umurnya…

    • riyanto
    • Juli 12th, 2010

    kalau anaknya umur 85 gak mungkin dong umur 165 karena wanita manopause 45 jadi umur berapa dia saat melahirkan anak….???

  4. 80 + 45 = 125 tahun, 80 tahun kan anak yg termuda dan 45 umur terakhir bisa hamil, jadi kayaknya maksimal umurnya 125 tahun, dan si pencatat kayaknya terlalu lebay deh

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: