Keputusan Pengadilan HAM Eropa – Patung Salib Dilarang Dipasang di Sekolah


Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) Eropa di Strasbourg, Jerman, melarang pemasangan patung salib sebagai dekorasi di sekolah-sekolah di Italia, Rabu (4/11). Putusan ini mendapat kecaman dari Italia, yang sebagian besar warganya adalah penganut agama Katolik.

Stasiun televisi BBC mengungkapkan bahwa menurut putusan pengadilan, patung salib yang ditempel di dinding ruang kelas sekolah-sekolah di Italia melanggar hak orang tua yang ingin mendidik anaknya dengan ajaran yang mereka anggap sesuai, termasuk untuk percaya atau tidak percaya terhadap Tuhan. Pemasangan patung salib  juga dianggap membatasi kebebasan beragama.

Kasus ini dibawa ke pengadilan oleh seorang ibu di Italia, Soile Lautsi, yang ingin memberikan pendidikan sekuler bagi anaknya. Lautsi mengajukan keluhan kepada pengadilan HAM terkait dengan kebijakan sekolah tempatnya anaknya belajar di Italia bagian utara. Sekolah itu terkenal memasang patung salib di setiap ruang kelas.

Vatikan sangat terkejut dengan keputusan pengadilan yang dianggap keliru tersebut. Juru bicara Vatikan, Pastor Federico Lombardi mengatakan, pengadilan Eropa tidak punya hak mengintervensi persoalan di Italia.

“Tampaknya pengadilan ingin mengingkari peran Kristiani dalam membentuk identitas Eropa, yang dulu hingga sekarang adalah hal penting,” kata Lombardi. “Salib menjadi tanda cinta Tuhan, persatuan, dan kebaikan bagi semua umat manusia,” lanjutnya. Lombardi mengatakan, sangat tidak menyenangkan bila salib dianggap sebagai tanda perpecahan, eksklusivitas, dan pengekangan kebebasan.

Banyak politisi di Italia geram dengan keputusan pengadilan. Menteri Pendidikan Mariastella Gelmini mengatakan, salib adalah simbol tradisi, dan bukan simbol agama Katolik. Menteri lain mengatakan keputusan tersebut memalukan. Sedangkan menteri lain mengatakan, Eropa melupakan warisan Kristen yang ada di Eropa.

Pemerintah Italia mengatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Salib sudah umum ditempelkan di bangunan publik di Italia, termasuk sekolah, meski peraturan konstitusi mengatakan bahwa harus ada pemisahan antara gereja dan negara. Meski kesepakatan antara Vatikan dan Italia sudah tercapai untuk mengakhiri posisi agama Katolik sebagai agama negara pada 1984, peraturan pemasangan salib belum pernah dicabut.harian-global.com

Iklan
    • erzuhedi
    • November 7th, 2009

    MEngapa orang-orang mengagungkan likisan atau patung bahkan menjadikan ciptaan sebagai tuhan. Apa orang ndak tahu apa beda tuhan dengan makhluk. Begitulah jika kepala sudah tertutup udara kebenaran hilang sudah. Begitu terpakunya dalam kegelapan, sampai-sampai foto di pajang di sekolah!

      • Faroek
      • November 8th, 2009

      MEngapa orang-orang mengagungkan kotak hitam atau patung vagina bahkan menjadikan ciptaan sebagai tuhan. Apa orang ndak tahu apa beda tuhan dengan kotak hitam dan patung vagina!

  1. SAYA SETUJU….
    PATUNG DIJADIKAN BENTUK KESAKRALAN,….
    PADAHAL TUHAN YANG DI SEMBAH MATI..ANEH…

    BERPIKIRLAH WAHAI IBLIS

  2. kenapa sirik lo semua , lo yg iblis

  3. iyalah agama w kan terbesar didunia

    • blinx vs marduk
    • November 21st, 2009

    aku adalah tuhan

    • Anisa
    • September 16th, 2010

    Sebelum menghujat agama lain.., anda harus memahami sedalam dalamnya agama itu.., jika tidak peranglah yang akan terjadi..,
    Kalau kalian membenci kristen, aku pun akan membenci muslim..,sebelum itu terjadi, hargailah agamaku, maka aku juga akan menghormati agamamu

    • Thejavu
    • Januari 12th, 2012

    > TOLERANSI waktu tk dulu setau saya artinya MENGHARGAI . . .

    Apakah ada itikad MENGHARGAI agama lain bila fasilitas UMUM di DOMINASI oleh 1 LAMBANG agama tertentu ??!

    Inikah DEMOKRASI yang kalian JUAL BELIKAN ?? . . .

    Malu sama TUHAN punya OTAK gak di PAKE . . . !

    • rio
    • Juli 1st, 2012

    setuju!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: