Terobsesi Jadi Pria Tergemuk di Dunia


London (BCZ) Paul Mason, 48, harus membayar mahal untuk mewujudkan obsesinya menjadi pria tergendut di dunia. Pemilik berat badan 444,5 kilogram itu hanya mampu leyeh-leyeh di ranjangnya, dilayani tujuh sukarelawan.

”DIA merupakan pria yang ramah. Terakhir kali saya melihatnya ketika musim panas. Dia tidak bisa bebas bergerak. Bahkan dia tak bisa menghadiri pemakaman ibunya, Janet, 75, yang meninggal enam bulan lalu,” tutur Sue Horne (55).

Sekadar beranjak dari ranjangnya saja, Mason harus dibantu orang lain. Ketujuh sukarelawan itu bekerja bergantian selama tiga hingga delapan jam per hari. Mereka berbagi tugas memasak, membersihkan rumah Mason, sampai memandikan dan mengantarnya ke tempat manapun yang dia inginkan. Setiap hari fisioterapis juga mengunjungi Mason untuk meregangkan kaki dan memijat dadanya guna mencegah dia terkena thrombosis –pembekuan darah– serta pneumonia -radang paru-paru.

Pria yang tinggal bersama dua kucing di bungalow di Ipswich ini dilengkapi dengan peralatan khusus dari Suffolk Heritage Housing Association. Meski harus menghabiskan waktu di tempat tidur dia tak akan bosan. Sebab, beragam hiburan telah disediakan dengan susunan khusus di tempat tidurnya. Diantaranya televisi, playstation, komputer yang dilengkapi dengan permainan terpilih, internet, juga DVD.

Jika lapar pun, di dekatnya selalu ada meja yang penuh dengan makanan. Juga, ada lemari es berisi makanan ringan dan minuman dingin. Untuk memudahkan pemeriksaan, ada catatan medis yang digantung di tempat tidurnya.

Bukan hanya itu, di rumah mungil Mason juga terdapat peralatan pembersih khusus untuk memandikannya. Sebab, dia tak bisa dimandikan dengan cara biasa karena terlalu ”berbobot”. Juga, pintu spesial dan dudukan toilet yang bisa memuat tubuhnya yang superbesar. Untuk membantunya melawan Seasonal Affective Disorder (SAD) karena kekurangan sinar matahari, di kamarnya dilengkapi lampu boks.

Seluruh peralatan itu tidaklah gratis. Pria yang tinggal bersama dua kucingnya itu harus mengeluarkan biaya GBP 100.000 per tahun (Rp 1,56 miliar). Sejauh ini biaya hidup Mason, termasuk akomodasi, peralatan medis dan perawatan oleh sukarelawan, telah menembus Rp 15,6 miliar. Lantaran tak mampu bekerja dan sumber keuangan lain, dia hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah.

Mantan mekanik dan petugas pos itu mendapatkan tunjangan sosial setiap minggu GBP 67,5 (Rp 1.053.180) atau GBP 202,5 (Rp 3.146.489) per bulan.

Kegemukan yang dialami Mason ini membuat hidupnya dalam bahaya. Akhir minggu ini temannya memperingatkan bahwa bisa saja umurnya hanya tinggal hitungan bulan. Dia harus segera menjalani operasi pengurangan berat badan di RS Spesialis NHS Centre di Chichester, West Sussex.

Salah satu kendalanya, Mason membutuhkan bantuan transportasi. Jika diangkut dengan pesawat RAF Chinook, biayanya GBP 20.000 (sekitar Rp 312 juta). Terakhir, NHS Suffolk sedang mengusahakan angkutan darat senilai GBP 90.000 (Rp 1,405 miliar).

Kini yang hanya bisa diakukan Mason adalah diet dengan memakan 20.000 kalori per hari. Jumlah itupun masih merupakan delapan kali dari jumlah yang dikonsumsi pria normal. Tetapi sepertinya Mason tak ingin kehilangan lemak yang menimbun di tubuhnya.

”Ketika kehilangan berat badan dia sedih karena kehilangan kesempatan menjadi pria tergemuk di dunia. Dan sesampainya di rumah dia memesan pizza, daging Tiongkok dan kari,” aku perawat yang menemaninya tiga tahun lalu kepada The Sun.

Pengakuan serupa juga diakui Bob Singh Phagura, manajer Nacton Road Fish Bar di Ipswich. Menurut pengakuannya setiap Jumat Mason pasti berkunjung ke tokonya. Dia dibantu oleh sukarelawannya membeli empat ikan laut besar, dua pie, empat adonan sosis, enam porsi keripik, bubur pir dan saus kari, serta beberapa botol cola. (war/ami/jpnn)

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: