Jamur Mirip Kepala Sapi Gemparkan Warga Pamekasan


Pamekasan – Jamur raksasa berbentuk kepala sapi menggemparkan warga Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura. Jamur itu ditemukan salah seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hikmat Karangjati Dusun Sek-Gresek desa setempat.

Jamur berwarna coklat tanah mirip kulit sapi khas Madura itu, ditemukan oleh Saiyan bersama dua temannya, Herul dan Fatimah. Mereka bertiga duduk di kelas 4 MI Nurul Hikmat Karangjati.

“Sebelum menemukan jamur aneh itu saya ditugasi oleh guru biologi untuk mencari jamur sebagai bahan pelajaran biologi,” kata Saiyan saat ditemui di lokasi penemuan jamur aneh itu, Kamis (22/10/2009).

Saat mendapat tugas itulah, Saiyan bersama kedua temannya bergegas keluar kelas dan berkeliling di sekitar sekolahnya. Setelah mengitari lahan di kawasan sekolahnya hampir 30 menit, Saiyan mengorek-ngorek sampah.

“Setelah mengorek-ngorek tumpukan sampah di dekat pagar sekolah sebelah utara, saya dikejutkan dengan barang yang mirip kepala sapi,” tutur Saiyan.

Saiyan lalu menarik tangan kedua temannya itu untuk mendekati barang temuannya. Mereka bertiga lalu membersihkan tumpukan sampah yang sempat menutup barang aneh itu.

“Setelah sampah yang menutupinya bersih, ternyata saya ketahui barang aneh itu adalah jamur. Temuan itupun saya laporkan ke pak guru,” ucapnya.

Kontan saja, temuan jamur aneh yang mirip kepala sapi itu menggemparkan seluruh siswa dan guru di sekolah Saiyan. Saiyan mengaku dirinya menemukan jamur mirip kepala sapi pada, Rabu (21/10/2009).

Sejak itulah, puluhan warga Desa Palengaan Laok berdesakan ingin melihat jamur aneh itu. Tak hanya itu, warga desa lainnya di Kecamatan Palengaan, ikut berdesakan melihat jamur aneh itu. Mereka lalu mengeluarkan ponselnya dan membidik jamur aneh itu menjadi wallpaper ponselnya.

“Bagus Pak. Gambar jamur aneh ini tampak bagus di layar HP saya,” kata Neneng, salah seorang warga asal Desa Banyuanyar, Kecamatan Pagentenan.

Masih beruntung, warga bisa mengendalikan diri untuk tidak menyentuh kulit jamur sehingga tekstur yang menyerupai kepala sapi tidak rusak. Secara fisik, jamur aneh ini berdiameter 25 cm dengan ketebalan 15 cm. Di atas kelopak jamur terdapat dua nohtah mirip mata sapi. Di bawahnya terdapat kelopak tebal mirip mulut sapi. Di atasnya ada kelopak yang bergelayut mirip telinga sapi. Sayangnya jamur ini tidak akan hidup lebih lama lagi.

“Mungkin, besok Jumat, jamur ini sudah layu dan rontok,” jelas Mugni, guru biologi MI Nurul Hikmat Karangjati.
(fat/fat) DETIK SURABAYA

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: