[true story] kisah hidup abdi dalem kraton yang bekerja tanpa gaji


pastinya juragan semua tahu tentang para abdi-abdi dalem kraton . mereka begitu loyal kepada raja meskipun umur mereka sudah tidak muda lagi bahkan bisa dibilang sudah sangat tua

mereka mengabdikan sisa hidup dalam pelayanan kepada keluarga Keraton dan juga untuk terus melestarikan kebudayaan jawa yang dicintai.

asal kaskuser tahu gaji seorang abdi dalem tidak lebih dari RP 6000 !. tapi bagi mereka mengabdi pada keraton saja sudah merupakan kehormatan besar bagi mereka . belum lama ini saya yang orang jogja berbincang-bincang dengan seorang abdi dalem

Sebelumnya, aku sudah sering mendengar cerita tentang bagaimana taatnya para abdi dalem ini kepada sultan junjungan mereka. Tapi rasanya tentu berbeda kalau aku mendengarkan cerita itu langsung dari orangnya. Karena saat ini aku berada di keraton ini aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengenal langsung manusia yang disebut Abdi Dalem ini. Aku ingin merasakan langsung emosi mereka merasakan sendiri bagaimana bentuk ketaatan mereka yang melegenda terhadap raja junjungan mereka.

Pak Muchlosid bercerita kalau sekarang di Keraton ini sekarang ada peraturan yang mensyaratkan bahwa yang boleh melamar untuk menjadi Abdi Dalem harus yang berumur di bawah 40 tahun. Mendengar ini aku merasa penasaran dan menanyakan jumlah gaji yang diterimanya. Ketika itu kutanyakan, Pak Muchlosid dengan bangga mengatakan kalau dia tidak digaji apa-apa. Dia bekerja sebagai Abdi Dalem murni karena Lillahi Ta’ala. Pekerjaan sebagai Abdi Dalem yang dia lakukan sejak pagi hingga sore ini adalah bentuk pengabdiannya yang tulus dan tanpa pamrih kepada Sultan junjungannya. Pak Muchlosid pun tampak begitu
bangga akan pengambdiannya ini, karena menurutnya sebenarnya banyak sekali orang lain yang berminat menjadi Abdi Dalem tapi ditolak. Kata Pak Muchlosid, dalam keraton ini Abdi Dalemlah yang membutuhkan Keraton, bukan sebaliknya. LUAR BIASA !

Ketika kutanyakan bagaimana caranya dia menghidupi keluarganya kalau seluruh waktu produktifnya dihabiskan dengan bekerja di Keraton ini, Pak Muchlosid menjawab kalau unytuk itu dia memelihara ayam yang dikelola oleh istrinya. Urusan ekonomi keluarga itu sama sekali bukan urusannya. Aku benar-benar takjub mendengar penuturan Pak Muchlosid ini, lebih takjub lagi ketika aku mendengar pengakuan yang sama keluar dari mulut Abdi Dalem lain yang kuajak bicara.

Sehabis dari keraton, kami berjalan-jalan di pasar burung. Pasar ini sangat bersih. Ketika aku bertanya mengenai hal ini kepada beberapa pedagang yang berjualan di sana, kenapa pasar ini bisa sedemikian bersihnya. Mereka mengatakan, itu karena mereka
tidak ingin pasar terlihat kotor jika tiba-tiba Sultan datang berkunjung kesana.

kisah ini menginspirasi kita bagaimana mereka yang tidak dibayar saja bisa bekerja sepenuh hati dan jiwa gan karena loyalitas mereka . coba saja orang Indonesia seperti mereka . tidak akan ada korupsi dan Indonesia pasti akan menjadi lebih baik.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2599572

Iklan
  1. luar biasa memang

    • Khairun Fajri
    • Oktober 19th, 2009

    Kebaikan hati yang menjadi basis legitimasi eksploitasi sang sultan.Kalau Sultan adalah profil yang memang pantas dihormati, kenapa ia tidak memberi gaji yang lebih layak kepada orang yang mencintainya?? Itulah..logika kita masih belum bisa mensenyawakan surga dan neraka dalam kehidupan dunia..serba akhirat, serba mengabdi, bukan kepada tuhan, tapi kok malah kepada sultan..Ironis!

    • Zero2Hero
    • Oktober 19th, 2009

    Manusia memang wajib usaha-doa-tawakkal. Kekayaan, sukes, adalah sebuah anugerah. tapi kesedehanaan dan sikap nrimo adalah kemulyaan hidup. Yang tua yang bersemangat

  2. bandingkan dengan pns jaman sekarang… ada komentar tambahan???

  3. Bagus si…
    Tapi kewajiban seorang kepala rumah tangga adalah untuk menafkahi keluarganya,
    Kalo seluruh hidupnya digunakan untuk mengabdi tanpa dibayar,bagaimana dengan anak istrinya?

  4. Dialah Abdi sesungguhnya……
    bukan seperti menteri2 yang ngabdi sama presiden…

  5. Dialah Abdi sesungguhnya……
    bukan seperti menteri2 yang ngabdi sama presiden…

    http://www.fathulhidayah.co.cc

  6. mungkin buat para abdi yg tinggal disana oke2 aja gak dibayar krn dia secara individu ‘ndompleng’ di kraton, tpi kan abdi2 tsb juga punya keluarga utk dinafkahi

  7. Mantap dah!!

    • pay syah
    • Januari 6th, 2010

    pengabdian kepada raja memang baik tp bagaimana dengan keluarga jika tidak di beri gaji apa2?
    pengertian nya dong Sultan.

    • Vitalis
    • Februari 19th, 2010

    Bila Abdi Dalem sampai di bayar maka, Indonesia akan kehilangan kebudayaan!!!
    Bukan materi yang Abdi dalem cari..
    Bukan maksud Abdi Dalem untuk meninggalkan keluarga..
    tetapi beliau ingin memberi NILAI KETULUSAN dalam hal PENGABDIAN

  8. sungguh,,…tulus pngabdian mereka,.ketulusan dan keikhlasan,mereka bisa d jadikan suri teladan untk membangun INDONESIA.

    • Doecko
    • Agustus 9th, 2011

    Abdi dalem

    • Doecko
    • Agustus 9th, 2011

    Abdi dalem merupakan suatu adat, sisa warisan budaya bangsa,dmna ktulusan hati dan kebersihan jiwa masih dmiliki para abdi dalem.
    Dia mengabdi trhadap sultan dan kraton,ibarat dia mengabdi trhadap bangsa dan negara’y dgn menunjukan suatu pengabdian tanpa pamrih,pnuh ikhlas,tnpa mengharap imbalan sepeserpun! Cba anda bandingkan abdi pemerintah skrg dgn abdi dalem kraton.
    Abdi pemerintah=mengabdi trhdp pemerintah,di beri gaji besar,untk melayani msyrkat sbaik mungkin,tp yg ada? ada uang smua dilayani,gak ada uang jgn hrp di layani, cndrung di persulit!!! Pdhl udah ada jminan gaji dr pmrintah untk anak istrinya,tp msh suka kkn !!!

    Abdi dalem= mengutamakan ke ikhlasan dlm mengabdi/bkrja, pengabdian/bkrja trhdp raja /kesultanan/kraton,sama halnya para pns,pjbat,mentri mengabdi trhadap negara dan patuh trhdp kpla negara! Cma blm tntu py jiwa nasionalisme,loyalitas,tinggi dan ke ikhlasan jiwa raga sprti para abdi dalem!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: