Hemat Biaya, Milton Mbele Nikahi 4 Perempuan Bareng


Afrika-Otak bisnis Milton Mbele benar-benar jalan. Sekali menghelat pesta pernikahan, empat perempuan didekapnya sekaligus di pelaminan. Pertimbangannya cuma satu: supaya irit.

Pria asal Zulu itu berdiri tersenyum bahagia sambil mengenakan empat cincin kawin di jarinya. Dia tidak sendirian tetapi ditemani oleh empat wanita bergaun putih. Masing-masing Thobile Vilakazi, Zanele Langa (24), Baqinisile Mdlolo (24), dan Smangele Cele (23). Terang saja Milton Mbele tersenyum lebar. Sebab itu adalah hari pernikahannya sekaligus dengan empat wanita tersebut. Alasannya melakukan resepsi masal hanya satu. Yaitu untuk mengirit biaya.

“Saya tidak tahu berapa besar biaya akan kuhabiskan (jika mengadakan resepsi satu per satu). Karena itu saya melakukannya sekaligus untuk berhemat,” aku pengusaha tersebut seperti dikutip BBC kemarin (7/10).

“Contohnya, saya hanya membutuhkan satu tenda, satu even organizer dan fotografer untuk seluruh upacara,” imbuh ayah sembilan anak ini. Upacara pernikahan pada 26 September lalu itu berlangsung selama dua hari. Yaitu resepsi formal dan upacara tradisional. Guna menutupi seluruh biaya Mbele telah menyiapkannya sejak dua tahun lalu. Tepatnya pada 2007, Mbele mulai mengumpulkan uang untuk melangsungkan acara pernikahannya tersebut.

“Saya mulai mengumpulkan uang pada akhir 2007 dan mulai mengumpulkan informasi biaya tenda dan katering pada awal tahun lalu,” aku pria yang mengatakan tidak merencanakan bulan madu hingga beberapa tahun mendatang.

Poligami merupakan hal biasa di wilayah Afrika seperti yang terjadi di Zulu. Meski begitu pada awalnya Smangele dan Baqinisile menentang dimadu. Namun, asmara membuat mereka tak berdaya. Smangele dan Baqinisile serta dua istri lain Mbele akhirnya setuju untuk menikah bersamaan.

“Awalnya keluargaku tidak mengizinkan, tetapi akhirnya berjalan begitu saja,” aku Smangele, istri termuda Mbele. Hal serupa juga diungkapkan Baqinisile, istri ketiga Mbele. “Ketika saya melihatnya sebagai pria yang bisa mencintai banyak orang, saya tahu saya bisa membagi hidupku dengannya dan dengan (istrinya) yang lain,” imbuh Baginisile.

BBC melaporkan keempat istri Mbele diketahui tinggal secara terpisah di utara Provinsi KwaZulu. Tidak seorang pun yang bekerja. Meskipun begitu Baqinisile menyampaikan bahwa Mbele merupakan pria yang bertanggung jawab serta adil dalam membagi apapun. Mulai dari jatah tinggal bersama hingga pembagian materi.

“Dia menghormati dan menjaga kami dengan cara yang sama. Jika beli baju dia membelikan baju yang sama. Begitu juga dalam hal finansial,” aku Baqinisile.

Mbele juga dikenal sebagai salah satu pria kaya di wilayahnya. Setidaknya dia punya 100 sapi dan 250 kambing dan beberapa rumah besar. Dengan semua harta itu Mbele dipandang sebagai pria yang relatif makmur dalam ukuran tradisional.

Tidak heran jika keempat wanita itu bersedia menerima pinangan Mbele. Sebab kehidupan mereka pasti terjamin walaupun tidak satupun dari para wanita itu yang bekerja.

Sebut saja Baqinisile yang tinggal di rumah besar dengan pekarangan luas pemberian suaminya. Dalam pekarangan itu terdapat tiga rumah terpisah. Salah satunya adalah rumah utama dengan bahan baku batu bata oranye. Di situlah Baqinisile tinggal. Bisa dibilang wanita lain akan iri dengan Baqinisile. Karena rumahnya adalah yang terbesar di desanya.

Mbele sendiri menganggap poligami sebagai suatu kebanggaan. Khususnya untuk mempertahankan budaya Zulu. Dia juga terang-terangan bahwa dia lebih memilih untuk memberitahukan kepada istrinya yang lain jika ingin menikah lagi .

“(Poligami ini) telah dilaksanakan beberapa generasi sebelum kami. Kakeku sendiri punya tiga istri,” ungkapnya. Kiat jitu membagi waktu untuk keempat istrinya juga telah dipikirkan oleh Mbele. “Ada tujuh hari dalam seminggu, sementara saya punya empat istri. Saya akan membagi waktu untuk mengunjungi mereka dan beristirahat setiap tiga hari,” tuturnya.

Total Mbele memiliki sembilan anak. Satu dari istri pertama, Thobile, dua dengan Zanele-istri kedua, satu dengan Baqinisile, dan dua dengan Smangele. Sedangkan tiga anak dari hubungan sebelumnya.

Kebanyakan warga Afrika berpikir bahwa poligami bisa menjadi solusi untuk menghindari penularan HIV dan perselingkuhan. Tetapi pernikahan poligami juga meningalkan beberapa persoalan di Zulu. Sebab hanya istri pertama yang diakui secara legal. Hal ini akan membuat para istri kesulitan membagi harta sang suami jika kelak suaminya telah tiada. (war/ami)posmetro-medan.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: