Pertapa Tewas Dekat Sumber Air, Paranormal Tewas Memanjat Pohon


Pertapa Tewas Dekat Sumber Air

Ponorogo (beritajatim.com) – Warga Munggu Kec Bungkal Ponorogo digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di dekat mata air disalah satu bukit pertapan yang ada di desa setempat. Korban diduga tewas setelah terjatuh dari tebing.

Penemuaan mayat korban sendiri pertama diketahui oleh Kusnendar warga setempat, saat sedang mencari reruputan untuk pakan ternak, ia mencium bau busuk. Setelah dicari asal bau tersebut ternyata ada sesosok mayat yang telah membusuk didekat sumber air tersebut.

Korban yang disekujur tubuhnya tidak ditemukan identitas ini diduga adalah orang yang sedang mencari ilmu atau wangsit mengingat tempat tersebut sering dijadikan sebagai tempat bertapa. “Mungkin korban sedang bertapa mencari wangsit,seperti kebnanyakan orang yang dating kesini,”ujar seorang saksi, Senin (5/10/2009).

Kapolsek Bungkal AKP Sumijan menyatakan masih belum jelas mengenai kematian korban, namum ada dugaan korban tewas akibat terjatuh dari tebing yang berada di atasnya.

“Kemungkinan korban jatuh dari atas tebing dan ini kelihatanya kecelakaan murni,” ungkap AKP Sumijan.

Sementara itu karena sulitnya medan korban baru bias dievakuai setelah lebih dari 3 jam. Jenasah korban yang berhasil dievakuasi telah dibawa ke RSUD Harjono guna dilakukan visum.[rin/ted]

Panjat Pohon Siwalan, Paranormal Tuban Tewas

Tuban (beritajatim.com) – Nasib apes dialami Kasmani (50) warga Dusun Widengan, Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Pria yang dikenal warga pandai menyembuhkan penyakit anak-anak, khususnya jenis kerasukan setan atau jin itu tewas seketika setelah jatuh dari atas pohon Siwalan yang berdiri tepat di depan rumahnya, Senin (5/10/2009).

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan menyebutkan, peristiwa nahas itu bermula saat suasana sekitar rumah korban sepi, karena memang banyak warga sibuk bekerja di sawah maupun berkebun.

Seperti biasa, Kasmani memanjat pohon Siwalan untuk mengambil legen (air buah siawalan) yang berada diatas. Karena sudah terbiasa, pihak keluarga maupun warga sekitar membiarkan begitu saja aktifitas bapak tiga putra ini.

Entah bagaimana awalnya, yang jelas tiba-tiba warga mendapati korban tengah terkapar dibawah pohon dengan kondisi kepala bagian belakangnya pecah.

Saat terjatuh dari atas pohon siwalan yang ketinggiannya mencapai 15 meter lebih itu, tubuh korban membentur batu yang tepat berada di bawah pohon.
Saat ditemukan korban telah meregang nyawa dengan darah bercucuran dibelakang kepala korban.

“Kejadian persisnya saya tidak mengetahuinya. Namun, saya melihat Mbah Dukun (panggian akrabnya) saat berada di bawah dengan darah mengucur dari kepalanya,” kata salah seirang saksi mata, Untung (37) yang juga warga sekitar.

Selain kepala dibagian belakang, luka parah lainnya diderita korban dibagian kaki kiri yang patah. Diduga kuat ada luka lain, tetapi dengan kasat mata tidak bisa terlihat dan hanya dengan sistem otopsi dokter saja.

Melihat sang dukun menggelepar, warga berusaha meberikan pertolongan. Namun, usaha mereka sia-sia karena korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Hal itu membuat keluarga korban tersentak dan menangis sejadi-jadinya. Selain itu, beberapa kerabat korban lainnya juga tidak menyangka perjalanan hidup sang dukun berakhir dengan tragis.

“Jenazah sempat dibawa ke RSUD dr R Koesma Tuban. Namun, jenazah tidak sampai di outopsi, dan langsung dibawa pulang kembali setelah memastikan sudah tewas,” lanjut Untung.

Hal senada diterangkan oleh Moh Pendik (27). Menurutnya, Kasmani merupakan orang yang disegani di wilayah tersebut. Tidak hanya pandai mengobati anak-anak, ia juga menjadi imam majlis tahlil yang ada di sana .
“Saat saya sakit dan katanya kerasukan jin, beliau yang menyembuhkannya,” sambung Pendik.[dul/ted]

  1. wew beneran toh, gue kira tadinya ungkapan aja…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: