“Kolor Ijo” Suka Makan Besi dan Batu


Warga yang menetap di lereng kaki Gunung Salak, tepatnya di atas Pura Bali, di Kp. Loak, Desa dan Kecamatan Tamansari, Kab. Bogor digemparkan dengan kemunculan sosok manusia misterius yang mengaku sebagai “Si-Kolor Ijo”.

Sampai jelang dini hari tadi, Selasa (6/10) ratusan warga silih berganti berbondong-bondong datang dan meninggalkan lokasi dengan maksud dan tujuan masing-masing atau sekadar memuaskan rasa penasaran ingin melihat secara langsung kemampuan, dan wujud asli dari sang “Kolor Ijo” yang mempunyai nama lengkap Jaya Alias Ajay (41).

“Sebenarnya saya ini, yah manusia biasa, tapi sejak lahir saya memang telah memiliki kelainan berbeda dengan manusia-manusia pada umumnya. Sebab kalau orang biasa waktu lapar makannya nasi, tapi saya makan nasi tidak kenyang kalau belum makan batu dan besi,” kata si “Kolor Ijo” Jaya, asal Kp. Jaga Wana, RT 05/RW 02, Desa Sukarulur, Kec. Sukatani, Kab. Bekasi.

Jaya mengaku dalam sehari, rata-rata dia biasa mengkonsumsi 7 kilogram besi dan batu, sebagai penganjal rasa lapar di perutnya. “Paku, baut, rantai dan batu, rasanya gurih, seperti makan kacang goreng,” ucap pria aneh yang katanya telah memiliki 7 orang istri, dan 2 orang cucu.

Sebagai manusia biasa, Ajay juga mengaku sebetulnya ia juga ingin hidup normal, seperti manusia biasa pada umumnya. Namun, ilmu yang telah menyatu dan merasuk dalam tubuhnya terkadang mendorongnya untuk melakukan hal-hal yang terkadang di luar kemampuan manusia.

“Karena saya ini dianggap manusia aneh, maka saya biasa disebut manusia setan dan akhirnya dijuluki si ‘Kolor Ijo’. Bahkan, beberapa tahun lalu, saya di Bekasi sempat dikejar-kejar orang, dan sempat berurusan dengan polisi, karena dituduh memperkosa orang melahirkan, nenek-nenek dan lainnya. Padahal waktu itu saya hanya ingin menyempurnakan ilmu yang ada dalam tubuh saya ini. Jadi gak benar berita itu, kalau saya ini mau memperkosa orang dan lainnya seperti itu,” tepisnya.

Berbagai upaya terus dilakukan Jaya, agar ia bisa menemukan jati dirinya dan bisa hidup sebagai manusia normal untuk memperoleh ketenangan jiwanya.

“Suatu malam saya pernah menerima bisikan gaib, agar datang ke Gunung Salak ini, jika ingin hidup tenang dan damai. Di tempat itu ada sebuah gua yang lokasinya tidak jauh dari bangunan Pura Bali. Tapi sebelum saya masuk ke dalam gua itu saya harus menemui dan minta izin kepada saudara tua saya, yang punya tempat ini,” kenangnya.

Di bawah bimbingan sang pemilik tempat, yakni Hj. Rien Suri, Ajay pun mulai menggunakan kemampuan yang ia miliki untuk membantu warga yang datang agar segala penyakit yang mereka derita, seperti tumor, jantung, strok, kangker, darah tinggi, asam urat, gula dan lainnya, supaya sembuh melalui perantara dan kemampuan yang dimiliki sang Kolor Ijo.

Sumber: Pikiran Rakyat

Iklan
    • Artha
    • Januari 17th, 2010

    Well,well.gak da kta lain selain;ANEH BEUDH…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: