Ibu-Anak Dibakar Warga Sampai jadi Abu


Petugas Polres Tapanuli Tengah saat berusaha mengumpulkan tulang belulang korban yang rumahnya mengalami pembakaran.

Petugas Polres Tapanuli Tengah saat berusaha mengumpulkan tulang belulang korban yang rumahnya mengalami pembakaran.

TAPTENG-Beringas! Seorang ibu tua dan putranya dibakar hidup-hidup oleh warga di Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah. Sebelum dilempar ke rumah yang dibakar massa, si anak ditembak senapan angin dan ditusuk pisau lalu dimasukkan ke ban bekas kemudian dicampakkan ke kobaran api. Si Ibu dijegal saat melarikan diri lalu dilemparkan ke api. Keduanya tewas jadi abu!

Ibu beranak itu adalah Tradina br Situmorang (75) dan putranya Tigor Manik (34). Informasi dihimpun METRO TAPANULI (Grup POSMETRO MEDAN) dari lokasi kejadian dan kepolisian, kemarin (13/9), kejadian itu berawal dari sakitnya seorang penduduk Dusun Parambingan, Desa Hudopa Nauli, Kecamatan Kolang, Tapteng.

Entah siapa yang memulai, penyakit yang tak diketahui jelas penyebabnya itu mencuatkan isu ilmu hitam. Berhembus isu ada warga yang memelihara begu ganjang. Spontan rumor yang belum jelas itu meresahkan warga. Pada Selasa (8/9), atas inisiatif beberapa warga, digelarlah rapat untuk menyelidiki sekaligus meminta warga patungan Rp100 ribu untuk biaya penyelidikan.

Pada rapat pertama, seluruh warga desa hadir, termasuk Kasmin Hutabarat, menantu Tradina atau abang ipar Tigor Manik. Pada rapat pertama itu ditegaskan, siapa yang tidak hadir pada rapat kedua yang akan digelar keesokan harinya, Rabu (9/9), dialah pemelihara begu ganjang penyebab warga sakit.

Pada keesokan harinya, ternyata Kasmin Hutabarat tidak hadir rapat. Keluarga Kasmin memang diundang karena termasuk keluarga tertua di kampung itu dan ayahnya termasuk orang yang dituakan. Karena Kasmin tidak hadir rapat, warga pun menuduh Kasmin yang memelihara begu ganjang. Dan isu itu cepat bergulir dari mulut ke mulut sehingga warga kasak-kusuk.

Pada Kamis (10/9) dinihari sekitar pukul 00.00 WIB, seorang warga berinisial AH berteriak mengajak warga beramai-ramai membakar rumah Kasmin Hutabarat, yang dituding memelihara begu ganjang. Warga pun terprovokasi dan sejumlah warga ikut membakar dua pintu rumah milik Kasmin Hutabarat. Saat itu Kasmin Hutabarat sedang tidak berada di rumah karena sedang tidur di gubuk ladangnya. Dan hal itu sering dilakukannya.

Tidak puas hanya membakar rumah Kasmin Hutabarat saja, tiga warga yakni RS, LH, dan DP menjemput Tigor yang tinggal sekitar 50 meter dari rumah Kasmin. Tiba di depan rumah iparnya yang telah dibakar, Tigor dipaksa ikut membakar. Spontan dia menolak dan melarikan diri karena diancam warga bila tak nurut.

Tigor lari ke salah satu rumah di dekat lokasi kejadian, yakni rumah warga bernama Jailani Manalu. Tetapi dejumlah warga mengejar. Meski sempat sembunyi di lantai II rumah Jailani, Tigor akhirnya terjatuh ke lantai usai ditembaki RS, LH dan DP pakai senapan angin. Beberapa warga lain menyodok Tigor dengan bambu yang di ujungnya diikat pisau.

Begitu terjatuh, Tigor langsung disambut RS, LH dan DP lalu dibawa ke rumah Kasmin yang tengah terbakar hebat. Oleh ketiganya, Tigor Manik yang diyakini masih hidup dimasukkan ke dalam ban mobil bekas lalu dicampakkan ke kobaran api yang tengah berkobar melahap rumah Kasmin.

Keberingasan para tersangka tidak berhenti. Melihat anaknya dikeroyok warga, Tradina mendatangi lokasi dan berusaha membela. Namun melihat keberingasan warga terhadap anaknya, nenek renta itu mencoba hendak melarikan diri. Namun upayanya gagal karena ia dijegal para tersangka. Akhirnya nenek renta itu terjatuh ke tanah dan para tersangka yang sudah diamuk emosi langsung melemparkan tubuh Tradina dalam keadaan hidup-hidup ke dalam kobaran api. Kedua korban naas itu dibiarkan tewas terbakar hingga menjadi abu, bersama rumah Kasmin. (smg)posmetro-medan.com

  1. sadis, tu orang!!…
    gak berprikemanusiaan…

    • luminous25
    • September 15th, 2009

    Wah.. mental bangsa kita koq begitu yah..?

  2. saya kecewa lihat perilaku tersebut, rendah sekali moral bangsa kita…
    sudah salah sasaran siapa yang seharusnya dibakar, masih beringas bakar orang gak bersalah hidup-hidup cuman gara-gara nolak ikut membakar rumah sodaranya…..

    • fuad
    • September 16th, 2009

    apa laa emosi membabi buta…mcam gayang malaysia…cuba laa rasional sket

    • akumalatenshi
    • September 16th, 2009

    Ya Tuhan? apa benar ceritanya seperti itu? Sedih sekali mengetahui bahwa mental warga daerah situ masih kental dengan kemusyrikan. Apakah agama tidak sampai terdengar disana? Tuhan Maha Mengetahui lho. Hati2 dengan hukuman yang tidak terkirakan dari Tuhan. Bisa jadi saat dibakar, Ibu dan anak tersebut menyumpahi warga setempat dan di kabulkan Tuhan.

    • anne_chantique
    • September 16th, 2009

    dasar orang udik,,,, di provikasi dikit aja gampang banget….pendidikan agamanya itu gmana se???

  3. ya tuhan..apakah ini tanda-tanda akhir zaman…

  4. Ck,tuh sekampung pada bego semua,begonya ga ketolong,udah bego idup lg,mendingan tuh orang sekampung di bakar aja semua,mengurangi kepadatan penduduk.

    • g0blo9
    • September 17th, 2009

    g0blo9 tuh orang.. sadis mandraguna..

    • mawmaw
    • September 17th, 2009

    masya Allaaaah.. hatinya di mana sih? mudah2an semua alpanya diampuni dan diterima segala amal baiknya.
    Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu.

  5. Ya ampun bener2 tidak berperikemanusiaan!

    • poppy
    • September 18th, 2009

    yha mpun ..
    org sna bego” yh ..
    mn ad cr beat mengetahui syapa yg slh dgn cr rapat dan yg tdk hadir ?
    lg’an mungkin kh kl mereka bertiga mati, orang yg kena penyakit it akan sembuh ??

    • yusak
    • September 19th, 2009

    inplisit banget nih warga..!!
    awas jadi bulan2 polisi kalo main hakim sendiri.

    • krisno
    • September 19th, 2009

    PARAH…

    • detektif
    • September 27th, 2009

    hm….menurut analisis saya….provokator adalah pemilik begu ganjang yang sebenarnya.
    tindakan provokasi dilakukan untuk mencari kambing jantan yang hitam….lho…
    alibi menjadi sempurna saat korban tidak datang rapet.
    bisa juga sudah diatur oleh provokator tersebut untuk ketidakhadiran korban.
    hm…..penjahat iblis emang cerdas……

    • Nancy
    • November 18th, 2009

    coba orang2 itu tobat tuhan yesus pasti senang..
    karena lebih bahagia-lah surga bila 1 ekor anak domba selamat dari pada 99 domba lain yang sudah selamat…
    (duh lupa injil apa ayat berapa hehehe…)

  6. astaga….knp segitunya laeku…
    jangan main hakim sendiri lah emangnya apa buktinya dia pny begu ganjang….???
    astaga….sangat tak bermoral dan berprikemanusiaan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: