Kampung Naga Tahan Gempa Hingga 10 SR


kampungnaga

Tasikmalaya – Kampung Naga di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya mampu bertahan dari guncangan gempa bahkan hingga diatas berkekuatan gempa pada 10 skala richter (SR).

“Tidak akan roboh, hingga gempa berkekuatan 10 skala richter,” kata kuncen Kampung Naga, Ade Suherlin, di Tasikmalaya, Jumat (4/9).

Ia menerangkan gempa yang mengguncang Tasikmalaya dengan kekuatan 7,3 skala SR tidak menghancurkan bangunan rumah penduduk Kampung Naga yang berada diantara perbukitan dan pegunungan perbatasan Tasikmalaya dan Garut.

Rumah penduduk Kampung Naga tetap utuh dan tidak ada kerusakan yang membuat kekhawatiran penduduk meskipun getaran gempa bumi yang terjadi Rabu (2/9) sekitar pukul 14.55 cukup terasa kuat di daerah Kampung Naga.

“Ya terasa kuat gempa itu, tapi alhamdulillah tidak terjadi kerusakan apa-apa,” katanya.

Alasan tidak terjadinya kerusakan pada bangunan rumah penduduk Kampung Naga, kata Ade karena struktur dan pondasi bangunan didesain dengan filosofi adat Sunda yang hanya terbuat dari bambu dan kayu beratap ijuk.

“Rumahnya juga tidak pakai genting, dan saya yakin gempa besar juga tidak akan apa-apa,” katanya.

Sementara itu rumah warga Kampung Naga berjumlah 113 rumah diantaranya bale tempat perkumpulan, dan masjid, dengan jumlah penduduk sebanyak 316 orang tidak mengalami kepanikan ketika gempa terjadi.

Sementara itu di luar Kampung Naga masih satu Kecamatan Salawu, dari data Radio telekomunikasi jumlah bangunan rumah warga yang rusak berat sebanyak 80 rumah, satu masjid rusak berat.

Sedangkan korban luka-luka mencapai delapan orang, mengalami shock sebanyak enam orang, bahkan menelan korban jiwa satu orang anak-anak akibat tertimpa bangunan rumah ketika gempa melanda daerah Kecamatan Salawu.(ant/yan)erabaru.or.id

Iklan
    • Temo
    • Oktober 2nd, 2009

    Harusnya kita belajar dari mereka…

    • victor
    • September 8th, 2010

    seharusnya rumah di indonesia khususnya di rawan gempa jangan menggunakanmendirikan rumah pencakar langit , seharusnya menggunakan rumah tradisional/tahan gempa.Agar tidak menimbulkan / merenggut korban yg banyak.

  1. Oktober 2nd, 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: