Arsip untuk September, 2009

Pria Bunuh 15 Anggota Keluarganya

INILAH.COM, Ghazni – Entah apa yang ada di dalam benak Mohammad Zaman. Pria berusia 30 tahun ini menembak 15 anggota keluarganya hingga tewas, termasuk istri dan anak-anaknya dengan menggunakan senjata otomatis. Zaman kemudian mati bunuh diri.

Peristiwa sadis dan mengerikan ini terjadi di Desa Ghola, Provinsi Ghazni, di bagian tengah Afghanistan pada Minggu 27 September 2009. “8 Wanita dan beberapa anak termasuk di antara mereka yang tewas dalam aksi itu,” kata Kepala Polisi Daerah Khial Baz Shirzai kepada AFP, Senin (28/9).

Shirzai mengidentifikasi pembunuh tersebut bernama Mohammad Zaman, sekitar 30 tahun. Menurut dia, Zaman menembak para anggota keluarganya hingga tewas dengan senjata jenis AK-47 akibat perselisihan kepemilikan lahan dan rumah.

Para tetangga di desa itu menuturkan, Zaman merupakan pemilik klinik pengobatan tradisional dan ia telah lama menderita gangguan mental. Setelah bertahun-tahun perang dan pergolakan, Afghanistan menjadi negara yang dilanda kekerasan, dengan sakit mental merebak, dan akses kepemilikan senjata yang mematikan mudah didapat. [*/sss]

Serba Serbi Ultah Google

Jika biasanya Google memajang logo berkaitan dengan peristiwa istimewa yang terjadi di sekitarnya, kali ini Google memasang logo Google yang unik untuk merayakan hari spesial untuk dirinya sendiri.

Tepat pada hari ini, 27 September 2009 Google merayakan hari jadinya yang ke-11 tahun. Untuk merayakannya, Google secara khusus mengganti huruf “L” pada logo Google menjadi angka 11, sesuai dengan jumlah tahun yang menjadi hari jadi Google.

Mashable, Minggu (27/9/2009) melansir, yang menarik dari peristiwa ini bahwa sebenarnya ultah tahun resmi Google hingga saat ini masih diperdebatkan. Beberapa pihak ada yang menyebutkan bahwa ultah Google jatuh pada 15 September 1997, yaitu hari dimana domain Google.com resmi terdaftar di dunia maya.

Sementara itu, keterangan lain menyebutkan bahwa Google mendaftarkan dirinya sebagai sebuah bentuk perusahaan pada September 1998. Berkas pengajuan izin perusahaan didaftarkan oleh Google pada 4 September.

Selanjutnya, ada yang menyebutkan hari jadi Google jatuh pada 7 September. Namun kini, dunia teknologi dan internet merayakan hari jadi Google tepat pada 27 September.

Untuk menjelaskan ketidakkonsistenan ini, dalam FAQ Google mencantumkan keterangan berbunyi: ? Google opened its doors in September 1998.” The exact date when we celebrate our birthday has moved around over the years, depending on when people feel like having cake.?

Dalam keterangan tersebut Google menegaskan bahwa meski perayaan hari jadi Google sering berubah-ubah, namun yang jelas Google pertamakali lahir pada September 1998. Perayaan ultah Google bergantung kapan hari yang paling menyenangkan bagi orang-orang untuk merayakannya. Pada tahun ini, Google mengganti logonya pada 27 September. Artinya, tanggal ini telah diambil sebagai tanggal resmi merayakan hari jadi Google ke-11.

sumber: okezone

Tentang Infeksi Kelamin

– Jawaban – Anyang-anyangan, atau rasa ingin kencing lagi usai berkemih, adalah salah satu tanda infeksi saluran kencing. Penyakit ini banyak sekali diderita oleh wanita. Salah satu penyebabnya adalah, menggunakan toilet umum sembarangan! Menurut Dr. Sugi Suhandi Iskandar, SpOG, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi bakteri yang terjadi di saluran kemih. Dalam hal ini, terkumpulnya bakteri lebih dari 10.000 bakteri per milimeter air seni. Adapun bakteri atau kuman yang paling sering mengakibatkan ISK antara lain Eschericia coli atau E. coli, Klebsiella, dan Pseudomonas. Di antara ketiganya, penyebab paling utama adalah E. coli yang ada di mana-mana, termasuk tinja kita.

Infeksi bakteri ke saluran kemih ini ada yang bergejala dan ada yang tidak. Untuk ISK yang bergejala, Sugi menjelaskan gejala pada masing-masing orang tidak sama.

Gejalanya antara lain:

• sakit di perut bagian bawah, di atas tulang kemaluan

• kencing sakit, terutama pada akhir kencing

• anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi. Walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar

• sering berkemih

• jika infeksi sudah berlanjut, bisa demam

ISK yang tak bergejala terhitung lebih berbahaya, karena tanpa disadari, penyakit tersebut akan menggerogoti terus-menerus. Jadi, orang yang bersangkutan terinfeksi tetapi dia tidak tahu dan biasanya malah menjadi kronis.

Beberapa faktor resiko yang membuat seseorang bisa terkena ISK:

a. Salah cebok. Kurang menjaga kebersihan dan kesehatan daerah seputar saluran kencing, bisa memicu ISK. Apalagi dengan cara cebok yang salah, yaitu dari belakang ke depan. Cara cebok seperti ini sama saja menarik kotoran ke daerah vagina atau saluran kencing.

b. Kebiasaan menahan kencing. Pada wanita, jika menahan kencing, uretra menjadi semakin pendek dan memungkinkan kuman masuk ke dalam saluran kencing. Sedangkan pada pria, meski dia menahan kencing, uretranya tetap panjang.

c. Tidak kencing sebelum melakukan hubungan seks. “Hal ini menyebabkan uretra penuh. Jika uretranya pendek, terkena gesekan saat berhubungan seks, bisa menyebabkan kuman-kuman gampang terdorong masuk ke saluran kencing dan mengakibatkan infeksi yang disebut sistitis,” jelas Sugi. Hal ini banyak terjadi pada pasangan yang baru menikah, karena itu disebut “honeymooners cystitis. Keluhannya seperti kencing sakit dan anyang-anyangan.

d. Penyakit kelamin. Yaitu berhubungan seksual dengan orang yang punya penyakit kelamin seperti penyakit kencing nanah. Hal ini akan menyebabkan infeksi pada uretra dan meghasilkan nanah. Karena itu disebut kencing nanah.
e. Batu di daerah saluran kencing. Keberadaan batu di saluran kencing bisa menjadi fokus infeksi dan menyebabkan infeksi berulang. “Misalnya ada infeksi berulang pada saluran kencing, kemungkinan disebabkan adanya onfeksi di batu di saluran kencing. Batu tersebut terinfeksi dan bisa menjadi sumber infeksi dan sumber kuman,” kata Sugi.

Wanita yang sedang mengandung juga sering terserang ISK. Hal ini karena terjadi perubahan hormonal dan perubahan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh menjadi menurun sehingga kuman-kuman mudah masuk dan lebih mudah mengakibatkan infeksi. Karena itu, biasanya ibu hamil juga diminta periksa urin dan untuk dilihat apakah kemungkinan terkena ISK tanpa gejala. Infeksi ini tentu berpengaruh terhadap kehamilan dan janin. Harus dijaga betul agar jangan sampai terkena ISK. Jika terlambat, ISK bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran indung telur, kehamilan di luar kandungan, dan sebagainya. Jadi, jika ditemukan ISK sebaiknya harus cepat-cepat diobati sebelum berlanjut. “Sekarang banyak obat untuk ibu hamil yang cukup aman. Bahkan dengan dosis tunggal,” tambah Sugi.

Kloset jongkok lebih aman

Agar terhindar dari ISK, Sugi menyarankan beberapa hal sebagai berikut:

– Menjaga kebersihan sekitar organ intim dan saluran kencing

– Bersihkan organ intim dengan sabun karena dengan air saja tidak cukup. Gunakan sabun khusus dengan pH balanced (seimbang). Jadi lebih bersih. “Jika pada situasi tertentu tidak ada sabun, ya dengan air bersih.”

– Jika kencing di toilet umum, sebaiknya gunakan toilet jongkok daripada duduk. Toilet jongkok tidak membuat kita bersentuhan langsung dengan permukaan toilet dan lebih higienis. Jika terpaksa menggunakan toilet duduk, sebelum menggunakan sebaiknya bersihkan dulu pinggiran toilet. Toilet-toilet umum yang baik biasanya sudah menyediakan tissue dan cairan pembersih dudukan toilet. Karena itu, gunakanlah fasilitas itu sehingga tidak tertular penyakit-penyakit yang biasa ditularkan akibat kontak dengan toilet tersebut.

– Jangan cebok di toilet umum dari air yang ditampung di bak mandi atau ember. Pakailah shower atau keran.

– Cebok yang benar, yaitu dari depan ke belakang. Bukan dari arah sebaliknya.

– Tidak menahan kencing. Kencinglah sebelum melakukan perjalanan jauh atau sebelum melakukan hubungan seks.

– Gunakan pakaian dalam dari bahan katun yang menyerap keringat agar tidak lembab.

sumber :- kaskus.us

Nenek hingga Cucu Jadi Ratu Kecantikan

[Image: 92007large.jpg]

LONDON – Keluarga Inggris yang satu ini seolah menjadi dinasti ratu kecantikan. Betapa tidak, tiga generasinya menjadi langganan pemenang kontes kecantikan.

Suzanne Celensu yang meraih mahkota kontes Miss Bumi Inggris bulan lalu mengikuti jejak ibunya, Zoe, yang pernah menjadi Miss Silver Jubilee. Sementara itu, sang nenek, Betty Spink, semasa mudanya hampir saja meraih mahkota Miss Inggris Raya.

Suzanne, 25, mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berniat masuk ke ajang kontes kecantikan hingga mendengar ada kompetisi yang mencari wanita dengan komitmen kuat peduli atas isu-isu lingkungan.

”Ibu saya memang seorang wanita cantik berambut pirang, tapi saya tidak seperti itu. Jadi, saya sama sekali tidak pernah berpikir bahwa saya bisa menjadi ratu seperti dia,” katanya. ”Rambut saya hitam dan jauh lebih sporty. Kulit saya gelap karena saya senang sekali bermain tenis,” kata mahasiswi yang baru saja menyelesaikan pendidikan masternya di North Carolina University, Amerika Serikat, itu.

http://jawapos.com/

Kemiskinan di China Mengibakan dan Mengejutkan

anak_miskinPintu rumah suku Yi terletak di samping rumah, bukan di tengah- tengah, sudut yang paling jauh jaraknya dari pintu biasanya adalah tempat tidur istri tuan rumah (dalam adat tradisi suku Yi tempat tidur suami dan istri adalah berbeda), di samping tempat tidur adalah merupakan pusat keluarga – perapian, anak sulung atau tamu akan diberikan tempat duduk di samping perapian pada posisi yang paling jauh dari pintu, wanita dan anak-anak di sebaliknya. Sebagian besar kamar memiliki lemari kayu, tangki air dari tanah campuran. Karena cuaca dingin, rumah ini hampir tidak ada jendela, di dalam rumah suram tidak bercahaya.

Di bawah atap, ada satu ruangan kosong yang mirip loteng, pada umumnya satu sisi tertumpuk jerami, dan yang lain ditiduri penghuni. Atap dibuat dari panel genteng, keluarga miskin membuatnya dengan plastik, kemudian dibuka satu lubang jendela yang digunakan untuk mengeluarkan asap dan cahaya masuk, seluruh ruangan hampir semua bocor.

Makanan dan Pendapatan:

Di Bu Tuo tananaman utama adalah kentang, oleh sebab itu makanan pokok adalah kentang, kebanyakan keluarga juga akan menanam sejumlah kecil tananam gandum hitam dan jagung, mereka menyebut jagung dan gandum sebagai makanan halus; kentang disebut makanan kasar, tanah di sini tidak hanya lapisan tanahnya tipis, namun juga gersang, di samping kentang, hasil lain sangat rendah, jika tidak mampu membeli pupuk, maka hanya dapat menanam kentang.

Ketika panen kentang yang besar dijual , yang kecil untuk makanan keluarga, juga untuk makanan babi. Sebagian besar keluarga yang telah saya kunjungi kebanyakan di sudut rumah mereka tergeletak setumpuk  kentang yang bertunas panjang. Tunas terpanjang  sampai 2 kali panjang pensil. Kita semua tahu bahwa  kentang yang bertunas sudah beracun, yang bewarna hijau juga beracun, tidak bisa dimakan, tetapi untuk semua orang di Bu Tuo makan kentang dalam kondisi begini. Bila beberapa anak-anak ditanya, apakah keluarga mereka tahu kentang bertunas beracun, mereka semua tahu itu. Sebenarnya   kita juga telah memakannya, paling banyak sekali, teman saya sekali makan 7 buah, namun baik-baik saja, tidak tahu kenapa. Tidak dapat menemukan dasar ilmiahnya. Apakah dapat dikatakan Tuhan secara khusus memperhatikan orang-orang  Bu Tuo?

anak-(3)Penduduk setempat sehari makan dua kali, siang sekitar jam 10, sore sekitar jam 6, satu-satunya bumbu adalah garam dan merica.

Menurut informasi bahwa orang yang sedikit mampu  akan membeli beras untuk makan, tapi dari 40 keluarga miskin yang saya kunjungi,  tidak pernah melihat ada sepanci nasi dalam keluarga tersebut, bahkan tidak melihat sebutir  beras pun. Sebagian besar keluarga mengatakan bahwa makanan kentang pun tidak cukup untuk dimakan, jika kehabisan makan, mereka meminjam  kentang dari  kerabat.

Bila butuh uang untuk membeli barang-barang,  untuk  membayar uang  sekolah anak-anak bagaimana?  Sangat sederhana, jika ingin membeli garam, mereka menjual telur, atau membawa    ayam di rumah menjualnya, dan kemudian membeli garam, jika ingin membeli pupuk atau untuk membayar biaya pendidikan, itu harus melihat apakah di rumah masih ada babi, domba, anak sapi yang  bisa dijual ……

Di sini, tidak minum air panas, mereka tidak memiliki kayu yang cukup, di dataran tinggi bila harus merebus air akan terasa itu adalah suatu pemborosan, karena kayu bakar terlalu berharga, oleh karena itu suku Yi memikirkan “Obor Festival” untuk perayaannya. Penduduk desa umumnya meletakkan sebuah tong di dalam rumah mereka sendiri, yang berisi air yang dipikul oleh wanita atau anak-anak dengan bahunya dari sungai yang jaraknya beberapa mil,  ada sebagian dari tampungan air hujan. Bila haus, langsung di sendok dan meminumnya.

Kesehatan dan Penyakit

Secara adil dapat dikatakan bahwa kita melihat Pemerintah Bu Tuo telah bekerja keras dalam bidang pendidikan dan kesehatan,  di  sana saya melihat rumah yang paling indah adalah sekolah dan rumah sakit.

Namun di desa kebanyakan penduduknya  tidak mempunyai konsep kesehatan, baik anak-anak maupun orang dewasa tidak cuci muka dan cuci tangan,  anak-anak desa yang berlarian masih penuh  dengan ingusan panjang, wajahnya tampak kotor sekali, tidak dapat melihat tampilannya.

Di halaman tumpukan pupuk, manusia dan hewan bercampur tidur bersama — ayam dapat naik ke atas ranjang,  babi, sapi, kambing dapat berkeliaran dalam rumah … semua ini tidak bisa sepenuhnya dikaitkan dengan kemiskinan, masalah utama adalah persepsi. Dalam beberapa keluarga kaya, saya sudah melihat manusia dan hewan sudah dipisahkan, halaman sudah bersih dan bahkan beberapa dari mereka sudah membangun sebuah toilet.

Dalam kondisi seperti itu, orang sangat rentan terhadap penyakit, saya memeriksa mata 8 anak-anak, semua menderitaan  trakoma, di desa sering terlihat anak-anak dengan perut besar, tak diragukan lagi dalam perut memiliki cacing parasit. Lalu kalau sakit bagaimana? Warga setempat mengatakan kepada saya: Satu-satunya cara bagi masyarakat miskin adalah bertahan, bila bisa bertahan maka akan sembuh, bila tidak penyakit kecil akan menjadi penyakit besar bahkan meninggal.  A Hei seorang kepala sekolah  dengan tenang mengatakan kepada saya ayahnya saat berumur 41 tahun meninggal dengan kondisi ini …

anak-(3)Petani mengandalkan alam agar bisa makan, yang paling mengkhawatirkan adalah kalau ada keluarga yang sakit, untuk menyembuhkan meminjam uang, dan kemudian juga jika ada  kematian keluarganya  mereka meminjam uang untuk pemakaman, sehingga keluarga miskin semakin miskin.

Desa Fei  Ge adalah model desa teladan bantuan kemiskinan, di sini kondisi kehidupan secara keseluruhan relatif lebih baik, tetapi ketika kami datang ke kepala desa tua Fei Ge, di luar dugaan  kami, karena istrinya sakit dan akhirnya meninggal, di rumah hanya ada dua ekor sapi, juga sama-sama adalah atap papan, hanya ada satu tempat tidur, tidak memiliki perabot apapun di dalam. Anak kepala desa sangat pintar, ia adalah satu-satunya anak yang meneteskan  air mata ketika kami lakukan survey, pada saat itu saya juga menemukan kekejaman saya, saya bertanya secara rinci mengapa anak-anak  begitu miskin, bagaimana ibunya meninggal, beban dia, adiknya, uang sekolah, biaya kehidupan siapa yang tanggung……. Ketika bertanya tentang kematian ibunya, anak itu menangis …

Penduduk desa yang dekat ke jalan raya, perlahan-lahan mulai tahu bahwa pergi keluar untuk bekerja, telah ada orang-orang yang bekerja di luar rumah, karena mempunyai kesempatan kontak dengan dunia luar, oleh sebab itu, sejumlah sikap kesehatan dan kebiasaan sudah mirip dengan kami,  atau dapat dikatakan mereka sudah dapat memahami, harus mencuci tangan sebelum makan, dan bila makan  sup tidak dengan kebiasaan menggunakan sendok yang sama dengan orang lain.

Kebijakan Keluarga Yi memungkinkan punya tiga anak, karena ada fenomena yang sangat serius dalam mementingkan anak laki dan melalaikan anak perempuan. Kewajiban orang tua jatuh pada putranya, kamar yang dimiliki dipakai oleh putranya, tidak kewajiban mengasuh anak perempuan lainnya lain.

Wanita Yi sangat rajin, dalam pengamatan saya sering terlihat anak gadis yang berumur 17 – 18 tahun  berjalan di gunung memikul keranjang penuh batu seberat 4.50 kg,  yang digunakan untuk membangun rumah, melihat nenek yang berumur 60 -70 tahun duduk di atas tanah di bawah terik matahari menyulam kain, di desa dapat dilihat di mana-mana anak perempuan yang berumur 6 -7  tahun menggendong adik-adiknya.

Status ekonomi wanita Yi dalam keluarga sangat rendah, ketika kami bertanya tentang situasi utang rumah tangga, banyak ibu rumah tangga tidak bisa menjawab dengan angka yang tepat, cuma mengatakan hanya kaum  pria yang tahu.

Tingkat pendidikan perempuan Yi  sangat rendah, sebagian besar ibu rumah tangga yang kami kunjungi  mayoritas tidak bisa berbahasa Han, anak gadis yang berumur 16 – 17 pada dasarnya tidak pernah bersekolah.

Hari pertama, anak yang berumur 17 tahun menggunakan bahasa Yi yang saya tidak mengerti dengan suara kecil menjawab, seorang anak yang menemani mengatakan kepada saya bahwa dia tidak pernah menghadiri sekolah walau satu hari pun, tahun depan dia harus menikah, dan ayahnya telah menerima kado uang pengantin dari seseorang. Saya menatapnya, dari matanya saya mau melihat apakah ada yang patut disesalkan, tetapi saya hanya melihat bibir yang tersenyum dan kekosongan dalam bola mata di wajahnya. Ketika mendengar ayahnya mengatakan bahwa dia pernah sekolah sampai SMP, sekarang dapat menghasilkan uang dengan mengerjakan sedikit pembukuan sederhana, saya tersenyum dan berkata dia adalah seorang berpendidikan tinggi, tapi di batin saya marah ingin menonjoknya, pendidikannya begitu tinggi namun tidak mengirim putrinya ke sekolah?

Keesokan harinya, di sekolah desa hanya ada guru pengganti, di dalamnya tidak memiliki seorang murid wanita pun … … hari ini, saya bermain dengan gembira bersama anak-anak, saya belum menyadari bahwa gagasan mengutamakan pria ini sudah mengakar sedalam apa di sana.

Hari keempat, saya melihat di desa ada sekelompok besar anak perempuan yang menggendong adik atau membawa cangkul, begitu bertanya saya tahu, mereka semua tidak bersekolah, tapi sangat jelas bahwa separuh dari mereka pernah bersekolah … … Pada hari itu, ketika saya mengeluh bahwa semasa  kanak-kanak saya yang bahagia namun juga mulai menunjukkan kehampaan.

Kemudian, saya melihat anak perempuan berumur 13 tahun, tidak pernah sekolah sehari pun  ; juga melihat anak perempuan yang berumur 12 tahun, tidak masuk sekolah karena  satu matanya buta; juga melihat anak perempuan yang berumur 13 tahun hanya sekolah sampai kelas III, alasannya adalah karena sekolah kelas empat terlalu jauh; saya melihat lebih banyak lagi bayangan kecil yang  mencangkul di tanah, begitu bertanya, dia baru berumur  10 tahun tapi dalam membajak tanah sudah sangat mahir… … saat itu, saya merasa sangat lemah, di sini sangat miskin, tapi yang paling menderita adalah anak-anak gadis itu dan perempuan … …

Di sini pernikahan seorang gadis sepenuhnya ditentukan oleh orang tuanya, kecuali mereka mempunyai penghasilan sendiri baru mungkin memilih suaminya, tetapi mereka bahkan sekolah juga  tidak bisa, apakah ini masih mungkin?

anak-(2)Saya ingat ketika kami datang melihat jalan di gunung, melihat beberapa  anak perempuan Yi  dengan air mata menyanyikan lagu Yi, suara lagu-lagu yang pedih  menyimpan kepahitannya, dalam suara nyanyian, para wanita meratapi perkawinan yang tidak bahagia dan kesedihan hidupnya, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka dikurung dalam kandang ini, mereka telah kehilangan hak untuk kebebasan.

Di kota kecil yang sederhana itu, selalu melihat laki-laki di bawah sinar matahari minum arak, ketika kami keluar melakukan pengamatan mereka lagi berjemur di bawah sinar matahari, ketika pengamtan  selesai , dan kembali ke jalan pada malam hari, yang kami temui orang-orang yang lagi mabuk di jalan juga orang-orang itu.

Kaum perempuan bekerja keras di sawah, bertelanjang kaki, berulang-ulang  mencangkul, tampaknya sepanjang masa mereka sudah seperti itu bekerja keras terus, di situ  terkondensasi kepedihan perempuan Yi.

Pada akhirnya, apakah kami harus menyebutnya sebagai kebiasaan tradisional atau masalah peninggalan sejarah? Walaupun dari masyarakat perbudakan masuk ke masyarakat  sosialisme, pada suku ini bukanlah berdampak kecil, justru karena alasan aneh ini dalam pandangan saya, yang menghasilkan lebih dari 70 %  anak perempuan tidak masuk sekolah, di rumah hari demi hari, tahun demi tahun melakukan pekerjaan rumah tangga, membawa  adik-adik bekerja di ladang,  mulai dari beberapa tahun mereka sudah melakukannya hingga sampai remaja berumur 15 atau 16 tahun sudah siap dinikahkan, sementara nilai mereka hanya sedikit uang kado lamaran yang akan diterima oleh orang tua.

Bagi saya, lima belas atau enam belas tahun, masih begitu muda dan masih dapat manja di pangkuan  orangtua mereka, namun mereka masih terlalu muda sudah mulai menahan tekanan kehidupan komplek yang akan mereka alami, begitu lahir sudah begitu sibuk namun juga dengan hampa melewati dunia yang mereka miliki dan kemudian menunggu reinkarnasi berikutnya. (Dajiyuan/lim)

rabaru.or.id

Master Limbad buka rahasia mengapa dia diam?

limbad-150 Master Limbad buka rahasia mengapa dia diam?Master Limbad, yang menjuarai kontes The Master, magic contest pertama di Indonesia ternyata dalam kehariannya adalah seorang yang ceriwis, suka berbicara terbuka dan ceplas-ceplos, namun mengapa Limbad menjadi pendiam dalam setiap penampilan magic shownya?

Warga Desa Dukuhsalam Nomor 119 RT04/ RW V Kecamatan Slawi ini sebenarnya ceriwis, ternyata dia diharuskan diam karena telah membuat kontrak kerja dengan Star Media Nusantara (SMN) dengan risiko tinggi. Jika keceplosan bicara ke media elektronik atau di depan khalayak umum, pesulap ini akan didenda Rp 1 miliar. Hal ini baru terungkap ketika ditemui wartawan Suara Merdeka, Kamis (24/9), saat Lebaran di kampung halamannya,

Limbad, dengan rambut ikal panjang, pendiam, kuku jari hitam, menyeramkan dan membawa seekor burung di pundaknya, mirip dengan sosok tokoh di film The Crow. Dedikasi Limbad pada dunia magic tak diragukan lagi. Semangat, tekadnya dan dedikasinya terhadap pekerjaan sebagai magician patut diacungi jempol. Keberhasilannya menyelesaikan atraksi spektakuler di acara ulang tahun RCTI, diam mematung hingga 20 jam, bulan lalu, layak mendapatkan sebuah apresiasi besar.

Master Limbad  (37), beristirikan Susi Indrawati (31) dan dikaruniai tiga orang anak yang masing-masing diberi nama Muhammad Mahardika (12), Cesilia Virginia Maharani (7) dan Novita Tamara C Damayanti LS (2).

”Saya kini sudah terbiasa untuk berdiam diri saat pentas maupun diwawancarai wartawan dari media elektronik. Karenanya, segala kesulitan mengenai tuntutan berdiam diri, sejauh ini masih dapat diatasi,”

Seperti sebuah pepatah Inggris mengatakan “Silent is Golden”.
Selamat berkarya Master Limbad, “YOU ARE SILENT BUT GOLDEN”

sumber : http://clickoverall.com/master-limbad-buka-rahasia-mengapa-dia-diam.html

WTF!….Manusia Akan Bisa Hidup Abadi

Jakarta (beritajatim.com) – Ilmuwan Rya Kurzweil mengklaim manusia bisa menjadi abadi dalam waktu 20 tahun ke depan dengan menggunakan teknologi nano dan pemahaman tantang kinerja tubuh.

Ray Kurzweil mengatakan manusia dapat menjadi robot cyborg dalam 20 tahun mendatang. Pria Amerika berusia 61 tahun ini memprediksi penemuan akan datang dan mengatakan pemahaman kita tentang gen dan teknologi komputer meningkat begitu cepat.

Secara teoritis ia mengatakan, saat pemahaman kita meningkat, teknologi nano akan mampu menggantikan banyak organ-organ vital manusia dan dapat tersedia dalam 20 tahun ke depan. Kurzweil menambahkan walaupun pernyataannya terdengar sulit dijangkau, pankreas buatan dan implan saraf sudah ada saat ini.

Kurzweil menyebut teorinya sebagai Law of Accelerating Return. Ia juga mengatakan, “saya dan banyak ilmuwan lainnya percaya jika dalam 20 tahun ke depan kita dapat memprogram kembali software tua tubuh kita, dan membalik penuaan. Teknologi nano akan membuat kita hidup selamanya.”

Ia menambahan pada akhirnya nanobot akan menggantikan sel-sel darah dan bekerja lebih efektif. “Dalam kurun waktu 25 tahun, kita dapat melakukan sprint di olimpiade selama 15 menit tanpa mengambil nafas, atau menyelam selama empat jam tanpa oksigen,” katanya.

“Penderita serangan jantung, yang belum memanfaatkan sepenuhnya teknologi jantung bionik yang sudah ada, dengan tenang akan menyetir sendiri ke dokter untuk operasi kecil dibantu oleh bots darah yang membuat mereka tetap hidup,” tambahnya. [kun]
Sumber : inilah.com