Arsip untuk Agustus 30th, 2009

Master DEDI KETAUAN TRIKNYA pas the master 4 final

gan liat video ini deh, perhatiin menit ke 2:08, waktu dia duet ama rizuki…
ketauan bgt ya triknya……

tambahan :

SAMA SEKALI INI BUKAN SALAH DEDY, TAPI KESALAHAN RIZUKI !
ini permainannya Rizuki, dedy hanya membantu saja
yang dinilai juri disini adalah Rizuki bukan dedy.
master Dedy udah main bagus hanya sayang banget Rizuki mungkin kurang latihan atau kurang Profesional mainnya makanya dia narik kain seenaknya tanpa perhitungan, sampai2 tidak melihat kalau kain hitam yang ditarik itu terlalu jauh hingga terlihatlah dedy didalamnya yang keluar lewat pintu belakang.

kasihan dedy, akhirnya lu dipermalukan gara2 anak buah lu sendiri..anehnya udah dipermalukan begitu ente juga yang lantik dia jadi the master.

nah ini dia pic kronologisnya :

pertama2 dedy diikat rantai begini dan rizuki siap2 narik kain hitam buat nutupin

rizuki mulai siap siap narik kain hitam dengan pedenya

nah seharusnya begini ketutup semua ama kain

sayang nariknya keterusan dan gak pake perkiraan, padahal bukan salah kainnya tuh dan akhirnya ha ha ha

tuh kelihatan dedy lagi buka rantai yang gampang banget terlepasnya. abis itu dia keluar lewat pintu belakang kotak yang ternyata bolong. dedy gak sadar kalo kainnya terbuka !
udah itu waktunya cukup lama juga kain dalam posisi begitu gak dibenerin lagi.

saran gue buat RCTI sih gak usah di tayang ulang aja nih…daripada malu maluin besar..ha ha ha
ini baru pertama kalinya permainan ilusi kebongkar bulat bulat didepan mata ! sampai sampai anak kecil juga tahu itu salah, satu rumah gue juga tahu semua dan ketawa.
kalo gue jadi dedy bisa minta pensiun gue dari dunia magic gara2 ini

karena rizuki semalam mainnya banyak salahnya maka gue jadi beralih milih Cosmo aja, cosmo walaupun permainannya biasa aja tapi kan gak pernah buat kesalahan fatal, sayangnya malah rizuki yang dipilih dedy jadi the master hanya krn pertimbangan fisik semata.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2361558

Tuhan Diumpat ‘Wedus’, Komisi Penyiaran Tegur SCTV

TEMPO Interaktif, Semarang – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah melayangkan surat teguran kepada stasiun televisi Surya Citra Televisi Indonesia yang menayangkan sinetron Para Pencari Tuhan. “Ada tayangan pelecehan terhadap Tuhan, tidak mendidik, dan sangat membahayakan perilaku anak-anak dalam sinetron tersebut,” kata Kepala Divisi Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah Zainal Abidin Petir dalam konferensi pers, Minggu (30/8).

KPID Jawa Tengah menilai, SCTV telah melakukan pelanggaran pada sinetron ”Para Pencari Tuhan” dimana sang pemeran Ketua Rukun Warga, Idrus, selalu mengumpat dengan kata-kata ”WEDUS”. Zainal menyatakan, ada adegan Idrus mengumpat setelah doa yang dipanjatkan kepada Allah tidak dikabulkan. ”Masa’ Tuhan diumpat dengan kata-kata-kata wedus,” kata Zainal. Zainal menyatakan, tayangan tersebut ditemukan pada Kamis (27/8) sekitar pukul 18.00. “Setelah kami pantau ternyata umpatan seperti itu seringkali dilakukan,” katanya.

Tayangan umpatan tersebut melanggar pasal 13 Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Dalam aturannya, isi siaran tidak boleh menyajikan penggunaan bahasa atau kata-kata makian yang mempunyai kecenderungan menghina/merendahkan martabat manusia, memiliki makna jorok/mesum/cabul/vulgar, serta menghina Tuhan.

KPID juga menegur stasiun Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) atas tayangan “Masihkah Kau Mencintaiku”. Zainal menyatakan telah terjadi pelanggaran berupa pengungkapan aib seseorang, mempertontonkan menantu dan mertua saling bertengkar dan memaki-maki dalam acar tersebut.
Selain itu, kata Zainal, ada kesan pembawa acara/narator Helmi Yahya dan Dian Nitami mendorong berbagai pihak yang terlibat konflik mengungkapkan secara terperinci aib masing-masing pihak yang berkonflik.

KPID juga menegur stasiun lokal, PRO TV terkait pelanggaran pada tayangan Wara Wayo (Wani po Ra-Wani to Yo). Pada kurun waktu Mei 2009 hingga Juni 2009 tayangan tersebut berisi tantangan dengan iming-iming hadiah lima puluh ribu rupiah.

Sesuai pengamatan KPID, beberapa tayangan yang tidak mendidik tersebut adalah ada orang ditantang makan Balsem 6 colek, makan ikan pindang mentah, dan adegan anak-anak sekolah disuruh ngemut jempol kaki yang sebelumnya tidak dicuci selama tiga menit. “Ini sangat tidak manusiawi, menjijikkan, dan merendahkan martabat manusia,” kata Zainal.

(video) Akhirnya China Berhasil Membuat Robot Transformer

Pawang Pelatih 85 Kucing Penangkap Tikus

pawang kucing

“Raja Kucing” Liu Jianguo beserta “pasukan bodyguard kucing”.

Seorang pria yang bekerja di perusahaan beras di Liaoning, Tiongkok, telah melatih 85 ekor kucing untuk membantu menjaga gudang beras, dan berhasil membuat para kawanan tikus lari terbirit-birit. Sejak saat itu gudang bahan pangan itu jarang disatroni tikus lagi.

Menurut berita harian Liao Ning, Liu Jianguo yang memiliki julukan Mao Wang (raja kucing) tahun ini genap 47, ia bekerja pada unit kerja PT Industri Beras, Pan Jin Ting Xiang – Liaoning, memiliki sebuah “pasukan garda kucing” berskala besar, total jenderal sebanyak 85 ekor.

Selama 2 tahun belakangan ini, di bawah pelatihan Liu, para kucing yang lucu tersebut telah dilatih menjadi kucing pelacak, kucing penyergap dan kucing peronda, semuanya sesuai tugas masing-masing dan penuh tanggung jawab sehingga para tikus itu lari terbirit-birit, minimal tak berani bergerak.

Menurut laporan, beras yang disimpan di dalam gudang beras perusahaan itu adalah beras organik, oleh karena racun tikus sintesa kimiawi bisa berpengaruh pada kualitas beras, maka pihak perusahaan mulai melakukan penelitian tentang cara pemusnahan tikus dengan ilmu fisika dan biologi, metode tersebut termasuk penggunaan perangkap tikus, di sekitar simpul penyimpanan mempertahankan rerumputan guna memelihara ular, memelihara burung hantu dan landak serta pengembang-biakan pasukan kucing, tindakan pemusnahan tikus tersebut menunjukkan hasil bagus terutama menggunakan kucing rumahan menumpas tikus adalah yang paling efektif.

Selanjutnya diberitakan,  pada 2007 gudang pangan industri beras itu pindah alamat baru, bertetangga dengan sawah pertanian yang sangat luas. Gudang beras baru tersebut menyimpan 50.000 ton lebih gabah, jauh lebih luas daripada gudang lama. Jika menambah jumlah kucing yang nantinya bisa berkeliaran ke-4 penjuru, sangat dimungkinkan menimbulkan pengaruh buat produksi.

Penanggung jawab bahan pangan tiba-tiba mempunyai ide lateral: “Bisakah melatih kucing yang penurutnya seperti anjing?” Tugas berat ini langsung jatuh pada Liu Jianguo kepala divisi kendaraan yang memang penyayang kucing.

Selanjutnya diberitakan, oleh karena kucing memiliki sifat kemandirian yang kuat dan tidak mau diatur-atur; selain itu pada dasarnya kucing bersifat waspada, mudah takut akan cahaya kuat dan kerumunan orang banyak. Hendak melatih kucing dewasa yang eksis saat itu dari dalam gudang dengan karyawan yang cukup banyak, kendaraan tak hentinya berlalu lalang serta perangkat mesin dengan suara hiruk pikuk tentu bukan pekerjaan mudah.

Liu memulai program pelatihan dengan anak kucing, seharian ia tinggal dan bermain dengan kucing itu, bahkan meladeni makan siang bagi para kucing. Waktu berlalu dan muncul keterikatan emosional, ketergantungan generasi kucing yang baru terhadap Liu Jianguo semakin lama semakin kuat, juga semakin penurut, bahkan begitu mendengar Liu bersiul mereka lantas menghampirinya dengan manja.

Berdasarkan keistimewaan masing-masing kucing Liu melakukan pelatihan dengan melakukan pembagian kelompok. Melalui jerih payah selama 1 tahun lebih akhirnya para kucing dapat dilatih menjadi kucing peronda, kucing pelacak dan kucing penyergap.

Di dalam pasukan garda penjaga gudang pangan generasi baru itu, setiap kucing memiliki gerak yang gesit. Reporter menyaksikan di lapangan, seekor kucing penyergap di dalam semak, tiba-tiba melakukan sergapan terhadap seekor burung Gereja yang seringkali bercuap, terlihat ia melompat, si burung pun sudah tertangkap.

Gerak kucing pelacak lebih cepat, sekali berkelebat bisa melompat ke atas pohon setinggi 3 meter. Sedangkan seekor tikus yang menyelundup masuk melalui kendaraan suplai pangan, ketika sedang mendeteksi keadaan di dalam halaman, terlacak oleh seekor kucing peronda dengan mata tajam. Kucing peronda dari jarak 20 meter tiba-tiba mempercepat langkah dan dengan secepat kilat memburu tikus itu, sang tikus pun panik dan berupaya lolos, namun hasilnya sia-sia. (The Epoch Times/whs)erabaru.or.id