Arsip untuk Agustus 27th, 2009

Jadikan Orang Kelaparan sebagai Tontonan

ed wardleYukon (BCZ) Usaha Ed Wardle, 34, untuk bertahan di alam liar dalam acara Alone In The Wild akhirnya kandas di tengah jalan.

Dia hanya berhasil bertahan selama tujuh minggu di antara total tiga bulan yang harus dijalaninya di hutan Yukon, bagian barat Kanada. Channel 4 yang menjadi penyelenggara dianggap bersalah karena tidak memilih orang yang terlatih di bidangnya.

”Perusahaan yang amat bodoh jika (stasiun sekelas) Channel 4 mengirimkan (sembarang) orang ke ekspedisi seperti itu. Sebuah tindakan yang tidak bertanggung jawab karena mereka tidak memastikan, apakah Ed Wardle kompeten dan memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk bertahan (di alam liar). Mereka hanya membuatnya sebagai hiburan agar kami bisa melihat kondisinya yang semakin memburuk,” ujar John Beyer, direktur Media Watch.

Wardle terpaksa menggunakan panggilan darurat melalui saluran telepon khusus bersinyal tunggal karena ingin segera mengakhiri petualangannya. Akhirnya, kamerawan yang bekerja untuk Channel 4, ITV, BBC, dan Discovery itu dijemput oleh pesawat dan sampai di London pada Senin (24/8). Dia menderita kelaparan dan kini sedang menjalani perawatan di rumahnya.

Melalui Twitter, kondisi Wardle itu segera diketahui oleh kekasihnya, Amanda Murray. Wardle menceritakan bagaimana dia berhalusinasi dan berbicara dengan serangga ketika mengalami kelaparan. Dia juga kehilangan berat badan dengan cepat serta denyut nadinya melemah, hanya berdenyut 32 detak per menit dari ukuran normal 60-100 detak per menit.

Selama hidup di hutan seluas 1,29 juta kilometer persegi itu, Wardle cuma membawa senapan dan kail pancing sebagai senjata. Dia dapat bertahan hidup hanya dengan memakan buah beri dan hewan liar yang ditangkapnya. Mulai kelinci, tupai, tikus tanah, hingga landak.

Supaya acara terlihat semakin menantang, Wardle menolak untuk mendapatkan akses kontak dengan manusia. Dia membiarkan kru Channel 4 merekam perjuangannya dari helikopter. (jpnn)

sumber foto ; http://channel.nationalgeographic.com/channel/alone-in-the-wild-eds-filming-process

Inilah Kota Paling mematikan di Dunia

Ciudad Juarez
(istimewa)

INILAH.COM, Sydney – Menyandang gelar kota paling mematikan sedunia dan siapapun disarankan untuk menghindarinya. Kota-kota berikut menjadi berbahaya karena tingginya angka pembunuhan.

Pertama dan paling berbahaya adalah Kota Ciudad Juarez di Meksiko. Kota ini menjadi saksi pertempuran geng narkoba yang makin brutal. Dinas Keamanan Publik mencatat 130 pembunuhan di antara 100 ribu penduduk. Per 21 Agustus, 1362 orang terbunuh sejak awal 2009.

Di posisi kedua, seperti dilaporkan news.com, ibukota Venezuela, Caracas. Majalah Foreign Policy bahkan pernah menobatkan Caracas sebagai ibukota pembunuhan pada 2008. Angka kematian akibat pembunuhan mencapai 96 dari 100 ribu penduduk.

Berdasarkan laporan Biro Investigasi Federal (FBI) dan media AS, Kota New Orleans menempati urutan selanjutnya. Kota yang banyak didominasi ras hispanik ini memiliki rasio 95 pembunuhan dari 100 ribu penduduk.

Tempat keempat adalah kota di perbatasan Meksiko-AS, Tijuana yang dikenal sebagai ladang perebutan para kartel narkoba negara tersebut. LSM Meksiko memberikan angka rasio pembunuhan 73 dari 100 ribu penduduk.

Selanjutnya Ibukota Afrika Selatan, Cape Town, dengan 62 kematian. Ibukota Irak, Baghdad menempati peringkat ke-10 dengan 40 pembunuhan per 100 ribu penduduk. Semua kota yang masuk dalam daftar 10 besar ini tak pernah direkomendasikan oleh agen wisata manapun. [vin]

Imam di Gorontalo Meninggal Saat Salat Tarawih

TEMPO Interaktif, Gorontolo – Ronny Van Gobel (60), salah seorang imam di Masjid Besar Baiturahim Kota Gorontalo, meninggal saat melaksanakan sholat tarawih berjamaah, Rabu (26) malam.

Ronny Van Gobel meninggal saat sedang melaksanakan salat tarawih yang memasuki rakaat kelima. Menurut Ajis Dama, muazin di mesjid terbesar di Kota Gorontalo tersebut, Ronny Van Gobel sesuai jadwal yang ada di mesjid itu adalah imam pada saat salat Isya, dan rencananya dia akan menjadi imam untuk sholat witir.
“Namun baru pada salat tarawih memasuki rakaat kelima dia sudah meninggal,” kata Ajis.

Dia menceritkan, saat sedang melaksanakan salat di samping Ronny Van Gobel, dia tidak melihat adanya tanda-tanda bahwa sang imam seperti orang yang menderita sakit atau sedang mengalami masalah kesehatan lainnya. “Pak imam baru diketahui meninggal saat jeda sholat tarawih,” ungkap Ajis.

Hal yang sama juga diceritakan oleh Abdulah Hippy, salah seorang imam di mesjid tersebut. Dia mengatakan, posisinya juga tepat berada di sebelah kanan dari Ronny Gobel saat meninggal. Dia mengetahui bahwa rekannya tersebut sudah tidak bernyawa lagi pada saat sedang ruku.

Ketika itu, dia melihat Ronny Van Gobel yang akan ruku tiba-tiba akan jatuh, namun seketika itu pula dia langsung menahan Ronny hingga pada posisi sholat sedang sujud. “Saya menahannya, dan ketika saya lihat dia ternyata sudah dipanggil Allah SWT,” kata Abdulah.

Dia menambahkan, pada saat memasuki sholat witir, mereka langsung mengevakuasi Ronny Van Gobel ke ruangan di salah satu mesjid tersebut.

Menariknya, imam tersebut meninggal dengan wajah tersenyum. Hal ini kemudian menarik perhatian jamaah lainnya di mesjid itu dan juga warga sekitar yang berada di rumah Ronny Van Gobel.

Tak pelak, rumah pak imam ini menjadi ramai oleh warga yang hanya ingin melihat langsung cara dia meninggal yang tidak seperti biasanya. “Ini berkah. Tidak gampang melihat orang yang meninggal di saat sholat tarawih dan sambil tersenyum,” kata Eman, salah seorang warga.

Rencananya imam tersebut akan dikebumikan esok hari sambil menunggu keluarga lainnya yang berada di luar daerah.

Monster Loch Ness Terlacak Satelit Google Earth?

Melalui laptop atau komputer PC kita, Google Earth cukup membantu mengetahui keberadaan seisi dunia. Namun, bukan itu saja, jasa pencitraan ini diduga telah menguak keberadaan monster yang sudah melegenda, Loch Ness.

Sebagaimana diberitakan Daily Mail, Rabu (26/8) disebutkan, menurut penjaga keamanan, Jason Cooke, mengatakan bahwa makhluk sepanjang 65 kaki berbentuk bulat memanjang disertai dengan beberapa tungkai tipis diyakininya sebagai makhluk penghuni Loch Ness di Dataran Tinggi Skotlandia.

“Ketika saya melihatnya pertama kali, saya tidak percaya sebab wujudnya sangat mirip dengan ciri-ciri monster Nessie.”

Menurut para pecinta Nessie, monster ini diyakini makhluk plesiosaurus, yaitu reptil air yang muncul di awal jaman Jurassic dan sudah punah. Menurut Adrian Shine, peneliti dalam proyek Loch Ness menyebut gambar tersebut ‘benar-benar menarik’ dan mengundang kajian lebih dalam.

Sebelumnya, di tahun 1934, seorang dokter militer Kolonel Robert Wilson mengklaim pernah mengabadikan makhluk laut yang muncul di permukaan air di Loch. Sejak itu, Nessie menjadi bahan perdebatan dunia.

Hingga kini selama 80 tahun, keberadaan makhluk raksasa ini masih menyimpan misteri meski telah dilakukan serangkaian penelitian dengan menggunakan peralatan yang canggih.

Penampakan foto monster Loch Ness melalui Google Search ini dilakukan dengan menggunakan koordinat Latitude 57°12’52.13″N, Longitude 4°34’14.16″W.global