Arsip untuk Agustus 14th, 2009

Lebih Cantik, Dicurigai Imigrasi

Shanghai (BCZ) Ini peringatan bagi kaum hawa yang rela melakukan apa saja demi terlihat cantik dan manglingi.
Sekelompok perempuan Shanghai terpaksa berurusan dengan imigrasi sepulang menjalani operasi plastik di Korea Selatan (Korsel) Minggu lalu (9/8). Pasalnya, wajah cantik mereka tidak sesuai dengan foto yang terpampang di paspor.

“Setelah mencopot topi dan kacamata lebar pun, wajah mereka tetap tidak sama (dengan foto paspor). Apalagi, ada beberapa perban dan jahitan di bagian wajah mereka,” ujar Chen Tao, pejabat Bandara Hongqiao Shanghai, dalam wawancara dengan China Daily kemarin (12/8). Menurut dia, kelompok yang harus berhadapan dengan petugas imigrasi itu terdiri atas 23 perempuan. Usia mereka diperkirakan antara 36 hingga 54 tahun.

Chen mengatakan, petugas imigrasi di bandara membutuhkan waktu lebih lama untuk mencocokkan wajah mereka dengan foto paspor. Sebab, rata-rata, mata mereka lebih lebar bila dibandingkan dengan yang ada di foto. Hidung mereka tampak lebih mancung dan dagu mereka juga terlihat lebih runcing. “Petugas harus mencocokkan bagian wajah mereka yang belum dioperasi dengan foto paspor dengan sangat cermat,” lanjutnya seperti dikutip AFP.

Proses identifikasi di bagian imigrasi yang biasanya hanya butuh waktu 45 detik menjadi jauh lebih lama. Menurut Chen, setiap orang dalam kelompok itu terpaksa diperiksa selama beberapa menit. Untung, petugas imigrasi memercayai keterangan mereka. Yakni, mereka baru saja menjalani operasi plastik. “Setelah lolos identifikasi, mereka kami perintah segera memperbarui paspor,” tandas Chen. (hep/ami)KEPRITODAY.COM

Tulang Belulang Ayam Purba Menunjukkan Kedatangan Orang Polinesia ke Chili

tulang ayam

Dapatkah tulang ayam purba membuktikan orang-orang Polinesia mengunjungi Amerika Selatan sebelum kedatangan orang Eropa? (Archaeology)

Tulang seekor ayam di Chili memberikan bukti yang kuat hingga memunculkan perdebatan apakah orang-orang Polinesia melakukan perjalanan dengan rakit mengunjungi Amerika Selatan beberapa ribu tahun yang lalu – atau sebaliknya, demikian para peneliti mengatakan.

DNA tulang itu membawa suatu mutasi yang aneh yang menghubungkannya dengan ayam-ayam di Tonga dan Samoa., penentuan umur dengan cara radiokarbon menunjukkan tulang-tulang itu berumur 600 tahun – yang berarti lebih tua atau mendahului kedatangan orang Spanyol di Amerika Selatan.

Alice Storey, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Auckland, New Zealand, yang sedang melakukan penelitian mengatakan bahwa ayam-ayam ini ada hubungannya dengan induk ayam (babon) dari Polinesia.

Penemuan timnya yang dipublikasikan dalam The Proceeding of the National Academy of Sciences, mempunyai kesan petualangan Thor Heyerdahl hanya sebagian yang benar saat ia berlayar dengan rakitnya Kon-Tiki dari Amerika Selatan ke Polinesia untuk membuktikan hubungan prasejarah menyeberangi Pasifik yang menjadi karya penerbitan terlaris.

Lewat telewicara telepon Storey mengatakan: “Apa yang dikatakannya adalah berbalikan.”

Ia menambahkan: “Heyerdahl berpikir orang ke luar dari Amerika Selatan menuju Polinesia. Kita tahu kenyataannya bahwa orang Polinesia yang pergi ke Amerika Selatan.”

Pada dasarnya ayam berasal dari Asia Tenggara, dan banyak peneliti berasumsi petualang-penakluk dari Spanyol membawanya masuk ke Asia Tenggara pada abad 16.

Para ahli yang lain tidak yakin. Ketika sebuah tim peneliti secara tidak sengaja menemukan tulang belulang ayam purba di suatu lokasi arkeologi di Chili, mereka mencoba menentukan umurnya dengan radiokarbon dan melihat DNA nya.

Para peneliti sungguh beruntung karena DNA ayam-ayam tersebut membawa mutasi yang aneh yang identik dengan penemuan di dua tempat arkeologi di Pasifik: Mele Havea di Tonga, berumur 2.000 tahun yang lalu, dan yang satu lagi di Samoa Amerika, berumur kira-kira sama dengan yang di Chili.

“Tentang tempat asal dan waktu pengenalan unggas domestik atau ayam, orang Amerika telah berdebat lebih dari 30 tahun”, tulis tim dari Storey.

“Di sini kami menemukan bukti-bukti yang pasti, pengenalan ayam zaman pra Eropa ke Amerika dan menunjukkan melalui bukti-bukti DNA purba sepertinya sumber pengenalan itu adalah Polinesia,” tambahnya. (Epochtimes)erabaru.or.id

Derita Seorang Pria Dengan Rambut Sekujur Tubuh

Rambut Sekujur TubuhSeorang pria asal China mengeluh bahwa ia sudah bosan menjomblo. Bukan karena wajahnya yang tak tampan, namun ia memiliki kendala karena sebagian besar tubuhnya tertutup oleh rambut yang tebal.

Xiao Song, 23, asal kota Changchun di Propinsi Jilin, timur laut China, terlahir dengan tanda lahir yang kini menumbuhkan rambut tebal di hampir seluruh tubuhnya.

“Saya bahkan tak dapat mengenakan kemeja atau kaus karena rambut saya yang kaku dapat menembus bahan-bahan pakaian tersebut,” keluhnya.

Punggung dan tubuh bagian depan Song hampir seluruhnya ditutupi oleh rambut, demikian lansir New Culture Daily.

“Yang paling membuat frustasi adalah, tak ada gadis yang mau membina hubungan dengan saya sejak mereka tahu rahasia memalukan ini,” tuturnya.

“Dan ketika ada gadis yang bersedia menerima keadaan saya, nantinya keluarga gadis itu akan memaksa kami berpisah karena mereka tak mau kondisi ini menurun ke anak-anak kami.”ASTAGA.COM

Gara-gara Menguap, Dipenjara 6 Bulan

CHICAGO-RASA kantuk yang acap dibarengi menguap, adalah hal yang alami. Bahkan semua manusia mengalaminya. Namun lantaran itu pula, seorang pria berkebangsaan Amerika Serikat (AS) malah kena naas. Dia divonis penjara selama 6 bulan.

Clifton Williams Sr, sang penguap, sangat kecewa dengan vonis yang dijatuhkan hakim padanya. Dia tak menyangka, meski tindakan itu tak sengaja, dia tetap dinyatakan bersalah.

Namun menurut hakim, yang dikutip dari Fox, kemarin (12/8), Clifton Williams Sr dijatuhi hukuman seperti itu bukan tak beralasan.

Kala itu, Williams sedang menghadiri sidang sepupunya, Jason Mayfield, di Pengadilan Juli du Will County di Joliet. Ketika Hakim Daniel Rozak membacakan putusan untuk Mayfield, Williams menguap.

Bukan menguap biasa, menurut Hakim Rozak. Sebab Williams mengangkat tangannya dan bersuara dengan keras. Rozak menganggapnya pelecehan terhadap pengadilan yang merupakan kejahatan.

Enam bulan tanpa sidang juri merupakan hukuman maksimal bagi yang melecehkan pengadilan. (int)