Arsip untuk Agustus 13th, 2009

Bocah 3 Tahun Selamat Terjun dari Lantai 9

baby jump

SINGAPURA-JERITAN histeris tak bisa tertahankan Hanna Kim. Ibu rumah tangga yang tinggal di lantai 9 salah satu apartemen di Singapura ini, nyaris pingsan melihat anaknya yang baru berusia 3 tahun, terjun bebas dari jendela ke luar gedung, kemarin (11/8).

Hanna Kim mengira anak kesayangannya itu telah tewas, dengan tubuh yang remuk, bahkan mungkin kepalanya pecah. Tapi itu tak terjadi. Park Sihu, sang bocah ternyata selamat dari maut.

Peristiwa ajaib ini, seperti dilansir Straits Times, dikala Park Sihu berada di pinggir jendela apartemennya tanpa ada pengawasan dari orangtua atau pengasuhnya. Tiba-tiba, ia bisa meloloskan diri dari jendela terbuka itu dan langsung terjun bebas ke bawah.

Beruntung bocah itu, mendarat di tumpukan rumput jerami yang kebetulan berada di area apartemen mewah Goldenhill Park Condominium itu. Warga sekitar menemukannya masih dalam keadaan sadar dan melarikan Sihu ke Rumah Sakit KK Womens dan Children. Sihu yang beruntung itu hanya mengalami luka di bagian kaki dan persendiannya. “Dia sangat beruntung bisa hidup, Tuhan pasti melindunginya,” kata sang ibu, Hanna Kim. Sihu kini masih menjalani operasi kecil untuk memulihkan kakinya. (int)posmetro-medan.com

Korban Perkosaan Dibunuh Demi Harga Diri

Amman (BCZ) Seorang pria Jordania berusia 41 tahun ditangkap oleh aparat kepolisian karena menembak keponakannya sendiri hingga tewas.

“Dia ditangkap karena menembak seorang gadis berusia 16 tahun. Gadis ini ditembak delapan kali di beberapa bagian tubuhnya,” kata seorang anggota kepolisian di wilayah Nasser, sebuah daerah yang terletak di sebelah timur kota Amman.

Gadis yang ditembak merupakan keponakannya sendiri. Gadis ini menjadi korban perkosaan tahun lalu dan dua bulan lalu telah melahirkan seorang anak akibat perkosaan tersebut. Pria ini menyatakan pembunuhan ini ia lakukan demi menjaga harga diri keluarga mereka yang terluka akibat peristiwa perkosaan ini.

Umumnya setiap pembunuhan akan diberikan hukuman mati di Jordan. Namun tindakan pembunuhan yang didasari untuk ‘menjaga harga diri’ biasanya akan diberikan keringanan dibandingkan dengan pembunuhan biasa.

Setiap tahunnya sekitar 15 hingga 20 orang wanita di Jordan menjadi korban pembunuhan yang mengatasnamakan harga diri. (jhs)kepritoday.com

MUI Se-Jawa dan Lampung Fatwakan Debus Haram

Serang (ANTARA News) – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia se-Jawa dan Lampung mengeluarkan fatwa bahwa kesenian tradisional debus dengan menggunakan bantuan jin, setan dan mantera-mantera, hukumnya adalah haram karena termasuk kategori sihir.

Ketua MUI Provinsi Banten bidang Ormas dan Hubungan Luar Negeri KH Aminuddin Ibrahim di Serang, Rabu mengatakan, dalam rakorda MUI se-Jawa dan Lampung tersebut dibahas bahwa debus dan atraksi-atraksi sejenisnya dalam pandangan Islam ada yang dibolehkan namun ada yang tidak dibolehkan.

Menurut Aminuddin, diantaranya yang tidak dibolehkan tersebut adalah atraksi-atraksi yang menggunakan bantuan tenaga jin, setan atau mantera-mantera karena termasuk sihir dan perbuatan syirik termasuk di dalamnya debus yang menggunakan kekuatan tersebut maupun dengan ayat-ayat qur`an yang dibolak-balik.

“Tetapi kalau kemampuan itu diperoleh dari latihan keterampilan dan oleh tubuh tidak ada masalah asal jangan dicampur-campur juga,” katanya usai penutupan rakor tersebut.

Aminuddin mengatakan, fatwa tersebut bukan bertujuan menghilangkan nilai seni dan budaya dari debus yang selama ini menjadi ciri khas atau ikon suatu daerah seperti di Banten, tetapi berlaku untuk di semua daerah mana pun juga, sepanjang debus atau atraksi sejenis menggunakan kekuatan-kekuatan setan, jin atau mantera-mantera.

Dalam fatwa tersebut, MUI menimbang bahwa debus serta hal-hal lain yang sejenis akhir-akhir ini semakin merebak dengan bebas dan tersiar secara luas di tengah-tengah masyarakat, baik melalui media cetak dan elektronik, maupun media komunikasi modern.

Dengan demikian, dalam kenyataan debus telah menimbulkan berbagai dampak negatif bagi umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya, terutama generasi muda pada akidah Islamiyah maupun terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat yang beradab dan berilmu pengetahuan.

Selain itu debus sudah menjadi ikon suatu daerah dan sebagian besar umat Islam dan bangsa Indonesia, baik masyarakat umum maupun para penyelenggara negara, dianggap belum memberikan perhatian maksimal dan belum mengetahui secara tepat pandangan Islam terhadap debus serta hal-hal terkait lainnya.

Selain fatwa tentang debus, maka rakor ke VII MUI se-Jawa dan Lampung di Serang 11-12 Agustus tersebut yang dihadiri sekitar 150 peserta juga mengeluarkan fatwa mengenai hipnotis dan hukum khitan bagi perempuan yang masih terdapat perbedaan antara wajib dan sunat.  (*)ANTARA

Artkiel Terkait

Rahasia debus