Arsip untuk Agustus 1st, 2009

Tanaman Pot Paling tua di Dunia

ekoAP Photo/ Matt Dunham. Apa yakin tanaman dalam pot ini pohon paling tua di dunia, pohon cycad (sykas) berusia 234 tahun ini diangkat menuju sebuah posisi oleh alat pengangkat (kanan) untuk ditempatkan kembali ke pot di Royal Botanic Gardens, Kew London, Rabu (29/7).

article-1203029-05E16919000005DC-479_634x419
Alat pengangkat setinggi empat meter  mengangkat pohon itu dibantu beberapa pekerja untuk mengarahkan pohon cukup besar itu ke dalam pot baru. Ini adalah pertama kali bagi Kew Gardens memindahkan tanaman cycad purba itu atau bahasa latinnya Encephalartos altensteninii, yang pertama kali dikoleksi pemburu pertama tanaman Kew, Francis Masson, dari daerah Eastrern Cape Afrika Selatan awal 1770-an.http://www.analisadaily.com/

2 Sobat Karib Bunuh Diri Bareng

INILAH.COM, Kediri – Siti Dewi Masitoh dan Lia Nur Habibah bersahabat karib. Kedua dara 17 tahun ini punya kesulitannya masing-masing. Namun sayang, curhat di antara mereka justru berujung pada bunuh diri bersama.

Liran, ayah Siti, mengaku awalnya ia mendengar suara gaduh di dalam kamar putrinya. Setelah didatangi, ternyata ia menemukan Siti dan Lia sudah lemah dan kritis di dalam kamar Siti.

“Putri saya sudah pingsan di dalam kamar, sementara Lia masih sadar dan ia bisa berjalan pulang ke rumahnya,” kata Liran dengan wajah sedih di Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (1/8).

Liran mengaku tidak mengetahui persis kenekatan putrinya tersebut untuk ikut bunuh diri. Bahkan, selama ini sepertinya tidak ada masalah yang sangat penting sehingga membuat Siti depresi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Siti nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi karena kedua orangtuanya sering sakit-sakitan dan tidak kunjung sembuh.

Sedangkan Lia juga nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi akibat dipaksa menikah dengan Dartono (27), seorang pemuda asal Kecamatan Wates. Ia tidak bisa menerima pernikahan yang sudah berlangsung sejak 27 Juli tersebut, sehingga nekat mengakhiri hidupnya.

Karena depresi, Lia akhirnya mengajak Siti bunuh diri. Keduanya lalu menenggak minuman softdrink yang dioplos dengan potasium dan obat sakit kepala di dalam Siti pada Jumat 31 Juli malam.

Keluarga yang mengetahui hal tersebut langsung melarikan keduanya ke RS Siti Kadijah, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Sayangnya, saat hendak dilarikan, nyawa Siti sudah tidak dapat ditolong, sementara Lia saat ini kritis, dan kini masih dirawat secara intensif.

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Kami juga menunggu korban pulih, karena memang saat ini masih kritis,” kata Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Didit Prihantoro. [*/sss]

Orang Tua Siti Sakit-sakitan, Lia Dijodohkan

Kediri (beritajatim.com) – Motif bunuh diri dua gadis bertetangga, Lia Nurhabibah (17) dan Siti Dewi Masitoh (17), asal Dusun Bangkok Timur, Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, sampai saat ini masih buram. Namun, banyak kabar menyebutkan ada dua motiv berbeda yaitu, masalah orang tua dan suami.

Menurut keterangan Yusi, bibi Lia Nur Habibah saat ditemui di RS Siti Khodijah, Gurah mengatakan, akhir-akhir ini keponakannya dalam kondisi tertekan dengan suaminya, Sudarsono (23), asal Dusun Bolodewo, Desa Wonorejo, Kecamatan Wates.

“Saya kurang tahu pasti mas, namun yang jelas pada tanggal 23 Juli 2009 kemarin, Lia nikah dengan Sudarsono, dan itu karena paksaan orang tua. Orang tua Lia melihat Sudarsono sudah bekerja di sebuah perusahaan kerupuk Wates, dan sudah lama menyukai Lia,” kata bibi Lia, Sabtu (1/8/2009) pagi.

Saat ditanya, apakah Lia tidak suka dengan Sudarsono karena telah memiliki seorang pacar, bibinya enggan untuk menjawab. “Kalau itu saya tidak tahu. Namun, Lia sering termenung, dan lebih sering curhat dengan Siti,” terang bibi Lia, yang ditemui ketika menunggui keponakannya itu.

Sementara itu saat disinggung masalah Siti Dewi Masitoh, bibi Lia enggan menuturkan. “Tidak tahu ya, kalau dengar-dengar karena ada masalah dengan keluarga. Yaitu, orang tuanya sering sakit-sakitan,” ujar bibi Lia.

Secara terpisah, Kapolsek Gurah AKP Sudiono membenarkan dugaan motif bunuh diri dua korban itu karena perjodohan dan kondisi kesehatan orang tua mereka. “Iya, berdasar keterangan anggota kami di lapangan, yang satu yaitu Siti terbebani dengan sakit komplikasi yang dialami kedua orang tuanya, sedangkan Lia tidak suka dengan perjodohan yang dilakukan orang tuanya,” terang AKP Sudiono.

Kendati demikian, AKP Sudiono terus mengembangkan kasus itu, untuk mengetahui secara pasti penyebab korban bunuh diri dengan minum potas, atau racun ikan yang dioplos dengan Sprite dan obat sakit kepala Bodrex. [nng/kun]

Kelelawar Berjalan Ditemukan di Selandia Baru (video)

Mystacina tuberculata

Mystacina tuberculata

Sebuah studi baru-baru ini telah menemukan seekor kelelawar aneh di Selandia Baru yang kebayakan aktivitasnya berjalan dengan empat kaki di tanah ketimbang dengan sayapnya.

Melansir pemberitaan National Geographic, Jumat (31/7) disebutkan, spesies ini diduga masih ada kaitannya dengan keturunan nenek moyang kelelawar 20 juta tahun silam di Australia. Studi itu dilakukan oleh tim peneliti international yang dipimpin oleh Dr Suzanne Hand, pakar kelelawar di University of New South Wales, Sydney.

Bersama dengan kelelawar vampire Desmodus rotundus di Amerika, kelelawar New Zealand itu hanya dua dari 1.100 spesies kelelawar di seluruh dunia yang bisa berjalan dengan empat kaki dengan sesungguhnya.

Kelelawar itu menggunakan sayapnya sebagai kaki. Jempol dan jarinya memiliki tambahan, termasuk sistem perekat seperti di tokek. Tim itu juga mendapati, adaptasi otot dan tulang yang mirip dengan fosil yang ditemukan di Australia. “Kelelawar berekor pendek itu tampaknya satu-satunya yang selamat dari moyangnya di Australia dan kini hanya ditemukan di New Zealand,” kata Dr Hand.

“Penemuan ini menentang hipotesa kelelawar tidak ditemukan di darat karena faktor persaingan atau pemangsa binatang lain,” katanya. Ia menambahkan beda dengan burung, tidak ada bukti kemampuan terbang kelelawar menurun akibat hidup di pulau yang terpencil.

Spesies ini berkelana di tanah di kawasan hutan lebat dengan berburu serangga dan mencari buah-buahan.HARIAN-GLOBAL.COM

Foto-foto Janin Yang Diculik dalam rahim Sudah Ditemukan

MASSACHUSETTS — Dugaan polisi bahwa bayi yang diambil paksa dari janin ibunya masih hidup, ternyata benar. Bayi perempuan tersebut ditemukan setelah dua hari kematian ibunya yang tewas terbunuh di dalam lemari kamar flatnya.

First picture: Julie Cory, her boyfriend Alex Dion, and the baby who Cory is accused of ripping from Darlene Haynes' womb  Read more: http://www.dailymail.co.uk/news/worldnews/article-1202871/Pictured-court-The-woman-charged-ripping-baby-dead-mothers-womb.html#ixzz0xn0U2GOu

First picture: Julie Cory, her boyfriend Alex Dion, and the baby who Cory is accused of ripping from Darlene Haynes' womb

Sersan Kerry Hazelhurst dari kepolisian Worcester, Massachusetts mengatakan, bayi itu dalam keadaan sehat saat ditemukan di rumah sakit New Hampshire. Dua orang ditangkap karena diduga terkait dengan pembunuhan ibu sang bayi Darlene Haynes, 23.

Julie Corey, the female suspect in the womb raiding case, appears via video link from a New Hampshire jail  Read more: http://www.dailymail.co.uk/news/worldnews/article-1202871/Pictured-court-The-woman-charged-ripping-baby-dead-mothers-womb.html#ixzz0xn0Kr0Q0

Julie Corey, the female suspect in the womb raiding case, appears via video link from a New Hampshire jail

Mereka yang ditangkap adalah Julie Corey, 35 dan seorang temannya. Mereka ditangkap di Plymouth, New Hampshire saat polisi menemukan keduanya bersama bayi malang tersebut. Sejumlah teman tersangka melaporkan kepada polisi karena curiga Corey mengaku telah melahirkan.

Workers in Massachusetts remove a piece of wood from the closet where Darlene Haynes was found dead  Read more: http://www.dailymail.co.uk/news/worldnews/article-1202871/Pictured-court-The-woman-charged-ripping-baby-dead-mothers-womb.html#ixzz0xn01QbSj

Workers in Massachusetts remove a piece of wood from the closet where Darlene Haynes was found dead

Corey dijerat dengan pasal pelarian kriminal atau buron, bukan pembunuhan. Dia akan disidang di pemgadilan distrik di Concord, New Hampshire. Saat ini Corey berada dalam tahanan dan tidak bisa dimintai komentarnya. Namun polisi menyatakan telah membebaskan teman laki-laki Corey yang ikut ditangkap bersamanya.

Darlene Haynes was found dead, wrapped in a blanket and hidden in a cupboard  Read more: http://www.dailymail.co.uk/news/worldnews/article-1202871/Pictured-court-The-woman-charged-ripping-baby-dead-mothers-womb.html#ixzz0xmzpgAor

Darlene Haynes was found dead, wrapped in a blanket and hidden in a cupboard

Polisi memaparkan Corey diketahui pindah ke New Hampshire di malam setalah terjadi pembunuhan. Salah satu media melaporkan, dia tiba di penampungan gelandangan di Plymouth Selasa malam (28/7) waktu setempat. Corey mengaku kepada para petugas di penampungan bahwa bayi itu adalah anaknya yang baru berumur enam hari.

Corey ditangkap sore keesolan harinya saat dia akan meninggalkan penampungan ketika seorang petugas melaporkan kejadian itu ke polisi dan seorang perawat mengambil gambar bayi itu menggunakan kamera ponselnya.

Tributes and a teddy bear have been placed outside the Haynes family home  Read more: http://www.dailymail.co.uk/news/worldnews/article-1202871/Pictured-court-The-woman-charged-ripping-baby-dead-mothers-womb.html#ixzz0xmyrr0mi

Tributes and a teddy bear have been placed outside the Haynes family home

Ibu bayi tersebut, Darlene Haynes, sedang mengandung delapan bulan saat ditemukan tewas. Namun janinnya hilang. Jasadnya ditemukan oleh pemilik flat apartemennya setelah mencium bau busuk dari kamar korban. (jpnn)

Aktris Hollywood Bingung dengan Setan Indonesia

Heather Storm/istimewa

Heather Storm/istimewa

Heather Storm, aktris asal Amerika Serikat yang ikut berperan dalam film Paku Kuntilanak, mengaku bingung dengan banyaknya jenis hantu di Indonesia.

“Saya bingung, jenis setan di Indonesia banyak sekali,” katanya saat ditanyakan apakah dirinya mengetahui setan Kuntilanak, usai press preview film tersebut di Jakarta.

Memiliki postur seksi, tinggi 1,70 meter, berat 57 kg, bintang film berambut pirang itu mengaku gembira diikutsertakan dalam film Indonesia.

“Bekerja dengan orang film di sini lebih akrab, berbeda sekali dibandingkan di Amerika,” katanya.

Ketika ditanyakan apakah dirinya percaya pada hantu, Heather sambil tertawa menjawab, “Saya belum pernah bertemu hantu. Tapi kalau bertemu hantu seperti dalam film ini (Kuntilanak), pasti saya takut setengah mati.”

Heather bukan orang baru di dunia film. Paling tidak, ia sudah membintangi empat film, masing-masing National Lampoon`s Doom Daze (2006), Always a First Time (2006), Epic Movie (2007), dan No Bad Days di mana dia menjadi bintang utama bersama Michael Madsen (Kill Bill).

Dalam Paku Kuntilanak, komedi-horor kategori dewasa yang diproduksi Maxima Pictures, ia berperan sebagai seorang gadis asing yang menjadi korban perbuatan jahat kekasihnya (Keith Foo), yang membunuh seorang gadis bernama Kunti (Dewi Perssik) demi mendapatkan dirinya. (Ant/soe)

Hebatnya huruf “T”

Tatkala Temperatur Terik Terbakar Terus,

Tukang Tempe Tetap Tabah, “Tempe-tempe” , Teriaknya.

Ternyata Teriakan Tukang Tempe Tadi Terdengar Tukang Tahu, Terpaksa Teriakannya Tambah Tinggi, “Tahu…Tahu. ..Tahu… !” “Tempenya Terbaik, Tempenya Terenak, Tempenya Terkenal!!”, Timpal Tukang Tempe .

Tukang Tahu Tidak Terima,”Tempenya Tengik, Tempenya Tawar, Tempenya Terjelek…. !” Tukang Tempe Tertegun, Terhenyak, “Teplakkk… !” Tamparannya Tepat Terkena Tukang Tahu.

Tapi Tukang Tahu Tidak Terkalahkan, Tendangannya Tepat Terkena Tulang Tungkai Tukang Tempe . Tukang Tempe Terjengkang Tumbang! Tapi Terus Tegak, Tatapannya Terhunus Tajam Terhadap Tukang Tahu.

Tetapi, Tukang Tahu Tidak Terpengaruh Tatapan Tajam Tukang Tempe Tersebut, “Tidak Takut!!” Tantang Tukang Tahu.

Tidak Ternyana Tangan Tukang Tempe Terkepal, Tinjunya Terarah, Terus Tonjokkannya Tepat Terkena Tukang Tahu, Tak Terelakkan! Tujuh Tempat Terkena Tinjunya, Tonjokan Terakhir Tepat Terkena Telak. Tukang Tahu Terjerembab.

“Tolong.. Tolong.. Tolong..!”, Teriaknya Terdengar Tinggi. Tetapi Tanpa Tunda Tempo, Tukang Tempe Teruskan Teriakannya, ” Tempe .. Tempe .. Tempe ..!!” Tukang Tahu Tambah Teriak Tararahu.. Tararahu, Tandingin Tararempe.. Tararempe..

Tape Teh…

Thanks

TemPE

Tumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2237356

Tolak Dijadikan PSK, Isteri Dibakar Suami (Pic)

MEDAN-Petaka yang dialami Yeni Nurhayani alias Yeyen (20) (baca POSMETRO MEDAN edisi Jumat 31 Juli 2009), pun kemarin dialami Yeni Anggaraini (24), warga Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang. Yeyen dibakar suaminya karena menolak dijual ke lelaki hidung belang, sedang Yeni dibakar gara-gara bertanya soal gaji pada suaminya.
Hingga kemarin (31/7) Yeyen wanita asal di Kampung Kolot, Desa Sabong Jaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar yang dibakar suaminya, masih terbaring lemah di Ruang Rawat Inap Mawar, RSUD Deliserdang.
Luka-luka bakar yang dideritanya tampak semakin parah. Buktinya, luka di bagian kaki wanita malang itu, kini sudah tampak mulai bernanah. Barangkali karena luka yang dideritanya itu pula, kondisi Yeyen tampak semakin lemah.
Tidak seperti pertama sekali ditemui POSMETRO MEDAN, Yeyen masih bisa berbicara jelas. Saat kembali disambangi, suara yeyen terdengar semakin parau dan bahkan wanita itu seakan tak kuat lagi bercerita seputar derita yang dialaminya.
Ternyata, pihak RSU Deliserdang tidak memberikan perawatan yang semestinya kepada Yeyen. Seperti pengakuan ibu Ponijah yang menunggui putrinya di ruang rawat inap itu, tak pernah sekalipun dokter di rumah sakit pemerintah itu datang memeriksa kondisi kesehatan yeyen.
Luka-luka bakar yang diderita wanita asal Tasikmalaya, Jabar itu, sama sekali tak pernah diobati. Sejak dihantar ke Rumah Sakit itu, Yeyen hanya diberi oksigen beberapa saat dan infus yang berguna sebagai penambah daya tahan tubuh.
Sayangnya, guna mengetahui apa penyebab Yeyen tidak mendapatkan perobatan yang semestinya di Rumah sakit milik Pemerintah Pemkab Deliserdang itu, Dr Aida Harahap Mars selaku Direktur RSU Deliserdang, tidak bersedia memberikan keterangan.
Demikian pula beberapa staf di sana. Kepada POSMETRO MEDAN mereka mengatakan, soal memberi keterangan kepada wartawan, bukan wewenang mereka, melainkan Direktur RSU DS yang punya hak.
Dianiaya Karena Tak Mau Dijual
Penuturan ibu Ponijah, saat malam tiba, Yeyen terlihat susah tidur. Wanita ini kerab mengigau seputar peristiwa penyiksaan yang dialaminya selama tinggal bersama suaminya Ramli Ginting.
Ditirukan Ponijah, seperti igaunya Yeyen, sering berucap “Jangan pukul Yeyen bang. Yeyen gak mau dijual. Jangan bakar Yeyen ya bang. Yeyen takut, tolong Yeyen bang.”
Karena igauannya itu pula, pagi harinya ibu Ponijah coba bertanya kepada Yeyen seputar peristiwa tragis yang sudah dialaminya itu. Kepada ibu Ponijah, Yeyen kembali mengisahkan, suaminya Ramli Ginting sengaja membawanya pulang ke kampung halamannya di Dusun Prangenen, Desa Penungkiran, STM Hilir atas dasar niat tak baik.
Buktinya, beberapa hari setelah berada di STM Hilir, sang suami malah sempat hendak menjual Yeyen kepada seorang mucikari. Namun keinginan sang suami itu di tolak Yeyen. Sikap yeyen itu pula akhirnya membuat Ramli Ginting kerab ringan tangan terhadap istrinya itu.
“Semula aku mengira suamiku benar-benar sayang sama ku, tapi ternyata setelah aku jauh dari keluarga ku, bang Ramli pun berubah sikap, aku seperti binatang saja dianggapnya, karena gak mau dijual aku jadi sering di pukulinya,” ujar ibu Ponijah lagi menirukan ucapan Yeyen kepadanya.
Sementara soal tidak dirawatnya Yeyen dengan semestinya oleh pihak medis, masih sebut ibu Ponijah, lantaran status wanita asal Tasikmalaya ini belum jelas. Pihak medis bingung bagaimana klaim pembayaran.
Ramli Sudah Punya Anak Isteri
Terpisah, menanggapi pengakuan Yeyen kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruruh Wicaksono SiK kepada POSMETRO MEDAN menyatakan, pihaknya baru mengetahui peristiwa itu dari pemberitaan POSMETRO MEDAN.
Karena itu, Ruruh bilang, pihaknya akan menunggu Yeyen pulih benar dari luka-luka yang dideritanya. Setelah itu Yeyen akan dimintai keterangannya secara resmi, guna dilakukan penyidikan atas aksi penganiayaan berat yang dilakukan suaminya.
Sementara Yeyen saat ditanya, mengaku telah ditemui 2 orang petugas kepolisian di RSU Deliserdang. Petugas itu katanya sempat bertanya seputar aksi penganiayaan yang dilakukan Ramli Ginting. Selain itu Yeyen juga diminta menandatangani surat yang disodorkan pihak Kepolisian yang mengaku dari Polsek Talun Kenas itu.
Pengakuan Yeyen itu pun dibenarkan oleh Kapolsek Talun Kenas AKP K Saragih. Kepada koran ini, K Saragih menyatakan sudah memerintahkan anggotanya untuk mencatat pengakuan Yeyen guna dilakukan penyidikan awal atas kasus tersebut.
Soal suami Yeyen sendiri yakni Ramli Ginting, K saragih bilang, pria itu ternyata sudah punya istri. Dari istri pertamanya, Ramli Ginting sudah dianugerahi 2 orang anak. Parahnya, istri dan kedua anak hasil pernikahan mereka itu, juga telah ditelantarkan. Sementara Ramli, hingga kini belum juga diketahui di mana rimbanya. (pasta)

1249094601wwwwwwww3MEDAN-Petaka yang dialami Yeni Nurhayani alias Yeyen (20) (baca POSMETRO MEDAN edisi Jumat 31 Juli 2009), pun kemarin dialami Yeni Anggaraini (24), warga Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang. Yeyen dibakar suaminya karena menolak dijual ke lelaki hidung belang, sedang Yeni dibakar gara-gara bertanya soal gaji pada suaminya.

Hingga kemarin (31/7) Yeyen wanita asal di Kampung Kolot, Desa Sabong Jaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar yang dibakar suaminya, masih terbaring lemah di Ruang Rawat Inap Mawar, RSUD Deliserdang.

Luka-luka bakar yang dideritanya tampak semakin parah. Buktinya, luka di bagian kaki wanita malang itu, kini sudah tampak mulai bernanah. Barangkali karena luka yang dideritanya itu pula, kondisi Yeyen tampak semakin lemah.

Tidak seperti pertama sekali ditemui POSMETRO MEDAN, Yeyen masih bisa berbicara jelas. Saat kembali disambangi, suara yeyen terdengar semakin parau dan bahkan wanita itu seakan tak kuat lagi bercerita seputar derita yang dialaminya.

Ternyata, pihak RSU Deliserdang tidak memberikan perawatan yang semestinya kepada Yeyen. Seperti pengakuan ibu Ponijah yang menunggui putrinya di ruang rawat inap itu, tak pernah sekalipun dokter di rumah sakit pemerintah itu datang memeriksa kondisi kesehatan yeyen.

Luka-luka bakar yang diderita wanita asal Tasikmalaya, Jabar itu, sama sekali tak pernah diobati. Sejak dihantar ke Rumah Sakit itu, Yeyen hanya diberi oksigen beberapa saat dan infus yang berguna sebagai penambah daya tahan tubuh.

Sayangnya, guna mengetahui apa penyebab Yeyen tidak mendapatkan perobatan yang semestinya di Rumah sakit milik Pemerintah Pemkab Deliserdang itu, Dr Aida Harahap Mars selaku Direktur RSU Deliserdang, tidak bersedia memberikan keterangan.

Demikian pula beberapa staf di sana. Kepada POSMETRO MEDAN mereka mengatakan, soal memberi keterangan kepada wartawan, bukan wewenang mereka, melainkan Direktur RSU DS yang punya hak.

Dianiaya Karena Tak Mau Dijual

Penuturan ibu Ponijah, saat malam tiba, Yeyen terlihat susah tidur. Wanita ini kerab mengigau seputar peristiwa penyiksaan yang dialaminya selama tinggal bersama suaminya Ramli Ginting.

Ditirukan Ponijah, seperti igaunya Yeyen, sering berucap “Jangan pukul Yeyen bang. Yeyen gak mau dijual. Jangan bakar Yeyen ya bang. Yeyen takut, tolong Yeyen bang.”

Karena igauannya itu pula, pagi harinya ibu Ponijah coba bertanya kepada Yeyen seputar peristiwa tragis yang sudah dialaminya itu. Kepada ibu Ponijah, Yeyen kembali mengisahkan, suaminya Ramli Ginting sengaja membawanya pulang ke kampung halamannya di Dusun Prangenen, Desa Penungkiran, STM Hilir atas dasar niat tak baik.

Buktinya, beberapa hari setelah berada di STM Hilir, sang suami malah sempat hendak menjual Yeyen kepada seorang mucikari. Namun keinginan sang suami itu di tolak Yeyen. Sikap yeyen itu pula akhirnya membuat Ramli Ginting kerab ringan tangan terhadap istrinya itu.

“Semula aku mengira suamiku benar-benar sayang sama ku, tapi ternyata setelah aku jauh dari keluarga ku, bang Ramli pun berubah sikap, aku seperti binatang saja dianggapnya, karena gak mau dijual aku jadi sering di pukulinya,” ujar ibu Ponijah lagi menirukan ucapan Yeyen kepadanya.

Sementara soal tidak dirawatnya Yeyen dengan semestinya oleh pihak medis, masih sebut ibu Ponijah, lantaran status wanita asal Tasikmalaya ini belum jelas. Pihak medis bingung bagaimana klaim pembayaran.

Ramli Sudah Punya Anak Isteri

Terpisah, menanggapi pengakuan Yeyen kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruruh Wicaksono SiK kepada POSMETRO MEDAN menyatakan, pihaknya baru mengetahui peristiwa itu dari pemberitaan POSMETRO MEDAN.

Karena itu, Ruruh bilang, pihaknya akan menunggu Yeyen pulih benar dari luka-luka yang dideritanya. Setelah itu Yeyen akan dimintai keterangannya secara resmi, guna dilakukan penyidikan atas aksi penganiayaan berat yang dilakukan suaminya.

Sementara Yeyen saat ditanya, mengaku telah ditemui 2 orang petugas kepolisian di RSU Deliserdang. Petugas itu katanya sempat bertanya seputar aksi penganiayaan yang dilakukan Ramli Ginting. Selain itu Yeyen juga diminta menandatangani surat yang disodorkan pihak Kepolisian yang mengaku dari Polsek Talun Kenas itu.

Pengakuan Yeyen itu pun dibenarkan oleh Kapolsek Talun Kenas AKP K Saragih. Kepada koran ini, K Saragih menyatakan sudah memerintahkan anggotanya untuk mencatat pengakuan Yeyen guna dilakukan penyidikan awal atas kasus tersebut.

Soal suami Yeyen sendiri yakni Ramli Ginting, K saragih bilang, pria itu ternyata sudah punya istri. Dari istri pertamanya, Ramli Ginting sudah dianugerahi 2 orang anak. Parahnya, istri dan kedua anak hasil pernikahan mereka itu, juga telah ditelantarkan. Sementara Ramli, hingga kini belum juga diketahui di mana rimbanya. (pasta)POSMETRO-MEDAN.COM