Pakai Penerjemah Text to Speech, Bisa Chatting Meski Beda Bahasa


JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan sistem penerjemah langsung berbasis jaringan internet ke dalam sembilan bahasa. Masing-masing penerjemahan dua arah dari Bahasa Indonesia ke bahasa Jepang, China, India, Korea, Thailand, Vietnam, Melayu, dan Inggris.

“Jaringan penerjemah ini dikembangkan untuk memudahkan komunikasi antarbangsa,” kata Kepala Balai Ipteknet BPPT Dr Hammam Riza di Jakarta, Rabu (29/7). Alat itu kemudian diperagakan oleh Hammam untuk chatting secara online dengan tiga temannya di Jepang (Nakamura), China (Meng), dan India (Arora) yang melakukannya dengan bahasa masing-masing.

Percakapan di antara mereka di layar terlihat seperti halnya chatting dengan instant messenger. Pada layar komputer tertulis huruf masing-masing bahasa peserta percakapan tersebut. Lalu, dari pengeras suara komputer keluar suara yang menerjemahkan kalimat bahasa asing yang dikirimkan lawan bicara yang berada di negara lain itu.

Menurut Hammam, jika sudah stabil sistem ini bisa dikomersialkan dan diinstal di laptop, PDA, atau smartphone yang memang telah dilengkapi dengan speaker dan mikrofon. Ia mengatakan, data bahasa Indonesia yang dikumpulkan untuk menciptakan sistem itu mencapai 20.000 kalimat, dengan sekitar 3.000-an kata kamus (leksikan), khususnya di bidang turisme.

Ada tiga teknologi yang digunakan dalam penerjemahan itu, yakni, pengenal suara (ASR), mesin penerjemah (MT), dan pensintesa suara (SS) serta perangkat interkoneksi berupa Speech Translation Markup Language (STML) web server.

Jaringan itu disusun oleh konsorsium Asian Speech Translation Advanced Research Consortium (A-STAR). Dalam konsorsium itu, Indonesia diwakili BPPT, Jepang (NICT/ATR), Korea (ETRI), Thailand (NECTEC), China (NLPR-CASIA), India (CDAC), Vietnam (IOIT) dan Singapura (I2R).

Ke-8 lembaga itu bekerja sama menggabungkan korpus bahasanya masing-masing, menciptakan sistem pengenalan suara, mesin penerjemah, pesintesa suara, membangun modul web service penerjemah bahasa dan menciptakan standard dan format data dan menghubungkannya melalui jaringan internet.

Sementara itu, Koordinator Pusat Sumberdaya Open Source BPPT Oskar Riandi mengatakan, pihaknya juga sudah membuat prototipe mesin perisalah yang mampu membuat bahasa lisan menjadi bahasa tulisan. “Sistem ini bisa menggantikan peran notulensi, mengubah pembicaraan menjadi suatu teks tertulis,” katanya sambil menambahkan bahwa mesin sejenis ini sudah ada di Jepang, tapi yang dimiliki BPPT merupakan yang pertama di Indonesia.

  1. moga geratis

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: