Arsip untuk Mei 22nd, 2009

Misteri hilangnya putri Anastasia dari Rusia terungkap

Anastasia adalah salah satu putri dari Czar Nicholas II, kaisar terakhir Rusia yang dibantai oleh pasukan komunis. selama puluhan tahun masyarakat Rusia percaya bahwa putri Anastasia berhasil lolos dari pembantaian dan hidup dengan menyembunyikan identitas dirinya. Sekarang misteri yang berumur 90 tahun itu mungkin telah berhasil diungkap oleh para peneliti dengan ditemukannya sebuah kuburan yang berisi tulang belulang dua manusia. Salah satu kisah paling romantis di Rusia ternyata berakhir dengan kelam dan menyedihkan.

Kisahnya bermula pada tanggal 17 Juli 1918, Pasukan komunis Bolsheviks Rusia menyerbu Istana dan membantai kaisar Nicholas II, ratu Alexandra dan kelima anak mereka yaitu Olga, Tatiana, Maria, Anastasia dan putra mahkota Alexei beserta pelayan-pelayannya. Revolusi Rusia dimulai dan mengakhiri pemerintahan dinasti Romanov yang telah berlangsung selama 304 tahun. Isu beredar di kalangan masyarakat Rusia bahwa dua anak NIcholas II berhasil lolos dari pembantaian. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya sebuah kuburan Masal pada tahun 1991 di Yekaterinburg di wilayah pegunungan Ural, 900 mil di timur Moskow yang berisi tulang belulang seluruh keluarga kerajaan, didalamnya tidak ditemukan jasad dua anak Czar Nicholas II lainnya. Publik percaya bahwa putra mahkota Alexei dan Anastasia berhasil selamat dan hidup dengan menyembunyikan identitas dirinya.

Namun para peneliti mengungkapkan dalam sebuah laporan baru-baru ini bahwa tidak ada akhir bahagia bagi seluruh anggota kerajaan, termasuk putri Anastasia. Pada tahun 2007 tim peneliti berhasil menemukan kuburan kedua hanya beberapa ratus kaki dari kuburan pertama yang didalamnya terdapat sisa-sisa tubuh dua manusia. Analisa DNA terhadap dua bagian tulang manusia itu menunjukkan adanya hubungan antara tulang tersebut dengan tulang keluarga Romanov lainnya. Pemerintah Rusia mengkonfirmasi bahwa tulang tersebut salah satunya adalah milik putri Anastasia setelah mendapatkan hasil lab dari Rusia, Inggris dan Amerika Serikat.

“Saya diminta untuk melakukan studi tersebut.” Kata Evgeny Rogaev, seorang ilmuwan molekular genetis di Universitas Massachusetts yang memimpin investigasi itu. “ini adalah kasus yang sulit,” sambungnya. Laporan final hasil penyelidikan itu dipublikasikan secara online pada Februari 2009 di Jurnal National Academy of Sciences.

Sebuah pemandangan yang menyedihkan terpampang di hadapan para peneliti. Orang yang membunuh kedua orang tersebut telah mencoba untuk menghancurkan tubuh mereka dengan api dan asam sulfur, kemungkinan dilakukan untuk menyembunyikan identitas dan waktu kematian mereka. Hal ini telah membuat pekerjaan para peneliti yang dipimpin Rogaev menjadi lebih sulit dari yang dibayangkan.

Rogaev sebelumnya juga pernah diminta oleh pemerintah Rusia untuk melakukan tugas Forensik pada tahun 1997 terhadap tulang belulang di kuburan pertama. Sekarang ia telah diminta untuk mengakhiri sejarah kelam Rusia untuk selamanya.

Kunci yang digunakan oleh Rogaev adalah DNA mitokondrial yang terdapat pada sisa-sisa tulang. DNA mitokondrial hanya didapatkan dari ibu. Berbeda dengan DNA Autosomal yang bisa didapat dari ayah dan ibu. Dengan demikian Rogaev dan Tim dapat menghubungkan DNA tersebut dengan DNA ratu Alexandra. Kunci lainnya adalah dengan membandingkan kromosom Y dari garis keturunan Romanov. Penelitian dari kuburan kedua menunjukkan bahwa tulang tersebut berasal dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Jadi tim peneliti dapat membandingkan kromosom Y dari putra mahkota Alexei dengan Czar Nicholas II.

Tim peneliti juga mendapatkan bantuan dari tempat yang tak terduga, yaitu dari museum State Hermitage di St Petersburg. Museum itu menyimpan pakaian Czar Nicholas II yang mengandung noda darah, sisa dari upaya pembunuhan terhadap Nicholas II ketika ia mengunjungi Osaka pada tahun 1891. Dari noda darah itu, peneliti mendapatkan DNA yang jelas.

Dari semua perbandingan tersebut, maka terungkaplah bahwa tulang belulang di kuburan kedua adalah milik putra mahkota Alexei dan kakak perempuannya, beberapa beranggapan Maria, beberapa lagi beranggapan Anastasia. Namun bagaimanapun juga, keseluruhan keluarga Nicholas II telah ditemukan lengkap di dua kuburan tersebut. Itu berarti menutup misteri yang telah berumur 90 tahun untuk selamanya.

Tidak ada akhir yang indah bagi keluarga Nicholas II, terutama Anastasia. Dongeng paling romantis di dalam sejarah Rusia itu telah berakhir untuk selamanya di sebuah kuburan sepi tanpa nisan.

Sekolah Dihuni Makhluk Gaib, Guru Disuruh Makan Kembang

Hantu !SIDOARJO, KOMPAS.com — Guru di SMA Negeri 2 Sidoarjo di Jalan Kuthuk Barat, terhenyak. Pasalnya, seluruh 57 guru diminta menjalani ritual dengan cara makan kembang mawar oleh paranormal yang didatangkan ke sekolah itu.
Kejadian tersebut berlangsung awal pekan ini, sekitar pukul 11.30 atau seusai rapat yang membahas ujian siswa di sekolah itu. Setiap guru makan satu tangkai kembang mawar, yang sudah disediakan di ruang wakil kepala sekolah.

“Para guru dipanggil masuk ke ruang itu secara bergilir. Dalam satu giliran, ada lima guru. Kemudian satu per satu dari mereka memakan kembang mawar,” tutur sumber Surya yang mengikuti ritual itu, tetapi keberatan namanya disebutkan.

Dikatakan sumber tadi, saat dikunyah, rasa bunga mawar itu sepet dan sedikit getir (pahit). Kendati rasanya tidak enak, ia terus mengunyah. Alasannya, ritual tersebut dimaksudkan untuk menjauhkan makhluk halus yang selama ini kabarnya bergentayangan di SMAN 2. “Sebetulnya hal itu tidak logis, tetapi kami didesak untuk melakukannya. Dan karena banyak guru melakukan, saya jadi takut juga dengan dampaknya jika tidak ikut memakannya. Ya akhirnya ikut saja,” tuturnya.

Apalagi, imbuh dia, ada cerita yang sudah telanjur seperti diyakini di lingkungan sekolah itu bahwa sejumlah kematian guru dan pegawai non-guru di sana adalah akibat pengaruh makhluk gaib ‘penghuni’ sekolah. Beberapa kali juga terjadi, para siswa di salah satu sekolah favorit di Kota Sidoarjo itu kesurupan.

Mulai tahun 1989 ada sekitar 20 guru yang menderita aneka penyakit tetapi kebanyakan kanker. Tujuh di antaranya meninggal dunia dalam usia relatif muda. Guru yang meninggal dunia pada 1989 yakni Dra Endang Indrawati (47) sakit kanker kelenjar endokrin. Dra Asmaningsih tahun 1989, Erning Suparti Tamsi SH tahun 1998 dan kemudian Dra Endang Suhartuti tahun 1998. Ketiganya menderita kanker payudara.

Guru yang meninggal berikutnya adalah Drs Harjono Hardjowarsito tahun 2001 karena kanker nasofaring, dan Drs Alexander Subiyanto meninggal 2005 karena stroke. Terakhir yang meninggal adalah staf Tata Usaha (TU) SMAN 2, Haryanto, sekitar tahun 2008.

Kematian tujuh guru dan staf itu menimbulkan sejumlah spekulasi. Ada yang menghubung-hubungkannya dengan kemungkinan keberadaan medan magnet di perut bumi, yang kebetulan tepat berada di lokasi sekolah. Juga muncul pula pembicaraan bahwa sekolah itu merupakan ‘kerajaan’ makhluk halus.

Seorang pemilik warung di depan SMAN 2 mengakui adanya cerita dari mulut ke mulut tentang keangkeran sekolah itu.

“Katanya, makhluk halus itu menampakkan diri sebagai ibu yang menggendong anak kecil di lapangan sekolah. Biasanya, yang melihatnya adalah siswa baru. Saya merinding kalau mendengar ceritanya,” kata pemilik warung.

Penuturan senada diungkapkan pedagang lainnya. Katanya, makhluk halus itu bercokol di pos keamanan sekolah di bagian depan. Namun, ia sendiri tidak pernah melihat penampakannya, hanya mendengarnya dari cerita-cerita.

Penjaga SMAN 2, Karmadi (yang dipanggil Pak Di), menegaskan tidak ada apa-apa di sekolah selama ini. Ketika ditanya mengenai ritual guru makan kembang, ia terkesan menjawabnya dengan bergurau. “Makan kembang itu enak mas. Apalagi kembang turi ditaburi bumbu pecel,” ucap Karmadi sambil tersenyum.

Karena berkembangnya cerita-cerita tentang adanya makhluk ghaib itu, pada 2006 Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 2, Titik Sunarni mengirim surat ke Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Pemkab Sidoarjo. Surat itu berisi permohonan agar SMAN 2 direlokasi atau dipindah. Rupanya, permohonan itu dituruti oleh Diknas. Lahan seluas 1,1 hektar sudah tersedia dan diuruk sehingga tinggal mendirikan bangunan di atasnya.

Kasek SMAN 2 yang coba dikontak Surya beberapa waktu lalu tidak ada di tempat. Wartawan Surya yang datang ke SMAN 2 ditemui oleh koordinator TU, Mukhtadi, yang menyangkal cerita takhayul tentang sekolah itu.

Mukhtadi bahkan menyebut ngawur kabar yang menyatakan bahwa ada 57 guru SMAN 2 melakukan ritual makan kembang. “Dari mana sampeyan dapat informasi itu, mungkin saja ada kru guru yang gelisah sehingga membuat cerita tidak benar di luar,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas Drs Amirul, yang sempat sebentar turut menemui Surya di ruang TU, hanya tersenyum saat ditanya mengenai ritual makan kembang yang dilakukan oleh para guru.

Menurut Mukhtadi, semua sekolah pasti ‘dijaga’ makhluk halus. Ketika dia masih bertugas di SMAN I Sidoarjo, misalnya, cerita tentang adanya makhluk halus juga beredar di sana.

“Macam-macam. Katanya, ada suara orang minta tolong lah atau yang lain,” kata dia. Dijelaskannya, ahli ilmu kebumian (geologi) dari luar negeri dan Institut Teknologi Bandung (ITB) serta seorang profesor pernah datang ke SMAN 2 untuk meneliti kemungkinan adanya medan magnet bumi tepat di bawah lokasi sekolah.

Setelah tanah dibor sampai kedalaman 12 meter dan dianalisis, ternyata tidak terdapat kesimpulan yang ganjil. “Nah, itu berarti kematian guru bukan disebabkan oleh pengaruh magnet bumi atau gangguan makhluk halus,” jelas Mukhtadi sambil menambahkan bahwa guru yang meninggal dunia itu usianya sudah tua dan beberapa kali dirawat di rumah sakit (RS).

Meski diguncang rumor yang kurang ’sedap’, prestasi SMUN 2 Sidoarjo justru makin moncer. Di tahun 2008, sebanyak 89 siswanya lolos PMDK. Pada tahun 2009 ini, lebih banyak lagi siswa yang diterima di ITB, UI, UGM serta perguruan tinggi negeri di Jatim, seperti ITS, Unair, dan Unesa. “Ini bukti SMUN 2 memang jawara dalam melahirkan siswa berprestasi,” ungkap sumber itu.

Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Anik Maslachah, mendukung upaya relokasi SMAN 2 secepatnya. Pasalnya, lokasi SMAN 2 saat ini dinilai sudah tidak layak karena siswa sering kesurupan, dan beberapa guru meninggal dunia akibat menderita kanker payudara dan penyakit lain.

“Sebagai tempat, sekolah kan seharusnya mendatangkan kenyamanan dan keamanan bagi anak didik sekaligus para guru?” kata Anik dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB). Menurut Anik yang juga anggota tim panitia anggaran (Panggar) untuk relokasi SMAN 2, sudah dilakukan pembelian sebidang tanah di kawasan Jl Lingkar Barat, Kecamatan Candi, sejak 2008 untuk didirikan bangunan sekolah di atasnya. Dana yang dianggarkan dalam pembangunan gedung SMAN 2 yang telah dimulai pada 2009 ini, senilai Rp 9 miliar. Sifat proyeknya jangka panjang atau multi year.

“Mudah-mudahan tahun ajaran 2010 nanti, gedung baru untuk SMAN 2 sudah bisa ditempati,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Diknas Pemkab Sidoarjo Drs HMG Hadi Sutjipto yang dihubungi via ponsel, tidak dijawab. mif

Di Jerman, Jual Keperawanan Kena Pajak

BERLIN (Suara Karya): Remaja Jerman yang menjual keperawanannya kepada seorang pengusaha Italia beberapa waktu lalu, harus merelakan setengah bayarannya untuk dipotong pajak.

Alina Percea mendapat bayaran 8.800 poundsterling atau sekitar Rp 143 juta setelah melayani pria Italia itu. Pemotongan pajak atas bayaran Alina itu dikeluarkan kantor pajak setempat lantaran dirinya memasang iklan di internet. Selain itu, prostitusi merupakan bisnis legal di Jerman.

Perempuan 18 tahun kelahiran Rumania itu, awalnya datang ke Jerman untuk melanjutkan studinya di sekolah komputer. Godaan penghasilan besar menjadi pekerja seks komersial, membuatnya terjun ke dunia hitam itu.

Pihak imigrasi Jerman juga akan melakukan pengecekan terhadap visa Alina untuk memastikan kedatangannya itu juga untuk bekerja. Jika Alina hanya memiliki visa turis, dia bisa dideportasi karena bekerja tanpa izin.

Alina sendiri mengakui berhubungan seks karena suka dengan pria berusia 45 tahun itu. Mereka bertemu di hotel mewah Venetian. “Saya suka pria itu. Dia nampak tampan dan tidak terlihat seperti telah berusia 45 tahun,” ungkap Alina seperti dikutip The Sun, Jumat (22/5).

“Dia mengatakan ingin bertemu lagi dengan saya suatu saat, saya senang sekali. Berikutnya saya tidak akan meminta uang darinya,” kata Aline. (*/Adi)SUARA KARYA

Pencopet Tewas Ditabrak KRL

BOGOR  (Pos Kota)-Seorang pencopet tewas ditabrak KRL di Bogor, Jumat pagi. Tubuh korban mengenaskan, terpotong empat.

Diperoleh iniformasi, Jumat pagi tadi, seorang ibu yang tengah belanja di Pasar Anyer Bogor dipepet seorang lelaki. Dalam waktu sekejap, dompet si Ibu sudah berpindah ke tangan lelaki tadi.

Mengetahui dia dicopet, si ibu tadi berteriak, “Copet… Copet!” Wargapun langsung mengejar lelaki muda tersebut.

Takut dikeroyok massa, lelaki tadi lari serabutan. Tanpa disadarinya, ia berlari ke arah rel KA. Dalam waktu yang bersamaan KRL Ekonomi AC yang datang dari arah Jakarta mau masuk Stasiun Bogor langsung menabrak lelaki tadi.

Tubuh lelaki tadi a tepental dan kondisinya mengenaskan karena terpotong empat.Dalam waktu sekejap lokasi tersebut dipenuhi warga.Polisi yang segera datang membawa jenazah pencopet tadi ke RSPMI Bogor.

Dari sakunya ditemukan dompet berisi KTP atas nama Haryanto warga Jalan menteng Palawi, RT 06/03 Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Apakah itu KTP korban masih dalam pengusutan polisi. (yopi/B)

Seorang Anak dengan Organ Dalam Terbalik !

article-1185690-050B05C7000005DC-37_308x185Di luar, Bethany Yordania tampak sehat seperti kebanyakan anak-anak seusianya, namun di dalam, ia sangat berbeda dari orang kebanyakan

Dikenal dengan ‘Jigsaw Kid’, Bethany dilahirkan dengan lima kelainan organ dalam, sebuah lubang di jantung dengan posoisi jantung yang ada dibelakang paru-paru,  paru-paru kanan kecil, posisi liver dan perut terbalik, Bethany Yordania prediksi hanya bertahan hidup sebentar setelah dilahirkan dengan lima spleens.

Posisi Harusnya berada

Posisi Harusnya berada

Dokter mengatakan pada orang tuanya Robert dan Lisa ada sedikit kesempatan untuk dia bisa bertahan hidup

But she did, dan enam tahun kemudian masih bertahan hidup.

Baca lebih lanjut

Appa Sherpa, 19 Kali Taklukkan Puncak Everest

Photo by : http://thelongestlistofthelongeststuffatthelongestdomainnameatlonglast.com

Appa Sherpa

KATHMANDU – Sekali saja bisa menaklukkan puncak Everest sudah luar biasa. Namun seorang warga Nepal ini bisa sampai 19 kali mendaki puncak tertinggi di dunia itu.

“Super Sherpa” yang layak menjadi julukan bagi Apa Sherpa karena telah berhasil menaklukkan Puncak Everest untuk ke-19 kalinya kemarin.

Dia memecahkan rekor dunia yang telah dicetaknya tahun lalu. Dia mencapai puncak setinggi 8.850 meter itu melalui rute Southeast Ridge yang ditemukan Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay pada 1953. “Dia mencapai puncak Everest pagi ini dan berada di sana sekira setengah jam,” kata Jitendra Giri dari bidang pendakian Gunung Nepal.

Apa kemudian membentangkan spanduk bertuliskan, “Stop Climate Change, Let the Himalayas Live!” (Hentikan Perubahan Iklim, Biarkan Himalaya Hidup!) setelah mencapai puncak. Giri menambahkan, Apa dalam kondisi baik-baik saja dan sedang dalam perjalanan kembali ke base camp.

“Kita sangat senang dan bergembira atas pencapaian yang telah diraih Apa. Itu akan menjadi sorotan pada isu pemanasan global yang melanda Everest dan Himalaya,” ujarnya. Para aktivis lingkungan mengatakan, gletser-gletser Himalaya menyusut cepat akibat perubahan iklim sehingga mengancam jutaan orang yang menggantungkan kebutuhan air mereka pada gletser-gletser Himalaya.

Lebih dari 3.000 orang telah mendaki Everest sejak 1953 melalui Nepal maupun Tibet. Dawa mengungkapkan, dengan dampak perubahan iklim, kini para pendaki mengalami kesulitan mendaki puncak Everest dari tahun ke tahun. “Salju-salju yang biasa menutupi dinding gunung semakin melelah,” kata dia. Tim ekspedisi Apa juga mengumpulkan sampah-sampah yang ada di Everest.

“Kita membawa turun 5 ton sampah gunung, termasuk bekas pecahan helikopter, tenda yang rusak, kaleng, dan perlengkapan mendaki gunung,” tandas Dawa. Apa pertama kali mencapai puncak Everest tahun 1990. Dia lahir di distrik Solukhumbhu, lokasi Gunung Everest, tetapi kini tinggal di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat. Dia berharap bisa menarik perhatian internasional terhadap efek perubahan iklim di pegunungan Himalaya.
(Koran SI/Koran SI/ton)OKEZONE

Usia 17 Tahun, Riana Helmi Lulus Sarjana Kedokteran UGM

Riana3JOGJA – Prestasi akademis Riana Helmi sungguh luar biasa. Mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengantongi gelar sarjana kedokteran pada usia 17 tahun 11 bulan. Calon dokter yang tidak suka bermain boneka itu sekaligus pemegang gelar sarjana termuda dalam wisuda UGM Selasa lalu (19/5).

Riana meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,67. Masa kuliahnya tiga tahun enam bulan. Perempuan kelahiran Banda Aceh, 22 Maret 1991, itu masuk Fakultas Kedokteran (FK) UGM Jogjakarta melalui PBS (penelusuran bakat swadana) usia 14 tahun pada 1 September 2005. Dia lulus 25 Februari 2009.

Saat acara wisuda di Grha Sabha Pramana, Rektor UGM Prof Sudjarwadi menyebut nama Rinana dan meminta untuk berdiri. Riana merebut perhatian peserta wisuda. Saat berdiri, Riana masih menjadi pembicaraan. Sosok imut berkerudung itu pun maju untuk menerima penghargaan sebagai lulusan termuda.

Bagaimana perasaannya setelah diwisuda? ”Tentu saja senang dan lega. Alhamdulillah,” jawab Riana setelah acara wisuda.

Riana lantas membeberkan pengalaman kuliah pada usia relatif belia. Dia menyatakan tidak menemui banyak kesulitan selama menempuh studi di FK UGM. Tugas-tugas yang cukup berat dikerjakan dengan riang. ”Kesulitan sih ada. Tapi, semua bisa diatasi. Kalau di kedokteran, tugasnya memang banyak,” kata Riana. Saat wisuda, Riana didampingi ayah, ibu, dan seorang adiknya.

Riana2Ditanya apakah masih ingin melanjutkan sekolah, Riana mengiyakan. ”Sehabis ini masih ingin terus belajar lagi,” tutur alumnus dengan skripsi tentang kanker payudara itu, lantas tersenyum manis. Riana ingin mewujudkan cita-citanya sebagai dokter spesialis kandungan.

Sang ayah, Helmi, menyatakan bangga atas prestasi Riana. Menurut Helmi, Riana sejak kecil memang suka belajar. Dia sangat antusias setiap hendak berangkat ke sekolah. Itu terjadi sejak di bangku SD.

Bagi Riana, lanjut Helmi, berangkat sekolah ibarat pergi ke taman bermain. Saat diantar ayahnya ke sekolah dengan sepeda motor, Riana kecil selalu tidak sabar untuk segera turun dan berlari ke dalam sekolah. ”Dia menikmati betul setiap proses belajar,” tutur perwira polisi pendidik di Sekolah Perwira Polri Lido, Sukabumi, Jawa Barat, itu. ”Oh ya, Riana selalu datang lebih pagi daripada teman-temannya,” imbuhnya.

Riana mulai masuk SD pada usia 4 tahun. Menurut Helmi, dirinya dan istri tidak pernah memaksa anaknya bersekolah lebih awal. Namun, kecerdasan Riana sudah tampak dari usia tiga tahun. ”Dari usia segitu, dia sudah bisa membaca. Meski sudah malam, dia selalu minta diajari membaca,” tutur Helmi sambil memandang Riana. Helmi menambahkan, setelah lulus SD, Riana menyelesaikan SMP dan SMA Negeri 3 Sukabumi dengan program akselerasi.

Helmi juga membeberkan, Riana sejak kecil tidak suka bermain boneka. Menurut Helmi, boneka adalah sosok yang mengerikan. Sebab itu, saat anak seusianya sibuk bermain boneka, Riana justru lebih suka belajar membaca. ”Dia takut main boneka. Lihat boneka malah menjerit. Makannya, kerjanya belajar terus,” papar Helmi, lantas tertawa. (lr/jpnn/agm)JAWA POS