Arsip untuk Mei 5th, 2009

Antasari Menjadi Headline Media AS

“INDONESIA detains graft foe”. Artinya, “Indonesia menahan musuhnya koruptor atau tepatnya tukang suap”.

Ini merupakan judul headline The Wall Street Journal (WSJ) online tentang kasus yang menimpa Ketua KPK tak aktif, Antasari Azhar. The Washington Post menggunakan judul seperti ini: Indonesia’s anti-corruption chief arrested.

WSJ mengaitkan penahanan Antasari dengan program dan image pemerintahan bersih yang digemborkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan berlaga dalam pilpres Juli nanti.

Tapi WSJ juga bilang bahwa kasus yang menimpa Antasari tidak terkait dengan posisinya sebagai pemburu koruptor tapi kasus kriminal umum. Antasari dinilai sangat berjasa dalam memberantas koruptor.

Menurut Denny Kailimang yang menjadi salah satu pengacara Antasari, tuduhan Antasari terlibat pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, sangat lemah. Kata-kata link atau berhubungan dengan pembunuhan sangat lemah buktinya.

Saat ini, Indonesia masih masuk dalam daftar negara-negara dengan kasus korupsi terbesar berdasarkan penilaian Transparency International. Tapi Presiden SBY kemudian memberikan “kewenangan ekstra” kepada KPK untuk memberantas korupsi. KPK sendiri dibentuk tahun 2003.

Kini, citra KPK bisa anjlok karena kasus ini. Ini bisa dijadikan amunisi bagi politisi untuk mengusiknya.

“Saya sangat khawatir. Jangan-jangan DPR akan menggunakan isu ini untuk menunda legislasi UU antikorupsi,” kata Teten Masduki dari ICW. tig/warkot

Berikut kutipan dari Wall Street Journal

Indonesia Detains Graft Foe

Indonesian police detained the head of the nation’s anticorruption agency on Monday as a possible suspect in a murder investigation, an untimely development for President Susilo Bambang Yudhoyono, who is running for re-election in July on a clean-government platform.

Antasari Azhar, chairman of the independent Corruption Eradication Commission, or KPK, hadn’t been charged with any crime. Mr. Azhar was detained in connection with the killing in March of a state-owned pharmaceutical company director who was gunned down in a western suburb of Jakarta, the capital, said Abubakar Nataprawira, a spokesman for the national police.

Mr. Azhar, who has led a string of successful anticorruption campaigns since taking the helm of the KPK in 2007, was allegedly implicated in the murder through the testimony of other witnesses, Mr. Nataprawira said. The spokesman gave no further details.

[Indonesia's anticorruption chief Antasari Azhar, center, was detained in a murder probe Monday. His lawyer said he had 'no link' to the killing.] Associated Press

Indonesia’s anticorruption chief Antasari Azhar, center, was detained in a murder probe Monday. His lawyer said he had ‘no link’ to the killing.

Police have detained several people, including two alleged to be gunmen. None of the possible suspects have been charged in the investigation.

Local media reports said the slain director, Nasrudin Zulkarnaen, was a witness in a KPK corruption case.

Denny Kailimang, a lawyer for Mr. Azhar, said the accusations were baseless. His client had “no link” with the killing, he said. Under Indonesian laws on serious crimes, police can detain Mr. Azhar for as long as 60 days without laying formal charges, Mr. Kailimang said.

Indonesia is considered to be one of the world’s most corrupt nations, regularly languishing near the bottom of clean-government surveys published by Transparency International, an anticorruption advocacy group.

Since coming to power in 2004 as Indonesia’s first democratically elected president, Mr. Yudhoyono, a former military general, has made strides toward addressing corruption. He gave high-level political backing to the KPK, an independent body that has the power to investigate and prosecute corruption cases in special courts. The KPK was set up in 2003, but in its early years failed to prosecute any marquee cases. Mr. Azhar, 56 years old, spent decades at the attorney general’s office and was the first head of the commission to target corrupt politicians, said Teten Masduki, coordinator of Indonesia Corruption Watch, a nonprofit group that investigates malfeasance.

For Mr. Yudhoyono, who has a sizable lead in opinion polls heading into presidential elections in July, the detention of Mr. Azhar is an embarrassment. The development could hurt the KPK’s image and could hand ammunition to politicians who want to block efforts in Parliament to strengthen anticorruption laws and the powers of special corruption courts, Mr. Masduki said. “I’m really worried the Parliament will use this moment to postpone the process of anticorruption legislation,” he added.

Still, the affair is unlikely to derail Mr. Yudhoyono’s re-election campaign, analysts said. The Parliament’s legal-affairs commission, not Mr. Yudhoyono, appointed Mr. Azhar. The performance of the KPK is also not widely seen as entirely the result of Mr. Azhar’s efforts, but those of a cadre of prosecutors. “The KPK is not run by just one person. The institution is still intact,” said Umar Juoro, director of the Centre for Information and Development Studies, a Jakarta-based think tank.

Write to Tom Wright at tom.wright@wsj.com

ICW: Antasari Harus Berani Ungkap Konspirasi

SURABAYA | SURYA Online – Indonesia Corruption Watch (ICW) mendorong Ketua KPK nonaktif, Antasari Azhar, untuk mengungkap adanya konspirasi di balik penahanan dirinya dalam kasus pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

“Antasari harus berani ungkap adanya konspirasi politik di balik kasus yang dihadapinya saat ini,” kata Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Abdullah Dahlan, di Surabaya, Selasa (5/5).

Ia mengharapkan hal itu bisa diungkapkan Antasari setidaknya pada saat dia sedang menjalani proses penyidikan di kepolisian. Ia melihat ada beberapa hal yang saling berkaitan dengan kasus yang kini sedang dihadapi orang nomor satu di KPK itu.

“Setidaknya penahanan Antasari itu dilakukan pada saat KPK sedang melakukan persiapan penyidikan perkara korupsi pengadaan sistem IT di KPU (Komisi Pemilihan Umum),” kata Abdullah mengungkapkan.ant

Orang Prancis Juara Tidur dan Makan

PRANCIS memang negara yang identik dengan gaya hidup dan kesenangan. Setidaknya ini terbukti dari hasil survei. Masyarakat di negara fesyen itu ternyata juara dalam tidur dan makan.

Diberitakan Telegraph.uk, Selasa (5/5/2009), survei yang dilakukan di 18 dari 30 negara anggota Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), menyebutkan orang Prancis menghabiskan waktu rata-rata sembilan jam setiap malam untuk tidur. Satu jam lebih lama dari rata-rata waktu tidur orang Jepang dan Korea.

Spanyol menduduki peringkat ketiga dalam survei itu setelah Amerika Serikat di mana warganya menghabiskan waktu tidur rata-rata selama 8,5 jam setiap malam.

Calam laporan OECD bertajuk “Society at a Glance” itu, selain tidur, warga Prancis juga diketahui juara makan. Budaya makan camilan di ruang kerja, menambah perolehan waktu rata-rata makan setiap warga Prancis menjadi dua jam setiap hari.

Laporan itu bertujuan mengetahui budaya kerja, kesehatan, dan kesenangan di Asia, Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

Waktu rata-rata makan orang Prancis dua kali lipat dari rata-rata orang Meksiko yang hanya satu jam setiap hari.

Sementara Jepang menempati posisi ketiga, di bawah Selandia Baru dalam waktu rata-rata yang dihabiskan warganya untuk makan.

Selain itu warga Jepang juga diketahui menghabiskan waktu santainya untuk menonton televisi dan mendengarkan siaran radio, dengan memakan porsi 47 persen dari waktu luang yang mereka miliki.

Survei juga mencatat, Turki merupakan negara yang warganya paling suka bersosialisasi. Lebih dari sepertiga waktu luang, mereka habiskan untuk berhubungan dengan rekan.
(ton)OKEZONE

Pembunuhan Nasrudin Berawal dari Perselingkuhan di Kamar 808 Grand Mahakam?

Jakarta (SIB)
LokasiKasus

pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen diduga bermotif perselingkuhan yang berkembang menjadi pemerasan. Antasari Azhar, ketua KPK yang sudah dinonaktifkan, diduga kuat terlibat. Kasus ini bermula dari kisah perselingkuhan di Hotel Grand Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Informasi yang didapatkan detikcom, Senin (4/5), kisah perselingkuhan ini terjadi pada bulan Mei 2008. Saat itu, Antasari Azhar yang baru beberapa bulan menjabat Ketua KPK, tepergok tengah berduaan dengan perempuan bernama Rani Juliani di kamar 808.

Rani adalah istri ketiga Nasrudin. Nasrudin menikahi Rani secara siri sekitar tahun 2007. Rani adalah mantan caddy di Padang Golf Modern Land Tangerang. Dia yang berparas cantik itu disebut-sebut bertarif mahal. Rani menjadi langganan Nasrudin. Rani juga pernah menjadi caddy untuk Antasari.

Singkat cerita, pada Mei 2008, Antasari janjian bertemu Rani. Namun, yang jadi masalah, saat itu, Rani sudah menjadi istri Nasrudin. Keduanya lantas bertemu dan menginap di kamar 808 Hotel Grand Mahakam.

Kabarnya kamar 808 ini merupakan kamar yang hanya bisa diakses orang-orang khusus. Salah satu orang yang bisa mengakses kamar ini adalah Sigid Haryo Wibisono, yang kini sudah ditangkap polisi. Sigid meminjamkan kamar ini kepada Antasari. Sebab, bila Antasari melewati jalur biasa, maka akan dengan mudah terlihat oleh banyak orang. “Kalau lewat jalur biasa, Pak Antasari bawa perempuan yang bukan istrinya, kan bisa bahaya,” kata seorang sumber.

Namun, entah karena memang sudah membuntuti Rani atau memang sudah menyetting ‘kisah’ perselingkuhan itu, Nasrudin langsung dengan mudah bisa menangkap basah Antasari dan Rani di kamar itu. Antasari pun tidak berdaya dan tidak bisa berbuat banyak.

Setelah itu, Nasrudin pun memeras Antasari. Disebut-sebut Nasrudin meminta Antasari uang Rp 1,2 miliar untuk tutup mulut. Jika tidak, maka Nasrudin akan membeberkan kisah perselingkuhan Antasari-Rani itu ke publik. Jika demikian, maka Antasari harus mempertaruhkan jabatan KPK yang disandangnya.

Waktu berlalu, bulan berganti bulan, tapi Antasari sepertinya belum mengabulkan permohonan Nasrudin. Teror pemerasan terus dilakukan Nasrudin kepada Antasari. “Sampai akhirnya Antasari dan keluarga merasa teror ini sangat mengganggu,” kata sumber itu.

Akhirnya, Antasari pun curhat kepada Sigid Haryo Wibisono. Intinya, Nasrudin harus dihabisi, karena terus melakukan teror kepada Antasari dan keluarganya. Karena berteman dekat, Sigid pun menindaklanjuti curhat Antasari itu. Sigid kemudian meminta bantuan seorang polisi berpangkat kombes (kolonel) bernama Wiliardi Wizar.

Lewat Jerry, orang dekat seorang konglomerat top, mantan Kapolres Jakarta Selatan itu pun kemudian mengorder pembunuhan terhadap Nasrudin.

Mengenai keberadaan kamar 808 Grand Mahakam ini, belum didapatkan konfirmasi dari pengelola hotel berbintang itu. Saat detikcom mengunjungi hotel itu sekitar pukul 11.30 WIB, petugas keamanan melarang detikcom masuk. “Mohon maaf, humas sedang tidak bisa ditemui,” kata petugas keamanan itu.

Dalam jumpa pers pada hari Minggu (3/5) kemarin, Antasari membantah isu perselingkuhan ini. Dia juga membantah terlibat dalam pembunuhan terhadap Nasrudin. Hingga pukul 11.04 WIB, Senin (4/5) Antasari masih diperiksa secara intensif di Polda.(detikcom/g)

Bila Sabar, Antasari Bisa jadi Menteri

JAKARTA – Secara terang-terangan, kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala mengatakan, dirinya lebih tertarik menyoroti kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen (50), dari sisi kemanusiaannya atau human interest. Alasannya, selain Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Antasari Azhar, kasus ini juga menyeret seorang pengusaha sukses bernama Sigid Haryo Wibisono dan Kombes Wiliardi Wizard.

”Coba bayangkan, apa kurangnya Antasari Azhar. Dia punya jabatan penting. Sigid Haryo juga apa kurangnya, dia seorang pengusaha, dia sudah memiliki semua hal. Kalau Antasari bersabar, bisa saja dia nanti menjadi menteri. Kombes Wiliard, kalau dia mau duduk manis saja, sebentar lagi berpangkat jenderal,” ujar Adri, panggilan akrab Adrianus, kepada JPNN, Selasa (5/5).

Adri juga mengaku tertarik untuk membayangkan kondisi psikologis keluarga Antasari, Sigid, dan Wiliard. ”Mereka barangkali baru sadar bahwa tidak hanya orang-orang kecil saja yang bisa jatuh. Ternyata orang besar juga bisa jatuh, bahkan langsung terjerembab, karirnya habis total. Karena sang ayah, karena sang suami, keluarga mereka menjadi gelap,” ujar Adri.JPNN.COM

Ditemukan Mumi Anjing Berusia 2.300 Tahun

puppy-mummy-540x380h2

Sebuah mumi yang berdasarkan hasil alat pemindai CT ternyata berwujud seekor anak anjing berusia 2.300 tahun berhasil ditemukan di sebuah makam Mesir baru-baru ini. Sebagaimana dilansir Discovery Channel, Sabtu (2/5) disebutkan, mumi anak anjing ini ditemukan di posisi kaki sebuah mumi manusia yang diduga majikannya.

Para ilmuwan dari University of Pennsylvania memberi nama mumi anak anjing itu ‘Hapi-Puppy’ karena ditemukan bersama mummi yang di makamnya terdapat inskripsi ‘Hapi-Men’ yang diyakini majikannya. Mummi itu termasuk salah satu mummi hewan yang cukup langka, sebab belum pernah ditemukan sebelumnya. Bangsa Mesir Kuno sering mengawetkan hewan, seperti kucing, burung, dan bahkan buaya tapi jarang mengawetkan anjing.

Jennifer Wegner, ilmuwan riset senior di museum Mesir menjelaskan tidak seperti kebanyakan hewan yang diawetkan, bangsa Mesir kuno tidak memiliki dewa anjing, kalaupun ada hewan hanya merujuk pada dewa Anubis, tapi itupun jenis jackal. “Dalam kasus ini, terlihat bahwa Hapi-Men ingin dimakamkan bersama hewan peliharaan kesayangannya,” tambahnya.

ct-scan-540x380standardAnjing itu memiliki kaki seperti yang dimiliki jenis Jack Russell. Kepalanya panjang dan memiliki jari-jari kaki yang terpisah. Wegner mengatakan bangsa Mesir Kuno biasanya memelihara dua jenis anjing, greyhound dan sebangsa corgi.

Bangsawan Mesir senang memilihara hewan. Bahkan, Raja Intef Wahankh II dimakamkan bersama tiga ekor anjing pemburu miliknya yang masing-masing diberinama Gazelle, Greyhound dan Black. Berdasarkan gambaran yang diperoleh,  Cleopatra yang terkenal itu pun pernah memeliharai beberapa ekor kucing.

Sang majikan mumi anak anjing ini diduga meninggal saat ia berusia 40 tahun. Para ahli meyakini hewan itu dibunuh menyusul kematian sang majikannya. Janet Monge, kurator di museum Anthropologi Fisika yang tertarik mengkaji temuan ini mengatakan, “Di masa itu mereka mempercayai bahwa hidup di Bumi sangat singkat. Jadi Hapi-Men ingin menghabiskan seluruh hidupnya yang abadi di alam lain bersama anjingnya.”

ARI JULIANTO | GLOBAL

foto : MSNBC.com

Sumber Listrik di China dari Kotoran Ayam

Farm fuels city's need for power

Gas silos at the farm.

Farm fuels city's need for power

The manure converted into gas. foto : ( http://www.chinadaily.com.cn/bizchina/2009-05/04/content_7740156.htm)

SURYA — DQY Ecological Farm, pemasok utama telur organik buat Beijing, juga telah menyediakan pasokan listrik untuk ibu kota itu yang diperoleh dari kotoran ayam. Demikian laporan China Daily, Senin (4/5).

Dengan total kapasitas 14.600 megawatt per tahun, peternakan itu mampu memenuhi kebutuhan listrik bagi 10.000 keluarga di Beijing, Tianjin, dan wilayah otonomi pedalaman Mongolia di China Utara.

Peternakan tersebut memasang mesin gas pertama di China pada Agustus lalu guna menghasilkan tenaga listrik dan panas dari 80.000 ton kotoran ayam yang diperoleh setiap tahun dari 3 juta ayam yang dipeliharanya.

Dengan memanfaatkan gas-bio buat menghasilkan listrik yang terpasang dari bekas sumbernya yang dipanaskan oleh batu bara, peternakan DQY mengurangi buangan gas CO2 sampai 95.000 ton per tahun. “Perusahaan kami berencana mengembangkan model tersebut di bagian lain negeri tersebut,” kata Gu Qing, wakil pemimpin peternakan itu.

DQY adalah perusahaan modal asing dengan modal terdaftar 208 juta yuan. Peternakan itu menghasilkan 71 persen telur organik di pasar Beijing. Pemegang sahamnya terdiri atas Beijing Deqingyuan Science and Technology Co Ltd, GEF-Global Environment Fund yang berpusat di AS, Inno Biz Agriculture dari Hongkong, Shanghai Yibei Management Consultancy Company, anggota Bank Dunia, Finance Corporation, dan enam per orangan. ONO/ant/kcm