“TARIAN NO BRA, TREN CLUB KE CLUB Menjual Keberanian Menjaring Clubbers”


clubbing-ukMenuh iburan di sejumlah club malam makin mengusik libido. Jika selama inipertunjukan sexy dancer masih dalam koridor ‘sexy’,belakangan mulai tampil terbuka. Para penari tampil tanpa penutup dada alias nobra alias topless.

Menuh iburan di sejumlah club malam makin mengusik libido. Jika selama inipertunjukan sexy dancer masih dalam koridor ‘sexy’,belakangan mulai tampil terbuka. Para penari tampil tanpa penutup dada alias nobra alias topless. Variasinya pun beragam, mulai dari sekedar menarihingga berinteraksi dengan tamu-tamu. Yang menarik, menu ini pun mulaidisuguhkan di sejumlah club Selatan, meskipun tidak setiap hari.

Pada awal 2000, ketika beberapa club menyajikan pertunjukan sexy dancer,tamu-tamu menyambutnya dengan antusias. Club disesaki tamu-tamusebelumpertunjukan dimulai. Gegap gempita menyeruak di setiap sudut ruangan. Saat itupertunjukan hanya diadakan pada saat berlangsungnya event khusus. Sebut sajamisalnya bertepatan dengan ‘Valentine’s Day’, ‘New Year Eve’ atau ‘anniversary party’.Selain durasinya tidak terlalu lama, para penari pun masih mengenakan kostumyang pantas. Pertunjukan sexy dancer seperti ini pun padaakhirnya menjadi biasa dan bahkan merambah hingga ke cafe-cafe.

Cafe PD yang berlokasi di lingkungan sebuah hotel berbintang menjadisalah satu tempat hiburan yang menyuguhkan sexy dancer pada event-eventtertentu. Sexy dancer ditampilkan pada pukul 00.00 untuk sesipertama dan sementara untuk sesi kedua dilanjutkan satu jam kemudian. Hanyasaja penampilan sexy dancer ini khusus diadakan di bar, bukan diarea kafe, meskipun memiliki stage yang memadai.

Kalau pun ada club yang menyajikan pertunjukan yang lebih berani, saatitu masih terbatas pada private party atau party yangdiselenggarakan untuk kalangan terbatas. Hanya mereka yang masuk guest list atau yang membawa undangansaja yang boleh masuk. Artinya, event tersebut tertutup untuk publik.Pertunjukan itu sendiri sebenarnya diselenggarakan EO dan dapat berpindah,tergantung keberanian club memberi izin. Apalagi biasanya party berlangsung pada saat happy hour, bukan saat disco time.

Club HB merupakan salah satu tempat terfavorit bagi EO untukpenyelenggaraan private party yang menyuguh topless dancer.Saat itu, sajian topless hanya berlangsung di atas panggung tanpa adainteraksi dengan tamu-tamu. Kalau pun ada interaksi, itu pun terbatas bagiorang-orang tertentu yang sudah dikenal. Mereka ini biasanya cukup royal dalammemberikan saweran atau tips. Atau sebaliknya, orang-orang yang dianggap bikinlucu atau heboh bila dikerjain.

Bagaimana pun, setelah sejumlah event yang pernah diselenggarakan, baiksecara private maupun underground, sekarang telah menjadi sesuatuyang umum dan biasa. Betapa tidak, setelah era pertunjukan sexy dancer tidak lagi memiliki daya jual, clubbers menginginkan sesuatu yang baru.Bagi para pengelola club, topless dancer dianggap sebagai sebuah jualanyang mampu menjadi magnet untuk menghadirkan clubber di club-club mereka.

Uniknya, pertunjukan topless dancer ini tak hanya didominasi clubyang benar-benar club. Atau dalam bahasa sederhananya tempat hiburan malam yangmenyajikan musik dan minuman tanpa ada sajian hiburan lainnya. Belakangansajian topless dancer juga disuguhkan di spa atau pusat kebugaran,lounge, serta karaoke. Interaksi dengan tamu-tamu pun makin berani, entah itumereka yang aktif atau mereka yang memancing tamu supaya bertingkah aktif.

Di sebuah club yang berlokasi tak jauh dari pusat pemerintahan, sebutsaja HD, topless dancer bahkan berani duduk berhadap-hadapan di pangkuantamu. Sambil menggoyang-goyangkan badan yang hanya di bungkus selembar G-string,tangan tamu diraihnya lalu ditaruh ke bagian tubuhnya yang terbuka. Namunganjaran yang dia terima malam itu cukup membuatnya puas, sang tamu memberinyalima sloki tequila shoot drink.

TIPS. Setelah memutari jalan mendaki sampailah dipelataran parkir di mana pintu masuk club bernama KPG yang terletak di kawasanTHR. Club yang secara geografis berada di utara Jakarta itu sudah terdengardenyut kehidupannya. Bukan rahasia lagi sebenarnya club ini sejak siangmenjelang sore sudah menjadi arena pelepasan kepenatan penikmat kehidupanhedonis. Ketika malam sudah menggelayut dan kian pekat, club ini kianmenampakkan wajah sebenarnya.

Menapaki jalanmenurun menuju pintu club yang terbuat dari kayu dengan dua orang –terkadangtiga orang—penjaga berbadan besar berwajah keras namun kerap memberikan senyum,siap membukakan pintu. Ketika pintu terbuka, keremangan yang pekat, asap rokokserta musik keras langsung menyergap semua indera di tubuh.

Memang agak sulitmencari tempat duduk di keramaian ini. Apalagi meja-kursi yang berada di depansudah terisi penuh, begitu juga dua baris ke belakangnya. Setelah adu cepat‘berenang’ di sesaknya orang, akhirnya satu blok meja-kursi di depan sebelahkanan floor yang dijadikan panggung dapat direbut.

Malam belum larut,jarum jam masih menunjukan angka 23.00. Arena hiburan masih hingar-bingardengan penampilan home band yang membawakan lagu-lagu yang menjadi trendi masyarakat. Sesekali bila ada lagu yang enak untuk bergoyang beberapa tamuclub ini turun ke dance floor. Komunikasi antara penyanyi dengan tamu jugaterjalin dengan bagus. Beberapa tamu –yang mungkin sudah menjadi langganan clubini, tak sungkan ikutan bernyanyi. Meskipun suaranya tak terlalu merdu, cukuplumayan untuk bisa menyenangkan hatinya sendiri.

Sementara itu waiter dan waitress hilir-mudik mengantarkan pesanan berbotol-botol minuman. Diantara kesesakan tamu ini, hadir pula wajah-wajah berbedak dan bergincu denganbalutan busana seksi. Wajah-wajah wanita muda ini menampakkan kebeliaannya yangmenggelendot manja pada pria-pria itu. Terkadang ada jeritan tertahan, ketikatangan pria yang digelendotinya nakal merayapi tubuh mereka.

Malam makin larut,para tamu club ini tak juga beranjak meninggalkan tempatnya. Ketika homeband menghabiskan aksinya digantikan dengan kebolehan DJ mengolah piringanhitamnya, antusiasme tamu tak terlalu meledak. Sepertinya kehadiran DJ denganhentakan lagu yang mengajak bergoyang ditanggapi wajar-wajar saja. Sesekalimereka meninggalkan tempat bercengkramanya menuju lantai dance, bergoyangseirama dengan dentuman musik yang keluar dari sistem suara yang besar.

Hampir satu jam DJmemainkan musiknya yang tentunya sesuai dengan pilihan atmosfir tamu yangdatang. Tamu yang duduk di belakang mulai merangsek maju. Seiring dengan itusudah ada dua grup penari wanita yang berada di kanan dan kiri arena, siapuntuk masuk ke tengah lantai dance. Dengan aba-aba dari DJ, empat penariini memasuki arena dansa. Hanya mengenakan two pieces bikin danbersepatu bot, empat penari wanita ini mulai meliukkan badannya. Meskipunwajahnya tak terlalu cantik, namun format badan mereka sangat bagus. Tubuhmereka membentuk kurva yang bagus dengan tonjolan-tonjolan pada bagian depandan belakang yang ‘menjanjikan’.

Gerakan ‘panas’ yangdipertontonkan, memancing siulan dan teriakan nakal para tamu club KPG ini.Selama lima menit tamu-tamu kian rapat menyaksikan keempat wanita ini menari.Cucuran keringat yang mengalir, menambah seksi penampilan mereka. Tak berapalama salah satu penari ini menekuk dua tangannya ke belakang melepaskan kaitbra-nya.

Lalu tangannyadisilangkan ke depan dadanya sambil memberikan pandangan menggoda pada parapenonton di depannya. Kemudian dengan gerakan cepat ia menarik dan menjatuhkanbra-nya ke lantai. Tentunya dengan masih mengikuti musik yang dimainkan DJ yangberada tepat di belakangnya. Pemandangan dirinya langsung terbuka lebar danpenonton makin kegirangan dengan aksi ini. Aksi yang sama kemudian diikuti pulaoleh tiga penari lainnya. Keriuhan malam itu makin meledak menyaingi suaramusik yang berdentum keras pada sound system.

Di tengah keriuhanitu terlihat empat penari ini mengambil ancang-ancang bergerak ke arah maju.Dengan masih menari mereka mendatangi meja-meja yang ada di depannya. Parapenari ini menempelkan diri mereka dengan berani di pelukan tamu-tamu prianya.Terlihat agak kewalahan ketika ada tangan nakal yang berusaha mencolek bagiandada mereka. Bahkan ada yang berani menyelipkan uang tips-nya pada celanabikini mereka, jauh ke dalam. Ada pula dengan nakalnya mencubit bokong mereka.Bila ada tamu yang terlihat malu-malu, mereka semakin berani mendekatkandirinya. Seolah hendak merengkuh tamu itu masuk dalam pelukannya.

Mereka pun takmenolak ketika uang tips yang diberikan berjumlah besar. Penari ini tak ragu menggoyangkan badannya lebih hot lagi. Lebih-kurang satu jam merekamenari di depan para tamu  club ini,sebelum kemudian surut di keremangan suasana. Lantas kehidupan di club itukembali normal hingga penghujung waktu.

LOUNGE PANAS. Club eksekutif KSB adalah salah satu tempat hiburanyang mengedepankan konsep spa dan lounge yang menyajikan sajian toplessdancer. Berlokasi di Jl PS, yang tak seberapa jauh dari pusat perbelanjaantertua di Jakarta, membuatnya menjadi destinasi kaum petualang hedonis. KSBmemang tak membuat agenda rutin untuk menggelar tarian yang memperlihatkansisi-sisi misteri wanita. Hanya pada kesempatan-kesempatan tertentu saja clubini menggelar tarian penggoda itu.

Biarpun waktu sudahmenunjukan pukul 23.00 suasana malam itu masih adem-ayem saja. Musik keraspenggerak badan diperdengarkan dari sound system tak membangkitkan tamuuntuk beranjak dari tempat duduknya. Meskipun beberapa tamu sudah larutmengikuti irama musik, tak berarti mereka tenggelam di dalamnya. Sesekalipandangan para tamu diarahkan pada panggung layaknya catwalk yang beradadi depan bartender. Meja panjang yang memancarkan sinar dari bawah lengkapdengan tiang di tengahnya, seolah menjadi magnet besar bagi tamu yang ada padamalam itu.

Lounge yang cukupbesar ini terletak di balik pintu penghubung lobi penerima tamu. Para tamudilayani para guest relation officers (GRO) yang siap melayani denganbaik. Para GRO ini akan menempatkan tamu pada meja kursi yang dianggap bisamengakomodasi kebutuhan tamunya. Sehingga tamu tidak akan tersasar daritujuannya.

Menjelang tengahmalam, lampu utama di lounge itu meredup bersamaan. Sinar hanya muncul darimeja bartender tersebut. Sepuluh penari wanita memasuki lounge dengan hanyamengenakan bra, memakai hot pants dan tentunya bersepatu bot. Kebosananyang tadinya sempat merasuk, seakan sirna menguap bersama kehadiran para penariitu.

Lima penari beradadi atas meja bar yang bersinar itu. Sedangkan lima yang lainnya tepat berada dibawah yang berdekatan dengan tamu yang ada. Musik yang memenuhi ruang dengar dilounge club itu, membuat para penari terus bergoyang mengikuti irama. Tak usahmenunggu lama, ke sepuluh wanita sudah melepaskan penutup dadanya dan terusbergoyang saling berganti posisi.

Lima penari yang adadi bawah kemudian menyebar di antara para tamu dan berusaha mengajaknyabergoyang. Tamu-tamu yang kebanyakan pria penikmat kehidupan hedonis ini, bukanikut bergoyang namun hanya tersenyum-senyum saja. Sedangkan matanya tak lepasdari dada para penarinya. Tubuh para penari yang basah oleh keringatnya sendiriitu sangat bagus. Lekukan tubuhnya sungguh’menjanjikan’. Hanya sayangnyakebanyakan dada mereka tidaklah terlalu besar, meskipun berukuran proporsional.

Lima penari yangmasuk ke tengah kerumunan penonton, kemudian beranjak menuju meja yang bersinaritu. Sedangkan lima penari yang ada di atasnya kemudian bergantian turun.Setelah menari-nari di depan meja, mereka pun berbaur dengan tamu-tamu yangada. Meskipun tak ada siulan dan teriakan nakal, namun suasana sangat meriah. Sedangkantiga penari yang berada di atas panggung meja itu saling berpegangan pada tiangyang ada. Ketiga penari itu meliuk membentuk koreografi tarian ‘panas’ hubunganasmara.

Tarian ‘panas’ iniberlangsung satu jam. Lantas arena hiburan diisi dengan permainan yangmemberikan beragam hadiah-hadiah menarik. Dilanjutkan dengan fashion show dengan model berbusana seksi. Acara yang bisa dianggap selingan ini berlangsunghanya satu jam. Kembali dilanjutkan dengan tarian panas yang semakin membuatgerah suasana lounge itu.

Beberapapenarinya kali ini tampil lebih berani lagi. Selain masuk ke kerumunanpenonton. Beberapa penarinya berani menari di atas pangkuan beberapa tamu yangada di depan panggung. Sedangkan tamunya tak ragu menyorongkan botol minuman kemulut si penari. Tapi ketika tangan nakal tamunya hendak menjamahnya, iapunmenepisnya dan berlalu dengan cepat.POPULAR MAGZ

Iklan
    • vpmaniac
    • April 5th, 2009

    Klo ndak gitu keliatannya ndak laku clubnya 😀

      • sugiyanto
      • Mei 15th, 2012

      like

    • Ngawis 1
    • November 29th, 2009

    Ah,tar lagi juga bosen.

  1. Hi, I think your website might be having browser
    compatibility issues. When I look at your blog in
    Firefox, it looks fine but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping.
    I just wanted to give you a quick heads up! Other then that, very good blog!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: