Arsip untuk Maret 27th, 2009

Ibu Lahirkan di Pesawat Lalu Buang Bayinya di Tong Sampah

Ibu Lahirkan di Pesawat Lalu Buang Bayinya di Tong Sampah[Ibu Lahirkan di Pesawat, Buang Bayinya di Tong Sampah]

imgsizephpPacific Blue Boeing 737 tempat melahirkan bayi itu (CNN)

SEORANG wanita melahirkan di pesawat Pacific Blue Boeing 737 tiba-tiba merasa mulas dan akhirnya melahirkan di toilet pesawat. Dengan wajah pucat perempuan ini menaruh si jabang bayi di tempat sampah.

Saat pesawat mendarat di Bandara Auckland, para petugas kebersihan menemukan bayi tersebut. Penemuan ini diumumkan 20 menit kemudian.

Bayi tersebut kemudian dipertemukan kembali dengan ibunya. Namun kini bayi itu untuk sementara berada dalam pengasuhan badan pemerintah. Bayi yang diberi nama Grace itu kondisinya saat ini baik-baik saja.

Kantor berita AFP, Rabu (25/3) , memberitakan kini wanita berusia 29 tahun itu berurusan dengan polisi. Di pengadilan Selandia Baru, wanita asal Samoa itu yang dirahasiakan namanya itu didakwa mengabaikan anak dan melukainya.

Kepolisian Selandia Baru menyatakan, bayi perempuan tersebut terluka saat dibawa turun oleh petugas dari pesawat. Untunglah lukanya ringan.

Inspektur Detektiv Mark Gutry mengatakan pada wartawan bahwa wanita itu pantas dihukum. “Meninggalkan seorang anak merupakan masalah serius. Kita tentunya perlu menetapkan dakwaan,” ujar Gutry.

Persidangan kasus wanita tersebut akan kembali digelar di pengadilan Selandia Baru pada 9 April mendatang.

sumber : http://agnesmonica-2009.blogspot.com/2009/03/ibu-lahirkan-di-pesawat-lalu-buang.html

Para Caleg Manfaatkan Bencana Situ Gintung

Caleg . . . caleg .  . . Para calon legislatif yang tengah gencar mempromosikan dirinya agar terpilih dalam pemilu legislatif 2009 tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang datang untuk membuat dirinya dikenal oleh calon pemilih.

Menjelang sore di lokasi bencana bendungan Situ Gintung, Tangerang, Banten, Jumat (27/3), para calon legislatif daerah pemilihan Tangerang mulai mendatangi lokasi pengungsian.

Para caleg yang terlihat di antaranya berasal dari Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura.

Mereka datang dengan menggunakan atribut partai, seperti kaus, bendera, dan bahkan mobil yang ditempeli logo partai dan potret diri.

Para caleg itu memberikan bantuan sembako dan berbagai kebutuhan kepada para pengungsi. Caleg dari Partai Hanura bahkan mendirikan posko tersendiri untuk para pengungsi.

Selain para caleg, organisasi masyarakat, seperti Pemuda Pancasila, juga mendirikan posko di lokasi bencana. Mereka mendirikan tenda posko dan menyiagakan para relawan.

Hingga sore ini, jumlah korban tewas akibat jebolnya bendungan Situ Gintung mencapai 52 orang dengan ratusan rumah yang hancur.KOMPAS

Ultah ke-107, Nenek Ngebut 172 Km/Jam

Ulang tahun biasanya menjadi momen paling spesial dalam hidup seseorang. Ada banyak cara untuk merayakannya. Tak terkecuali Dulcibella King-Hall. Nenek berusia 106 tahun ini memilih merayakannya dengan hal yang memicu adrenalin. Ngebut di sirkuit Brands Hatch, di Kent, Inggris.

nenek pembalap

Ya, meskipun sudah berusia sangat uzur, bagi Dulcibella hal inilah yang sangat diidam-idamkannya sejak lama. Ulang tahunnya yang ke 107 memang baru jatuh pada Sabtu (28/3) besok, namun keinginan Dulcibella seolah tak bisa ditunda lagi. Rabu (25/3) waktu setempat, menjadi hari bersejarah bagi Dulcibella.

Setiba di di Brands Hatch, Dulcibella langsung disambut tim yang menanganinya. Dulcibella yang menggunakan kursi roda, datang dari rumah jompo Halliwell di Tunbridge Wells, Kent. Ia pun didorong menuju sirkuit yang akan dilaluinya. Sebelum masuk ke dalam mobil, si nenek sempat berpose di depan mobil sport BMW M3 yang akan dinaikinya. Tak lupa helm berwarna putih diletakkan di pangkuannya.
Ia juga diharuskan menandatangani asuransi senilai lima juta poundsterling atau sekitar Rp 90 miliar.

Dulcibella mengenakan sandal warna hitam favoritnya, yang menjadi alas kakinya selama bertahun-tahun.

Setelah itu Dulcibella mengenakan helm dan duduk di jok terdepan. Memang, bukan Dulcibella yang mengemudi, namun Gary Palmer, Kepala Pelatih di sirkuit Grand Prix tersebut. Toh, tetap saja Dulcibelle duduk di samping Palmer yang mengemudi. Sebelum memulai aksi kebut-kebutannya, Palmer memeriksa standar keamanan Dulcibella, seperti sabuk pengaman maupun helm yang dikenakannya.

Dan mulailah aksi mendebarkan tersebut. Palmer langsung memacu kendaraannya hingga kecepatan 172 kilometer per jam . Ia memutari sirkuit sebanyak tiga kali. Nyatanya, Dulcibella yang duduk di sebelah Gary tak menunjukkan raut muka takut sedikitpun. Setelah selesai ngebut, Dulcibella mengungkapkan perasaannya dengan gembira.

“Sangat menyenangkan. Ini adalah impian yang menjadi kenyataan. Saya berterima kasih pada semua orang yang membuat hal ini nyata bagi saya,” ujar Dulcibella senang.

Ia mengaku sangat takjub saat mobil mengitari sirkuit dan tak ada rasa takut sedikitpun dalam dirinya.
“Saya selalu menyukai mobil dan merasa ngebut sangat menyenangkan. Bagian terbaiknya adalah bisa meluncur sangat cepat di lajur yang lurus. Kami sempat mencapai kecepatan 172 kilometer per jam. Sangat fantastis,” imbuhnya.

Dulcibella menuturkan, ia masih belum percaya saat diberitahu impiannya bisa terpenuhi. “Saya tidak akan pernah melupakan hadiah ulang tahun seperti ini,” tegasnya.

Saat turun dari mobil, botol-botol sampanye dan buket bunga langsung menyambutnya.
Palmer yang mengemudikan mobil, tak ketinggalan ikut memuji Dulcibella. Ia menyebut si nenek memiliki senyum menyenangkan di wajahnya.

“Saya pikir ia wanita luar biasa. Banyak orang yang merasa takut jika harus naik kendaraan dengan kecepatan tersebut. Namun ia seperti menikmati setiap detik yang dijalaninya,” puji Palmer.
Menurut Palmer, mereka mencapai kecepatan tertinggi 172 km per jam saat mendekati tikungan. “Sangat menyenangkan bisa mengantarkan dia. Dulcibella memiliki senyum manis di wajahnya,” imbuh Palmer.

Lahir di Devon tahun 1902, Dulcibella mencintai mobil semenjak ia bekerja sebagai sopir penguji kendaraan militer di Perang Dunia II. Salah satu staf di rumah jompo Halliwell mengungkapkan, ia selalu meminta supir minibus di tempatnya untuk berjalan lebih cepat dan ngebut.

“Mobil seperti keinginan abadi Dulcibella. Selama Perang Dunia II ia selalu menguji coba segala jenis kendaraan yang telah dipakai penduduk sipil,” ujar Lena Akers, Koordinator Even Sosial Halliwell.

Menurutnya hal ini tidak akan menjadi hal pertama yang mereka lakukan untuk Dulcibella. “Beberapa tahun lalu kami sempat melihatnya mengendarai mobil limo Rolls Royce dalam berbagai gaya. Tak ketinggalam juga Porches. Mobil yang dipegangnya seolah menyatu dengan dirinya,” ujar Akers.SURYAONLINE

PBB Serukan Mata Uang Global Baru

Panel Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang berisikan ahli-ahli ekonomi menyerukan sebuah skema penyediaan mata uang global baru, untuk menggantikan sistem berbasis dolar AS yang kini digunakan.

“Sebuah ‘Global Reserve System’ baru, yang bisa dilihat sebagai SDR (Special Drawing Right) yang diperluas, dengan penyesuaian yang dilakukan secara reguler atau siklus tertentu atas mata uang yang masuk dalam reserve tersebut, dapat memberikan kontribusi pada stabilitas dunia, ekonomi yang kuat dan keadilan dunia,” demikian rekomendasi dari panel tersebut, seperti dikutip dari AFP, Jumat (27/3/2009).

Panel yang dipimpin oleh ekonom Joseph Stiglitz itu juga menyatakan bahwa saat ini telah terjadi peningkatan konsensus bahwa ada masalah dengan sistem penyediaan dolar. Peraih Nobel tahun 2001 itu mencatat sistem dolar terkini sebagai sistem yang relatif bergejolak, tidak stabil.

“Negara-negara berkembang meminjami AS triliunan dolar dengan suku bunga hampir nol persen, ketika mereka sendiri membutuhkannya dalam jumlah yang besar. Ini adalah indikasi dari asal mula masalah. Ini adalah sebuah transfer netto, dalam pengertian bagi AS adalah sebuah bantuan dari asing,” kritiknya lagi.

Seruan untuk pembentukan mata uang global kini terus dilakukan. Salah satu yang menyerukan pembentukan mata uang global adalah China. Gubernur Bank Sentral China Zhou Xiaochuan sebelumnya juga menyatakan bahwa dolar harus digantikan dengan semacam SDR yang dipakai oleh IMF.

Atas keinginan sejumlah negara dan badan dunia untuk pembentukan mata uang global, Presiden Barack Obama sebelumnya menyatakan bahwa hal itu belum diperlukan. Menurutnya, investor masih memandang dolar AS sebagai mata uang yang paling stabil.

“Sebagaimana kepercayaan terhadap perekonomian AS atau dolar, saya hanya ingin menekankan bahwa dolar berada dalam posisi yang sangat kuat saat ini,” ujar Obama.DETIKFINANCE

Tragedi Situ Gintung, Ratusan Rumah Hancur Masjid Utuh Berdiri

 rumah-rumah penduduk di sekitarnya banyak yang rata dengan tanah. rumah-rumah penduduk di sekitarnya banyak yang rata dengan tanah.

JAKARTA (SuaraMedia) – Sebuah masjid masih tegar berdiri pascajebolnya tanggul Situ Gintung di Kampung Situ, Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Banten.

Ini tergambar dari sebuah video yang diunggah ke situs di alamat youtube atau  http://tinyurl.com/cee96n. Dalam video yang berdurasi 4 menit 6 detik, video milik fitriscooter99 ini, menggambarkan sebuah masjid berlantai 2 yang tetap berdiri.
Sementara, rumah-rumah penduduk di sekitarnya banyak yang rata dengan tanah. Dalam video juga tergambar, sebuah rumah yang berada di ketinggian akhirnya roboh akibat tanah longsor.

Air terlihat sudah mulai surut, namun kondisi tanah di tempat yang lebih tinggi terlihat rawan longsor. Warga banyak yang berkumpul untuk melihat kondisi di Kampung Situ.

Sejak Zaman Belanda, Tanggul Belum Pernah Direnovasi


Tanggul Situ Gintung belum pernah sekalipun direnovasi. Tanggul ini dibangun sejak zaman Belanda.

Menurut Informasi Kepala Balai Besar Wilayah Cidurian dan Sungai Cisadane Provinsi Banten, Joko Suryanto mengatakan, sejak zaman Belanda belum sekalipun tanggul direnovasi.

“Biasanya hanya dilakukan pengerukan saja. Itu terakhir dilakukan tahun 2008 oleh Pengairan Departemen Pekerjaan Umum,” kata dia kepada wartawan.

Nama Situ Gintung tidak pernah diubah sejak pertama tanggul dibangun oleh pemerintah Belanda. Situ yang memiliki luas 31 hektare dengan kedalaman 10 meter ini awalnya diperuntukkan bagi sistem pelimpahan dan penampungan air hujan.

Menurut warga sekitar, mereka telah meminta perbaikan tanggul sejak tiga tahun lalu. Saat itu, air di Kali

Pesanggrahan meluap dan menyebabkan banjir di kawasan sekitar.

Situ Gintung pernah dijadikan tempat wisata. Kawasan seluas 150 hektare tersebut akhirnya menyempit. Keberadaan rumah-rumah di sekitar Situ juga tidak dilarang. Sayangnya, kawasan Situ sudah lama tidak diperhatikan oleh Pemerintah Tangerang.

Debit air yang deras, menyebabkan jebolnya tanggul Situ Gintung. Apalagi, kontur tanah di sekitar kawasan tersebut sangat curam, sehingga menyebabkan tanah longsor setelah diterjang air bah dari limpahan Situ Ginting.

Dua Orang dalam Honda Jazz Nyangkut di Jembatan

Dua mobil tesangkut di bawah jembatan Kali Pesanggarahan, Jalan Ciputat Raya, Tangerang, Banten.

Dua mobil tersebut berjenis Honda Jazz dan BMW. Dari informasi petugas Jakarta Rescue Situ Babakan, Zaenuddin mengatakan, di dalam Honda Jazz diduga terdapat dua orang yang masih terjebak di dalamnya.

“Kami kesulitan karena banyak kayu, batang pohon, dan kasur di Sungai Pesanggrahan,” kata dia.

Selain dua mobil tersebut, ada juga lima motor yang hanyut di dalam sungai. Menurut informasi, mobil jazz tersebut milik warga yang tinggal di Perumahan Cirendeu Permai. Jenazah korban jebolnya tanggul Situ Gintung di Kampung Situ, Cirendeu, Tangerang, Banten, telah berada dievakuasi ke Instalasi Forensik RS Fatmawati.

Adapun nama-nama korban jenazah insiden jebolnya tanggul Situ Gintung yang telah tercatat hingga pukul 12.22 WIB sejumlah tujuh korban dan sisanya sedang menuju RS Fatmawati.SUARAMEDIA

Telah terjadi keanehan atau keajaiban atas tragedi jebolnya dam danau Situ Gintung Tangerang pada hari Jumat tgl 27/03/09 jam 04.30. Peritiwa itu terjadi saat berakhirnya azan subuh : asholatu khoiru minanaum (shalat lebih baik daripada tidur) yang berkumandang di sebuah masjid al jabal rahmah. Masjid itu  lokasinya persis dilewati air bah. Tetapi subhanallah, ternyata air dibelokkan oleh Allah SWT. Masjid tetap berdiri tegar utuh. Masjid luput dari terjangan air danau Situ Gintung yang jebol. Ini suatu isyarat agar ditegakkan shalat subuh berjamaah di masjid. Sayang kebanyakan orang masih tidur. SABILI

Pria Bersunat Lebih Kebal Penyakit Terkait Kelamin

Los Angeles: Pria yang bersunat tidak hanya lebih kebal dari risiko tertular HIV/AIDS, tapi juga dua penyakit lain yang ditularkan via kelamin yakni herpes dan papollomavirus manusia (HPV). Meski begitu, bersunat tidak bisa menahan penularan sipilis.

Penelitian di tiga negara Afrika, termasuk Uganda, sebelumnya menemukan bahwa risiko tertular HIV/AIDS bagi pria yang dikhitan bisa berkurang sampai 60 persen.

Tapi penelitian baru dari Uganda, yang ditulis di New England Journal of Medicine edisi Kamis (26/3), memperlihatkan bahwa bersunat juga mencegah dua tipe penyakit yang ditularkan via kelamin lainnya yakni HPV dan herpes. HPV bisa menyebabkan kanker. Sedang herpes meningkatkan kemungkinan terinfeksi HIV

Riset ini dilakukan pada 3.393 pria dewasa yang tidak terkena HIV di Uganda. Separuh diantaranya disunat saat itu juga dan separuhnya lagi disunat dua tahun kemudian. Mereka semua diuji fisiknya dan dan dengan sukarela mendapat penjelasan soal HIV dan kondom.

Setelah dua tahun, herpes mengenai 114 pria yang disunat. Sedang yang tidak disunat, mencapai 153 orang. Sedang HPV, mengenai 42 pria disunat dan 80  yang tidak disunat. Tapi untuk sipilis, tidak ada bedanya antara dua kelompok pria itu.

Hasil ini serupa dengan penelitian di Amerika Latin yang menyebutkan bahwa bersunat mengurangi risiko HPV dan herpes sampai separuhnya.

Di seluruh dunia, hanya sekitar 30 persen pria yang disunat. Di negara muslim, hampir seluruh pria disunat. Sedang negara Barat yang banyak warganya disunat adalah Amerika Serikat, yang mencapai 79 persen.TEMPOINTERAKTIF

Awas ! Abon Sapi Isi Daging Babi

abon

Buntut merebaknya dendeng/ abon daging sapi yang mengandung babi di sejumlah pasar tradisional dan modern, warga merasa waswas membeli apalagi mengonsumsi produk makanan tersebut.

Sejumlah warga yang dihubungi “GM”, Kamis (26/3), rata-rata menyatakan untuk sementara waktu tidak lagi membeli maupun mengonsumsi dendeng/abon sapi, sampai adanya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan produk tersebut benar-benar halal dan aman dikonsumsi.

Menurut Ny. Nia (44), warga Ujungberung, Bandung, sejak merebaknya kasus ini, ia langsung berhenti membeli dendeng untuk konsumsi keluarganya. “Padahal keluarga saya, terutama anak-anak dan suami, sangat menyukai dendeng atau abon sapi,” katanya.

Tapi mau bagaimana lagi, tambah Ny. Nia, daripada ragu-ragu sehingga berdosa, lebih baik untuk sementara ia sekeluarga tidak dulu mengonsumsi dendeng atau abon sapi, dan diganti dengan menu makanan lain.

Kondisi serupa dikatakan Ny. Yayah (40), warga Cinunuk, Kab. Bandung. Menurutnya, selama ini ia kerap menjadikan dendeng atau abon sapi sebagai menu sarapan pagi bagi keluarganya. Sebab selain praktis, juga mengandung gizi tinggi.

Namun, sejak muncul pemberitaan di media massa tentang adanya dendeng daging sapi yang mengandung daging babi, akhirnya Ny. Yayah lebih memilih memproteksi keluarganya dengan tidak dulu membeli atau mengonsumsi produk makanan tersebut.

Sedangkan Nanang (45), warga Jln. Kopo, yang sejak kecil sangat menyukai dendeng atau abon sapi, mengaku terpaksa harus menunda dulu keinginannya mengonsumsi dendeng atau abon sapi. “Kalau mengandung daging babi, ya buat apa. Apalagi saya seorang muslim yang sudah jelas mengetahui hukum haramnya makan babi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jawa Barat, Banten, dan DKI, Firman Turmantara, meminta tim penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) perlindungan konsumen, BBPOM, aparat kepolisian, dan instansi terkait bertindak cepat dengan menindak tegas produsen dendeng sapi yang mengandung daging babi. Terlebih lagi penemuan dendeng sapi yang mengandung daging babi itu sangat meresahkan masyarakat.

“Ini harus segara ditindaklanjuti, karena jelas sangat meresahkan masyarakat. Apalagi ini sudah menyangkut akidah dan agama. Ibaratnya ini sudah siaga satu, sehingga harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditunda lagi. Karena kita khawatir kasus seperti ini dipolitisasi. Apalagi pada saat sekarang ini bisa ditunggangi sebagai isu politik,” ujar Firman saat dihubungi “GM”, Kamis (26/3) malam.

Diungkapkan Firman, kasus ini jelas merupakan penipuan. Apalagi dalam kemasannya tercantum label halal. “Ini jelas penipuan, apalagi di dalam kemasannya tertulis label halal. Padahal bagi seorang muslim, yang namanya babi itu haram hukumnya. Karena itulah, pemerintah, PPNS perlindungan konsumen, aparat kepolisian harus bergerak semuanya. Apalagi produk tersebut sudah menyebar di wilayah Kota Bandung dan Bogor. Ini tidak bisa ditoleransi, karena menyangkut agama dan akidah umat Islam,” tegas Firman.

Diungkapkan Firman, tindakan produsen tersebut jelas telah melanggar Undang-undang (UU) Perlindungan Konsumen Tahun 1999. Bahkan pelaku telah melanggar 3 UU sekaligus, yaitu UU perlindungan konsumen pasal 61, pasal 62, dan pasal 63, yaitu tentang standardisasi produk yang dilegalkan.

Selain itu, lanjut Firman, kasus tersebut pun jelas merupakan tindak pidana, sebagaimana yang diatur dalam KUHP pasal 378 tentang penipuan. “Ini jelas penipuan, karena ada label halal pada kemasannya, sementara isinya mengandung daging babi,” katanya.

Firman mengungkapkan, banyaknya kasus seperti itu menunjukkan masih lemahnya UU perlindungan konsumen. Untuk mengantisipasinya perlu dibentuk Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Jawa Barat. Saat ini BPKN hanya ada di Jakarta. BPKN sebenarnya adalah wadah yang menghimpun berbagai instansi yang berhubungan dengan masalah perlindungan konsumen.

Teliti sebelum membeli

Dengan adanya temuan produk dendeng/abon yang mengandung daging babi hasil pengujian Balai Penyidikan Penyakit Hewan dan Kesmavet (BPPHK) Cikole, Lembang, Kab. Bandung Barat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharapkan agar umat Islam memperhatikan barang yang akan dibeli dengan teliti dan seksama.

“Ada baiknya setiap konsumen memperhatikan kandungan gizi, untuk konsumsi makanan yang akan dibelinya. Sedangkan yang ragu-ragu karena mengganggu kesehatan, segera hindari,” kata Ketua Umum MUI Jabar, K.H. Hafidz Utsman.

Menurut K.H. Hafidz, temuan tersebut tentu meresahkan masyarakat. Karena itu, semua pihak terkait diharapkan langsung melakukan pengawasan di bawah arahan petugas dari Dinas Peternakan Jabar.

Ia meminta semua pihak yang mempunyai kewenangan di sejumlah pasar tradisional dan supermarket melakukan pengawasan yang lebih ketat. Sedangkan keberadaan MUI Jabar hanya mengeluarkan fatwa halal dan haram, setelah melakukan pengkajian yang dilakukan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika (LP-POM) MUI.

Secara terpisah, Direktur LP-POM MUI Jabar, Prof. Dr. H.A. Suryadi, M.A. mengatakan, produk dendeng/ abon merek tertentu hingga kini belum mendapat sertifikat halal dari MUI. Bahkan, tulisan halal yang mereka cantumkan dalam kemasan itu dibuat pihak perusahaan itu sendiri secara sepihak.

Suryadi mengakui, hingga kini kepedulian pihak perusahaan untuk memeriksa makanan dan minuman guna memperoleh sertifikasi halal masih rendah. “Kita pernah mengumpulkan 100 pengusaha fast food (makanan siap saji, red) dan pemilik rumah makan di Kota Bandung. Namun yang hadir hanya 20 pemilik saja. Itu pun melalui perwakilannya,” katanya.