Arsip untuk Maret 20th, 2009

Robot Ikan Perangi Polusi di Laut

1wqcrrgkbz1GIJON, SPANYOL – Polusi di laut kini semakin mengkhawatirkan. Para ilmuwan pun mendesain robot ikan yang dapat mendeteksi polusi di air.

Dikutip dari Skynews, Jumat (20/3/2009), sekawanan ikan buatan akan dilepaskan di perairan Spanyol untuk mencari kebocoran dari kapal yang berpotensi membahayakan kehidupan laut.

Robot berbentuk ikan gurame itu berukuran panjang 1,5 meter dan memiliki sensor kimia yang dapat mendeteksi bahan bakar kapal dan bahan kimia di air. Robot ini digerakkan oleh baterai yang dapat bertahan selama delapan jam dan dapat bergerak tanpa remote control.

Saat ini delapan robot telah dilepas ke ke perairan Bay of Biscay di Gijon dengan biaya sekira 100.000 poundsterling. Program robot ikan ini merupakan bagian dari kemitraan tiga tahun antara firma konsultasi teknik BMT Group dan Essex University.

Professor Huosheng Hu dari Essex University mengatakan, ikan-ikan ini akan mencegah potensi bahaya tercemarnya laut. Jika proyek ini berhasil, dia berharap ikan ini dapat digunakan di seluruh dunia untuk mencegah meluasnya pencemaran.OKEZONE

Dua Ibu Guru SD Tenggak Miras

Belum juga hilang dari ingatan perbuatan sepasang oknum guru yang kepergok bermesraan, kini dunia pendidikan di Kab. Sumedang kembali tercoreng, menyusul terungkapnya dua oknum guru wanita yang menenggak minuman keras (miras).

Keduanya yaitu Li dan An. Selama ini mereka mengajar di salah satu sekolah dasar di lingkup Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan TK/SD Kec. Buahdua, Kab. Sumedang.

Keterangan yang dihimpun “GM”, Kamis (19/3) menyebutkan, akibat menenggak miras yang diduga berkadar alkohol tinggi tersebut, salah seorang dari guru tersebut, yaitu An, terpaksa dilarikan keluarganya di Desa Mekarmukti Kec. Buahdua ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri.

“Dari informasi yang kami dengar, meski sudah sadarkan diri, namun sebagian tubuh An kini belum bisa digerakkan,” kata sebuah sumber, warga setempat yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis.

Menurut sumber tersebut, khusus An, ia tidak hanya kali ini saja berulah. Sebelumnya, kasus serupa, termasuk kasus perselingkuhannya dengan salah seorang PNS di lingkup Pemkab Sumedang, sudah menjadi konsumsi publik.

“Yang jelas, warga di sini tidak mengetahui apa yang melatarbelakanginya hingga ia nekat berbuat seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Sumedang, Drs. H. Rahman Setia, M.M. ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, membenarkan sekaligus menyatakan keprihatinannya atas kejadian itu.

“Persoalan kemarin saja (kasus bermesraan, red) belum juga selesai, sekarang muncul lagi persoalan baru,” katanya.

Terlepas dari persoalan itu, pihaknya telah memerintahkan Kepala UPTD Pendidikan TK/SD setempat agar secepatnya membuat laporan untuk kasus tersebut. “Langkah ini sangat penting untuk dijadikan bahan pembinaan terhadap yang bersangkutan,” tegasnya.GALAMEDIA

Suku Indian Amazon Punya Tradisi Kubur Anak Hidup-Hidup?

Tayangan video menggambarkan suku Indian Amazon mengubur anak-anak hidup-hidup dan telah beredar di Youtube, merupakan tayangan palsu, untuk menyebarkan kebencian kepada suku Indian.
Video singkat berjudul “Hakani” itu sudah disaksikan sebanyak 350.000 kali di YouTube.

Dalam tayangan itu, sebuah suku Indian di pedalaman hutan Amazon Brasil membuat liang lahat dan mengubur anak-anak mereka.

Lembaga internasional yang berbasis di London Inggris, Survival International, mengatakan, film Hakani adalah “palsu, tanah yang digunakan untuk menutupi wajah anak yang dikubur, sebenarnya adalah kue cokelat. Budaya membunuh bayi di kalangan suku Indian Brasil, itu tidak benar.”

“Orang diarahkan untuk membenci suku Indian, bahkan berharap mereka mati,” kata Stephen Corry direktur Survival International.

Video itu dibuat oleh anak seorang pendiri organisasi misionaris Amerika Serikat yang disebut Youth with a Mission.

Sementara salah satu pembuat film, Enock Freire mengatakan, Youth with a Mission membantu pembuatan film itu dengan tujuan menggambarkan apa yang disebutnya sebagai masalah serius. Freire meyakini bahwa tradisi membunuh bayi di kalangan Indian Amazon benar terjadi.OKEZONE

Celana Melorot Didenda US$ 255

trent_joseph_wroe_300x400_1803091Seorang remaja di Australia yang mengenakan celana model baggy tanpa pakaian dalam didenda seorang perempuan polisi. Pasalnya, celana Trent Joseph Wroe, remaja berusia 19 tahun itu, melorot ketika polisi sedang melintas.

Surat kabar di Australia, Sunshine Coast Daily edisi Kamis (19/3), menulis bahwa Wroe harus membayar denda sebesar US$ 255. Selain itu, hakim di pengadilan juga memerintahkan Wroe memakai ikat pinggang supaya insiden yang terjadi akhir Februari lalu di Mooloolaba, negara bagian Queensland itu tidak terulang lagi.

Wroe menerima putusan hakim dan berjanji akan meminta maaf kepada polisi tersebut. Wroe juga menyatakan lain kali akan mengenakan ikat pinggang dan pakaian dalam.

Sebelumnya polisi menuduh Wroe sengaja memamerkan bokongnya. Namun Wroe membantah dan menyatakan ia sedang menggunakan celana pinjaman yang ternyata berukuran terlalu besar. “Lalu celana itu melorot di waktu dan tempat yang salah,” ujar Wroe dalam pembelaannya.PIKIRAN RAKYAT

sumber foto

Terpecahkan, Misteri Asal Kehidupan

Ilmuwan NASA menganalisa debu meteroit dan menemukan petunjuk baru menyangkut misteri lama bagaimana kehidupan paling dasar di tingkat molekuler terbentuk.

“Kami mendapati molekul biologi tercipta di angkasa dan turun ke bumi di bawa oleh meteroit yang jatuh,” kata Daniel Glavin dari Goddard Space Flight Center NASA.

Protein yang merupakan pendukung molekul kehidupan, digunakan untuk semua hal mulai dari struktur rambut hingga enzim.

Molekul asam amino dapat diproduksi dalam dua cara dan keduanya mirip seperti tangan. Kehidupan berdasarkan asam amino kiri dan tidak dapat dicampurkan.

“Jika dicampur, kehidupan akan seperti telur orak arik, berantakan. Kehidupan tidak bekerja berdasarkan campuran asam amino kiri dan kanan. Tapi pertanyaannya mengapa kehidupan memilih asam amino kiri, bukan sebaliknya,?” kata

Jason Dworkin dari NASA Goddard penulis kedua laporan itu.

Selama empat tahun, tim menganalisa secara hati-hati contoh meteroit yang banyak mengandung karbon, disebut carbonaceous chondrites. Peneliti mencari ke dalam isovaline asam amino dan menemukan tipe carbonaceous meteorit ternyata lebih bersifat sisi kiri.

“Penemuan isovaline kiri di berbagai meteroit mendukung teori asam amino dibawa ke bumi oleh asteroit dan komet dibandingkan kehidupan protein kiri yang ada di bumi asli,” kata Glavin.

Asam amino bisa diganti dari kiri ke kanan, atau dibalik lagi dengan reaksi kimia yang dibuat dari radiasi atau temperatur. Ilmuwan melihat di isovaline karena memiliki kemampuan bertahan selama miliaran tahun dan sangat jarang digunakan oleh kehidupan.

“Meteorit yang kami pelajari dari sebelum bumi terbentuk lebih dari 4,5 miliar tahun lalu,” katanya.INILAH.COM

Veteran Perang Trauma , 27 Kali Ditabrak Motor

Dari raut wajahnya tidak ada tanda-tanda Risman adalah seorang pejuang kemerdekaan saat penjajahan Belanda. Tapi, siapa sangka jika lelaki yang kini menjadi penjual sayur keliling ini adalah bekas pejuang gerilyawan yang mengusir pasukan Belanda dari Tanah Makassar.

Siang itu di bilangan Jl Pongtiku, kendaraan bersiliweran. Tampak dari kejauhan seorang kakek dengan penuh semangat mengayuh sepedanya. Di bagian belakang sepeda terdapat dua buah keranjang besar terbuat dari bambu.

Bajunya yang berwarna merah jambu membuat Risman jelas terlihat diantara sekian banyak pejalan kaki dan kendaraan yang melintas di Jl Pongtiku.
Hanya berselang beberapa menit, suasana Jl Pongtiku tiba-tiba ramai.

Ratusan kendaraan melintas menimbulkan suara gemuruh dimana-mana. Tampak bendera salah satu partai dikibaskan ke udara oleh seorang lelaki yang dibonceng menggunakan motor.
Tak ingin tergilas dengan massa salah satu partai yang ingin melakukan kampanye, Risman menepi di sebuahwarun kecil.

Keringat yang tadi mengucur di tubuhnya kini mulai melele. Napasnya ngos-ngosan. Sesekali ia harus tarik napas dalam-dalam lalu dihembuskan kencang-kencang. Beberapa saat kemudian, ia coba mengatur napas kembali.

Risman adalah seorang penjual sayur keliling (pagandeng).
Kakek bercucu lima ini tinggal di Desa Kalukuang, kelahiran Desa Kalukuang, Kecamatan Pallangga Gowa.

Setiap pukul 05.30 Wita, lelaki yang telah berusia 75 tahun ini sudah meninggalkan rumahnya. Dua buah keranjang bambu besar diletakkan di samping kiri dan kanan sepedanya. Kedua keranjang telah berisi sayur kangkung dan daun paria.
Sayuran sebanyak dua bakul besar ini setiap hari ia bawa ke Makassar dengan sepedanya. Biasanya, Risman menjualnya ke Pasar Terong, Pasar Pannampu atau Pasar Karuwisi.
Saat penulis menemuinya ketika ia asyik menikmati istirahatnya di depan sebuah warung di Jl Pongtiku, Risman sempat menyodorkan tangannya.

Kepada penulis, suami Dg Sannang ini mengaku, dari Gowa ke Makassar biasanya memakan waktu 1 jam perjalanan. Makanya, sejak pagi buta ia harus meninggalkan rumahnya agar bisa menjajakan sayur di beberapa pasar tradisional di kota ini.

“Sayur-sayur ini saya beli dari pemilik kebun di Gowa. Banyak memang jenis sayur, tapi yang saya jual hanya kangkung dan daun paria. Selain harganya murah, sayur ini paling banyak diminati,” kata Risman sambil tersenyum.

Menurut Risman, profesi sebagai penjual sayur telah digelutinya hampir 50 tahun. Saat itu, suasana Indonesia masih belum baik setelah dijajah Belanda dan Jepang.
Setelah cukup lama berjuang di hutan melawan penjajah, lelaki yang sering disapa Tata ini memutuskan turun gunung. Apalagi, saat itu berangsur-angsur pasukan Belanda mulai meninggalkan wilayah Sulsel.

Lantaran tak ada pekerjaan yang bisa ia lakukan, akhirnya Risman memilih menjadi penjual sayur. Saat itu ia masih bujang dan belum menikah dengan Dg Sannang.
Awalnya, kata Risman, ia agak sulit menjalani profesi barunya ini. Pasalnya, sekian tahun ia bergelut di hutan, membawa senjata untuk berperang.
Tapi, lantaran tuntutan hidup, dan zaman masih sangat sulit, ia harus melakukan profesi barunya itu. “Ternyata pekerjaan inilah yang bisa menghidupi saya dan keluarga. Bahkan sampai saya kakek-kakek seperti sekarang,” aku Risman.

Ternyata menjadi penjual sayur keliling tidak semudah yang dibayangkan orang. Selain harus kuat mengayuh sepeda, juga dibutuhkan kehati-hatian.
Risman menuturkan, sejak ia menjadi penjual sayur keliling, sedikitnya sudah 27 kali ia ditabrak motor. Memang tidak ada yang membuatnya luka berat, tetapi peristiwa demi peristiwa tersebut telah membuatnya trauma.

Tapi yang paling parah saat Risman alias Tata ini ditabrak di Jl AP Pettarani. Saat itu, ia hendak pulang ke Gowa. Tapi, tiba-tiba dari arah belakang, sebuah sepeda motor menabraknya. Tubuh Risman yang telah uzur terpental dari atas sepedanya sejauh beberapa meter di tengah jalan. Bahkan ia nyaris digilas kendaraan, untung Tuhan masih memberinya umur panjang.

“Saya sempat tak sadar. Begitu sadar kaki saya bengkak dan tidak bisa digerakkan lagi. Sementara motor yang tabrak saya melarikan diri,” kesal Risman.
Beruntung ada orang yang menolong Risman. Ia langsung dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Sejak saat itu Risman mulai trauma kalau mendengar bunyi motor yang kencang. “Saya juga sempat tidak menjual selama satu bulan karena tidak bisa naik sepeda,” aku Risman sambil terkekeh.BERITAKOTAMAKASSAR

Anak Unduh Internet, Orangtua Bayar Rp374 juta

Malang betul nasib yang dialami Will Pierce, gara-gara ulah anaknya yang sembarangan mengunduh di internet, dia harus menanggung biaya telepon yang sangat besar hingga mencapai 22 ribu poudsterling atau Rp374 juta.

Ceritanya sendiri berawal, ketika anaknya yang bernama Louis yang berusia delapan tahun ingin sekali mengunduh film Top Gear dan Kanvaqh QC dari internet. Karena, film favoritnya tersebut tidak dilengkapi dengan teks berbahasa Inggris.

Karena tidak tahu, sang anak terus mengunduh menggunakan fasilitas internet di hotel tempat mereka. Alhasil, setelah ingin meninggalkan tempat tersebut, pria berusia 42 tahun itu terperanjat bukan kepalang. Pasalnya dia, disodori tagihan internet sebanyak 22 ribu poundsterling itu.

“Saya terkejut setelah menerima tagihan tersebut. Pihak hotel baru memberitahu kalau setiap film yang diunduh oleh anak saya, per megabyte-nya berharga 5 ribu pound,” jelas Will, seperti yang dilansir Guardian, Senin (16/3/2009).

“Namun saya kecewa dengan pihak Vodafone, yang tidak memberikan batasan limit dalam mengunduh. Akan tetapi, saya akan menggantinya.” imbuhnya. OKEZONE