3 Hari Berkabung untuk Sapi Mati
PHNOM PENH – Untuk sebagian orang, sapi dianggap suci. Bahkan untuk menghormati, saat kematian diadakan upacara khusus, layaknya manusia yang meninggal. Seperti yang terjadi di Kamboja.
Sekira 100 orang Kamis kemarin menggelar seremoni penghormatan untuk seekor “sapi suci” yang mati karena sakit. Mereka berkumpul di rumah sang pemilik sapi di Provinsi Pursat, sebelah utara Kamboja, untuk melakukan seremoni berkabung selama tiga hari.
“Mereka menyerahkan uang dan menyalakan dupa sebelumnya sebagai harapan agar sang sapi dilahirkan kembali dan dapat hidup lebih lama,” kata Sok Mim, pimpinan kampung seperti dikutip AFP, Jumat (21/8/2009).
Dia menambahkan, warga menganggap sapi itu suci karena keanehan yang dimilikinya. Kulitnya sapi itu seperti buaya. Bagian kaki tampak ukiran seni.
“Beberapa orang menggunakan air liur dari mulut sapi itu untuk menyembuhhkan penyakit. Meraka mengaku sembuh setelah menggunakannya,” kata Sok Mim.
Warga desa meyakini sapi itu memiliki kekuatan mistis karena kelahirannya diserta hujan deras meski kampung itu di tengah kekeringan yang panjang.
Secara umum warga Kamboja, mayoritas penganut Buddha, mempercayai hal-hal mistis.(jri)okezone.com

















Weleh=weleh… kenapa nggak disembelih saja…?
Yah mubadzir deh….