Yang Bikin Tamu Pernikahan Bosan


KOMPAS.com – Semua pengantin yang mengadakan pesta pernikahan pasti menginginkan acaranya berkenan bagi dirinya, keluarga, dan tamu undangan. Meski pasangan suami istri sebenarnya adalah raja dan ratu sehari, namun, perlu diingat bahwa ketika mengadakan resepsi pernikahan, Anda adalah tuan rumah yang menyelenggarakan pesta. Jika tamu undangan Anda sengsara karena kebosanan, maka acara pernikahan Anda akan diingat karena hal itu. Hindari kebosanan para tamu undangan dengan memerhatikan hal-hal kecil yang mungkin terlewatkan di bawah ini.

Pengaturan waktu yang buruk
Siapa yang suka menunggu? Menunggu adalah hal yang membosankan. Bayangkan jika di surat undangan tertera jadual resepsi akan dimulai pukul 19.00, tapi pukul 19.30 si pengantin belum ada di tempat. Apa yang dirasakan para tamu yang sudah datang tepat waktu? Pasti bosan sekali, apalagi yang datang sendiri hanya untuk bisa memberi salam kepada mempelai.

Jeda waktu yang terlalu lama antara acara akad nikah atau pemberkatan dengan resepsi juga harus diperhitungkan. Ada sebagian tamu atau anggota keluarga yang wajib hadir pada acara akad nikah dan resepsi. Jika jeda waktunya terlalu lama, mereka akan merasa bosan dan tersiksa. Tidak bisa keluar jika tempat acaranya di dalam gedung yang jauh dari mana-mana. Kalaupun bisa ke restoran atau mal, agak repot juga dengan pakaian adat, rambut bersanggul, dan sepatu hak tinggi. Perhatikanlah alur acara, kalau tidak, para tamu akan merasa bosan dan kesal.

Pemilihan hari yang kurang perhitungan
Anda melihat ada hari libur ekstra setelah weekend di kalender, artinya, weekend panjang. Tergoda untuk menggunakan tanggal tersebut untuk pernikahan? Sebaiknya jangan. Okelah, Anda jadi ada waktu sisa untuk berbulan madu. Tapi, coba tempatkan diri Anda sebagai tamu yang pastinya menunggu tanggal-tanggal tersebut untuk bisa liburan panjang. Apalagi jika hari libur yang Anda pilih adalah hari libur nasional, misalnya natalan atau hari keagamaan. Tanggal merah yang bukan hari Minggu adalah hak seseorang untuk merayakan. Jangan paksa orang untuk mengorbankan kepercayaan atau hari libur mereka hanya untuk datang ke pernikahan Anda. Mereka pasti datang dengan bersungut-sungut. Anda tak mau itu terjadi, kan?

Acara yang membosankan

Di Indonesia, umumnya acara pernikahan menggunakan tata cara adat. Tak heran ketika Anda datang tepat waktu, acara akan dimulai dengan tari-tarian adat dan sambutan dari keluarga. Adalah hal yang wajar untuk menunggu, namun akan menjadi hal yang menjemukan jika sambutan dan tarian tersebut berlangsung amat lama.

Selain itu, perhatikan pula pengisi acara, misal band. Jangan sampai memilih musisi baru yang Anda tak tahu kualitasnya. Pernahkah Anda datang ke resepsi pernikahan yang penyanyinya merasa bahwa ia seakan-akan sedang konser? Penyanyi yang seenaknya mengubah aransemen lagu atau merasa mampu mengambil not tinggi padahal tak cocok? Wah, itu amat menyakitkan telinga tamu. Perhatikan pula daftar lagu yang dipilih, pastikan lagunya tepat sasaran. Tidak terlalu muda, tidak terlalu asing di telinga para tamu. Penting pula, jangan sampai lagunya berlirik putus cinta atau cinta segitiga, karena bukan pada tempatnya. Hiburan amat penting, karena tamu sudah merelakan hari libur, repot menyiapkan diri, bahkan keluar uang untuk amplop!

Makanan tak enak

Mengapa Anda mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk bunga atau dekorasi jika makanan yang disajikan rasanya tidak enak? Tamu akan lebih menghargai makanan yang rasanya enak ketimbang bunga-bunga cantik di meja. Jangan lupa untuk memerhatikan kondisi para tamu. Jika acaranya akan berdiri, usahakan makanan yang disajikan tidak menyusahkan untuk disuap dengan satu tangan.

Kondisi nyaman
Semua orang pasti mau kondisi yang aman dan nyaman. Maka, perhatikan pengaturan tempat duduk. Jangan sampai speaker ditaruh di tempat yang bisa membuat telinga orang pekak. Begitu pula dengan kondisi cuaca dan temperatur. Ketika Anda tahu acara akan diadakan di musim panas, siapkan pendingin udara. Begitu pula dengan acara resepsi di taman yang saat ini banyak dilakukan. Ketika acara dilakukan di udara terbuka atau taman, pastikan banyak tempat untuk duduk. Karena, berdiri dengan hak tinggi di tanah yang tidak rata sangat sulit, belum lagi harus akrobat sambil memegang piring dan gelas.

Saat Anda mengundang orang-orang untuk datang ke pernikahan Anda, perhatikan pula berapa banyak orang yang akan diundang dan kapasitas ruangan. Jangan sampai ruangan terlalu sempit untuk yang diundang. Belum lagi jika Anda lupa menghitung bahwa tiap orang yang diundang akan membawa pasangan atau keluarganya.

Lokasi, lokasi, lokasi
Perhitungkan pula lokasi yang mudah dijangkau. Anda sadar, kan bahwa tidak semua orang memiliki kendaraan pribadi. Bahkan ada sebagian orang yang harus datang dengan angkutan umum. Jangan sampai Anda membuat para tamu harus mengeluarkan uang ekstra untuk naik taksi karena lokasinya terlalu jauh di dalam sebuah komplek tertentu. Pastikan aksesnya mudah dijangkau dengan angkutan umum.

Bagaimana menurut Anda, pernah mengalami acara resepsi pernikahan yang menjemukan dan membuat kesal?

About these ads
  1. pertamaaaaaxxxxxxxx lagiii

    makanannya g enak. bikin males.

    tp biasanya enak kok :lol:

    • thetawvic
    • Agustus 4th, 2009

    yang penting sovenir nya berguna, jangan gantungan kunci atau asbak terus. mendingan para tamu dikasih gunting, lampu pijar atau baju sebagai sovenirnya…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 130 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: