Nenek Penghobi Belanja Tewas di Tumpukan Koleksi Baju
London-TAK dinyana Joan Cunnane adalah seorang shopaholic (penghobby koleksi belanjaan yang banyak). Koleksi belanjaannya hingga setinggi atap rumahnya. Itu baru ketahuan setelah dia ditemukan tewas secara wajar, di bawah gunungan pakaian dan barang-barang lainnya.
Bungalow Joan di Heaton Mersey, dekat Manchester, Inggris, dijejali belanjaan aneka barang. Hal itu membuat membutuhkan waktu berkunjung ke rumah itu hingga 5 kali untuk menemukan Joan, yang ternyata telah meninggal dunia. Demikian dilansir Sydney Morning Herald, kemarin (30/7).
Teman Joan, Roy Moran, mengaku terakhir melihat perempuan 77 tahun itu saat mereka makan siang bersama pada Hari Natal 2008.

Crammed: Miss Cunnane's garage was filled to the rafters (Dailymail)
Dalam sidang pemeriksaan kematian, Roy menyatakan, dia berkunjung ke rumah Joan empat hari kemudian. Dia melihat pintu rumah Joan terbuka sedikit dan terlihatlah barang-barang berserakan dari lantai hingga atap.
Roy bertandang ke rumah Joan hingga 3 kali tanpa menemukan nenek itu. Polisi lalu dikontak pada 6 Januari.
Detektif Kevin Dolan dalam pernyataan tertulisnya di sidang menyebutkan, pencarian kali pertama di rumah Joan tidak berhasil karena banyaknya barang-barang pribadi dan kertas-kertas di dalamnya.
Sehari kemudian polisi balik lagi untuk membersihkan rumah Joan dan melakukan pencarian kembali. Di situlah Joan telah tergeletak tanpa nyawa di atas tempat tidur. “Di bawah gunungan pakaian dan barang-barang lainnya,” kata Kevin.
Ahli patologi Philip Lumb menyatakan Joan meninggal karena pneumonia dan juga dia mengidap kanker. “Saya duga di pingsan lalu aneka barang-barang menimpanya,” ujarnya.

“Tidak ada bukti bahwa barang-barang itu menyebabkan kematiannya,” imbuhnya.
Bicara di luar sidang, Roy menyatakan, rumah sahabatnya itu tak mampu menampung tumpukan barang. Hobi belanja Joan baru diketahui setelah kematiannya karena selama ini Joan enggan menerima tamu.
Roy yakin sifat obsesif Joan pada belanja dimulai sejak 16 tahun lalu. Joan biasa meninggalkan rumah pagi-pagi dan pulang larut malam karena dia takut pada gerombolan anak muda di kawasan itu yang sering berkeliaran dan pernah melempari rumahnya dengan batu dan merusak perkakas berkebunnya. (dc)POSMETRO-MEDAN.COM

















Kesian nih nenek. Akhir hidup nya malah sendirian..