Photo Eksekusi Mati Warga Tibet Oleh Tentara China (WARNING: Gruesome Photographs. Viewer Discretion Advised.)
Sebelum lihat photo-photonya yuk kita lihat dulu sejarahnya
Tiada Perdamaian di Shangri-La – Konflik China dan Tibet

Setengah abad yang silam pemimpin spiritual Tibet terpaksa meninggalkan Lhasa, ibukota tanah airnya. Sejak itu ia tinggal di pengasingan. Konflik antara Tibet dan China tampaknya masih akan berlangsung lama.
17 Maret 1959 pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama melarikan diri dari pasukan China yang memasuki Tibet. Sejak itu ia harus tinggal di pengasingan dan mengupayakan agar perjuangan rakyat Tibet untuk mendapatkan hak-haknya dari kekuasaan pendudukan China, tidak terlupakan. Pendengar, untuk mengingat 50 tahun konflik Tibet-China,
Sejak meninggalkan tanah airnya Tibet, Dalai Lama tampil di dunia sebagai pembela yang gigih bagi hak otonomi warga Tibet. Awal Februari lalu ia kembali datang ke Jerman untuk menerima tanda penghargaan media Jerman „Medienpreis” di Baden-Baden. Pada kesempatan itu, Dalai Lama memperingatkan bahwa kebudayaan Tibet terancam punah:
„Karena para komunis China berpandangan sempit dan berpikir dalam jangka pendek. Mereka menganggap kepercayaan dan warisan budaya Tibet yang unik sebagai sumber bahaya separatisme.”
Sikap ini juga dikenal oleh Dieter Schuh, guru besar emeritus Tibetologi di Bonn yang acap kali mengunjungi Tibet. Schuh meringkas sikap Cina:
„Orang China punya kecurigaan mendalam terhadap warga Tibet yang tidak loyal.”
Bildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Dalai Lama (tengah) saat menerima penganugerahan ‘Medienpreis’
Upaya penangkapan Dalai Lama
Ketika Dalai Lama melarikan diri ke pengasingan tahun 1959, angkatan bersenjata China sudah sembilan tahun berada di Tibet. Dan yang dinamakan kesepakatan 17 butir dari tahun 1951 yang menjamin otonomi Tibet sudah lama tergerogoti. Pakar China dan sejarah punya pandangan sama, yakni: pemerintah di Beijing saat itu mengambil langkah yang menentukan untuk memantapkan kekuasaannya di Tibet: Mereka hendak menangkap Dalai Lama. Dalai Lama pernah menerima undangan menghadiri pertunjukan sandiwara di sebuah markas angkatan bersenjata pada 10 Maret, namun dengan persyaratan untuk datang tanpa pengawal. Pakar Tibet Dieter Schuh menegaskan:
„Menurut informasi yang hingga kini kami terima, memang telah direncanakan untuk mendeportasi Dalai Lama ke China. Melalui pembungkaman Dalai Lama, obyek identifikasi rakyat Tibet akan lenyap dari Tibet. Tentunya China mengira, dengan begitu Dalai Lama akan dapat lebih mudah dimanipulasi.”
Masa gelap merebak di Tibet
Tetapi rencana penangkapan itu gagal. Sekitar 30. 000 warga Tibet mengelilingi kediaman musim panas Dalai Lama dan menghalanginya untuk memenuhi undangan China. Setelah sekitar sepuluh tahun pendudukan China, kegusaran rakyat Tibet meledak dan menuntut penarikan pasukan China. Selama sepekan demonstrasi menentang pendudukan China digelar. Pada 17 Maret 1959 pasukan China mulai membom areal istana. Dalai Lama waktu itu memutuskan untuk melarikan diri dan rakyat Tibet memberontak. Namun, warga Tibet tidak berdaya melawan kekuatan adidaya militer China. Pemberontakannya dengan cepat dapat dipadamkan. Perkiraan hati-hati menyebut, sekitar 3. 000 korban tewas. Kemudian 18 bulan setelahnya sekitar 87. 000 warga Tibet tewas dalam aksi militer angkatan bersenjata China. Demikian tercantum dalam dokumen para eksil Tibet.
Bildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Pemberontakan Tibet Maret 1959 ditaklukkan China
Masa gelap kemudian mulai merebak di Tibet. Terutama kesepuluh tahun revolusi budaya China antara 1966 dan 1976 merupakan bencana budaya bagi negeri itu. Pakar China dari Hamburg, Oskar Weggel menyaksikan dengan mata sendiri dampaknya:
„Mula-mula sekitar 3. 000 vihara dirusak. Ketika saya ke Tibet untuk pertama kalinya pada akhir tahun 70-an, di mana-mana sepanjang jalur dari Lhasa ke Xigatse terlihat puing-puing rumah dan biara. Sangat menyedihkan. Kemudian para bhiksu dipaksa untuk menikah, padahal mereka menurut agama mereka dianjurkan hidup tanpa isteri. Tibet yang hingga pemberontakan tahun 1959 secara meluas mandiri dan terikat pada kebudayaannya, tiba-tiba terseret ke tengah komunitas maois, perserikatan dan slogan Mao yang berbunyi „Langkah besar ke depan”. Itu tentu merupakan shock besar yang sampai saat ini tidak dapat diterima rakyat.”
Hu Yaobang bawa angin baru
Mao meninggal tahun 1976. Jarum jam politik bergerak kembali. Tahun 1980 Hu Yaobang terpilih sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis. Ia adalah seorang penggerak reformasi dan politisi terkuat di negara itu. Kemudian muncul harapan-harapan warga Tibet. Kelsang Gyaltsen, wakil Dalai Lama di Jerman mengingat saat itu:
„Ada berbagai pidato Hu Yaobang. Pada pidato-pidatonya itu ia menjelaskan, warga Tibet harus memiliki kekuasaan otonomi di Tibet. Ia juga memutuskan, 85 persen dari kader China akan ditarik dari Tibet dan warga Tibet sendiri yang akan mengurus wilayahnya. Ini yang patut dipuji pada Hu Yaobang. Tidak hanya kebijakan politik ini saja. Mei 1980 saat ia berkunjung ke Tibet, di Lhasa ia meminta maaf atas kebijakan politik yang salah dari pemerintahan pusat China di Tibet. Ini sesuatu yang belum pernah dialami warga Tibet, yaitu seorang petinggi dan pemimpin Partai China mengakui kesalahan.”
Bildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Pertemuan Dalai Lama (kiri) dan Mao Tse-Tung di Beijing 1954
Kelompok reaksioner China unjuk gigi
Namun, program reformasi Hu Yaobang tidak diterima oleh semua anggota polit biro Partai Komunis China. 1987 ia disingkirkan. Pakar China Oskar Weggel menjelaskan:
„Dibandingkan dengan kelompok reaksioner yang secara prinsip masih menyetujui garis-garis reformasi Deng Xiaoping, dia dapat dikatakan merupakan sayap lain. Hu Yaobang adalah sayap liberal, jika kita boleh menggunakan kata itu dalam konteks China. Kebijakan politik yang sangat liberal itu tentunya merupakan duri di mata elemen-elemen konservatif. Yang termasuk dalam unsur konservatif itu saat ini adalah pemimpin China, Hu Jintao.”
20 tahun yang silam, Presiden China saat ini, Hu Jintao menjabat sebagai pemimpin Partai Komunis China di Tibet. Tahun 1989 terjadi aksi protes besar-besaran dalam rangka memperingati 30 tahun pemberontakan di Tibet. Hu Jintao kemudian memberlakukan keadaan darurat perang dan memerintahkan untuk menumpas para demonstran secara brutal. Kebrutalan terhadap warga Tibet masih terlihat selama dua dasawarsa setelah peristiwa itu. Namun, dalam satu hal yang penting, Beijing telah mengubah taktiknya di negeri atap dunia itu. Demikian menurut pakar Tibet, Dieter Schuh:
„Mereka mencoba mengubah sikap warga Tibet. Tapi gagal. Karena itu, kebijakan politik penempatan warga China di Tibet diambil sebagai satu-satunya penyelesaian. Artinya, jika tidak dapat membuat mereka menjadi orang China, maka warga China lah yang ditempatkan di Tibet. Melalui kebijakan itu warga Tibet menjadi penduduk minoritas yang termarjinal. China beranggapan masalah dapat diselesaikan melalui langkah itu.”
Dominasi China di Tibet
Tibet kini semakin mudah dicapai. Sejak 2006 bahkan ada jalur kereta api di wilayah itu. Jalur ini memungkinkan semakin banyak warga China yang datang ke Tibet.
Dieter Schuh mengatakan, pada umumnya orang China melakukan dua tugas di Tibet:
„Mereka mendominasi jabatan di bagian administrasi pemerintahan dan militer. Kebanyakan tentara China ditempatkan di wilayah itu. Dan mayoritas di situ terutama sibuk menguras kekayaan alam di Tibet.
Bildunterschrift: Großansicht des Bildes mit der Bildunterschrift: Demonstran di Lhasa, 14 Maret 2008
Tibet memang merupakan gudang kekayaan alam. Misalnya, pertambangan krom terpenting China terdapat di Tibet. Sungai-sungai terpenting Asia bersumber di negeri itu. Belum lagi peranan strategisnya. Tibet adalah zona penahan menghadapi negara tetangga di selatan dan India, saingan China. Pada tahun 60-an China bahkan pernah berperang dengan negara adidaya nuklir itu. Di sini mungkin juga tersimpan alasan-alasan kepentingan China terhadap Tibet. (cs)
In 2004, more than 3,797 people were executed in 25 countries and at least 7,395 were sentenced to death according to Amnesty International. Out of 3,797 executions 3,400 were carried out in China, but sources inside the country have estimated the number to be nearly 10,000.
(Amnesty International, Death sentences and executions in 2004, published in April 2005)










“In such a world of conflict, a world of victims and executioners, it is the job of thinking people, not to be on the side of the executioners”
Albert Camus
Sumber : http://www.deutsche-welle.de/popups/popup_printcontent/0,,4081865,00.html
sumber : http://www.friendsoftibet.org/main/execution.html
sumber : http://www.pekingduck.org/2005/02/photos-of-a-chinese-execution/

















HUUUUUAAAAAHHHH!!!! PARAHHHHHH!!!!
kereeeeeeeeeeennnnn
Mengerikan oe..
KEPARAAAAAATTTTTTT …..
sadis
Memang bener-bener tuh China. Jangan mencoba menyulut perang dunia ketiga.
pengen muntah w……
Bener bener sadis,gak berkeperikemanusiaan!!
kenapaaaaaalah mesti dikepala
memang kejam kali orang chna itu
fuckk,,
jahat,,
jahat.. dan kejam…
tibet… bah…. tempat penjahat… makai nama2 damai…
Dalai Lama itu pemberontak komunis…
penduduk tibet dipaksa mengikuti kemauannya….
itulah knp China berusaha merebut kembali….
dulu di tibet itu ada lah tempat penyiksaan oleh orang2 dalai lama…
tapi kenapa Civilians juga turut dibantai sama PLA??
ketika dalai lama tidak ada justru mereka (civilians) yang dibantai? berapa banyak sih pengikut dalai lama yang tersisa? 10.000 seperti yang dibantai PLA ??,, orang” Tibet tidak bersenjata, sedangkan PLA menggunaka MBT, Fighter, Bomber, Rifle, coba pikirkan, ini lebih tidak berkemanusiaan dibandingkan serangan Israel ke Palestina
Kejam banget sech…. mereka kan cewek,,,orang China bener2 sadis!! gak berperikemanusiaan!!
parah,,,,,,,,,,,,,,
Aq sedih bgt bacax,
tibet it dlux ngara yg damai,religius n jauh dr keduniawian…
G ad tuh pkiran pgn kaya d otak org2 tibet,
buktix dr buku2 yg aq bc,
emas berserakan dmana2 aj g perna dsentuh ma mrk,aplg mpk dieksploitasi..dbiarin aj dtmptx sbgaimana mztix
tp org2 china mlah merusak keperawanan tradisi tibet ..
Asal tw j,mzki dtembak mati gt,
g ngaruh ap2,
g bkal bkin rakyat tibet brubah pkiran bwt pro ma politik china..
Mrk mgkn mmg terisolasi dr dunia,
tp mrk g bdoh,
mrk px ksetiaan n kpercyaan yg kuat ma pmimpin religius, sang dalai lama. . .
Prcuma eksekusi mrk kyk gt,
rkyat tibet it gx takut mati.
Mrk lbh prcy hdup yg kekal it ad dlm roh n jiwa mrk, fisik it hanya baju yg bs dganti.
Mrk pcy, dgn mati, mrk akn bereinkarnasi k khdpn br yg lbh mulia dr khdpn mrk sblumx.
Jd 1 kata bwt para penjajah china yg ud bkin tibet g suci lg, “so stupid !! Smua yg kalian lakuin it gx berguna !!!
Nilai2 tradisi yg g bs dbeli oleh harta apapun kalian rusak dgn pmkiran dangkal kalian yg isinya cm materi,materi,dan materi.
Keserakahan kalian akan modernisasi cm akn bkin tibet n dunia menuju khancuran !!! “
kamu bodoh yang ngomong kayak gitu.
lo emang bener2 bodoh
sudah tau cina kejam…
dasar bangsat
Heta yang pinter., BUDI yang GoBLOK..!!! Budi otak kerbau..!!!
Intinya cOk.!! China nyata2 udh mlakukan pelanggaran HAM BErat.!! Klw msih ada yg pro dg kelakuan Pemerintah China trhdap Tibet.,brarti org trsbut Tidak waras alias gila, plus pola pikirx meragukan. Klw udh gt, ya jgn sok pinter!!! Diam aja d rumah,melongo kyk kerbau..,
ohh..God…
bagus_bagus sangat indah
kalau tidak kejam akan muncul lebih banyak lagi pemberontak2 dan pembelot.
wadu2 ane melihat nya sangat griiiiiiiiiiiiiiiiiihh
hiiiiiiiiiiiyyyyyyyyyyy masya Allah.terkutuklah orang2 yg nembak itu
parah bgt,… manusia kok kyk binatang,blm tentu yg nembak itu slalu bnr.kt bkn malaikat bruuuur….
wowwww,,,,,hukum seumur hidup keg
huuuuu
Sangat mengeri kan,dunia ini sudah d’penuhi dengan darah…
cina tuh orangnya pada merem semua
makanya hatinya juga pada merem
mereka cuma mengandalkan harta dunia
dan tidak pernah mengetahui kehidupan yg abadi
yaitu di akhirat
wong edan…kejam…
Nyemm…otak nya enak tuh buat di sambel….pahit” asin gitu….:D