Kesaksian Mengerikan Tahanan Khmer Merah, Terpaksa Makan Daging Manusia Karena Kelaparan

Phnom Penh (SIB)

Vann Nath, a survivor from the Tuol Sleng prison during the Khmer Rouge regime, is seen on a television screen at a court press centre during his testimony at the UN-backed tribunal Monday in Phnom Penh, Cambodia.  (Heng Sinith/Associated Press)

Vann Nath, a survivor from the Tuol Sleng prison during the Khmer Rouge regime, is seen on a television screen at a court press centre during his testimony at the UN-backed tribunal Monday in Phnom Penh, Cambodia. (Heng Sinith/Associated Press)

Pengadilan Khmer Merah Kamboja, Senin (29/6) mendengar kesaksian pertama dari salah seorang tokoh yang masih hidup dari horor penjara rezim polpot, di mana sekitar 15.000 orang tewas.
Van Nath dengan mengurai air mata mengatakan bagaimana dia masih hidup karena dia bekerja sebagai pelukis gambar-gambar propaganda pemimpin gerakan komunis Pol Pot. Dalam kelaparan dia memutuskan untuk memakan daging manusia.

Berusia 63 tahun, kini dia adalah salah seorang seniman terkenal Kamboja, yang memberikan kesaksian pada pengadilan Duch, yang dituduh menyaksikan penyiksaan dan pembunuhan ribuan orang yang tewas dalam penjara Tuol Sleng. “Kondisinya sangat tidak manusiawi dan makanan sangat sedikit,” kata Van Nath.

Duch, yang nama aslinya adalah Kaing Guek Eav, terkulai duduk di kursinya dan memperhatikan seniman itu kehadirannya diperhitungkan kembali di penjara Tuol Sleng. Di penjara itu dia meninggalkan foto bersama dengan tahanan yang lain.

 In this image photographed from TV footage, former Khmer Rouge prison commander Kaing Guek Eav, also known as Comrade Duch, reads a statement earlier this year at Cambodia's war-crimes tribunal.  (APTN/Associated Press)

In this image photographed from TV footage, former Khmer Rouge prison commander Kaing Guek Eav, also known as Comrade Duch, reads a statement earlier this year at Cambodia's war-crimes tribunal. (APTN/Associated Press)

“Di sana terdapat 20 sampai 30 orang yang kekurangan makan, Baju hitam yang kami kenakan, kami buang,” kata Van Nath kepada pengadilan. Ia menambahkan, para tahanan terpaksa memakan serangga yang jatuh dari atap penjara. “Kami hanya mendapat tiga sendok makanan setiap makan. Dan sendok itupun seperti sendok kopi, bukan sendok biasa yang digunakan untuk nasi. Saya kehilangan semangat, bahkan hewan saja mereka mendapatkan makanan yang cukup,” kata Van Nath. “Saya tidak bisa berpikir apapun kecuali haus dan lapar … Saya bahkan berpikir untuk makan daging manusia, akan membuat kondisi lebih bagus untuk sementara,” katanya menambahkan.

Dia mengatakan bahwa dia ditahan pada 1977 oleh pemerintah setempat sebelum dijebloskan ke dalam penjara. Ia menambahkan: “Saya bertanya kepadanya, apa salah saya, Dia mengatakan tidak tahu.” Van Nath mengatakan, beberapa tahanan meninggal pada bulan pertama dijebloskan di penjara. Dia perlu bantuan untuk berdiri dan berjalan, dia diperiksa di lantai dan dia berpikir kematian akan menjemputnya.

Meski demikian, seorang perwira penjara mengatakan padanya, dia perlu melukis sebuah potret besar tokoh yang dia tidak akui – pemimpin rezim tersebut, yakni Pol Pot. “Saya tahu bahwa jika saya tidak melukis dengan baik, saya akan mendapat kesulitan besar. Saya cemas,” kata Van Nath, saat menceritakan ’situasi kehidupan dan kematian.’ Duch sendiri memohon pengampunan dari para korban rezim 1975-77 setelah menerima tanggung jawab atas peranannya, di dalam penjara pemerintah.

Lelaki berusia 66 tahun itu konsisten menolak tuduhan-tuduhan jaksa bahwa dia tokoh utama di dalam pemerintahan tangan besi Khmer Merah, dan mengatakan dia secara pribadi tak pernah membunuh seorang pun. (Ant/AFP/y)

sumber photo : cbc.ca

    • tai
    • Februari 26th, 2010

    wkwkk tai

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.