Arsip untuk Juni 23rd, 2009

Kisah Ibu Sumini Penderita Kanker Kulit

Bagian Wajah Sumini Rusak Satu per Satu

Ibu sumini & Suami

Ibu sumini & Suami

Kanker kulit yang diderita Sumini (63) mengundang perhatian dan keharuan dari berbagai pihak. Sumini yang kehilangan hampir seluruh wajahnya akibat digerogoti basalomia itu, kemarin dikunjungi para pejabat dari Pemkab Madiun dan DPRD setempat serta warga masyarakat yang bersimpati.

Kendati uluran bantuan berdatangan, warga RT 08 RW 03, Dusun Punden, Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, itu tidak bisa memenuhi tawaran untuk berobat ke rumah sakit (RS).

Sumini mengaku pasrah menghadapi penyakit yang telah dideritanya sejak 34 tahun lalu itu—yang awalnya hanya berupa sebuah bintil kecil di hidungnya. Sumini tidak tahu apakah penyakitnya itu bisa disembuhkan atau tidak, tetapi jika harus jauh meninggalkan rumah untuk berobat, ia menolak.

“Saya enggak usah dibawa ke mana-mana. Saya sudah pasrah menerima (sakit) ini. Saya mau diobati asalkan tidak meninggalkan rumah. Saya ingin akhir hayat saya ya… di rumah ini,” kata Sumini, yang akrab dipanggil Mbok Mini, kepada orang-orang yang mengunjunginya.

Menurut Marto, selama bertahun-tahun penyakit tersebut terus menggerogoti wajah istrinya. Satu per satu bagian wajah Sumini rusak. Karena tidak ada mata, maka ia tidak dapat melihat. Demikian juga, dia tidak dapat berbicara dengan normal karena bibir dan mulutnya sudah tidak sempurna. (Sudarmawan, D. Rekohadi)

Sumini Makan Mi Instan yang Mudah Diseruput

Hanya karena keajaiban Tuhan, Sumini masih bisa bertahan. Padahal, jaringan hidung untuk bernapasnya sudah tidak sempurna akibat penyakit tersebut. Bahkan, kesadaran dan indera pendengaran Sumini juga masih bagus.

Sumini (63), warga RT 08 RW 03, Dusun Punden, Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, sudah puluhan tahun diserang kanker kulit di wajahnya. Akibatnya, wajah Sumini nyaris hilang.

Dengan mulutnya yang sudah tidak sempurna untuk mengunyah, sehari-hari Sumini lebih banyak mengonsumsi makanan halus seperti bubur. Jika terpaksa makan nasi, maka nasi tersebut dicampur air cukup banyak sehingga gampang masuk ke tenggorokan.

“Dia juga kerap makan mi instan berkuah karena diseruput saja sudah langsung masuk tenggorokan,” kata Martomini, suami Sumini yang setia mendampinginya. (Sudarmawan, D. Rekohadi)

Kecil Kemungkinan Wajah Sumini Dikembalikan

Kepala Seksi Kesehatan Khusus dan Rujukan Dinas Kesehatan Pemkab Madiun dr Ary Andarwati mengatakan bahwa Tumini menderita kanker basalioma yang sudah berada pada stadium lanjut sehingga destruktif. Tidak hanya dagingnya yang digerogoti, tapi juga tulangnya.

Sumini, warga RT 08 RW 03, Dusun Punden, Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, kehilangan hampir seluruh wajahnya karena kanker kulit. Ary berpendapat, dengan lukanya yang parah dan menyebar di wajah, kemungkinannya kecil bagi Tumini untuk bisa pulih seperti sedia kala.

“Untuk menjalani operasi, perlu observasi menyeluruh dari tim ahli medis bagaimana kemungkinan itu dilakukan. Namun, karena penderita tak mau dirujuk ke RS, kami akan berusaha mengurangi penderitaannya seperti rasa nyeri, panas, ataupun serangan infeksi. Caranya dengan kontrol berlanjut,” kata Ary yang kemarin datang ke rumah Tumini.

Ahli bedah plastik, Prof dr David S Perdanakusuma, SpBP, menyatakan, untuk penanganan kasus yang dialami Tumini lebih dulu harus dipastikan jenis penyakitnya. Menurutnya, kondisi yang dialami Tumini bisa terjadi karena kanker.

“Bisa sampai seperti itu biasanya terjadi secara bertahap, dan itu bisa disebabkan oleh keganasan kulit yang bersifat lokal,” ujarnya. Untuk keganasan yang bersifat lokal (local malignance) atau basalioma di wajah, penyebarannya bisa menggerogoti bagian wajah, mulai dari kulit, tulang, hingga mata dan hidung. “Namun, belum tentu seperti itu penyakitnya, bisa juga keganasan yang daya menjalarnya lebih kuat,” tutur David.

Karena itu, untuk penanganan kondisi yang dialami Tumini, setidaknya diperlukan tiga langkah utama. Diawali dengan penegakan diagnosis. Langkah pertama adalah oleh tim dokter dari berbagai displin spesialisasi, seperti dari bidang onkologi, syaraf, hingga dokter bedah plastik.

Jika sudah dipastikan penyakit yang dialami, langkah selanjutnya melakukan inventarisasi dan pemeriksaan jaringan tubuh. ”Perlu diketahui jaringan tubuh mana saja yang telah diserang dan rusak,” ujar dokter yang menangani operasi rekonstruksi wajah Lisa itu.

Sementara itu, langkah ketiga adalah upaya penanganan yang diawali dengan memastikan jaringan-jaringan tubuh yang bisa diselamatkan. “Di bagian ini kami bisa terlibat langsung untuk melakukan rekonstruksi setelah mengenali dulu organ-organ yang bisa direkonstruksi,” tutur David.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medik RS dr Soetomo, dr Urip Moertedjo, SpBKL, menyatakan, pihaknya siap membantu Tumini untuk menjalani perawatan medis. “Kami pasti membantu jika bisa diupayakan datang ke sini (RS dr Soetomo). Kami akan menyiapkan tim untuk menangani,” ujarnya.

sumber : Bangkapos.com

“Semoga Ibu sumini diberikan ketabahan dan diberikan kesembuhan… Amin “

Kisah Cinta Romeo-Juliet Modern Terjadi di India

_45949006_house1Sepasang kekasih yang berbeda agama dilaporkan telah melakukan aksi bunuh diri setelah panchayat (dewan desa) memerintahkan mereka untuk berpisah atau menghadapi kematian.

Melansir pemberitaan BBC, Minggu (21/6) disebutkan, si wanita bernama Amreen adalah pemeluk agama Islam sementara si prianya bernama  Lokesh, pemeluk agama Hindu. Cinta mereka tidak dapat diterima masyarakat setempat.

Peristiwa mirip Romeo dan Juliet ini terjadi di Desa Phaphunda, Uttar Pradesh, India. Seperti layaknya tempat lain di kawasan itu, desa tersebut kecil dan tidak begitu menonjol. Para penduduk desa, sebagian besar petani, tinggal di rumah-rumah yang dibangun berdempetan, dan gang kecil di sampingnya. Kereta kuda dan ternak berlalu lalang, dan bila berada di desa ini, ibukota Delhi terasa begitu jauh.

Achan Singh, village council head

Achan Singh, village council head

Kepala desa Phaphunda, Achan Singh, menjelaskan, “Insiden itu bermula dari para tetua kedua keluarga. Mereka diberitahu bahwa perkawinan mereka tidak akan diijinkan. Mereka harus berpisah atau mereka akan dibunuh.”

Dia menambahkan, “Di desa kami, pemeluk Hindu kawin dengan orang Hindu dan Muslim dengna Muslim. Sangat menyedihkan apa yang terjadi, namun apa yang anda harapkan? Tekanan terhadap keluarga mereka sangat besar. Mereka dibuang.”

Amreen's aunt, Syeda

Amreen's aunt, Syeda

Ayah Amreen, Salim, kelihatan tampak cemas. “Kedua keluarga tidak mau mereka menikah. Namun tidak ada yang mengancam mereka,” katanya.

“Dia anak manis, lugu dan pandai baca Quran. Hanya Tuhan yang tahu mengapa dia nekad lari dengan pria itu. Kami semua sangat sedih atas apa yang terjadi,” tamba Salim.

Pasangan itu jatuh cinta karena _45949157_village_3Lokesh sering beli susu di rumah Amreen. Namun, karena pernikahan mereka dilarang, akhirnya keduanya mengakhiri hidup dengan menenggak racun. Pihak berwenang memiliki undang-undang namun para penduduk desa mempertahankan tradisi lama dan mereka akan tetap mempertahankannya.GLOBAL

Mengenali Pria “Gay” dari Jari Tangannya?

141.x600.gay.reeling1.openKonon, gay atau tidaknya seorang pria bisa diintip dari bentuk jari tangannya. Cuma mitos? Ternyata tidak, ada riset ilmiahnya.

Bila bicara soal mendeteksi pria gay, kebanyakan orang akan langsung menilai dari fisik. Kalau gayanya kemayu, gerakannya gemulai, atau pakaiannya necis dan wangi, barangkali kita akan langsung bergumam dalam hati, “Hmm… pasti dia gay.”

Ada juga mitos yang mengatakan, gay tidaknya seorang laki-laki bisa dilihat dari jari-jemari tangannya. Ternyata, mitos ini ada benarnya. Hal ini disebut dengan digit ratio theory. Beberapa penelitian telah membuktikan kebenarannya.

Coba perhatikan jari tangan Anda. Bila jari manis tangan kanan Anda lebih panjang dari jari telunjuk, itu berarti Anda punya banyak hormon testoteron dan cenderung lebih hiperaktif, agresif, dan tidak suka sesuatu yang lamban.

Sebaliknya, jika jari telunjuk lebih panjang dari jari manis, berarti hormon estrogen Anda lebih banyak sehingga sifat Anda pun cenderung sensitif dan emosional. Lantas, apakah orang yang jari telunjuknya lebih panjang berarti homoseksual? Ternyata tidak juga.

Justru orang yang panjang jari telunjuk dan jari manisnya sama panjang kebanyakan adalah homoseksual (baik pria atau wanita). Sebuah studi yang dilakukan oleh Wndy M Brown dan timnya yang dimuat dalam Archieves of Sexual Behavior ikut menguatkan hal tersebut.

Dalam studinya, Brown menemukan bahwa ada hubungan tak langsung antara rasio panjang jari manis dan jari telunjuk dengan perilaku lesbian pada wanita. Mereka yang jari manisnya lebih panjang punya orientasi seksual sesama jenis.

Profil Mbah Surip -Tak Gendong

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak donk, mantep donk
Daripada kamu naik
pesawat kedinginan
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. Kemana
…………..

Masyarakat Indonesia yang sering menonton televisi,dan terutama pecinta musik dan kesenian pasti akan tahu lirik ini dan mengenal sosok yang menyanyikannya yaitu Mbah Surip. Tiap hari kita melihat video klip Lagu yang berjudul “Tak Gendong” sering tampil di berbagai acara musik di Televisi. Dengan rambut gimbal penuh asseories rasta ala penyanyi Reggae, serta dengan tawanya yang lepas Ha ha ha ha telah membuat Mbah Surip dikenal luas masyarakat Indonesia. Sewaktu dengerin lagunya, lucu banget dan sederhana sekali liriknya tapi tetap memiliki arti yang dalam. Namun siapakah sebenarnya Mbah Surip ini ? Bagaimana perjalanan hidupnya sehingga dapat menjadi orang terkenal saat ini ?

Awal Kehidupan Mbah Surip

Mbah Surip dilahirkan pada tanggal 5 Mei 1949 di Mojokerto Jawa Timur. Dilahirkan dengan nama Urip Ariyanto. Saat ini Mbah Surip berstatus duda dengan empat anak dan sekaligus juga sebagai kakek dengan empat cucu. Menurut pengakuannya Mbah Surip termasuk orang yang senang sekolah, Mbah Surip memiliki ijazah SMP, ST, SMEA, STM, Drs. sama insinyur dan MBA. Selain sebagai penyanyi, Mbah SUrip pernah merasakan pengalaman bekerja di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain-lain bahkan pernah bekerja di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania dan California. Namun Merasa nasibnya kurang baik, Mbah Surip mencoba peruntungan dengan pergi ke Jakarta. Di Ibukota Jakarta, ia bergabung dengan beberapa komunitas seni seperti Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki. Pada suatu waktu, nasib menentukan lain. Mbah Surip mendapat kesempatan untuk rekaman dan akhirnya meraih kesuksesan seperti sekarang.

Perjalanan di Dunia Musik

Dalam perjalanan musiknya Mbah Surip telah mengeluarkan beberapa album musik. Album rekamannya dimulai dari tahun 1997 diantaranya, Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003) dan barang Baru (2004). Namun ternyata lagu Tak Gendong diciptakan pada tahun 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Menurut Mbah Surip Filosofi dari lagu ini yaitu Belajar salah itu, yang digendong ya siapa saja, entah baik, galak, nakal, atau jahat. Seperti bus, nggak peduli penumpangnya, entah itu copet, gelandangan, pekerja, ya siapa saja. Sebab, menggendong itu belajar salah.Hmm..

Mbah Surip tampil juga lewat video klip “Witing Trisno” karangan Tony Q Rastafara di MTV. Ciri khas dari setiap aksinya di panggung musik yaitu selalu ditemani “Gitar Kopong” nya, menyanyi dengan sangat relax dan nyanyi “ngalor-ngidul” dengan gaya-nya yang khas; kocak, gila, dan bebas ekspresi.

Karakter inilah yang membuat Emha Ainun Najib atau Cak Nun sering menggambarkan sosok Mbah Surip adalah gambaran “Manusia Indonesia Sejati” yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih dan selalu tertawa, meskipun seringkali di ledek orang Mbah Surip tetap saja tertawa tidak pernah dendam, atau membalas ledekan tersebut. Bahkan terkadang Mbah Surip bingung untuk pulang karena kehabisan ongkos. Hasilnya Mbah Surip mengejawantahkan kesusahannya dalam sebuah lagu “minta ongkos pulang”. Dalam lagu tersebut Mbah Surip bercerita tentang pacarnya, meskipun kita ragu kalau Mbah Surip pernah berpacaran. Pada bait akhir lagunya mbah Surip meminta sesuatu kepada yayangnya (panggilan Mbah Surip kepada pacarnya dalam lagu tersebut),

Yang, boleh ga aku pegang tanganmu ?.. boleh, boleh boleh..
Yang, boleh ga aku cium kamu ?, ..boleh, boleh boleh…
Yang, boleh ga aku minta ongkos pulang ?,… boleh, boleh boleh…

Selain lagu Hit Tak Gendong lagu Mbah Surip lainnya sudah sangat dekat dan bersahabat di telinga Cak Nun dan jamah kenduri cinta, diantaranya: “Bangun Tidur, atau Turunkan harga minyak angin”. Bahkan lagu Tak Gendong sempat di tayangkan video klip nya di stasiun televisi swasta. Terkadang mbah Surip mambawakan lagu tanpa syair dan tanpa nada dengan judul “diam bersama atau saling memandang” . Namun yang terjadi bukannya penonton diam atau saling memandang malah membuat orang tertawa terbahak-bahak.
Ha ha ha ha I Love you Full !!

Lirik Lengkap Lagu “Tak Gendong”

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana

Enak donk, mantep donk

Daripada kamu naik pesawat kedinginan

Mendingan tak gendong to

Enak to, mantep to

Ayo.. Kemana

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana

Enak tau


Where are you going?

Ok I’m

Where are you going?

Ok my darling

Ha…Ha…

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak donk, mantep donk
Daripada kamu naik taxi kesasar
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. Mau kemana

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak tau

Where are you going?
Ok I’m
Where are you going?
Ok my darling

Profil Mbah Surip :

Nama Lengkap : Urip Ariyanto
Nama Beken : Mbah Surip
Tempat Lahir : Mojokerto, Jawa Timur
Tanggal Lahir : 5 Mei 1949
Gelar Pendidikan : Drs, Insinyur dan MBA
Resep sehat : Jangan makan yang nggak kamu sukai dan bergaullah dengan orang yang kamu sukai.
Pekerjaan lama : Engineer di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain2
Makanan Favorit : Perkedel kentang
Minuman Favorit : Kopi hitam
Aliran Musik : Reggae
Jargon : I Love You Full

Video Clip “Tak Gendong” Versi Lama

Video Clip “Tak Gendong” Versi Baru

sumber : http://dienbloging.blogspot.com/2009/06/profil-mbah-surip-tak-gendong.html

Heboh Uji Keperawanan demi Beasiswa

FREETOWN | SURYA.CO.ID — Program beasiswa untuk para gadis asal mereka lulus uji keperawanan bikin gempar Sierra Leone, Afrika barat daya. Program ini bertujuan mengurangi begitu banyaknya remaja hamil.

Selain itu, program ini juga ingin mendorong siswa remaja putri supaya tidak putus sekolah. Sekitar 12 persen gadis Sierra Leone melahirkan anak pertama ketika masih berusia 15 tahun. Demikian laporan PBB. Begitu hamil, mereka langsung putus sekolah.

Juru bicara Perhimpunan Pemuda Biriwa bagi Pembangunan BYADO di Sierra Leone utara mengatakan, sebanyak 52 gadis menerima beasiswa sekolah lanjutan. Ada satu syarat beasiswa itu, mereka harus masih perawan.

Pada awal tahun ajaran baru, para gadis akan diberi beasiswa asal lulus uji perawan. “Sebelum memberi beasiswa, kami akan mengujimu dan kalau kamu tidak perawan lagi selama masa sekolah, kamu juga akan kehilangan beasiswa,” kata Samuel Kamara, karyawan BYADO, kepada Radio Netherland. Katanya seorang gadis kehilangan beasiswa ketika gagal dalam ujian perawan.

Patut dipuji

Reaksi terhadap program ini beragam. “Ini adalah strategi yang patut dipuji,” kata Catherine Greenwood yang bekerja di CARE International. Menurutnya, rancangan ini harus benar-benar dicoba karena semua program yang mendorong gadis remaja tidak melakukan hubungan seks dan program lain yang menghalangi penyebaran HIV/AIDS ternyata gagal.

“Gadis hamil pada usia 12 tahun dan sebagai ibu, anak perempuan saya yang berumur 13 tahun, saya risi melihat gadis-gadis ke sana kemari menggendong bayi yang tidak bisa mereka besarkan sendiri. Jadi, saya sambut gagasan ini.”

Bagi Wairimu Munyinyi yang bekerja untuk LSM Concern Worldwide, tawaran beasiswa bagi gadis yang lulus uji keperawanan adalah “praktek murahan.” Ia melihatnya sebagai pelanggaran besar-besaran terhadap hak-hak asasi para gadis ini, dengan anggapan salah bahwa para gadis itu sendirilah yang bersalah kalau mereka sampai hamil.

Gadis remaja, kata Wairimu Munyinyi, biasanya berhubungan seks dengan pria yang punya semacam kekuatan dalam menguasai mereka dan menyediakan bantuan material kepada mereka. “Secara ilmiah, tidak punya selaput dara tidaklah berarti bahwa seorang gadis sudah tidak perawan lagi.”

Uji keperawanan juga dilaksanakan kepada masyarakat Zulu di Afrika Selatan sebagai cara menghindari kehamilan dini dan berjangkitnya HIV atau penyakti AIDS. Namun, melihat besarnya pengidap HIV di Afrika Selatan, Wairimu Munyinyi menyimpulkan bahwa tes keperawanan bukan merupakan jalan keluar.

Di kalangan masyarakat Biriwa di Sierra Leone, program uji keperawanan ini mendapat dukungan pemerintah, tetapi bukan untuk menyadarkan pentingnya pendidikan. Wilayah Biriwa dan wilayah utara lain belakangan meloloskan undang-undang yang mengeluarkan gadis hamil dan pria yang menghamilinya dari sekolah mereka. Organisasi pelindung anak-anak berpendapat, pendidikan tidak boleh digunakan untuk menghukum, baik anak perempuan maupun anak laki-laki.

Di lain pihak, organisasi yang mementingkan pendidikan gadis mengatakan, harus ada debat baru untuk membahas strategi yang sekarang gagal. Tidak jelas apakah mereka mendukung uji keperawanan.

Wairimu Munyinyi mengatakan, ini adalah peringatan supaya berbuat sesuatu. Ini juga merupakan tantangan secara nasional supaya turun ke bawah dan berbuat sesuatu, tidak hanya mengeluarkan pernyataan. “Ini sudah sering dibicarakan, tetapi keadaan di lapangan tidak juga berubah,” tutur Wirimu Munyinyi. ono

Wanita Diadili Karena Perkosa 10 Pria!

Rusia (SIB)
Perbuatan wanita ini benar-benar mengejutkan kepolisian. Wanita berusia 32 tahun itu telah membius dan memperkosa 10 pria! Atas perbuatannya, wanita Rusia itu kini tengah menjalani proses persidangan.

Kepolisian Rusia terkejut saat mengetahui bahwa Valeria K asal Kota Tambov merupakan pemerkosa misterius yang selama ini mereka cari. Polisi tak menyangka wanita berpenampilan menarik itu telah memperkosa 10 pria lokal.

Dalam melakukan aksinya, Valeria berkenalan dengan pria-pria itu dan mengundang mereka datang ke rumahnya. Valeria dijuluki sebagai “Janda Hitam” (Black Widow) karena kesukaannya pada laba-laba. Wanita itu merupakan penggemar berat film horor dan laba-laba.

Demikian diberitakan media lokal, Life.ru dan dilansir News.com.au, Senin (22/6). Begitu korban tiba di rumahnya, Valeria akan memberikan minuman yang telah dicampur dengan cairan clonidine. Akibatnya, korban pun akan tertidur selama hampir 24 jam.

Setelah tertidur, Valeria akan melucuti pakaian korbannya dan memperkosa mereka. Dia bahkan mengikat alat vital korbannya dengan tali supaya bisa tetap ereksi. Semua korban Valeria akan terbangun saat telah berada di rumah sakit.

Selain mengalami keracunan clonidine dan trauma penis, yang bisa mereka ingat hanyalah seorang wanita berambut cokelat yang memberi mereka minuman. Akhirnya, kepolisian berhasil menangkap Valeria. (detikcom/q)

Harta Habis untuk Obati, Wajahnya

images.phpMADIUN, bangkapos.com-  Sumini, pengidap kanker kulit asal Madiun Jatim itu sering menangis. “Bahkan beberapa kali putus asa dan ingin mati karena sakit yang dialaminya,” kata Wasirendra (32), anak tunggal Sumini.

Menurut Martomini (65), suami Sumini, istrinya terkena basalioma sejak 34 tahun yang lalu atau tahun 1975. Saat itu, bisul kecil muncul di antara kedua matanya. Bisul itu dibiarkannya karena dipikirnya akan hilang sendiri.

Namun yang terjadi bisul justru membesar. Tahun 1990, bisul itu berdiameter lima sentimeter dengan ketebalan sekitar lima sentimeter. Pada tahun itu pula, Martomini memutuskan membawa istrinya ke RSU Dr Sudono, Madiun.

Di rumah sakit baru diketahui Sumini terkena kanker. Namun karena RSU Dr Sudono mampu mengobatinya, Sumini dirujuk ke RSU Dr Sutomo, Surabaya. Selama tiga bulan dia dirawat di sana menjalani pengobatan menggunakan sinar X.

“Saat itu istri saya sembuh tetapi hampir seluruh harta benda milik saya habis, seperti dua ekor sapi yang saya miliki, habis dijual untuk biaya pengobatan, termasuk juga modal dagang kambing yang saya gunakan untuk usaha jual-beli kambing, tutur Martomini yang menghabiskan sekitar Rp 18 juta untuk biaya pengobatan,” kata Martomini.

Tidak adanya uang lagi yang dimiliki membuat usaha jual-beli kambing milik Martomini bangkrut. Martomini pun tidak bisa mengikuti anjuran dokter untuk mencekkan lagi kondisi Sumini di RSU Dr Sutomo tiga bulan setelah dia dipulangkan dari rumah sakit tersebut.

Ternyata tidak diikutinya anjuran dokter ini berdampak buruk. Basalioma kembali menyerang. Bedanya sekarang menggerogoti jaringan lunak sampai tulang rawan di wajah.

“Wajahnya jadi bolong. Dari yang awalnya lubangnya kecil dan berada di antara kedua mata, saat ini sudah menghilangkan punggung hidung, sebagian pipi, dan membuat kedua bola matanya rusak,” ujar Wasirendra.

0609134p

Foto-foto The Dangduters

JAKARTA, KOMPAS.com – Soal nama, band baru ini, The Dangduters, seperti mengacu ke nama grup yang lebih dulu masuk ke industri musik Indonesia, The Changcuters. Namun, soal penampilan mereka dari segi fashion, band pop-rock Melayu ini mengingatkan kita kepada dandanan para pedangdut lama kawakan, Rhoma Irama dengan grup Soneta-nya dan A Rafiq.

4943_91915697555_736892555_1833964_7075150_n

Band asal Kampung Pasar, Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah, yang digawangi Chun-Chun (vokal), Anang (gitar), Endhi (gitar), Coky (bas), Herdi (keyboard), dan Dhede (drum), itu bangga jika penampilan mereka dikaitkan dengan dandanan para pesohor dangdut tersebut. “Kalau bisa mengingatkan kepada raja dangdut terdahulu, malah kita senang. Apalagi, kalau dibilang bisa nyamain,” kata Herdi di sela syuting klip video single Misteri Cinta dari album perdana, Mimpi Terkenal, di Jakarta, Minggu lalu (21/6).
5166_1155675609506_1156189285_30565496_6845375_n
Sebetulnya, seperti kostum Rhoma dan Rafiq, busana yang dikenakan oleh The Dangduters itu mengacu kepada gaya glamor fashion 1960-1970-an–berwarna-warni terang dan berhias kerlap-kerlip manik-manik. Rambut kribo hingga kacamata berbingkai besar dan berwarna cerah melengkapi penampilan mereka. “Yang penting, kami pengin menyajikan yang terbaik,” ujar Chun-Chun.
4803_87124147911_632797911_1956661_7985256_n
Nama The Dangduters terangkat karena Manohara Odelia Pinot, model Indonesia yang mengaku mendapat perlakuan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya, pangeran Kesultanan Kelantan, Malaysia, Tengku Temenggong Mohamad Fakhry Petra. Mano menjadi model klip video Misteri Cinta. (C7-09)

4943_91915687555_736892555_1833962_2448207_n

Download langsung disini The Dangduters – Misteri Cinta.mp3

Lihat Lebih Banyak foto: http://www.facebook.com/group.php?gid=84675229355

Chris John Pingsan, Urung Naik Ring

LOS ANGELES — Chris John, juara dunia tinju kelas bulu versi WBA, urung menjalani tanding ulang melawan petinju AS, Rocky Juarez, pada 27 Juli mendatang. Seperti dilaporkan situs ESPN, Senin, Chris menarik diri karena mengalami masalah darah.

Petinju berjulukkan The Dragon ini telah lebih sebulan menjalani latihan di Los Angeles, AS. Pertarungan memertahankan gelar melawan bintang tinju AS asal Houston, Juaerez (28-4-1, 20 KO), sedianya disiarkan secara langsung oleh HBO.

Pertarungan pertama pada 28 Februari lalu di Houston berlangsung seri dan dinilai kontroversial. Namun, banyak pengamat menilai Chris unggul saat itu.

Sabtu waktu setempat, usai menjalani sparring tiga ronde, Chris (42-0-2, 22 KO) jatuh pingsan. ”Dia mempuanyai masalah pada darah sehingga kapasitasnya sebagai atlet berkurang,” kata Sampson Lewkowicz, penasihat Chris John, kepada ESPN.

”Saya tak tahu pasti apa itu, tapi dia merasa sakit. Dia pergi ke dokter dan menjalani check-up serta tes darah, sesuatu yang janggal terjadi. Dokter mengatakan ia tak bisa latihan.”

Chris John berencana kembali menemui dokter pada Senin waktu setempat untuk menjalani tes lanjutan. ”Dia akan bertahan di AS hingga mendapatkan perawatan menyeluruh,” ujar Lewkowicz. ”Ini merupakan pukulan bagi kami semua. Saya berharap ia akan baik, namun dia tak bisa naik ring.”

Lewkowicz mengatakan Chris sudah menjalani tes darah seperti yang diperintahkan Komisi Tinju California pada dua pekan lalu, dan hasilnya tak ada masalah. ”Ini bukan seperti hepatitis atau HIV atau apa pun,” katanya.

”Ini seperi anemia, seperti ia kehilangan oksigen dalam darah. Saat menjalani tes darah dua pekan lalu, ia baik-baik saja. Ia menjalani tes ini (terbaru) karena ia merasa sakit dan ternyata hasilnya ada yang tak beres.”

CEO Golden Boy Promotions, Richard Schaefer, mengatakan telah memberitahu situasi ini kepada pimpinan HBO pada Ahad. Pihak HBO, katanya, akan membahasnya pada Senin.

”Mereka (HBO) mencari petinju pengganti yang memungkinkan,” kata Schaefer. ”Tujuan kami adalah mempertontonkan Rocky di atas ring dan kami tetap akan membuatnya bertarung.” arp/ism

Cumi-Cumi Raksasa Dipamerkan di Museum London (Video & Gambar)

_41381898_squid_nhm_203longMuseum Sejarah Nasional Darwin Centre London memamerkan seekor cumi-cumi raksasa yang terbesar dan terutuh di dunia pada Maret lalu, cumi-cumi (squid) raksasa itu terjaring oleh nelayan di sekitar perairan Kepulauan Falkland (Pulau Malvinas).

Cumi-cumi raksasa ini panjangnya 8.2 meter (28 kaki), dipamerkan di dalam sebuah rak kaca sepanjang 9 meter.

Cumi-cumi raksasa ini sangat langka, pernah dianggap sebagai bangsa ular di samudera, mereka hidup di kedalaman 200-1000 meter di bawah laut. Spesimen cumi-cumi raksasa yang utuh dan maha besar ini sangat jarang ditemui Bobot cumi-cumi raksasa ini dapat mencapai 1000 kg : cumi-cumi terbesar yang pernah ditangkap pada tahun 1880 panjangnya 18.5 meter, cumi-cumi itu ditangkap di teluk dekat New Zealand.

Peneliti dari Museum Sejarah Nasional menuturkan, bangkai cumi-cumi raksasa biasanya terdampar di pinggir pantai, atau ditemukan dari perut ikan paus. Karena itu, spesimen cumi-cumi yang utuh dan besar ini sangat jarang ditemui.

Persiapan memamerkan cumi-cumi ini membutuhkan waktu beberapa bulan lamanya. Pertama-tama staf peneliti butuh waktu 4 hari untuk mencairkan cumi-cumi. Karena ukuran cumi-cumi sangat besar, tetapi, cakar dan kumisnya sangat halus, agar supaya tidak merusak cakar atau kumis cumi-cumi ketika dicairkan perlu dikerjakan dengan sangat teliti dan cermat.

Peneliti terlebih dahulu memasukkan cumi-cumi ke dalam air, namun, mereka menutup kumis dan cakar cumi-cumi dengan es, kemudian untuk mencegah agar tidak hancur, mereka menginjeksi tubuh cumi-cumi itu dengan cairan formalin.

Selain itu, museum perlu mencari orang untuk memesan pembuatan rak kaca, dan rak kaca tidak hanya dapat memuat cumi-cumi raksasa tersebut, lagipula dapat menyimpan keutuhan cumi-cumi untuk riset di masa mendatang.

Museum memutuskan mencari bantuan seorang seniman yang terkenal dengan pameran bangkai binatang, dan orang itu adalah Jon Ablett . Dari seniman itu, museum berhasil menemukan perusahaan yang dapat membuat rak kaca khusus ini. Cumi-cumi itu sekarang dimasukkan ke dalam sebuah kotak kaca, dan di dalamnya dipenuhi dengan formalin. Bersama dengan 2000 lebih spesimen lainnya, cumi-cumi raksasa ini merupakan sebagian pameran Museum Sejarah Nasional. (erabaru.or.id)*

(Video) Pecahkan Kelapa Hanya Dengan Ibu Jari !

Kuala Lumpur (BCZ) Seorang warga Malaysia mencatatkan dirinya dalam Buku Rekor Malaysia ketika memecahkan kelapa dengan hanya menggunakan ibu jari tangannya.
Hong Eng Hui (55) dalam memecahkan empat kelapa tersebut membutuhkan waktu selama 30,81 detik dan menggugurkan rekor lamanya dimana ia memecahkan tiga butir kelapa dalam waktu 70 detik.

“Ini bukan sulap ataupun sihir. Kemampuan ini saya dapatkan setelah saya mempelajari seni beladiri kungfu untuk mengasah kemampuan jari saya dari seorang ahli kungfu di Singapura,” kata Hong yang kini mengincar untuk mencatatkan dirinya dalam Guinness Book.

Pemecahan rekor ini dilakukan oleh Hong di depan ratusan warga dan turis asing yang penasaran dengan aksi yang hendak ia lakukan. (jhs)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 130 pengikut lainnya.