Jakarta (BCZ) . Iklan “Indomie Seleraku, SBY Presidenku” kembali menuai kritikan. Kritikan datang dari Wakil Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Haryanto Taslam. Menurutnya, iklan tersebut adalah salah satu cara untuk bisa memenangkan SBY sebagai capres yang diharapkan bisa satu putaran.
“Iklan tersebut menunjukkan bahwa SBY ngebet banget jadi presiden,” kata Haryanto Taslam atau lazim disebut Hartas.
Dirinya menilai, iklan “Indomie Seleraku, SBY Presidenku” adalah suatu bentuk ketakutan dari SBY yang akhirnya menimbulkan kelucuan.
“Lucu saja sih iklan tersebut. Iklan tersebut adalah bentuk ketakutan SBY, sehingga berbuat lebih dulu dari jadwal yang ada dan hal tersebut adalah kecurangan,” tambah Hartas.
Ia mempertanyakan hubungan antara pemilik perusahaan dengan SBY terkait penayangan iklan tersebut.
“Kalau seperti itu, akan menimbulkan pikiran-pikiran yang mengarah kepada adanya hubungan antara SBY dan pemilik. Jangan-jangan ada hubungan tertentu,” duganya.
Oleh karenanya, tambah Hartas, masyarakat diminta untuk lebih cerdas dan bisa menilai ada apa di balik semua itu.
“Publik cukup paham, mana figur yang sebenarnya, yang taat azaz untuk dipilih,” tandasnya. [wid/rm]
Iklan SBY Presidenku
Iklan Indomie Seleraku

















Ah pak Taslam juga takut kali kalo jagoannya ngga kepilih soalnya trek rekordnya Jelek, orang simpati sama SBY kan ngga bisa dibendung kayak ngefans sama bonyence atau elvis pak, kayak bapak ngga pernah ngefens aja ama orang, masyralay juga ngga usah dibawa2 belum tentu bapak tahu persis apa yang sedang bapak pikirkan ngga ada manusia yang seperti malaikat atau Tuhan pak
Itukan creativitas dari tim suksesnya pak. so klo emang ada masalah ama penjiplakan ato plagiat neh kata orang dan harus di masalahkan berarti musisi indonesia hrs dimaslahkan semua donk ^^.
so seperti kata iklan itu “pilihan boleh berbeda “
Benert tuh, aku juga bersimpati buat SBY . Ga enak juga dengar Prabowo capres dengan harta 1 trilyunan dan berkoar2 tentang rakyat miskin, apalagi ketika dengar pernyataan salah satu tim suksenya, Permadi yang menyatakan kalo Presiden yang “miskin” itu “pasti” korupsi…wah2…Jadi teringat dengan Mahatma Gandhi yang “harta” nya cuma kacamata tua, sandal jepit buruk dan pakaian kumal, serta injil, dan menjadi pemimpin dunia yang pro-rakyat paling terkenal hingga saat ini, dan gak lupa Nelson Mandela juga…..
[...] wrong with using Indomie’s jingle (they have the papers and agreements, d’oh), but apparently most Indonesians think that’s retarded. He should make a statement that he’s thankful with his opponents’ constructive [...]
lo orang pikir dana kampanye sby yang smpai puluhan milyar tuh darimana? lo orang pikir kenapa indofood tidak menggugat sby karena melanggar hak cipta?