Daftar 100 Orang Lebih Nama Pesepakbola berdarah Indonesia Di Luar Negri


Kira-kira ada yang mau bela timnas indonesia g yah? Ini orang-orang ajaib yang jago maen bola…

Kiper:
1. Donovan Partosoebroto. Pemain berusia 18 tahun ini kini membela tim Ajax junior.

Belakang:
2. Lucien Sahetapy. Pemain dengan posisi bek tengah ini pada awalnya bermain di klub Groningen pada       tahun 1993. lalu pindah ke tim Divisi 1 Liga Belanda, BV Veendam.

3. Raphael Tuankotta. Pemain muda berusia 22 tahun ini kini memperkuat BV Veendam Junior.
4. Estefan Pattinasarany. Pemain ini baru berusia 18 tahun dan kini masih memperkuat AZ Alkmaar Junior.

5. Michael Timisela. Pemain ini merupakan pemaian muda berbakat yang dimiliki tim Ajax Amsterdam. Di  usianya yang memasuki 20 tahun, pemain kelahiran Paramaribo, Suriname ini telah menembus masuk ke tim utama Ajax.

jatwen13

6. Christian Supusepa. Pemain muda berusia 19 tahun ini, kini memperkuat tim Ajax Junior.

7. Justin Tahapary. Pemain kelahiran 23 Mei 1985 ini sejak tahun 2004 telah memperkuat FC Eindhoven.

8. Marvin Wagimin. Pemain yang baru berusia 18 tahun ini masih memperkuat tim VVV-Venlo di Divisi Satu Liga Belanda.
9. Peta Toisuta. Pemain berdarah Maluku ini kini memperkuat tim Zwolle di liga Belanda.
10. Tobias Waisapy. Pemain berusia 18 tahun ini kini memperkuat tim Feyenord Junior.

11. Jefrey Leiwakabessy. Bek kiri kelahiran Arnhem ini sejak tahun 1998 telah memperkuat NEC Nijmegen. Dan sempat mencicipi timnas junior Belanda.
12. Raymon Soeroredjo. Pemain kelahiran Oss 18 tahun yang lalu ini kini memperkuat tim Vitesse Junior.

13. Yoram Pesulima. Bek kiri kelahiran 9 Maret 1990 ini kini memperkuat tim Vitesse Junior.

Tengah:
14. Raphael Supusepa. Gelandang kiri yang lahir di kota Wormerveer ini kini memperkuat tim MVV aastricht. Pemain jebolan Ajax ini sebelum bermain di MVV sempat bermain di tim Excelsior dan ordrecht.
15. Levi Risamasu. Pemain kelahiran Nieuwerkerk ini pernah memperkuat NAC Breda selama 4 musim Sebelum pindah ke tim AGOVV divisi satu Liga Belanda.
16. Marciano Kastoredjo. Gelandang yang juga bisa berperan sebagai bek kiri ini sebelum bergabung bersama tim De Graafschap pernah bergabung bersama tim Utrecht Junior.
17. David Ririhena. Bek ataupun gelandang kiri mampu dijalani olehpemain yang kini memperkuat TOP Oss di divisi satu Liga Belanda.
18. Joas Siahaija. Gelandang tengah kelahiran Maastricht 22 tahun yang lalu ini kini memperkuat kota kelahirannya, MVV.
19. Irfan Bachdim. Skuad inti tim tim FC Utrecht Junior A.

20. Radja Nainggolan. Bermain di Piacenza Primavera. Pinjaman daritim Germinal B. di liga Belgia.

Depan:
21. Ignacio Tuhuteru. Pemain senior berusia 33 tahun ini kini memperkuat Go Ahead Eagles. Sebelumnya pemain jebolan Ajax Junior ini sempat malang melintang di beberapa klub seperti RBC Roosendaal, Dalian Shide China, Sembawang Singapura, Zwolle, Heerenveen, dan FC Groningen.
22. Ferdinand Katipana. Pemain kelahiran Amersfoort 26 tahun silam ini sebelum bergabung bersama Haarlem, sempat bergabung di tim Utrecht Junior dan Cambur Leeuwarden.
Itu dia jago2 bola yang mungkin bisa dimanfaatin sama PSSI yang katanya mo ngadain piala dunia!!

(kaskus.us)

Selain Data Diatas nih masih ada lagi :salam kenal buat semuanya …! ini data para pemain keturunan Indonesia (Maluku, Indo-Belanda, Jawa-Suriname & Maluku-Suriname, juga Batak) yang bermain di mancanegara musim 2007-2008, tapi bukan WNI.

Divisi Utama
Bobby Petta = adelaide united (australia)
Charles Dissels = sparta rotterdam
Delano Hill = willem II tilburg
Demy de Zeeuw = az alkmaar
Denny Landzaat = wigan athletic fc (inggris)
Giovanni van Bronckhorst = feyenoord rotterdam
Jason Oost = vvv venlo
Jeffrey Altheer = excelsior rotterdam
Jeffrey de Vischer = aberdeen fc (skotlandia)
Jeffrey Leiwakabessy = allemania aachen (jerman)
Jhon van Beukering = nec nijmegen
Johnny Heitinga = ajax amsterdam
Michael Mols = feyenoord rotterdam
Michael Timisela = vvv venlo
Quido Lanzaat = pfc cska sofia (bulgaria)
Robin van Persie = arsenal fc (inggris)
Sigourney Bandjar = excelsior rotterdam

Divisi I
Bryon Kiefer = bv veendam
David Ririhena = top oss
Dominggus Lim-Duan = fc eindhoven
Ferdinand Katipana = cambuur Leeuwarden
Joas Siahaija = mvv maastricht
Justin Tahapary = fc eindhoven
Levi Risamasu = agovv apeldoorn
Lucien Sahetapy = bv veendam
Milan Berck-Beelenkamp = hfc haarlem
Radja Nainggolan = piacenza calcio (italia)
Randy Thenu = fc den bosch
Regilio Jacobs = top oss
Robbert Maruanaya = GA eagles deventer
Sergio Kawarmala = helmond sport
sergio van dijk = fc emmen

Junior
Andy Tahitu = de graafschap
Christian Supusepa = ajax amsterdam
Tobias Waisapy = feyenoord rotterdam
Tom Hiariej = fc groningen
Irfan Bachdim = fc utrecht
Stefano Lilipaly = fc utrecht
Django Ngutra = GA eagles deventer
Gino de Zeeuw = agovv apeldoorn
Yentl Heatubun = fortuna sittard
Jemayel Maruanaja = fortuna sittard
Njigel Latumaerissa = rkc waalwijk
Bryan Brard = vitesse arnhem

A (U-19)
Stefano Lilipaly = fc utrecht
Christian Supusepa = ajax amsterdam
Tim Hattu = vvv venlo
Jeffrey Hen = vvv venlo
Xander Houtkoop = sc Heerenveen
Edinho Pattinama = nac breda
Gaston Salasiwa = az alkmaar
Giovanni Kasanwirjo = ajax amsterdam
Raymond Soeroredjo = vitesse/agovv
Tobias Waisapy = feyenoord rotterdam
Jordao Pattinama = feyenoord rotterdam
Abel Tamata = psv eindhoven
Yael Heatubun = fortuna sittard
Django Ngutra = GA eagles deventer
Richie Pairun = cambuur Leeuwarden
Ruben Wuarbanaran = fc Den Bosch
Daniel Salakory = fc Den Bosch
Govanni Wilikin = top oss

B (U-17)
Anice Waisapy = vvv venlo
Cayfano Latupeirissa = nec nijmegen
Estefan Pattinasarany = az alkmaar
Joey Latumalea = fc groningen
Yoram Pesulima = vitesse/agovv
Marciano Leuwol = vitesse/agovv
Stevie Hattu = vvv venlo
Sonny Luhukay = vvv venlo
Masaro Latuheru = feyenoord rotterdam
Ferd Pasaribu = fortuna sittard
Jair Behoekoe Nam Radja = rkc waalwijk
Marinco Hiariej = bv veendam
Graham Bond = fc omniworld

C (U-15)
Brandon Leiwakabessy = nec nijmegen
Jordi Tatuarima = nec nijmegen
Levi Raja Boean = nec nijmegen
Rychto Lawalata = nec nijmegen
Benjamin Roemeon = vitesse/agovv
Delano Haulussy = GA eagles deventer
Ricarco Malaihollo = GA eagles deventer
Jordi Rakiman = cambuur leeuwarden
Kevin Pairun = cambuur leeuwarden

D – E

Silgio Thenu = feyenoord D1 (U-13)
Niaz de Coninck = feyenoord D1 BVO (U-13)
Tom Titarsolej = psv eindhoven D3 (U-11)
Jamarro Diks = vitesse/agovv D1 (U-13)
Kevin Diks (Bakarbessy) = vitesse/agovv D2 (U-12)
Jerah Hukom = Vitesse/agovv D2 (U-12)
Jamarro Diks = vitesse/agovv D1 (U-13)
Shayne Pattynama = ajax amsterdam E3 (U-10)
Nathan Haurissa = fc den bosch D2 (U-12)
Sereno Latuhihin = fc den bosch D3 (U-11)

sedangkan nama-nama seperti Donovan Partosoebroto skrng menjadi asisten pelatih U-13 klub amatir HOOFDDORP,
Raphael Tuankotta main di klub amatir vv Holwierde, Marvin Wagimin (klub amatir Venlosche Boys A1), Petu Toisuta (klub amatir WSV Apeldoorn), Marciano Kastoredjo (klub amatir Haaglandia Rijswijk ZH), Ignacio Tuhuteru (klub amatir ROHDA Raalte), dan Raphael Supusepa sudah mengundurkan diri dari MVV alasan keluarga.

sumber :http://forum-milanisti.com/viewtopic.php?f=14&t=899

About these ads
    • nyonyogoblog
    • Mei 2nd, 2009

    kalo gitu kenapa ga masukin aja ke tim inti indonesia dan jadiin indonesia numer 1 sepakbola,paling nggak asia tenggara lah,baru lain2

    cheers for football

    • tipsbisnisuang
    • Mei 3rd, 2009

    sebenarnya..Indonesia bisa memanfaatkan saudara2 kita ini,…masalahnya, apa mereka mau ya ?

    • sitidjenar
    • Mei 3rd, 2009

    di jamin gak ada yang mau…takut gak terjamin masa depanya kalo udah pensiun jadi atlet.

      • glenn
      • Juni 13th, 2010

      aku stuju dengan pendapat bung………

        • hery
        • Juli 23rd, 2010

        masa depan mereka kan di Klub bukan Timnas aja kan? mereka main di Timnas itu kebanggan di belanda atau di eropa masuk timnas g gampang,banyak persaingan,masalnya warganegara dan emang mereka lahir dan di besarkan disana keluarga semuanya disana,intinya negara kasih password ganda seperti di jerman,prancis atau negara yang sepakbolanya maju. mereka bisa bermain untuk indonesia karena syaratnya sesuai aturan FIVA
        1 ada keturunan dari nenek,kakek,ibu,bapak, dengan negara tersebut,
        2.bukan keturunan negara tersebut tapi udah bermukim 5 tahun di negara tersebut.

    • achmad hany
    • September 20th, 2009

    seharusnya pemain blasteran ini masukin ke skuad indonesia
    liat dong singapura yg memanfatkan pemain blasteran masuk ke skuad singapura

    • saya selaku anak indonesia se7 bgt

    • siberat
    • Januari 26th, 2010

    kalau semua jadi pemain Timnas bakal ada kesenjangan kedaerahan…karena rata-2 hampir 90% mereka berdarah Maluku, so jadi kesebelasan Maluku dong he3x

      • glenn
      • Juni 13th, 2010

      betul bung….

      • hery
      • Juli 23rd, 2010

      selama ini Timnas inonesia kan kesenjagan kedaerahan lihat di dominasi dari daerah mana?

      • hery
      • Juli 23rd, 2010

      pengen lihat team maluku di belanda 100% mereka berdarah Maluku, jadi kesebelasan Maluku satu-satunya klub semuanya maluku main di divisi ii belanda lihat di

      http://jongambon.com/index.php?option=com_content&view=article&id=54&Itemid=57

        • hery
        • Juli 23rd, 2010

        Mereka Semuan pernah datang ke Ambon bermain di HUT KOTA Ambon

        • kalo seingat aku’ Ultah kota AMBON thn. 2005 ada tim maluku dari belanda yg main di ambon, dan kualitasnya diatas rata2 pemain timnas Kita’ jujur” kalo ngga salah itu mereka juara Divisi 3 liga belanda dan skillnya juga okey bangat… fisiknya diatas Rata2 ukuran pemain Timnas kita… yg aku salut sama gelandang bertahannya… (berkelas dunia)
          “NATURALISASI….? “KENAPA TIDAK” ”Bravo Timnas’

    • poerwa
    • Januari 27th, 2010

    meskipun pemainya bagusnya kya apa , tapi pengurusnya kya gitu gmn mau maju ??????

  1. yup

    • Sukma ijo
    • Maret 11th, 2010

    percuma ada darah indonesia klo gk mau jdi bagian timnas indonesia ama aja bo’ong….

    msh mending org indonesia asli,
    jiwa nasionalisme nya lebih tinggi….

      • hery
      • Juli 23rd, 2010

      bukan g mau mbak tapi aturan di negara kita ni selalu ribet

    • Nasionalisme mungkin okey.. tapi jangan salah itu blum tentu bisa membawa Timnas kita ke Juara Asia, apalagi ikut Piala Dunia… level Asia tenggara aja sdh keok gimana mau prestasi dunia’ banyak negara Asia lainya yg Naturalisasi dan hasilnya Optimal dan beberapa timnas Eeropa yg juga melakukan hal yg sama’ (prancis, jerman dll)

    • betul itu percuma saja orng luar negri berdarah indonesia kalau tdk membela timnas indonesia
      hidup indonesia kau pasti menang menjadi juara
      di ajang pesepak bolaan

    • adhie26
    • Mei 16th, 2010

    belum tentu gag mau . .
    d ajak aja belom . .
    sampai detik ini pun mungkin PSSI blum punya data kyk begini . . !

    “nasionalisme” ??
    hahahahaha . . :D
    wake up bro . .

    • adhid
    • Mei 17th, 2010

    kita dukung aja…berdoa mudahan para pemain tersebut..mw membela indonesia…

    • eko
    • Mei 17th, 2010

    sebenarnya saya juga ikut prihatin dgn pssi.
    pssi itu terlalu gengsi untuk naturalisasi pemain asing menjadi pemain Indonesia.
    kita dak usah mikirin dulu yang bkan berdarah Indonesia.
    yng dah btu-btul berdarah indonesia asli aja, mentang-mentang main diluar negeri tak mau dimasukin ke teamnas.
    minimal dilihat dululah skill pemain tersebut.
    negara yang notabene terkenal dgn sepakbolanya aja, masih ada naturalisai pemain.
    cth na aja portugal .
    ngambil DECO yang jlas dak ada keturunan portugal.

    • rani
    • Juni 15th, 2010

    Hahaha…itu kenapa nama² belakangnya jawa semua ya??
    Salut, biar di negara org tp nama Indo asli tetep dipakai.
    Bravo!

      • hery
      • Juli 23rd, 2010

      rani@ tuh nama marga belakanyanya banyak ambon tuh

        • hery
        • Juli 23rd, 2010

        Nie Semua keturunan Ambon

        Generasi Pertama

        Simon Tahamata(Pelatih Ajax Junior Ex Tim Nas Belanda ) legenda hidup pemain sepak bola Belanda keturunan Maluku
        Sonny Silooy (Ajax Ex Tim Nas Belanda)
        Bart Latuheru(Ajax )

        Generasi Kedua
        Bryan Roy(Ajax Ex Tim Nas Belanda)
        Roy Makaay(Ajax Ex Tim Nas Belanda)

        Generasi Ketiga
        Giovanni van Bronckhorst(Glasgow Rangers,Arsenal, Barcelona,Feyenoort Rotterdam Tim Nas Belanda)
        Danny Landzaat, gelandang (Willem II Tilburg Tim Nas Belanda Piala Eropa )
        Robin Van Persie, (Ajax Tim Nas Belanda)
        Bobby Petta(Glasgow Rangers)
        Demy De Zeeuw (Az Alkmar Tim Nas Belanda)
        Nigel de Jong. (Manchaster City Tim Nas Belanda)
        Johny Heitinga (Ajax Amsterdam )Tim Nas Belanda)
        Sergio Van Dijk (Queensland Roar)
        Michael Timisela (Ajax Amsterdam)
        Robert Timisela (Ajax Amsterdam)
        Sven Taberima (Ajax Amsterdam)
        Christian Sapusepa (Ajax Amsterdam)
        Jordao Pattinama (Excelsior Rotterdam)
        Edinho Pattinama (NAC Breda)
        Tobias Waisapy (Excelsior Rotterdam),
        Kevin Wattamaleo (Excelsior Rotterdam)
        Georginio Wijnaldum (Feyenoort Rotterdam )
        Mathija Marunaya AZ Alkmaar
        Gaston Salasiwa AZ Alkmaar
        Estefan Pattinasarani AZ Alkmaar
        Ignacio Tuhuteru FC Groningen
        Raphael Tuankotta FC Groningen
        Marciano Kastoredjo FC Utrecht
        Max Lohy FC Utrecht
        Stefano Lilipaly FC Utrecht
        Irfan Bachdim FC Utrecht Junior
        Domingus Lim-Duan FC Zwolle
        Nelljoe Latumahina FC Zwolle
        Juan Hatumena FC Zwolle
        Peta Toisutta FC Zwolle
        Djilmar Lawansuka Feyenoord Rotterdam
        Tobias Waisapy Feyenoord Junior

        Raymon Sosroredjo Vitesse Arnhem Junior
        Yoram Pesulima Vittesse Arnhem Junior
        Raphael Susupesa MVV Maastricht
        Joas Siahaija MVV Maastricht
        Justin Tahaparry FC Eindhoven
        Marvin Wagimin VVV Venlo
        Lucian Sahetapy BV Veendam
        Levi Risamasu AGOVV Davir Ririhena TOP Oss

        Belakang:
        Lucien Sahetapy. Pemain dengan posisi bek tengah ini pada awalnya
        bermain di klub Groningen pada tahun 1993. lalu pindah ke tim Divisi 1 Liga Belanda, BV Veendam.
        Raphael Tuankotta. Pemain muda berusia 22 tahun ini kini memperkuat BVVeendam Junior.
        Estefan Pattinasarany. Pemain ini baru berusia 18 tahun dan kini masih memperkuat AZ Alkmaar Junior.

        Michael Timisela. Pemain ini merupakan pemaian muda berbakat yang dimiliki tim Ajax Amsterdam. Di usianya yang memasuki 20 tahun,pemain kelahiran Paramaribo, Suriname ini telah menembus masuk ke timutama Ajax.
        Christian Supusepa. Pemain muda berusia 19 tahun ini, kini memperkuat tim Ajax Junior.
        Justin Tahapary. Pemain kelahiran 23 Mei 1985 ini sejak tahun 2004 telah memperkuat FC Eindhoven.
        masih memperkuat tim VVV-Venlo di Divisi Satu Liga Belanda.

        Peta Toisuta. Pemain berdarah Maluku ini kini memperkuat tim Zwolle diliga Belanda.
        Tobias Waisapy. Pemain berusia 18 tahun ini kini memperkuat tim Feyenord Junior.
        Jefrey Leiwakabessy. Bek kiri kelahiran Arnhem ini sejak tahun 1998 telah memperkuat NEC Nijmegen. Dan sempat mencicipi timnas junior Belanda.
        Raymon Soeroredjo(Ambon jawa,Suriname). Pemain kelahiran Oss 18 tahun yang lalu ini kini memperkuat tim Vitesse Junior.
        Yoram Pesulima. Bek kiri kelahiran 9 Maret 1990 ini kini memperkuat tim Vitesse Junior.

        Tengah:

        Raphael Supusepa. Gelandang kiri yang lahir di kota Wormerveer ini kini memperkuat tim MVV Maastricht. Pemain jebolan Ajax ini sebelum bermain di MVV sempat bermain di tim Excelsior dan Dordrecht.
        Levi Risamasu. Pemain kelahiran Nieuwerkerk ini pernah memperkuat NAC Breda selama 4 musim sebelum pindah ke tim AGOVV divisi satu Liga Belanda.
        Marciano Kastoredjo. Gelandang yang juga bisa berperan sebagai bek kiri ini sebelum bergabung bersama tim De Graafschap pernah bergabung bersama tim Utrecht Junior.
        David Ririhena. Bek ataupun gelandang kiri mampu dijalani oleh pemain yang kini memperkuat TOP Oss di divisi satu Liga Belanda.
        Joas Siahaija. Gelandang tengah kelahiran Maastricht 22 tahun yang laluini kini memperkuat kota kelahirannya, MVV.
        Pinjaman dari tim Germinal B. di liga Belgia sekarang di Caliari Italia.

        Depan:

        Ignacio Tuhuteru. Pemain senior berusia 33 tahun ini kini memperkuat Go Ahead Eagles. Sebelumnya pemain jebolan Ajax Junior ini sempat malang melintang di beberapa klub seperti RBC Roosendaal,
        Dalian Shide China, Sembawang Singapura, Zwolle, Heerenveen, dan FC Groningen.

        Ferdinand Katipana. Pemain kelahiran Amersfoort 26 tahun silam inisebelum bergabung bersama Haarlem, sempat bergabung di tim Utrecht Junior dan Cambur Leeuwarden.

          • hery
          • Juli 23rd, 2010

          masih banyak yang belum terdata juga kebetulan keluarga gw ada di belanda Rotterdam dan salah satunya kakak beradik ada dalam daftar diatas marga dari nyokap gw Pattinama asal Pulau Haruku Maluku sebenranya banyak bakat alam dari indonesia Timur khususnya di Maluku yang sampai sekarang dari ambon pindah ke belanda ikut keluarga disana,untuk melatih kemampunya tapi sayangnya PSSI terlalu mementingkan wilayah barat dalam perekrutan TIMNAS Indonesia Ada berapa orang sie yang main di TIMNAS Indonesia asal Maluku ,selepas Imran Nahumamury, Sammy Pieterz, Ibrahim Lestaluhu, Ohorela, dan Rocky Putiray G ada lagi paling ,Ricardo Salampessy ,Fandy Mochtar ,Leonard Tupamahu, Rahmat Rivai dan Talaohu A Musafry itupun seleksi 1 orang aja yang masuk berganti setiap pergantian pelatih.

            • hery
            • Juli 23rd, 2010

            Kiprah Jong Ambon di Liga Futsal Indonesia

            Siapa tidak kenal Ronny Pattinasarani, Donny Latupeirissa, Bertje Matulapelwa, Berty Tutuarima, John Lesnusa, dan Elly Idris pesepakbola di era 70-an. Era 80 s/d 90-an diwakil Imran Nahumamury, Sammy Pieterz, Ibrahim Lestaluhu, Ohorela, dan Rocky Putiray, mereka adalah pesepakbola keturunan Maluku. Saat ini salah satu propinsi di Indonesia Timur yang sempat mengalami konflik itu masih menelurkan para pemain bintang dan menyumbangkan pemain bagi tim nasional Indonesia sebut saja Ricardo Salampessy, Fandy Mochtar, Leonard Tupamahu, Rahmat Rivai dan Talaohu A Musafry.Seperti juga di cabang sepakbola konvensional, di cabang futsal-pun pemain futsal keturunan Maluku bertebaran di beberapa klub anggota Indonesian Futsal League, yang adalah kompetisi tertinggi Futsal di Indonesia. Terhitung sekitar ada belasan pemain futsal keturunan maluku yang dicatat oleh tim Spiritfutsal berkiprah di Indonesian Futsal League sejak musim 2006/2007 s/d 2010.

            Tim SWAP (Sport, Worship And Praise) Futsal Club tercatat menyumbang pemain Maluku terbanyak sebanyak 8 pemain. Disusul Electric PLN dengan dua pemain dan Pelindo II, BiangBola dan Dupiad Fak-Fak masing-masing satu pemain. Delapan pemain keturunan Maluku di tim SWAP termasuk pemain-pemain muda usia, rata-rata 24 tahun bahkan yang termuda baru berusia 19 tahun, yaitu Imanuel Frans dan Kiper Gerry Ferdinandus. Sedangkan pemain tertua ada di tim Electric PLN, Ricardo Polnaya yang juga mantan pemain tim nasional futsal Indonesia, berusia 27 tahun.

            Kakak beradik Manuhutu, Ronaldo dan Mozes mempunyai peran penting di tim SWAP. Ronaldo yang lebih tua satu tahun merupakan kapten cadangan tim SWAP. Sedangkan Mozes Manuhutu, merupakan pencetak gol terbanyak urutan kedua dengan 20 gol, hanya beda 2 gol dari Achmad Syaibani, top skor IFL Musim 2009. Di urutan ketiga daftar pencetak gol juga tercantum nama Socrates Matulessy dari Electric PLN. Pemain yang satu ini juga mantan pemain tim nasional futsal dan bintang iklan produk sepatu Specs.

            Sementara itu, Vincent Vallent pemain keturunan Maluku yang pertama kali mengecap Juara Indonesian Futsal League bersama BiangBola di musim pertama. Di babak final four meski tidak mencetak gol, tetapi penampilannya sangat berperan atas keberhasilan BiangBola merebut juara IFL. Selain itu pencatat sejarah IFL juga dicatat oleh Jaconias AA Lakburlawal, ia adalah pencetak gol pertama IFL ketika SWAP melawan Produta, Bandung pada pertandingan pembukaan IFL yang diresmikan oleh Ketua PSSI, Nurdin Halid.

            Pemain lainnya yang tidak kalah perannya bagi tim masing-masing adalah Miron Hehanussa, Reinhart Titaheluw, Edward Supusepa, Agustinus Latlutur, Gabriel Ditilebit (Ex Tim Nasional 2004), dan Piere Latupeirissa (lebih dikenal dengan Freestyler Indonesia) dari tim SWAP, Jusman (Pelindo II), dan A. Renyaan (Dupiad Fak Fak). Semua pemain, sependapat dan memiliki impian yang sama yaitu merindukan Negeri Ambon yang aman dan menghimbau kepada anak-anak muda Maluku untuk terus bermimpi besar dan berprestasi di cabang olahraga futsal.

    • Rnk
    • Juni 17th, 2010

    Saya mendukunk bnget pemain naturilisasi brmain d.indonesi agar indonesi sepak bolanya maju

    • hery
    • Juli 23rd, 2010

    sitidjenar, glenn,@ mereka masih mudah masa depanya tetap ada , mereka mainya untuk Timnas Indonesia Aja bukan klub Indonesia untuk Klub Biar mereka yang mutusin apa lagi usia mereka bisa menentukan password ganda,selesai main Untuk Timnas Balik lagi ke tempat kelahiranya yang penting ada keinginan dari mereka untuk memperkuat Timnas Indonesia.

    • hery
    • Juli 23rd, 2010

    Mereka semua sangat berhasrat untuk bisa bermain untuk Indonesia,tidak ada salahnya kan Indonesia mencoba mereka semua dalam sebuah laga persahabatan, jangan sampai menyesal nantinya. Kalo sepak bola indonesia ingin berkembang,naturalisasi sangat penting untuk timnas kita saat ini. Lupakan lah gengsi mau sampai kapan kita makan gengsi aja!

    • hery
    • Juli 23rd, 2010

    NATURALISASI Tanya Track Record Tim Nasional Indonesia
    Ditulis oleh : D’specialwan Pada 22:31:00
    Di hari ketiga, dalam melakukan riset masalah ‘naturalisasi’ ini, kami diberi kesempatan tetap membedah para pemain ‘naturalisasi’ yang masih memiliki darah Indonesia, namun justru menanyakan prestasi dan karakter pelatih nasional.

    Kebanggan Memakai Kostum Timnas

    Saat menunggu sesi latihan di 8 lapangan milik sekolah Ajax yang legends itu, ternyata Brian Roy, dengan setia mau memberi masukan banyak, dan bahkan Brian Roy berujar, bahwa dirinya juga masih ada darah Ambon. Namun, saat usia muda, dirinya pernah mendengar kalau Simon Tahamata, yang juga legenda Ajax, pernah di tolak pemerintah Indonesia di jaman Ali Sadikin.

    Salah satu pemain nasional Belanda di World Cup 1994 dan 1998 ini bertutur, bahwa jika ada tim pemandu asal Indonesia, sudah masuk Belanda tahun awal tahun 2000, mungkin bisa merayu Robin van Persie. Menurut Brian Roy, saat itu kondisi van Persie sedang labil dalam usia 17 tahun, bahkan kondisi psikologis mimbang mau bermain bola, atau terjerat dalam dunia kenakalan gank anak-2 muda di Rotterdam.

    Sebelum dipilih KNVB sebagai young guns terbaik 2001, van Persie adalah bagian dari kumpulan anak- gandk kota besar seperti Rotterdam. Di mana pergaualannya bersama anak-2 imigran dari Suriname, Maroko, Nigeria dan kawasan imigran Karibia. Masih menurut Bryan Roy, yang ditunjuk menjadi pelatih Jong Ajax U-13, ternyata KNVB lebih jeli ketimbang scouting klub-2 besar, yaitu memberikan gelar sebagai pemain berbakat, sehingga motivasi van Persie tumbuh semakin percaya diri.

    PSSI, saatnya memberi tempat dan penghargaan kepada young guns-2 yang bermain di level turnamen Medco Cup, dan mereka diberi peran sebagai selebritis yang harus tumbuh dan percaya diri. Syamsir Alam, adalah sosok yang patut diberi peran itu untuk dicetak dalam event-2 tertuntu sebagai icon anak muda, agar bisa dijadikan contoh generasi di bawahnya. Hal itu, yang ditumbuhkan oleh KNVB, dan kemudian ditularkan ke semua klub anggota Liga Belanda.

    Bryan Roy, sebagai salah satu pelatih pemula, dengan sertifikat D-3, untuk khusus anak-2 berbakat di Ajax, menanyakan tentang masalah keseriusan tim kami, jika ada ‘naturalisasi’.

    Salah satu pemanda tim kami, yang yaitu Polly Roemloes saat menterjemahkan dialognya dengan Brian Roy menyebutkan, bahwa salah satu hal yang terpenting bagi pemain ‘naturalisasi’ jika diinginkan sebuah negara, maka pertanyaan yang penting adalah mengenai data – data Timnas Indonesia dalam 5 tahun kebelakang ini, seperti :

    1. Melawan siapa saja Timnas selama 5 tahun ini terakhir?Ddan berapa skor nya ?
    2. Tournament / kualifikasi apa sajakah yang sudah dilalui Timnas selama 5 tahun terakhir ini ?
    3. Hasil apa saja yang sudah diraih Timnas selama 5 tahun terakhir ?
    4. Siapa pelatihnya ? Dan, bagaimana track record sang pelatih selama pegang di klubnya, termasuk menjuarai apa selama pegang klubnya, sekaligus latar belakang sang pelatih timnas?
    5. Apakah PSSI memiliki profil Pelatih yang diusulkan untuk melatih Timnas ?
    6. Progam latihan apa saja yang didapat sama pemain – pemain yang ada di Indonesia?
    7. Apakah rencana PSSI dalam hal membangun infrastruktur timnas 5 tahun sampai 10 tahun ke depan, termasuk target-2 yang diinginkan PSSI ?

    Karena tim kami sudah menyiapkan semuanya, maka Brian Roy membacanya dengan hati-2 melihat data-2 yang kami berikat. Dan, jawab Brian Roy, lebih bagus ada tim PSSI bisa datang ke Ajax untuk memohon pertimbangan sekaligus konsultasi. Karena, masalah pemerintah Belanda – Indonesia memiliki ikatan bantuan untuk 100 tahun, akibat ‘dosa’ Belanda kepada Indonesia.

    Menurut Brian Roy, artinya Indonesia bisa meminta bantuan kepada pemerintah Belanda, agar ada instruktur – kepelatihan yang didatangkan ke Indonesia setiap tahunnya, untuk kegiatan ‘pengetahuan – ilmu’ sepak bola untuk sekolah-2 ataupun utuk pembinaan klub anak-2 muda (maksudnya SSB).

    Saya teringat dengan wejangan Henk Wullem, mantan pelatih Bandung Raya, saat menjuarai Liga Indonesia 1995-96. Bahwa, jika pemerintah Indonesia serius berssama PSSI, maka pemerintah Belanda pasti akan membantu dengan gratis tanpa mengeluarkan uang, karena pemerintah Belanda memiliki ‘hutang dosa’ kepada pemerintah Indonesia, dan gantinya semua ‘ilmu pengetahuan’ di segala bidang akan dikerahkan untuk Indonesia, jika pihak pemerintah Indonesia mau mengambil ‘hutang dosa’ tersebut.

    Saat itu, Tri Goestoro, yang menjadi Sekjen PSSI di jaman Agum Gumelar sudah menyurati pemerintah dalam hal ini menteri luar negeri Indonesia. Namun, sepertinya action itu hanya sia-2. Dan, ternyata sampai saat ini, ‘hutang dosa’ ini masih bisa digunakan oleh lembaga-2 apapun di Indonesia. (dengan catatan, kalau mau dan ngotot).

    Menurut Brian Roy, setelah membaca sepak terjang dan prestasi tim nasional selama 5 tahun terakhir. Disarankan agar bisa bertemu dengan Simon Tahamata, karena dia adalah satu-2nya pemain berdarah Ambon, yang peduli dengan pemerataan sepak bola di negara ketiga, seperti Indonesia. Dan, Simon Tahamata, memang di plot untuk membantu semua negara-2 yang sulit memajukan sepak bolanya. Mungkin di tahun 70-an mirip peran Wiel Coerver.

    Ketika ditanya tentang anak-2 keturunan berdarah Indonesia, yang bermain di Ajax. Brian Roy menyebutkan, dua musim lalu ada dua pemain, yaitu Michael Timisela dan Christian Supusepa. Namun, musim ini hanya Christian Supusepa yang naik menjadi pemain reserve (pemain muda yang disiapkan menjadi pemain utama, di saat ada pemain inti Ajax Amsterdam yang cedera). Sedangkan Michael Timisela, sudah pindah ke VVV Verlo, anggora Divisi Satu Liga Belanda.

    M.Timisela

    Menurut Bryan Roy, Michael Timisela, dulu seingatnya di posisi bek tengah, bisa bermain sebagai libero dan juga bermain stopper. Usianya juga sudah 23 tahun. Mungkin, karena merasa sulit bersaing dengan pemain lainya, Michael Timisela pindah. Kalau mau melihat raport-nya ada di database Ajax, dan bisa diminta jika diperlukan.

    Sedangkan Christian Supusepa, sepertinya masih dipertahankan oleh pelatih senior Ajax. Karena di posisi bek kiri, Ajax Amsterdam sepertinya masih membutuhka tenaga Supupesa, walaupun posisinya sebagai tim reserve.

    C.Supusepa

    Bryan Roy, juga mengatakan nanti malam, ada pertandingan Ajax Reserve bertandingan dengan salah satu tim reserve sesama agngota Liga Belanda. “Silahkan bisa nonton Christian Supusepa di lapangan utama, ” katanya.

    Setiap tim reserve (tim cadangan) setiap klub di Belanda, diwajibkan bertanding dengan sesama tim reserve, agar kondisinya dan mental bertandingnya tetep bertanding. Kalau Di Inggris, justru tim reserve Manchester United yang dilatih Ole Gunnar Solkjaer, justru ada kompetisinya hanya di sekitar propinsinya saja.

    Tim Reserve itu, adalah bagian sebuah klub yang penting dalam menjaga stabilitas teamwork tim utamanya. Sebagian dari tim reserve ini, para pemain yang dalam rangka penyembuhan cederanya. pemain yang cedera, diberi kesempatan pemulihannya masuk dalam skuad tim reserve.

    Saya teringat, bahwa tim reserve di setiap klub anggota Super Liga Indonesia, tidak akan mungkin melakukan cara-cara seperti klub Eropa. Karena, pasti tak punya pengetahuan dan wawasan seperti itu dalam ofisial timnya. Jika, punya wawasan pun, pasti tak anggaran untuk memutar kompetisi tim reserve seperti itu.

    Contohnya, rata-rata pemain anggota Super Liga Indonesia yang didaftarkan ke BLI adalah 24, bahkan Persiwa Wamena hanya punya 22 pemain. Sedangkan Persiwa U-21 yang juga diputar kompetisinya memiliki 20 pemain. Jika, tim Persiwa sedang berlaga ke daerah lain, maka tim yang dibawa hanya 18 pemain. Berarti, pemain yang ditinggal di kota Wamena hanya 6 pemain, kalau ada yang cedera bisa jadi tinggal 4 pemain. Maka, tak mungkin 4 pemain yang tersisa bertanding di level lokal, agar kondisi, skillnya terjaga seperti skuad intinya.Wong pemainnya tinggal 4, bagaimana bisa bermai sebagai tim reserve. Katakanlah, sisa dari U-21 juga ada yang tertinggal, maka jumlahnya hanya 2 pemain. Jadi, tetap tak mampu membuat tim reserve.

    Ini hanya contoh kecil, dalam membangun sebuah klub yang kalau di Indonesia, katakanlah semi profesional, seperti saat ini. Tapi, buat Saya, semua anggota Super Liga Indonesia, masih amatir, karena tak punya modal dana (minta disusui APBD), tak punya tim reserve, tak punya stadion dan hanya punya fanatisme sempit dalam suporternya (maunya ingin menang melulu, tak mau melihat ada kekalahan, artinya belum mau dewasa, walaupun ada beberapa kelompok suporter yang mau diajak dewasa).

    Bicara klub-2 elit seperti Ajax Amsterdam, selalu banyak cerita yang asyik-2 dan banyak nambah wawasan, serta bisa belajar tentang sifat-2 klub. Maklum kami-2 dari negeri sepak bola yang hanya sifatnya lebih ke hobi ketimbang membangun bola dengan bisnis. Bahkan, ketum-nya yang mantan ‘narapidana’ saja masih dipertahankan oleh 108 anggotanya yang sah sesuai statuta PSSI yang dikukuhkan AFC-FIFA, April 2009 lalu.

    Kembali ke kawah candradimuka sekolah sepak bola Ajax. Malam harinya, Saya penasaran ingin melihat penampilan Christian Supusepa. Siapa tau bisa ngbrol atau mungkin bisa menggali lebih banyak tentang konsep bermain sepak bola, dalam usia yang benar-2 matang, sekaligus harus memilih jalan hidupnya, sekaligus punya feeling dalam dirinya sendiri.

    Menurut Polly Roemloes, yang sering mondar-mandir sebagai orang yang terbiasa ngurus imigran-2 gelap di Belanda dari Indonesia. Menjelaskan dengan gamblang, apa saja yang menjadi pilihan hidup anak-2 keturuan asal Indonesia.

    Jika, seorang berdarah Indonesia punya tekad menjadi pemain bola. Maka, urusannya adalah berkompetisi dan mengadu skill sekaligus berkerja ekstra keras, agar di usia muda sudah dibidik oleh KNVB sebagai salah satu kandidat masuk skud tim nasional U-17, U-19, U-21 yang bisa bermain di kompetisi level Eropa ataupun dunia.

    Khusus, Christian Supusepa, adalah usia genting untuk memilih dan melihat kompetitornya di posisinya. Christian Supusepa yang bernomor punggung 42 di Ajax reserve ini, adalah mampu bermain sebagai bek kiri dan bek kanan. Bahkan, punya kemampuan bisa bermain sebagai sayap kanan ataupun sayap kanan. Jika dibandingkan, masa depannya bisa mirip seperti kapten Belanda saat ini, Giovanni van Bronckhorst yang juga sangat kental berdarah Ambon.

    Tapi, di posisi seperti Christian Supusepa ada sekitar 20 pemain berbakat yang diincar untuk bisa masuk dalam seleksi tim nasional Oranye U-21. Dalam kondisi seperti itu, menurut Polly, pemain kayaki Christian Supusepa bisa grogi, atau pun bisa semakin percaya diri. Karena, faktanya dalam dua dekade ini, tim Oranye selalu punya pemain berdarah Indonesia (khususnya Ambon).

    Menurut bapaknya, Christian Supusepa, dari cerita Polly – bahwa untuk memlih menjadi pemain nasional Indonesia,.mungkin, sebagai pilihan terakhir, artinya sampai usia 22 tahun nanti, Christian Supusepa masih punya peluang sama bagusnya dengan pemain asli Belanda, memperkuat tim Oranye. Dengan tinggi ideal 180 cm, Christian Supusepa memang layak memilih jalan hidupnya untuk timnas Belanda ketimbang timnas Indonesia. Tapi, menurut Polly, siapa tau Christian Supusepa bisa dibujuk oleh PSSI, dan mau bermain membela ‘Merah Putih” semuanya tergantung Christian sendiri, dan sejauh mana PSSI serius mengurus semua perijinan yang dinginkan Christian Supusepa. Apalagi bicara melepas status kewarganegaraan, sepertinya PSSI tidak bisa leyeh-2, tapi harus 200% mampu memeras otak agar mampu membujuk anak-2 berdarah Indonesia.

    Hanya saja, Saya berharap bisa nonton Christian Supusepa berlaga di pertandingan tim reserve itu harus menyesal. Karena, ternyata Christian Supusepa cedera, sehingga tidak mungkin masuk dalam skuad tim reserve. Hanya saja, pihak ofisial Ajax, masih memberi kesempatan untuk melihat pemulihan cedera Christian Supusepa di kamp sekaloh Ajax keesok-harinya.

    Sementara dari sebagai tim riset ‘naturalisasi’ yang berbeda kota, saling kabar-kabari bahwa sebagian pemain yang bisa ditemui, rata-2 mau mengisi formulir yang kami sediakan dengan dua bahasa, ada yang berbahasa Indonesia dan ada yang berbahasa Inggris.

    Dalam isi formulirnya itu, semua pemain mengisi data diri masing-2, dan ada tiga catatan penting yang kami tawarkan. Pertama, formulir ini tidak resmi. Kedua, formulir ini bukan formulir draft kontrak. dan ketiga, formulir ini hanya mendata semua pemain yang ingin dan berminat menjadi pemain nasional Indonesia

    Kami sebetulnya hanya merasa senang, bisa meriset data pemain ‘naturalisasi’ yang tidak mahal ini, bisa mendapatkan pengalaman baru, wawasan baru, serta siap tidak menggunakan ‘kacamata kuda’ seperti kebanyakan pengurus dan ofisial bola di Tanah Air.

    Harus diakui, bahwa sepak bola itu ternyata memang bukan milik asli bangsa Indonesia. Jadi, perlu dapat ‘pengatahuan’ tentang bola tidak hanya lewat internet, televisi ataupun denger-2, tapi bisa langsung mendata, melihat dan mendengar sendiri, cukup dengan modal 20 juta rupiah bisa dapat ilmu ke klub-2 Belanda, sama seperti ambil gelar S-2 dengan harga segitu.

    Besok, ada cerita baru yang kebetulan diundang oleh gerombolan pemain bola yang bermain di klub-2 sekitar kota Eindhoven, bersama orang tuanya. Katanya, kami akan disambut oleh Mohamad Rigan Agachi, asli anak Indonesia yang main bola di Geldrop AEK, liga amatir kota Eidhoven, Belanda….

      • mastoni
      • Agustus 13th, 2010

      luar biasa pengalaman anda , teryata mimpi jadi tuan rumah piala dunia hanya sekedar mimpi ya…maaf deh pssi ngaca dulu sama kompetisi kita …

    • ipank
    • Juli 28th, 2010

    wah kalwpun mreka mau…aturan perundangan indonesia ribet…
    di negara eropa aja boleh kwarganegaraan ganda tapi tetep bisa maen di timnas…
    smoga aja sepakbola kita lebih maju dengan adanya mreka..

    • yudhi…
    • Juli 31st, 2010

    tunngu apa lagi pssi
    udah banyak pemain indonesia yg di luar negeri yg berkualitas
    di rekrut aja lg
    katanya mau tampil di piala dunia….
    jangan nunggu2 ber abad2 tahun lagi…
    ntar keburu kiamat lg dunia ini…….

  2. 100 persen sukses naturalisasi saat ini hanya serius tidak dalam proses ini , hal yang menyangkut undang2 demi kepentingan yang lebih besar kenapa tidak di amandemen…tunggu apa lagi pssi sebelum terlambat , prestasi harus di capai pintunya adalah tranformasi pemain

    • Dwicky Wijaya
    • September 13th, 2010

    Pemain Indonesia adalah pemain asli keturunan indonesia pemain yang masih punya hak kewarganegaraan Indonesia.

    Bukan pemain yang sudah jadi warga negara lain, meskipun punya keturunan darah Indonesia dari nenek moyang, mereka tetaplah warga negara asing. Paling tidak orang tua atau kakek-nenek mereka adalah orang indonesia mereka layak menjadi pemain Indonesia.

    Ini menjadi salah satu masukan untuk PSSI mengingat rencana mereka yang akan mengadakan perhelatan akbar semacam piala dunia untuk membenahi skuad inti Indonesia yang sangat dibawah standar agar mampu bersaing dengan negara lain tidak hanya sebagai penggembira saja.

    Hilangkan gengsi untuk memanggil pemain keturunan jika hal tersebut memang dapat memperbaiki performa tim Indonesia. Hal ini dapat menyelamatkan muka sepakbola Indonesia di mata dunia.

    Tapi tidak hanya sekedar memandang pemain yang diluar saja, seleksi ketat pun harus dilakukan karena belum tentu semua pemain keturunan mempunyai skill yang lebih baik dari skill pemain lokal.

    Sekarang yang menjadi pertanyaan apakah mereka mau bergabung dengan timnas Indonesia???

    • jiung…
    • Oktober 16th, 2010

    aahh pada ngehayal aje lu pada…..
    ga bakalan mau lah die org suru maen di indonesia…..
    liat dri sjarah dong…
    org maluku ambon kan slalu di asingin mlulu ..
    mkanya warga dri daerh maluku pda pindah ke belanda…
    low ada yg yg mau paling terpaksa doang…
    karna dipaksa..

    • kiki ibuna didut
    • Desember 22nd, 2010

    banggaaa deh timnas kita masuk finaaaaal… dari sekian banyak baru IRFAN BACHDIM yang mau pulang kampung…. SALUUUUUUT…. GO TIMNAS GO!!!!!!

    • eko prasetyo
    • Maret 15th, 2011

    pssi terlalu gengsi. pemain yg ingin membela leluhurnya malah g diterima.harusnya dari dulu-dulu biar ga ketinggalan banget. pemain asli murni indonesia aj g ad yang di ekspor ke luar negeri. salah satu kejayaan indonesia adalah tahun 1933 dan masa2 pemain seperti bambang pamungkas dkk diekspor ke luar negeri.. salut banget buat pemainnya. bukan buat pengurusnya!!!

    • angga nurdiana
    • Mei 18th, 2012

    main lah untuk club indonesia

    • M. Iqbal
    • November 20th, 2012

    Setidaknya nama2 diatas ada yg akhirnya bermain buat negri kita tercinta….Irfan Bachdim,J. van Beukering

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 134 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: