Pandangan AS terhadap 100 Hari Obama
WASHINGTON, PK – Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak warga AS yang bersikap optimis terhadap arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah mereka. Pandangan yang mengemuka dari sebuah hasil jajak pendapat ini merupakan suatu isyarat bahwa Presiden Barack Obama telah menggunakan masa 100 hari pertama pemerintahannya untuk mengangkat harapan dan kepercayaan publik akan masa depan AS yang lebih cerah.
Sebuah jajak pendapat yang digelar oleh Associated Press-GfK menunjukkan bahwa sebagian besar warga AS mempertimbangkan presiden baru mereka itu sebagai pemimpin yang memiliki ketangguhan, etika serta empati untuk mengubah Washington menuju perbaikan yang diharapkan. Tak ada yang tahu berapa lama masa bulan madu ini akan berakhir, tetapi Obama telah mewujudkan mantra kampanye yes-we-can selama masa kampanyenya ke dalam tata pemerintahan yang baik.
Kemampuan Obama untuk menginspirasikan keyakinan di kalangan publik telah diperhadapkan pada realita politik berat dari 2 masalah besar yang menerpa AS, resesi ekonomi serta setumpuk masalah domestik. “Ia berhasil menumbuhkan keyakinan publik akan prospek AS yang lebih baik,” kata Cheryl Wetherington (35), salah satu koresponden independen yang mengelola sebuah toko coklat di Gardner, Kan.
Namun, beberapa hasil jajak pendapat AP-GfK dapat memperberat posisi Obama saat ia mendekati 100 hari pertama masa pemerintahannya, 29 April. Meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa warga AS semakin optimis dengan prospek ekonomi, 65 persen di antaranya mengaku sulit menghadapi kenyataan pemutusan hubungan kerja.
Hampir 80 persen responden yakin melonjaknya utang federal akan berdampak terhadap generasi mendatang. Hasil jajak pendapat AP-GfK menunjukkan dukungan publik terhadap performa tanggung jawab Obama mencapai 64 persen atau sedikit menurun dari 67 persen pada Februari. Sementara dukungan publik terhadap George W. Bush pada masa 100 hari pertama kekuasaannya mencapai sekitar 50an persen.
Jajak pendapat AP-GfK diselenggarakan pada 16-20 April oleh GfK Roper Public Affairs and Media. Jajak pendapat ini diselenggarakan lewat wawancara di antaranya melalui telpon seluler dengan 1.000 warga dewasa di AS. Marjin kesalahan dari jajak pendapat ini mencapai plus atau minus 3,1 poin persentase. (kompas.com/ap)

















mudah-mudahan pemerintahan amerika sekarang jadi lebih baik dan ramah dengan islam
obama mbog maen ke indo.. maen bentengan,petak umpet ato apa kek.. hehhee