Antre demi Berlian di Jakarta, Antre demi BLT di Purbalingga

Sama - sama antreJAKARTA – Kemarin ada antrean panjang di dua tempat berbeda: sama-sama antre sejak pagi dan sama-sama melibatkan ratusan orang. Yang berbeda adalah status orang yang antre. Di tempat pertama, tepatnya di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, ratusan orang antre demi mendapatkan BLT (bantuan langsung tunai) Rp 200 ribu.

Di tempat lain, tepatnya di toko perhiasan Felice di atrium Senayan City, Jakarta, ratusan orang yang didominasi kaum hawa, rela berdesak-desakan sejak pagi. Mereka antre demi mendapatkan diskon spesial di toko perhiasan tersebut.

Kemarin Felice memang menjual perhiasan, termasuk berlian, dengan harga diskon hingga 90 persen. Jika dinominalkan, potongan harga yang bisa dinikmati pembeli antara Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah.

Inilah yang mengundang antusiasme pembeli, terutama kaum hawa. Bahkan, mereka rela antre sejak pukul 07.00 meski mal tersebut baru dibuka pukul 10.00. “Lumayan, aku beli cincin dapat diskon Rp 200 ribu,” kata salah seorang pengantre, ibu muda yang datang dari Bekasi sejak pukul 06.00.

Begitu counter dibuka, tak lebih dari satu jam, sejumlah item berlian yang dibentuk beragam seperti cincin, gelang dan liontin, ludes terjual.

Di tempat yang sama, antrean lebih banyak terjadi mulai lantai 6 hingga 8. Ribuan orang terlihat mengantre demi mendapatkan sandal impor dari Amerika merek Crocs yang kemarin memberikan diskon spesial hingga 70 persen.

“Antusiasme pengunjung dalam sehari mencapai lima ribu orang lebih. Untuk mencegah berjubelnya pembeli, petugas mal membentuk antrean,” jelas Public Relation and Tenant Communication Senayan City Sri Ayu Ningsih.

Berbeda antrean di Senayan City, berbeda pula antrean di Kabupaten Purbalingga, tepatnya di Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari. Di tempat itu ratusan orang kemarin rela antre untuk mendapatkan BLT Rp 200 ribu. Kemarin merupakan hari keempat pembagian BLT. Tapi, antrean BLT itu diwarnai kekecewaan ratusan warga. Penyebabnya, mereka sudah antre sejak pagi. Tapi, begitu mendapat giliran, mereka tak bisa menerima uang.

Setelah ditelisik, mereka terhambat persyaratan yang tak lengkap. Syarat yang tak lengkap itu adalah surat keterangan dari perangkat desa dan KK (kartu keluarga). “Syarat yang tak lengkap itu karena komunikasi yang terputus,” kata Toto Rusmanto, anggota monitoring dan evaluasi BLT di Purbalingga.JAWA POS

    • OB
    • April 24th, 2009

    Serupa tapi tak sama..

    • didikoseng
    • April 24th, 2009

    salam kenal ya, ini wordpress saya yang baru. yang lama diblokir.

    • anne_chantique
    • April 24th, 2009

    gile…kontras banget dah XDD

    • helmy
    • April 24th, 2009

    Ada persamaannya : sama2 bermental kere/miskin.
    Yg satu anter demi potongan harga (diskon), yg lain demi bantuan (BLT).

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.