Pemilu antara Kekuatan Gaib dan Caleg kita

“Selamat, itu pertanda bagus,” kata Eko, menirukan ucapan Patawi, 60 tahun, juru kunci makam Mbah Karso Wono Samudro, leluhur Desa Grajagan, Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur, seusai bersemadi, akhir Desember lalu. Patawi menjelaskan, yang “datang” adalah Nyai Roro Kidul, Ratu Laut Selatan.

Lha mas..itu cerita mengenai apa? Itu adalah sepenggal cerita yang saya kutip dari majalah Tempo, mengenai kelakuan salah satu calon legislatif yang bernama Eko dari salah satu partai yang ikut di Pemilu 2009 ini. Tak usahlah saya sebutkan nama partainya. Tak etis.

Ceritanya si Eko ini melakukan tirakat di makam tua di tengah hutan bakau Teluk Karangan, dan sudah mencapai tahap suwung (konsentrasi penuh) dalam liyep layap ing ngaluyup (kondisi seperti tidur batin mengembara), yang kemudian – kata si juru kunci tadi – di datangi Nyai Roro Kidul. Si Eko merasa puas. Dia bilang : “Kekuatan gaib modal penting lolos target”. Gubrakkkkkkssss!!!

Begitulah kelakuan sebagian para calon legislatif yang terhormat menjelang Pemilihan Umum 2009 yang banyak menempuh jalan ‘gaib’. Tempat “keramat’ dan para dukun pun, akhirnya ramai menerima tamu. Goa Istana, Gua Mayangkoro, dan Gua Padepokan di Alas Purwo, 67 kilometer dari Kota Banyuwangi (tiga gua yang dipercaya pernah dijadikan tempat bertapa Presiden Sukarno), tiap malam dipadati 300-an orang yang ingin bertapa.

Selain bertapa di tempat keramat, banyak dari caleg ini mencoba mendapatkan (baca: membeli) benda-benda keramat, seperti keris. Salah satu primadonanya adalah keris Jalak Tilamsari. Keris 30 sentimeter tanpa luk (lekukan) diyakini dibuat Empu Andajasangkala pada 1186 tahun Jawa. Lha kalo mau keris model gini, 100 keris juga bisa saya tempa di tukang besi..hahaha.

Ada lagi caleg yang disuruh dukun menanam 50 batang paku usuk (ukuran 12 sentimeter), di tiap desa di daerah pemilihannya di Banyuwangi. Walahhh..mas mas..daripada nanam paku, mendingan nanam 1,000 pohon, biar ijo royo-royo..

Saya berpikir, jika saja 50 persen dari caleg ini menggunakan cara-cara gaib di atas, maka bisa dibayangkan seperti apa kualitas caleg ini. Dan kita juga bisa membayangkan bagaimana nantinya mereka setelah menjadi Anggota Legislatif, menjalankan tugas dan fungsinya. Dalam lamunan saya, di salah satu sidang ada anggota legislatif yang ngomong begini : “wah, masalah ini tidak bisa diselesaikan secara logika, maupun secara adat. Untuk itu marilah kita ramai-ramai mendatangi Gua anu, untuk meminta petunjuk bapak presiden..eh, minta petunjuk Nyai Roro Kidul..”

Atawa, ramai-ramai mendatangi dukun atau mbah Google..halah salah..maksudnya Mbah Anu untuk minta ‘nasihat’ diiringi alunan lagu Alam : “ada mbah dukun, sedang mengobati pasiennya”… Rapat paripurna tak selesai, dukun bertindak…

Tentu, tidak semua caleg menggunakan cara ‘gaib’ ini. Masih banyak dari mereka yang menggunakan logika dan cara-cara ‘marketing’ yang masuk akal. Tapi, alangkah sedihnya nasib bangsa ini dipimpin oleh caleg-caleg yang menggunakan cara ‘gaib’ di era modern.

Lalu, manakah yang layak diklasifikasikan haram? Golput-kah? Atau, caleg yang menggunakan cara-cara seperti disebutkan di atas? Sudahlah mengandalkan cara gaib, korupsi pula nantinya.

Yang pasti : dukun dan juru kunci panen raya menjelang Pemilu 2009….hahahahaha

sumber : http://budiawan-hutasoit.blogspot.com/2009/02/pemilu-antara-kekuatan-gaib-dan-caleg.html

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.